بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi matahari dan semburat sinarnya pada pagi hari. Penciptaan matahari, peredarannya pada poros dan orbitnya membuktikan kuasa Allah. Sinarnya yang terang dan panas sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia di bumi.وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ
dan bulan apabila mengiringinya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi bulan apabila mengiringinya dan menggantikan tugasnya menerangi bumi setelah matahari itu terbenam. Bulan muncul dalam bentuk bulan sabit, kemudian seiring pergantian hari berubah menjadi purnama, dan kembali ke bulan sabit lagi pada akhir bulan.وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ
dan siang apabila menampakkannya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi siang apabila menampakkannya, yakni menampakkan matahari. Siang yang terang menjadi waktu bagi manusia untuk beraktivitas.وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ
dan malam apabila menutupinya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi malam apabila menutupinya sehingga suasana menjadi gelap gulita. Malam menjadi waktu istirahat bagi manusia guna mengembalikan kekuatan untuk kembali beraktivitas esok hari.وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ
dan langit serta pembinaannya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi langit serta pembinaannya yang menakjubkan. Langit yang kukuh laksana atap yang melindungi manusia di bawahnya. Langit menjadi tempat bagi miliaran benda langit yang beredar pada orbit masing-masing. Tidak ada benturan antara satu benda langit dengan lainnya. Semuanya mencerminkan kekuasaan Zat Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa.وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ
dan bumi serta penghamparannya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi bumi serta penghamparannya sehingga menjadi tempat makhluk hidup berpijak. Karena bumi terhampar luas, manusia dapat dengan mudah berpindah dari satu ke tempat lain.وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya. Jiwa bukan materi sebagaimana benda-benda yang disebut sebelumnya, tetapi jiwa mempunyai peran yang sangat sentral dalam membentuk perilaku manusia.فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan,
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah menyempurnakan ciptaan jiwa itu maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya. Jiwa manusia laksana wadah bagi nilai-nilai yang diembannya. Jiwa bisa menjadi baik atau buruk tergantung nilai mana yang manusia pilih dan aktualisasikan.قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwa itu dan menyucikannya dari segala kekotoran seperti syirik, kufur, takabur, iri, dengki, kikir, tamak, dan sebagainya, lalu menghiasinya dengan sifat-sifat baik seperti iman, ikhlas, sabar, syukur, dan sebagainya.وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh rugi orang yang menutupi kemuliaan jiwa itu, mengotorinya dengan sifat-sifat buruk, dan mematikan potensinya untuk berbuat baik. Dengan melakukan hal itu, manusia tidak malu lagi berperilaku buruk, berbuat dosa, dan merugikan orang lain.كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآۙ
(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena melampaui batas,
Tafsir Ringkas Kemenag
Kaum Samud, yang dahulu tinggal di sebelah selatan Madinah, adalah contoh manusia yang mengotori jiwa dengan kekafiran dan maksiat. Kaum Šamud telah mendustakan rasulnya, yaitu Nabi Saleh, karena mereka melampaui batas dalam keingkaran terhadap ajakan nabi mereka dan melakukan tindakan yang penuh dosa.اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
Tafsir Ringkas Kemenag
Puncak perilaku buruk mereka tampak ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka untuk melakukan tindakan yang sangat buruk akibatnya bagi mereka semua, yaitu membantai unta mukjizat Nabi Saleh.فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ
lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: "(Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Melihat gelagat buruk itu lalu Rasul Allah, Nabi Saleh, berkata kepada mereka, “Biarkanlah unta betina dari Allah ini dengan minumannya.” Janganlah kamu mengusik apalagi membunuhnya. Jangan pula kamu larang unta itu mengambil jatah air minumnya sesuai kesepakatan kita satu hari untuk unta dan hari berikutnya untuk kaum Šamud.فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Rabb mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),
Tafsir Ringkas Kemenag
Kaum Samud tidak rela dengan pembagian jatah air itu. Nabi Saleh telah menasihati mereka, namun mereka mengabaikan serta mendustakannya, dan dengan beringas pria paling celaka itu menyembelih unta tersebut dan membantainya atas perintah kaum Samud. Karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya mereka dengan tanah. Hanya Nabi Saleh dan orang beriman yang selamat dari azab itu. Kejadian ini memberi pesan kepada generasi setelahnya bahwa aturan agama Allah harus diindahkan. Mereka yang menentang dan melakukan dosa akan mendapatkan sanksi yang keras dari Allah di dunia sebelum sanksi yang lebih keras lagi di akhirat.وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا
dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

