× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Said bin Jubair bahwa yang dimaksud dengan wa idz qaalallaahumma ing kaana haadzaa huwal haqq (dan [ingatlah], ketika mereka [orang-orang musyrik] berkata: "Ya Allah, jika betul [al-Quran] ini, dialah yang benar") hingga akhir ayat (al-Anfaal: 32) ialah ucapan an-Nadlr bin al-Harits. Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Anas bahwa Abu Jahl berkata: "Ya Allah, sekiranya al-Quran ini benar-benar dari-Mu, maka turunkanlah hujan batu dari langit atau timpakanlah kepada kami siksa yang pedih." Maka turunlah ayat ini (al-Anfaal: 33) yang menjamin bahwa Allah tidak akan menimpakan siksaan dari langit selagi Nabi Muhammad masih ada dan selagi mereka bertobat. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa kaum musyrikin sedang tawaf di Baitullah dan berdoa: "Ghufraanaka, ghufraanaka (kami memohon ampunan-Mu, kami memohon ampunan-Mu)." Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Anfaal: 33) yang menegaskan bahwa Allah tidak akan menyiksa mereka selama mereka bertobat. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Yazid bin Ruman dan Muhammad bin Qais bahwa kaum Quraisy sedang berbicara di antara mereka: "Muhammad telah dimuliakan oleh Allah lebih daripada kita." Maka mereka berdoa: "Ya Allah sekiranya Muhammad itu benar utusan-Mu, timpakanlah batu dari langit kepada kami." Pada sore harinya mereka menyesali ucapannya itu, dan bertobat dengan ucapan ghufraanakallaahumma (kami memohon ampunan-Mu ya Allah). Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Anfaal: 33-34) yang menjamin keselamatan mereka dari siksaan Allah selama mereka bertobat. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abazi bahwa pada waktu Rasulullah berada di Mekah, Allah menurunkan, wa maa kaanallaahu li yuadzdzlibahum wa angta fiihim (dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka) (al-Anfaal: 33); ketika Rasulullah saw. pindah ke Madinah, Allah menurunkan, wamaa kanallaahu muadzdzibahum wa hum yastaghfiruun, ( dan tidaklah [pula] Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun) (akhir al-Anfaal: 33), karena di Mekah masih tertinggal kaum Muslimin yang selalu bertobat. Setelah semuanya hijrah dari Mekah ke Madinah, Allah menurunkan, wa maa lahum al laa yuadzdzibahumullah, (kenapa Allah tidak mengazab mereka) (awal al-Anfaal: 34). Setelah itu Allah mengizinkan mereka membebaskan kota Mekah sebagai siksaan yang telah disebutkan dalam al-Quran.

Back

Snow
Snow
Snow