Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ikrimah dan al-Hasan al-Basri, bahwa ketika turun ayat, liyaghfiralakallaahu maa tagaddama min dzambika wa maa ta-akhkhor, (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) (al-Fath: 2), berkatalah kaum Mukminin: "Beruntunglah tuan ya Rasulullah, kami telah tahu apa yang akan Allah perbuat terhadap tuan. Namun apa yang akan Allah lakukan terhadap kami?" Maka Allah menurunkan, liyudkhilal muminiina wal muminaati jannaat ( supaya Dia memasukkan orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam syurga) sampai akhir ayat (al-Fath: 5) dan ayat di atas (al-Ahzab: 47) yang menjanjikan syurga bagi kaum Mukminin. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Dalaa-ilun Nubuwwah, yang bersumber dari ar-Rabi bin Anas bahwa ketika turun ayat, wa maa adri maa yufalu bii walaa bikum, ( aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu) (al-Ahqaf: 9) dan ayat, li yaghfira lakallaahu maa taqoddama ming dzambika wamaa ta-akhkhor. (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) (al-Fath: 2), para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, kami telah mengetahui apa yang akan diperbuat Allah terhadap tuan, tapi kami tidak mengetahui apa yang akan diperbuat oleh Allah terhadap kami." Maka turunlah ayat ini (al-Ahzab: 47) yang menegaskan bahwa karunia yang besar disediakan juga bagi kaum Mukminin. Ditegaskan bahwa karunia yang besar itu adalah syurga.
Back

