Apakah kamu -wahai Rasul- tidak melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, dia tidak menginginkan sesuatu kecuali dia melakukannya. Dan Allah menyesatkannya setelah sampainya ilmu kepadanya dan tegaknya hujjah atasnya, sehingga dia tidak mendengar nasihat-nasihat Allah dan tidak mengambil pelajaran darinya. Allah menutup rapat hatinya sehingga dia tidak memahami apa pun dengannya. Dan Allah meletakkan penutup pada penglihatannya sehingga dia tidak melihat hujjah-hujjah Allah? Siapa yang akan memberinya taufik untuk mendapatkan kebenaran dan jalan yang lurus setelah Allah menyesatkannya? Apakah kalian tidak mengingat -wahai manusia- sehingga kalian mengetahui bahwa siapa yang diperlakukan demikian oleh Allah, maka dia tidak akan mendapatkan petunjuk selamanya, dan dia tidak akan menemukan penolong dan pembimbing untuk dirinya? Ayat ini merupakan dasar peringatan bagi orang-orang beriman untuk menjadikan hawa nafsu sebagai pemicu dalam beramal.
Back

