× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dll, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abi Mulaikah, yang bersumber dari Abdullah bin Zubair bahwa kafilah Bani Tamim datang kepada Rasulullah saw. Pada waktu itu Abu Bakr berbeda pendapat dengan Umar tentang siapa yang seharusnya mengurus kafilah itu. Abu Bakr menghendaki agar al-Qaqa bin Mabad yang mengurusnya sedangkan Umar menghendaki al-Aqra bin Habis. Abu Bakr menegur Umar: "Engkau hanya ingin selalu berbeda pendapat denganku." Dan Umarpun membantahnya. Perbedaan pendapat itu berlangsung hingga suara keduanya terdengar keras. Maka turunlah ayat ini (al-Hujurat: 1-5) sebagai petunjuk agar meminta ketetapan Allah dan Rasul-Nya, dan jangan mendahului ketetapan-Nya. Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari al-Hasan bahwa orang-orang menyembelih kurban sebelum waktu yang ditetapkan oleh Rasulullah saw. Maka Rasulullah memerintahkan berkurban sekali lagi. Ayat ini (al-Hujurat: 1) turun sebagai larangan kepada kaum Mukminin untuk mendahului ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Menurut riwayat Ibnu Abid Dun-ya dalam Kitab al-Adlaahi, lafal riwayatnya sebagai berikut: seorang laki-laki menyembelih (kurbannya) sebelum shalat (Idul Adha) Diriwayatkan oleh ath-Thabarani di dalam Kitab al-Ausath, yang bersumber dari Aisyah bahwa orang-orang mendahului shaum sebelum masuk bulan Ramadhan yang ditetapkan oleh Nabi saw. Ayat ini (al-Hujurat: 1) turun sebagai teguran kepada mereka. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa waktu itu ada orang-orang yang menghendaki turunnya ayat tentang sesuatu. Maka turunlah ayat ini (al-hujurat: 1) yang melarang mendahului ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa orang-orang berbicara keras dan nyaring ketika berbicara dengan Nabi saw. Maka turunlah ayat ini (al-Hujurat: 2) sebagai larangan atas perbuatan seperti itu. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Tsabit bin Qais bin Syamas bahwa ketika turun ayat, laa tarfauu ashwaatakum fauqo shautin nabiy, (janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi) (al-Hujurat: 2) terhempaslah Tsabit bin Qais di jalan sambil menangis. Ketika itu lewatlah Ashi bin Adi bin al-Ajlan seraya bertanya: "Mengapa engkau menangis ?" Ia menjawab: "Aku takut ayat ini (al-Hujurat:2) turun berkenaan dengan diriku, karena aku ini orang yang bersuara keras." Hal ini diajukan oleh Ashim kepada Rasulullah saw. kemudian Tsabit-pun dipanggil. Rasul bersabda: "Apakah engkau tidak ridha jika engkau hidup terpuji, mati syahid, dan masuk syurga ?" Tsabit menjawab: "Aku ridha dan tidak akan mengeraskan suaraku selama-lamanya di hadapan Rasulullah saw" Maka turunlah ayat selanjutnya (al-Hujurat: 3) yang melukiskan janji Allah kepada orang-orang yang taat kepada ketetapan-Nya. Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan Abu Yala dengan sanad yang hasan, yang bersumber dari Zaid bin Arqam bahwa apabila orang-orang Arab berkunjung ke rumah Rasulullah saw, mereka suka berteriak memanggil beliau dari luar dengan ucapan: "Hai Muhammad ! Hai Muhammad !" Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Hujurat: 4-5) yang melukiskan perbuatan seperti itu bukan akhlak Islam. Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari Mamar yang bersumber dari Qatadah. Riwayat ini mursal, tetapi mempunyai syawaahid (beberapa penguat) yang marfu, yang ada di dalam kitab Sunanut Tirmidzi, dari Hadits al-Barra bin Azid dll, tetapi tidak menyebutkan nuzulul ayat. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari al-Hasan bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. sambil berteriak memanggil beliau dari luar: "Hai Muhammad ! Pujianku sangat baik, tapi cacianku juga sangat tajam." Rasulullah saw. bersabda: "Celaka engkau, yang bersifat demikian itu adalah Allah." Ayat ini (al-Hujurat: 4) turun sebagai larangan kepada orang-orang yang suka berteriak-teriak dari luar rumah. Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari al-Aqra bin Habis bahwa al-Aqra bin Habis memanggil-manggil Rasulullah saw dari luar rumah, akan tetapi beliau tidak menjawabnya. Ia pun berteriak: "Hai Muhammad ! Sesungguhnya pujianku baik, dan cacianku sangat tajam." Bersabdalah Rasulullah saw: "Yang bersifat demikian itu adalah Allah." Ayat ini (al-Hujurat: 4-5) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dll, yang bersumber dari al-Aqra bahwa al-Aqra datang kepada Nabi saw. dan berteriak-teriak dari luar rumah : "Hai Muhammad, keluarlah !" Ayat ini (al-Hujurat: 4-5) turun sebagai teguran berkenaan dengan kekurang-sopanan dalam bertamu.

Back

Snow
Snow
Snow