× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,

Tafsir Ringkas Kemenag

Jika bagian akhir Surah an-Nàzi‘àt menjelaskan tugas Nabi sebagai pemberi peringatan tentang hari kiamat, maka pada permulaan Surah ‘Abasa Allah menyebutkan siapa yang akan mendapatkan manfaat dari peringatan tersebut. Disebutkan bahwa seorang pria buta bernama ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm, anak paman Khadìjah, menghadap Nabi untuk meminta petunjuk. Ketika itu Nabi tengah berdakwah kepada para pemuka Quraisy. Nabi kurang berkenan dengan kedatangannya. Muka Nabi menjadi masam. Atas perilaku tersebut Allah menegurnya dengan halus. Teguran ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan Nabi melainkan kalàmullah. Dengan teguran itu Allah menghendaki agar Nabi Muhammad melakukan hal yang lebih utama, yaitu memperhatikan orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran dan berpegang teguh dengan Islam. Dia, Nabi Muhammad, berwajah masam karena kedatangan Ibnu Ummi Maktùm, dan berpaling darinya untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemuka Quraisy.
اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ
karena telah datang seorang buta kepadanya.

Tafsir Ringkas Kemenag

Nabi kurang berkenan sehingga bermuka masam karena seorang buta telah datang kepadanya, yaitu ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm. Allah menegur Nabi karena lebih mementingkan bertemu dengan pemuka Quraisy untuk mengajak mereka masuk Islam. Dalam pandangan Allah, semestinya Nabi lebih mementingkan siapa pun yang betul-betul ingin mengamalkan ajaran Islam, tidak peduli ia dari kalangan fakir miskin bahkan cacat. ‘Abdullàh terus memanggil-manggil Nabi, sedang dia karena kebutaannya tidak tahu bahwa beliau sedang bersama para pemuka Quraisy (Lihat: Surah al-An‘àm/6: 52; al-Kahf/18: 28).
وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).

Tafsir Ringkas Kemenag

Wahai Nabi Muhammad, Kami menegur sikapmu yang demikian karena tahukah engkau barangkali dia datang menghadapmu untuk minta pengajaran darimu sebab dia ingin menyucikan dirinya dari dosa dan kesalahan masa lalunya?
اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?

Tafsir Ringkas Kemenag

Atau tahukah engkau bila dia datang karena dia ingin mendapatkan pengajaran Al-Qur’an dan ajaran Islam darimu, yang memberi manfaat kepadanya sehingga dia lebih tekun beribadah, beramal saleh, dan menjadi pengikut setiamu?
اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,

Tafsir Ringkas Kemenag

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup dengan apa yang dia punya, seperti kedudukan, status sosial, dan kekayaan; sehingga dia enggan beriman kepada Allah dan mengikuti ajaranmu,

فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ
maka kamu melayaninya.

Tafsir Ringkas Kemenag

maka engkau justru memberi perhatian kepadanya secara penuh agar jika dia masuk Islam dan menjadi pelopor bagi pengikutnya. Dalam berdakwah kepada pemuka Quraiys, Nabi sebetulnya mempunyai niat yang mulia, tetapi Allah menegur perlakuan Nabi kepada ‘Abdullàh lebih karena Dia menginginkan Nabi melakukan sesuatu yang lebih baik.
وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).

Tafsir Ringkas Kemenag

Wahai Nabi, mengapa engkau lebih mengutamakan pelayanan terhadap pemuka Quraisy itu, padahal tidak ada celaan atasmu kalau dia tidak menyucikan diri dengan beriman kepada Allah? Tugasmu hanyalah menyampaikan wahyu, dan setelah itu tidak ada dosa bagimu jika dia tetap berpaling dan enggan mengikuti petunjukmu. Lalu, mengapa engkau menomorduakan permintaan orang buta lagi fakir yang ingin belajar Islam darimu?
وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan adapun orang, yaitu ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm, yang datang kepadamu dengan bersegera dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan pengajaran Islam darimu,
وَهُوَ يَخْشٰىۙ
sedang ia takut kepada (Allah),

Tafsir Ringkas Kemenag

sedang dia takut akan siksa Allah jika tidak mematuhi-Nya,
فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ
maka kamu mengabaikannya.

