Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Yazid al-Asham bahwa kaum Anshar berkata: "Ya Rasulullah, bagi dualah tanah ini untuk kami (kaum Anshar) dan kaum Muhajirin." Nabi saw. bersabda: "Tidak. Penuhi sajalah keperluan mereka dan bagilah buah kurmanya. Tanah ini tetap kepunyaanmu." Mereka menjawab: "Kami ridha atas keputusan itu." Maka turunlah ayat ini (al-Hasyr: 9) yang menggambarkan sifat-sifat kaum Anshar yang tidak mementingkan diri sendiri. Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki menghadap Rasulullah saw dan berkata: "Ya Rasulullah. Saya lapar." Rasulullah meminta makanan kepada istri-istrinya, akan tetapi ternyata tidak ada makanan sama sekali. Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Siapa di antara kalian yang malam ini yang bersedia memberi makan kepada tamu ini ? Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepadanya." Seorang Anshar menjawab: "Saya ya Rasulullah." Kemudian iapun pergi kepada istrinya dan berkata: "Suguhkan makanan yang ada kepada tamu Rasulullah." Istrinya menjawab: "Demi Allah tidak ada makanan kecuali sedikit untuk anak-anak." Suaminya berkata: "Bila mereka ingin makan, tidurkan mereka dan padamkan lampunya. Biarlah kita menahan lapar malam ini." Istrinya melaksanakan apa yang diminta suaminya. Keesokan harinya Rasulullah saw. bersabda: "Allah kagum dan gembira karena perbuatan suami-istri itu." Ayat ini (al-Hasyr: 9) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan perbuatan orang yang memperhatikan kepentingan orang lain. Diriwayatkan oleh Musaddad di dalam Musnadnya dan Ibnul Mundzir, yang bersumber dari Abul Mutawakkil an-Naji bahwa tamu Rasulullah itu bernama Tsabit bin Qais bin Syammas. Ayat ini (al-Hasyr: 9) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari Muharib bin Ditsar yang bersumber dari Ibnu Umar bahwa salah seorang shahabat Rasulullah saw diberi kepala kambing. Dalam hatinya shahabat itu berkata: "Mungkin orang lain lebih memerlukannya daripada aku." Seketika itu juga kepala kambing itu dikirimkan kepada kawannya, tapi oleh kawannya dikirimkan lagi kepada yang lainnya (sampai tujuh rumah). Akhirnya kepala kambing itu kembali lagi kepada yang pertama. Ayat ini (al-Hasyr: 9) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa setiap umat Islam selalu memperhatikan nasib sesamanya.
Back

