Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Zaid bin Tsabit bahwa ketika Zaid bin Tsabit, penulis Rasulullah saw. sedang menulis surah Baraaah sampai perintah jihad, ia meletakkan pena di telinganya. Rasulullah saw. menunggu kelanjutan wahyu tersebut. Tiba-tiba datanglah seorang buta seraya bertanya: "Bagaiman saya yang buta, ya Rasulullah?" Maka turunlah ayat ini (Baraaah: 91) yang memberikan kelonggaran untuk tidak ikut berperang bagi orang yang lemah, sakit, cacat, ataupun miskin, asal mereka ikhlash kepada Allah swt.
Back

