بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
مَآ اَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ
berkat nikmat Rabbmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa kaum kafir Quraisy menuduh Nabi Muhammad saw sebagai orang gila, bahkan sebagai setan. Maka turunlah ayat ini (al-Qolam: 2) sebagai bantahan atas ucapan mereka itu.وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Abu Nuaim di dalam Kitab ad-Dalaa-il dan al-Wahidi, dengan sanad yang bersumber dari Aisyah bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki akhlak yang lebih mulia daripada akhlak Rasulullah saw. apabila seseorang memanggil beliau, baik sahabat, keluarga, ataupun penghuni rumahnya beliau selalu menjawab: "Labbaik (saya memenuhi panggilanmu)." Ayat ini turun sebagai penegasan bahwa Rasulullah saw memiliki akhlak yang sangat terpuji. وَلاَتُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَّهِينٍ
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari al-Kalbi bahwa ayat ini (al-Qolam: 10) turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq (yang selalu menyebar-luaskan api permusuhan).Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat ini (al-Qolam: 10) turun berkenaan dengan al-Aswad bin Abdi Yaghuts (yang terkenal jahatnya).
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat walaa tuthi kulla hallaafim mahiinin hammaazim masy-syaa-im binamiim. (Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah) (al-Qolam: 10-11), kaum Mukminin tidak mengetahu apa yang dimaksud dalam ayat tersebut. Maka turunlah ayat selanjutnya (al-Qolam: 13) sehingga merekapun tahu siapa yang dimaksud dalam ayat ini, karena orang tersebut mempunyai tanda seperti tanda pada binatang ternak.
اِنَّا بَلَوْنٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِۚ اِذْ اَقْسَمُوْا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِيْنَۙ
Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari,

