× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ali bin Abi Thalhah yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa pada waktu ditawan dalam Peperangan Badr, al-Abbas berkata: "Sekiranya kalian termasuk orang-orang yang telah lebih dulu masuk Islam, hijrah, dan jihad, sebenarnya kami termasuk orang-orang yang memakmurkan masjidil Haram, memberikan minum kepada orang-orang yang naik haji, dan membebaskan orang-orang dari penderitaannya." Maka turunlah ayat ini (Baraaah: 17-19) yang menegaskan bahwa orang-orang yang memakmurkan masjid dan lain-lain, serta belum beriman itu tidak sama dengan orang-orang yang beriman dan berjihad di jalan Allah. Diriwayatkan oleh Muslim, Ibnu Hibban, dan Abu Dawud, yang bersumber dari sumber dari an-Numan bin Basyir bahwa pada suatu hari an-Numan bahwa pada suatu hari an-Numan bin Basyir berada disamping mimbar Rasullah saw. bersama beberapa orang sahabat lainya. Berkatalah seorang diantara mereka: "Aku tedak memperdulikan amal saleh yang lain, setelah Islam tersebar (Fat-hu Makkah), kecuali akan memberi minum kepada orang yang naik haji," Yang lainnya berkata: "Aku hanya akan memakmurkan Masjidil Haram." Yang lainnya lagi berkata: "Aku hanya akan berjihad di jalan Allah. Perbuatan itu lebih baik daripada apa yang kalian katakan." Umar membentak mereka seraya berkata: "Janganlah kalian berbicara keras-keras di samping mimbar Rasullah saw.! Nanti setelah shalat jumat, aku kan menghadap Rasullah saw. untuk meminta fatwa tentang apa yang kamu perselisihkan itu." Turunnya ayat ini (Q.S. 9 Bara-ah: 19) sebagai penegasan bahwa orang yang mengkhususkan pada amal saleh tertentu saja, tidak sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta berjihad di Jalan-nya. Diriwayatkan oleh al-Faryabi yang bersumber dari Ibnu sirin. Dirwayatkan pula oleh Abdurrazzaq yang bersumber dari asy-Syubi. Bahwa Ali bin Abi Thalib datang ke Mekah dan berkata kepada al-Abbas: "Wahai pamanku, tidakkah engkau ingin hijrah ke Madinah untuk mengikuti Rasulullah saw.?" Ia menjawab: "Bukankah aku ini suka memakmurkan mesjid dan mengurus baitullah?" Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan perbedaan antara orang yang beriman dan berjihad di jalan Allah dengan orang-orang yang hanya berbuat kebaikan. Kemudian Ali berkata kepada yang lainnya dengan menyebutkan namanya satu persatu: "Tidakkah kalian ingin berhijrah mengikuti Rasulullah ke Madinah?" Mereka menjawab: "Kami tinggal di sini beserta saudara-saudara dan teman-teman kami sendiri." Sehubungan dengan peristiwa ini, turunlah ayat berikutnya (Baraaah: 24) yang menegaskan bahwa orang-orang yang lebih mencintai sanak saudara, keluarga, kawan dan kekayaannya daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya serta jihad fisabilillah, diancam dengan azab Allah. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Kab al-Qurazhi bahwa Thalhah bin Syaibah, al-Abbas, dan Ali bin Abi Thalib membanggakan dirinya masing-masing. Thalhah berkata: "Aku yang menguasai baitullah, dan kuncinyapun ada padaku." Al-Abbas berkata: "Aku tukang memberi minum kepada jemaah haji dan mengurus mereka." Dan Ali bin Abi Thalib berkata: "Aku adalah orang pertama yang shalat menghadap kiblat sebelum orang-orang menghadap ke arahnya. Aku juga sering memimpin jihad fisabilillah." Turunnya ayat ini (Baraaah: 19) menegaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta berjihad fisabilillah, jauh berbeda dengan orang yang mengurus orang-orang yang naik haji ataupun yang mengurus Baitullah.

Back

Snow
Snow
Snow