Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Kab al-Qurazhi bahwa orang-orang Quraisy berkata kepada Rasulullah saw.: "Hai Muhammad. Engkau telah menceritakan kepada kami mukjizat para Rasul, bahwa Musa mempunyai tongkat dan dengan tongkat itu ia memukul batu (hingga keluarlah air); Isa dapat menghidupkan yang mati; dan Shalih diberi unta untuk menguji kaum Tsamud. Maka datangkanlah mukjizatmu kepada kami agar kami percaya kepadamu." Rasulullah saw. bersabda: "Apa yang kalian inginkan?" Mereka menjawab: "Cobalah gunung Shafa itu dijadikan emas." Nabi saw. bersabda: "Jika aku telah melaksanakan permintaan kalian, apakah kalian akan percaya kepadaku?" Mereka menjawab: "Demi Allah, kami akan taat." Maka berdirilah Rasulullah seraya berdoa kepada Allah, sehingga datanglah Jibril dan berkata: "Jika engkau menghendakinya, pasti gunung Shafa itu akan menjadi emas. Tapi jika mereka tidak juga percaya , pasti Allah akan menyiksa mereka. Karenanya lebih baik engkau membiarkan mereka, sehingga bertobat orang-orang yang ingin bertobat." Kemudian Allah menurunkan ayat ini (al-Anam: 109-111) sebagai penegasan bahwa mukjizat apapun yang diidatangkan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
Back