Tafsir Ringkas Kemenag

engkau malah mengabaikannya, berpaling darinya, tidak menghiraukannya, dan bermuka masam kepadanya.
كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌۚ
Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Rabb itu adalah suatu peringatan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۘ
maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Perigatan-peringatan Allah sudah sangat jelas, maka barang siapa menghendaki untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh, tentulah dia akan memperhatikannya, menghayatinya, lalu mengamalkannya. Tidak ada yang menghalangi seseorang memperoleh peringatan itu selain hati yang penuh kesombongan dan keingkaran.
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Peringatan-peringatan dalam ayat Al-Qur’an itu terdapat di dalam kitab-kitab yang dimuliakan karena berada di sisi Allah dan memuat kalam serta dan pesan-Nya yang sangat berharga.
مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍۢ
yang ditinggikan lagi disucikan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Itulah lembaran-lembaran mulia yang ditinggikan derajatnya dan disucikan; tidak ada yang bisa mengotori bahkan menjamahnya. Lembaran-lembaran itu dijauhkan dari segala kekurangan dan tidak ada pertentangan di antara ayat-ayatnya.
بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ
di tangan para penulis (malaikat),

Tafsir Ringkas Kemenag

Lembaran-lembaran itu berada di tangan para utusan, yaitu para malaikat, pesuruh Allah yang bertugas sebagai penyampai pesan-pesan-Nya.
كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ
yang mulia lagi berbakti.

Tafsir Ringkas Kemenag

Para malaikat penulis itu adalah makhluk Allah yang mulia lagi berbakti. Mereka tidak pernah durhaka kepada-Nya dan tidak pula melanggar titah-Nya.
قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ
Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya

Tafsir Ringkas Kemenag

Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai kitab yang penuh peringatan bagi manusia agar mereka mengikuti jalan Allah, tetapi celakalah manusia, alangkah jauh mereka dari rahmat Allah, alangkah kufurnya dia kepada peringatan Tuhan!
مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ
Dari apakah Allah menciptakannya

Tafsir Ringkas Kemenag

Mengapa mereka ingkar? Tidakkah mereka sadar dari apakah Dia menciptakannya?
مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.

Tafsir Ringkas Kemenag

Manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah. Allah menciptakannya dari sesuatu yang hina, yaitu setetes mani. Dia menciptakannya melalui berbagai tahapan, dari tahap alaqah yang menempel di dinding rahim, lalu berubah menjadi mudgah, kemudian tahap pembentukan tulang, kemudian tahap dibungkusnya tulang itu dengan daging, lalu Allah menentukannya dan mewujudkannya dalam bentuk yang sempurna, dilengkapi dengan panca indera, akal, dan sebagainya.
ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ
Kemudian Dia memudahkan jalannya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Setelah mewujudkan manusia dalam bentuk yang sempurna, dengan kasih sayang-Nya kemudian jalannya Dia mudahkan dengan cara mengeluarkannya dari perut ibunya. Dia juga memberinya kemudahan untuk membedakan kebaikan dan keburukan agar dia memilih jalan hidupnya sendiri.
ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ
kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,

Tafsir Ringkas Kemenag

Kemudian setelah manusia menuntaskan hidupnya di dunia, Dia mematikannya dengan mencabut rohnya dan menguburkannya untuk menjalani kehidupan baru di alam barzakh. Manusia tidak bisa menolak kematian; sebagaiamana dia diciptakan dari tanah, dia akan kembali ke tanah.
ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ
kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

Tafsir Ringkas Kemenag

Setelah manusia berada di alam barzakh sekian lama, kemudian jika Dia menghendaki, Dia akan membangkitkannya kembali di hari kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia.
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗۗ
sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Allah telah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada manusia, namun banyak dari mereka enggan bersyukur, bahkan berbuat maksiat. Sungguh suatu hal yang mengherankan. Sekali-kali jangan berbuat demikian; dia itu belum melaksanakan apa yang Dia perintahkan kepadanya, yaitu beriman, beribadah, dan menaati aturan-Nya.
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓۙ
maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

