× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ اُنْثٰى وَمَا تَغِيْضُ الْاَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۗوَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهٗ بِمِقْدَارٍ
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa Arbad bin Qais dan Amir bin ath-Thufail menghadap Rasulullah saw. di Madinah. Amir berkata: "Hai Muhammad. Jabatan apa yang akan engkau berikan kepadaku apabila aku masuk Islam?" Rasulullah menjawab: "Hakmu sama dengan hak kaum Muslimin, dan kewajibanmu serupa dengan kewajiban mereka." Ia berkata lagi: "Apakah engkau akan menjadikanku pimpinan setelahmu?" Nabi menjawab: "Itu bukan urusanmu dan juga bukan urusan kaummu." Kemudian mereka berdua keluar. Berkatalah Amir kepada Arbad: "Aku akan mengajak bicara Muhammad sehingga ia tidak memperhatikan kamu, dan saat itulah kamu penggal lehernya." Kemudian mereka kembali lagi kepada Rasulullah." Amir berkata: "Hai Muhammad, mari kita bicarakan sesuatu." Maka berdirilah Rasulullah saw. bersamanya dan bercakap-cakap dengannya. Pada waktu itu Arbad sudah bersiap-siap memegang hulu pedang untuk mencabutnya, akan tetapi tangannya tidak berdaya. Rasulullah berpaling dan melihat perbuatannya. Kemudian Rasulullah meninggalkan kedua orang itu, dan mereka pun pulang. Ketika sampai di kampung ar-Raqm, Allah mengirimkan petir untuk menyambar Arbad sampai mati. Allah menurunkan ayat ini (ar-Rad: 8-13) sebagai penegasan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk yang masih di dalam kandungan, dan Maha Kuasa mengatur hidup dan mati makhluk-Nya.

Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dan al-Bazzar, yang bersumber dari Anas bahwa Rasulullah mengutus seorang shahabatnya kepada seorang pembesar jahilian untuk mengajaknya kepada agama Allah. Berkatalah pembesar itu: "Apakah Rabb-mu, yang engkau ajak supaya aku menyembah-Nya itu, dibuat dari besi, tembaga, perak, atau emas?" Utusan itu kembali dan melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah saw. Kemudian ia disuruh kembali mengajak pembesar jahiliah itu sampai tiga kali. Maka Allah mengirimkan petir untuk menyambarnya sampai terbakar. Turunnya ayat ini (ar-Rad: 13) berkenaan dengan peristiwa tersebut.
وَلَوْ اَنَّ قُرْاٰنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ اَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْاَرْضُ اَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتٰىۗ بَلْ لِّلّٰهِ الْاَمْرُ جَمِيْعًاۗ اَفَلَمْ يَا۟يـئَسِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا تُصِيْبُهُمْ بِمَا صَنَعُوْا قَارِعَةٌ اَوْ تَحُلُّ قَرِيْبًا مِّنْ دَارِهِمْ حَتّٰى يَأْتِيَ وَعْدُ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu al-Quran itulah dia).Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah.Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya.Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah.Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan lain-lain, yang bersumber dai Ibnu Abbas bahwa kaum jahiliyah berkata kepada Nabi saw. "Jika benar sebagaimana engkau katakan, perlihatkanlah kepada kami nenek moyang kami yang telah mati terdahulu, agar kami dapat bercakap-cakap dengannya, dan singkirkanlah gunung-gunung kota Mekah yang menyempitkan kami." Maka turunlah ayat ini (ar-Rad: 31) yang menegaskan bahwa kaum jahiliyah akan tetap kufur walaupun dipenuhi permintaannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Athiyyah al-Aufi bahwa kaum jahiliyah menjawab ajakan Nabi saw. dengan mengemukakan berbagai syarat, yaitu: agar Nabi dapat menyingkirkan gunung-gunung sehingga Mekah menjadi luas dan dapat ditanami, atau mempersingkat jarak di bumi ini sebagaimana Nabi Sulaiman mendekatkan jarak di bumi untuk kaumnya dengan mempergunakan angin, atau menghidupkan orang mati sebagaimana Isa menghidupkan orang mati untuk kaumnya. Maka turunlah ayat ini (ar-Rad: 31) yang menegaskan bahwa mereka akan tetap kufur walaupun segala kehendaknya dikabulkan.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan suatu ayat (mujizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu).

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ketika turun ayat ini (ar-Radu: 38), orang-orang Quraisy berkata: "Kami berpendapat, kalau demikian engkau ini (Muhammad) tidak memiliki apapun dan segalanya telah selesai." Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (ar-Rad: 39) yang menegaskan bahwa Allah-lah yang menghapuskan dan menetapkan segala sesuatunya, dan al-Quran itu sebagai mukjizat Muhammad.