× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Tirmidzi dan Nasai, dari Ibnu Umar berkata bahwasanya nabi saw salat sunnah (tathawwu) di atas tunggangannya menghadap kemanapun tunggangannya tersebut menuju, dan ia dari Makkah menuju Madinah, kemudian Umar membaca firman Allah swt, "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat." kemudian berkata bahwa dalam perkara inilah ayat ini turun. Diriwayatkan dari Al-Hakim dari Ibnu Umar berkata bahwasaya diturunkannya ayat, "maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah." Hal ini supaya engkau shalat tathawwu kemana pun tungganganmu menuju." Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya rasulullah saw ketika berhijrah menuju Madinah, Allah swt memerintahkan nabi saw untuk menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis, maka orang-orang Yahudi merasa senang, dan nabi menghadap ke Baitul Maqdis selama sepuluh bulan lebih, dan rasulullah saw sangat mencintai kiblatnya nabi Ibrahim as yaitu Kabah. Dan nabi saw selalu berdoa dan menengadahkan pandangannya ke langit maka Allah menurunkan ayat: "Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram." Lalu orang-orang Yahudi terheran-heran dan berkata, "apakah yang memalingkan orang-orang muslim dari kiblatnya Baitul Maqdis yang dahulu mereka berkiblat kepadanya?" Maka Allah menurunkan ayat-Nya : "Katakanlah, kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat." Dan Allah swt berfirman: "Maka Kemanapun kamu menghdapat di situlah wajah Allah." Sanad hadis ini kuat, dan makna hadis ini menguatkannya juga. Maka dari itu, hadis inilah yang dijadikan sandaran.

Back

Snow
Snow
Snow