Tafsir Ringkas Kemenag

Jika manusia bersikeras dengan keingkarannya, maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya yang dia makan setiap hari; dari mana makanan itu berasal?
اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ
Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),

Tafsir Ringkas Kemenag

Kamilah yang menyediakan makanan itu bagi mereka melalui beberapa tahap. Kamilah yang telah mencurahkan air hujan yang melimpah dari arah langit, yang berasal dari uap air yang membentuk awan yang menggumpal dan saling bertumpuk.
ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Kemudian setelah air hujan itu membasahi bumi, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Kami suburkan kembali bumi yang tadinya tandus. Biji-bijian di dalam tanah mulai hidup dan menyeruak ke atas, membelah permukaan tanah.
فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ
lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,

Tafsir Ringkas Kemenag

Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian dengan segala macam dan ragamnya, seperti biji padi dan gandum.

وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ
anggur dan sayur-sayuran,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan Kami tumbuhkan pula di sana anggur dan sayur-sayuran,
وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ
Zaitun dan pohon kurma,

Tafsir Ringkas Kemenag

dan demikian pula zaitun dan pohon kurma yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
وَّحَدَاۤئِقَ غُلْبًا
kebun-kebun (yang) lebat,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan Kami tumbuhkan juga dengan air hujan itu kebun-kebun yang rindang dan menyejukkan pandangan, menjadi tempat tinggal ber-bagai binatang, dan memproduksi oksigen.

وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا
dan buah-buahan serta rumput-rumputan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan dengan air hujan itu pula Kami tumbuhkan pohon penghasil buah-buahan yang beraneka warna serta rerumputan.
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

Tafsir Ringkas Kemenag

Kami tumbuhkan itu semua untuk kesenanganmu agar hidupmu makmur dan sejahtera, dan untuk kesenangan hewan-hewan ternakmu. Dengan itu semua kamu hidup tenang dan tidak bersusah payah. Kamu hanya perlu emanfaatkannya, menjaga kelestariannya, dan mengimani Penciptanya sebagai bentuk rasa syukurmu kepada-Nya.
فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُۙ
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkalala yang kedua),

Tafsir Ringkas Kemenag

Kenikmatan-kenikmatan itu kelak akan diminta pertanggungjawabannya pada hari kiamat. Maka apabila datang suara tiupan sangkakala kedua yang memekakkan telinga dan menjadi penanda bangkitnya manusia dari kubur,
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,

Tafsir Ringkas Kemenag

yaitu pada hari itu manusia lari dari orang yang dicintainya, seperti saudaranya,
وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ
dari ibu dan bapaknya,

Tafsir Ringkas Kemenag

dan dari ibu dan bapaknya yang melindungi dan mengayominya,
وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ
dari isteri dan anak-anaknya,

Tafsir Ringkas Kemenag

dan dari istri dan anak-anaknya yang selalu bersamanya,
لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Tafsir Ringkas Kemenag

maka setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. Semua ingin menyelamatkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Mereka takut dan cemas atas apa yang terjadi di hadapan mereka dan khawatir akan nasib mereka.
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ مُّسْفِرَةٌۙ
Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

Tafsir Ringkas Kemenag

Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri. Itulah muka orang-orang yang pada saat di dunia beriman dan beramal saleh.
ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌۚ
tertawa dan gembira ria,

Tafsir Ringkas Kemenag

Mereka tertawa dan bergembira ria bersama kaum mukmin yang lain. Mereka tidak takut dan khawatir akan nasib mereka karena yakin Allah akan memberi balasan dengan sebaik-baiknya.
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌۙ
dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan di sisi yang lain pada hari itu ada pula wajah-wajah manusia yang tertutup debu,
تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌۗ
dan ditutup lagi oleh kegelapan.

Tafsir Ringkas Kemenag

pucat pasi, menghitam, dipenuhi kecemasan serta ketakutan yang sangat, tertutup oleh kegelapan akibat ditimpa kehinaan dan kesusahan.

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

Tafsir Ringkas Kemenag

Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka. Mereka tidak beriman, tidak bersyukur, dan tidak pula beribadah kepada-Nya, bahkan sering berbuat maksiat. Demikianlah kesudahan umat manusia di akhirat nanti.