× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dll, dari al-Hakam bin Abban, dari Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu Abbas. Menurut Ibnu Katsir, hadits ini gharib. Dikemukakan bahwa seorang pemilik pohon kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur ke rumah tetanganya, seorang fakir yang banyak anak. Setiap kali pemilik kurma itu memetik buahnya, ia memetiknya dari rumah tetangganya itu. Apabila ada kurma yang jatuh dan dipungut oleh anak-anak orang fakir itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk mulut mereka pun dipaksanya keluar. Orang fakir itu mengadukan halnya kepada Nabi saw. Beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah saw bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda: "Berikan kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si anu. Sebagai gantinya kamu akan mendapat pohon kurma di surga." Si pemilik pohon kurma berkata: "Hanya sekian tawaran tuan? Aku mempunyai banyak pohon kurma, dan pohon kurma yang diminta itu yang paling baik buahnya." Lalu si pemilik pohon kurma itu pun pergi.
Pembicaraan si pemilik pohon kurma dengan Nabi saw itu terdengar oleh seorang dermawan, yang langsung menghadap Rasulullah saw dan berkata: "Seandainya pohon itu menjadi milikku, apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku?" Rasulullah saw menjawab : "Ya." Maka pergilah orang itu menemui pemilik pohon kurma. Si pemilik pohon kurma berkata: "Apakah engkau tau bahwa Muhammad saw menjanjikan pohon kurma di surga sebagai ganti pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Aku telah mencatat tawaran beliau. Akan tetapi buah pohon kurma itu sangat mengagumkan. Aku banyak mempunyai pohon kurma, tetapi tidak ada satu pohon pun yang selebat itu." Orang dermawan itu berkata: "Apakah engkau mau menjualnya?" Ia menjawab : "Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak akan ada yang sanggup." Orang dermawan itu berkata lagi: "Berapa yang engkau inginkan?" Ia berkata : "Aku ingin empat puluh pohon kurma." Orang dermawan itu terdiam, kemudian berkata lagi : "Engkau minta yang bukan-bukan. Tapi baiklah aku berikan empat puluh pohon kurma padamu, dan aku minta saksi jika engkau benar-benar mau menukarnya." Iapun memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu. Orang dermawan itu menghadap Rasulullah saw dan berkata: "Ya Rasulullah, pohon kurma itu telah menjadi milikku. Aku akan menyerahkannya kepada tuan." Maka berangkatlah Rasulullah saw menemui pemilik rumah yang fakir itu dan bersabda: "Ambillah pohon kurma itu untukmu dan keluargamu." Maka turunlah ayat ini (al-Lail ayat 1- akhir ayat) yang membedakan kedudukan dan kesudahan orang bakhil dengan orang pemurah (suka bersedekah).