× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًاۗ فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَصْنَعُوْنَ
Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu ia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Juwaibir dari adl-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini (Fathir: 8) turun berkenaan dengan Nabi saw. yang berdoa, Allaahumma aiz diinika biumarabnil khaththaabi au bi jahlibni hisyaam (Ya Allah, semoga Engkau meneguhkan agama-Mu dengan berimannya Umar bin al Khaththab atau Abu Jahl bin Hisyam). Allah memberi hidayah kepada Umar dan menyesatkan Abu Jahl. Ayat ini (Fathir: 8) turun berkenaan dengan kedua orang ini.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Abdulghani bin Said ats-Tsaqafi di dalam tafsir-nya, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini (Fathir: 29) turun berkenaan dengan Hushain bin al-Harits bin Abdil Muththalib bin Abdi Manaf al-Quraisy. Ayat ini menegaskan ciri-ciri orang yang diijabat amalnya oleh Allah swt.
الَّذِيْٓ اَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهٖۚ لَا يَمَسُّنَا فِيْهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيْهَا لُغُوْبٌ
Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu."

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab al-Bats dan Ibnu Abi Hatim, dari Nafi bin al-Harits, yang bersumber dari Abdullah bin Abi Aufa, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw, "Yaa Rasulullah, sesungguhnya tidur merupakan kenikmatan dari Allah di dunia ini. Apakah nanti di surga kita bisa tidur?" Rasulullah menjawab: "Tidak ada. Karena tidur itu kawannya maut, sedang surga tidak ada maut." Ia bertanya lagi: "Bagaimana istirahat mereka(ahli surga) itu ?" Pertanyaan ini menyinggung perasaan Rasulullah. Beliau bersabda: "Tidak ada capek di surga, semuanya serba senang dan enak." Ayat ini (Fathir: 35) turun sebagai penegasan atas ucapan Rasulullah tadi.
وَاَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ لَىِٕنْ جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ لَّيَكُوْنُنَّ اَهْدٰى مِنْ اِحْدَى الْاُمَمِۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ مَّا زَادَهُمْ اِلَّا نُفُوْرًاۙ
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran),

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abi Hilal bahwa kaum Quraisy pernah berkata: "Sekiranya Allah mengutus Nabi dari golongan kami, niscaya tidak ada satupun umat yang lebih taat kepada khaliknya, lebih setia kepada Nabinya, dan lebih berpegang teguh kepada kitabnya, kecuali kami." Berkenaan dengan peristiwa tersebut, turunlah surah ash-Shaaffat ayat 167-170, surah al-Anam ayat 157, dan surah Fathir ayat 42, yang menggambarkan bahwa ucapan mereka itu tidak sesuai dengan kenyataannya.
Sebelumnya, orang-orang Yahudi juga mengharapkan akan mendapat kemenangan atas orang-orang Nasrani dengannya (kedatangan seorang nabi). Mereka antara lain berkata, "kami mengetahui bahwa akan segera ada nabi yang diutus."