بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْقَارِعَةُۙ
Hari Kiamat,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dalam ayat ini, Allah menyebutkan kata al-qari`ah, yaitu salah satu nama hari Kiamat, seperti al-haqqah, as-sakhkhah, ath-thammah, dan al-Gasyiyah. Hari Kiamat itu juga disebut al-qari`ah karena ia menggetarkan hati setiap orang akibat kedahsyatannya. Kata al-qari`ah juga digunakan untuk menyebut suatu bencana hebat. Allah berfirman: Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. (ar-Ra`ad/13: 31) Maksudnya mereka ditimpa malapetaka hebat yang mengetuk hati mereka dan menyakiti tubuh mereka, sehingga mereka mengeluh karenanya.مَا الْقَارِعَةُۚ
Apakah hari Kiamat itu?
Tafsir Ringkas Kemenag
apakah hari kiamat itu? Allah mengulang penyebutan kata “al-Qàri‘ah” untuk menggugah perhatian manusia tentang kengeriannya dan peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari itu.وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُۗ
Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah mengulangi sekali lagi pertanyaan itu agar manusia semakin tergugah, “Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?”يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ
Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menggambarkan dahsyatnya hari kiamat melalui dua hal, yaitu keadaan manusia dan gunung-gunung. Pada hari kiamat itu manusia seperti laron yang beterbangan. Mereka berlarian tidak tentu arah, kacau balau, dan tidak lagi menghiraukan sekelilingnya.وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ
dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan pada hari kiamat itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Gunung yang demikian kekar diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata.فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan tentang ganjaran bagi orang-orang yang banyak melakukan amal kebajikan, yaitu ketika amal mereka ditimbang dan timbangannya berat karena banyak mengerjakan amal-amal saleh. Ganjaran bagi orang-orang ini adalah kesenangan abadi di surga. Mereka hidup di dalamnya penuh dengan kebahagiaan, kenikmatan, dan kepuasan. Kita wajib mempercayai adanya mizan (neraca/timbangan) yang tersebut pada ayat ini dan dalam firman-Nya: Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat. (al-Anbiya/21: 47)فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ
maka dia berada dala kehidupan yang memuaskan.
Tafsir Ringkas Kemenag
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan dan membahagiakan. Itulah surga yang penuh nikmat.وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ
dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikan-nya dan kalah berat dibanding timbangan keburukannya karena lebih banyak berbuat maksiat dan kebatilan daripada taat dan kebajikan,فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌۗ
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah juga menjelaskan nasib orang-orang jahat yaitu bila amal orang-orang jahat itu ditimbang dan timbangannya itu ringan karena banyak mengerjakan kejahatan dan sedikit mengerjakan kebajikan di dunia maka mereka akan ditempatkan dalam neraka Hawiyah tempat penyiksaan orang-orang jahat, tempat hidup sengsara; suatu tempat yang mereka dijerumuskan ke dalamnya.وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ
Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
Tafsir Ringkas Kemenag
Menggugah perhatian manusia tentang neraka Hawiyah itu, Allah berfirman, “Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?”نَارٌ حَامِيَةٌ
(yaitu) api yang sangat panas.

