Atau apakah kamu wahai Rasul melihat seperti seorang laki-laki yang melewati sebuah perkampungan yang telah hancur perumahannya dan temboknya menumpangi atapnya, lalu laki-laki itu berkata : Bagaimana Allah menghidupkan perkampungan yang telah mati ini? Lalu Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya kepadanya : Berapa lama kamu mati? Dia menjawab : Satu atau sebagian hari saja. Lalu Allah mengabarkan kepadanya bahwa dia telah mati selama seratus tahun, Allah memerintahkannya untuk melihat makanan dan minumannya, bagaimana Allah menjaga keduanya sehingga keduanya tidak basi selama masa yang panjang tersebut. Allah memintanya untuk melihat keledainya, bagaimana Allah menghidupkannya lagi setelah sebelumnya ia hanyalah tulang-belulang yang tercecer. Allah berfirman kepadanya : Kami akan menjadikanmu sebagai bukti bagi umat manusia. Yakni bukti nyata keuasaan Allah dalam membangkitkan sesudah kematian. Allah memerintahkannya agar melihat kepada tulang-belulang, bagaimana Allah mengangkat sebagian diatas sebagiannya yang lainnya, menyambung sebagian dengan sebagian lainnya, kemudian membungkusnya dengan daging setelah ia tersusun dengan sempurna, kemudian mengembalikan kehidupan kepadanya. Manakala dia melihat semua itu dengan mata kepalanya, dia pun mengakui keagungan Allah dan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan dia sendiri menjadi bukti bagi manusia.
Back

