× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya,

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Abu Hurairah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Marduwaih dengan lafal: "Rasulullah saw. pernah menoleh pada waktu shalat." Diriwayatkan pula oleh Said bin Manshur yang bersumber dari Ibnu Sirin, dengan lafal: "Rasulullah melirikkan matanya pada waktu shalat," Hadits ini mursal. Bahwa apabila Rasulullah saw. shalat, beliau suka memandang ke langit. Maka turunlah ayat ini (Al-Muminuun: 2) sebagai petunjuk bagi orang yang shalat. Sejak itu beliau shalat dengan menundukkan kepala.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Sirin, hadits ini mursal. Bahwa apabila para shahabat shalat, mereka suka memandang ke langit. Maka turunlah ayat ini (Al-Muminuun: 2) sebagai petunjuk bagaimana seharusnya shalat.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍۚ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Umar bahwa pandangan Umar sejalan dengan kehendak Allah dalam empat hal, antara lain mengenai turunnya ayat, wa laqod khalaqnal ingsaana min sulaalatim min thiin (dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah) (Al-Muminuun: 12) sampai, khalqan aakhar, ( makhluk yang [berbentuk] lain) (Al-Muminuun: 14). Pada waktu mendengar ayat tersebut, Umar berkata: "Fa tabaarakallaahu ahsanul khaaliqiin (maha Suci Allah, pencipta yang yang paling baik)." Maka turunlah akhir ayat tersebut (Al-Muminuun: 14) yang sejalan dengan ucapanUmar itu.
مُسْتَكْبِرِيْنَۙ بِهٖ سٰمِرًا تَهْجُرُوْنَ
dengan menyombongkan diri terhadap al-Quran itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Said bin Jubair bahwa kaum Quraisy duduk-duduk mengobrol dan begadang pada malam hari di sekeliling Kabah. Mereka tidak bertowaf, bahkan mereka bermegah-megah diri karena dapat menguasai baitullah itu. Ayat ini (Al-Muminuun: 67) turun berkenaan dengan orang-orang seperti itu.
وَلَقَدْ اَخَذْنٰهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوْا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Rabb mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh an-Nasaa-I dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa AbuSufyan datang pada Nabi saw. sambil berkata: "Hai Muhammad. Aku minta tolong dengan sangat atas nama Allah dan atas nama keluarga, karena kami sudah makan bulu dan darah. (kekurangan makanan)." Ayat ini (Al-Muminuun: 67) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Ad-Dalaa-il bahwa ketika Ibnu Iyaz al-Hanafi dibawa kepada Nabi saw. sebagai tawanan, ia dibebaskan oleh Nabi saw dan terus masuk Islam. Kemudian pulang ke Yamamah melalui Mekah, sehingga orang-orang Quraisy kekurangan makanan serta makan bulu-buluan dan darah. Karena itu Abu Sufyan diutus kepada Nabi saw, Ia berkata: "Bukankah engkau mengaku diutus menjadi rahmat bagi segenap alam?" Rasulullah mengiyakannya. Abu Sufyan berkata: "Engkau telah membunuh orang-orang tua dengan pedang dan anak-anaknya dengan kelaparan." Ayat ini (Al-Muminuun: 76) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa dengan azab dari Tuhan itu mereka tetap tidak masuk Islam.