× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh al-Bazzar yang bersumber dari Bilal. Dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi yang daif, yaitu Abdullah bin Syabib. Bahwa ketika Bilal dan para sahabat Rasulullah duduk-duduk di masjid, ada sahabat-sahabat lainnya yang shalat sunat sesudah magrib sampai isya. Maka turunlah ayat ini (as-Sajdah: 16) yang melukiskan perbuatan orang-orang yang terpuji.

Diriwayatkan dan disahihkan oleh at-Tirmidzi, yang bersumber dari Anas bahwa ayat ini (as-Sajdah: 16) turun berkenaan dengan para sahabat yang menunggu shalat al-atamah (shalat isya yang dilakukan pada akhir malam).
اَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًاۗ لَا يَسْتَوٗنَ
Apakah orang-orang yang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan Ibnu Asakir, dari Said bin Jubair, yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Atha bin Yasar. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Adi dan al-Kathib di dalam kitab Tarikh-nya, dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa al-Walid bin Uqbah bin Abi Muaith berkata kepada Ali bin Abi Thalib: "Mata tombak kami lebih tajam daripada tombakmu, lidah kami lebih lancar daripada lidahmu, dan anak buah kami lebih banyak daripada anak buahmu." Ali menjawab: "Tutup mulutmu. Sesungguhnya engkau orang fasik." Ayat ini (as-Sajdah: 18) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut yang menegaskan bahwa orang fasik tidak sama dengan orang Mukmin.

Diriwayatkan oleh al-Khathib dan Ibnu Asakir, dari Ibnu Luhaiah dari Amr bin Dinar, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini (as-Sajdah: 18) turun berkenaan dengan percekcokan lisan antara Ali bin Abi Thalib dan Uqbah bin Abi Muaith. Dalam riwayat ini dikemukakan pula bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan Uqbah bin al-Walid, dan bukan al-Walid.
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْفَتْحُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan mereka bertanya:"Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?"

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa para sahabat berkata: "Sesungguhnya hari untuk beristirahat dan bersenang-senang telah mendekat kepada kami." Berkatalah kaum musyrikin: "Bilakah kemenangan itu, sekiranya kalian benar?" maka turunlah ayat tersebut (as-Sajdah: 28-29) sebagai penegasan kepada mereka bahwa pada waktu itu keimanan tidak akan berfaedah bagi orang-orang kafir.