بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الۤرٰ ۗتِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيْمِ
Alif Laam Raa. Inilah ayat-ayat al-Quran yang mengandung hikmah.
Tafsir Al-Muyassar
Aliif laam raa. Penjelasan tentang penggalan huruf (al-huruuf al-muqaththaah) ini telah dibahas pada awal Surat al-Baqarah. Ini adalah ayat-ayat Kitab (al-Qur an) yang jelas. Alla telah menjelaskan dan menerangkannya kepada hamba-hamba-Nya.اَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا اَنْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى رَجُلٍ مِّنْهُمْ اَنْ اَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ الْكٰفِرُوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ مُّبِيْنٌ
Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka:"Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka". Orang-orang kafir itu berkata:"Sesungguhnya orang ini (Muhammad saw) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata".
Tafsir Al-Muyassar
Apakah mengherankan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan al-Qur an kepada salah seorang di antara mereka yang mengingatkan akan siksa Allah dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bahwa mereka akan mrndapat balasan yang baik atas amal shalih yang mereka kerjakan? Maka dari itu, tatkala Rasulullah saw membawa firman Allah dan membacakannya di hadapan mereka, orang-orang kafir berkata : Sesungguhnya Muhammad adalah seorang penyihir. Yang disampaikannya itu tidak lain adalah sihir yang jelas-jelas tidak benar.اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْاَمْرَۗ مَا مِنْ شَفِيْعٍ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اِذْنِهٖۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada keizinan-Nya. Yang demikian itulah Allah, Rabb kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Kemudian Allah ber istiwa (tinggi dan meninggi) di atas Arsy dengan cara istiwa yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya, mengatur segala urusan hamba-ya. Tidak ada seorang pun yang bisa menolak keputusan-Nya dan tidak ada seorang pun yang bisa memberi syafaat pada Hari Kiamat, kecuali dengan izin-Nya. Maka sembahlah Rabb kalian (yang memiliki sifat-sifat tersebut) dan beribadahlah dengan penuh keihlasan. Tidakkah kalian mengambil pelajaran dengan ayat-ayat dan dalil-dalil tersebut?اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًاۗ وَعْدَ اللّٰهِ حَقًّاۗ اِنَّهٗ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ بِالْقِسْطِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢبِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ
Hanya kepada-Nyalah kamu semua akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkan) kembali (sesudah berbangkit),agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal shaleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya kepada-Nya lah kalian semua akan kembali kelak pada Hari Kiamat. Inilah janji Allah yang hak (benar). Dialah yang menciptakan makhluk pada permulaannya, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali setelah mati. Maka dia menjadi hiduo seperti sebelum matinya, untuk memberikan pembalasan yang adil kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang mengerjakan amal shalih, yaitu sebaik-baik balasan. Untuk orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan risalah Rasul-Nya, telah disediakan bagi mereka minuman yang sangat panas, yang bisa menghanguskan wajah dan menghancurkan isi perut. Bagi mereka siksa yang amat pedih lagi menyakitkan atas pengingkaran serta kesesatan mereka.هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Allah-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, serta menetapkan peredaran bukan. Dengan matahari, engkau mengetahui bilangan hari. Lalu dengan bulan engkau akan mengetahui bilangan bulan dan tahun. Allah tidak menciptakan matahari dan bukan itu kecuali ada hikmah besar yang terkandung di dalamnya, serta untuk menunjukkan kekuasaan dan ilmu Allah. Selain itu, untuk menjelaskan tanda-tanda dan hujjah-hujjah kekuasaan-Nya kepada orang-orang yang mengetahui hikmah penciptaan makhluk.اِنَّ فِى اخْتِلَافِ الَّــيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّـتَّقُوْنَ
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang itu dan pada keajaiban-keajaiban yang Allah ciptakan dilangit dan di bumi, dan didalam keduanya merupakan tanda-tanda yang jelas bagi orang-orang yang takut akan hukuman, murka dan siksa dari Allah.اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا وَرَضُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَاطْمَـئَـنُّوْا بِهَا وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنْ اٰيٰتِنَا غٰفِلُوْنَۙ
Sesungguhnya orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan di dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami di akhirat untuk dihisab, juga tidak menginginkan pahala atas amal mereka karena mereka mengingkari Hari Kebangkitan. Lalu mereka rela mengganti kehidupan akhirat dengan kehidupan di dunia dan mereka merasa tenteram didalamnya. Dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kauniyah dan syariah.اُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Tempat kembali mereka di akhirat adalah Neraka Jahanam, sebagai balasan atas dosa dan kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat selama di dunia.اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ يَهْدِيْهِمْ رَبُّهُمْ بِاِيْمَانِهِمْۚ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَنْهٰرُ فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya, dibawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan amal shalih, Allah akan menunjukkan mereka jalan ke surga, dan memberikan taufik untuk melakukan amal-amal yang bisa membawa ke surga disebabkan keimanan mereka. Kemudian memberikan balasan kepada mereka dengan memasukkan mereka ke dalam surga dan mendapatkan keridhaan-Nya. Mereka berada didalam surga yang penuh kenikmatan, yang mengalir sungai-sungai di bawah kamar-kamar dan rumah-rumahnya sungai-sungai.دَعْوٰىهُمْ فِيْهَا سُبْحٰنَكَ اللّٰهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلٰمٌۚ وَاٰخِرُ دَعْوٰىهُمْ اَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Doa mereka di dalamnya ialah:"Subhanakallahumma" dan salam penghormatan mereka ialah:"Salaam". Dan penutup doa mereka ialah:"Alhamdulillaahi Rabbilaalamin".
Tafsir Al-Muyassar
Doa mereka di dalam surga adalah tasbih: Subhaanakallaahumma (Mahasuci Engkau, ya Allah), dan ucapan selamat dari Allah dan malaikat kepada mereka, juga antara sesama penghuni surga adalah salam. Dan penutup doa mereka adalah : Alhamdu lillaahi rabbil aalamiin (Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam), yaitu bentuk rasa syukur dan pujian bagi Allah, Pencipta seluruh makhluk dan Pemelihara mereka lewat curahan nikmat-nikmat-Nya.وَلَوْ يُعَجِّلُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ اِلَيْهِمْ اَجَلُهُمْۗ فَنَذَرُ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya Allah segera mengabulkan doa-doa manusia yang meminta kejelekan, sebagaimana Allah menyegerakan mengabulkan doa-doa mereka yang meminta kebaikan, niscaya mereka akan musnah. maka dari itu, Kami akan membiarkan orang-orang yang tidak takut akan hukuman Kami dan tidak mempercayai Hari Kebangkitan dan Kiamat dalam kesombongan dan kecongkakannya. mereka pun akan terus berada dalam kesesatan dan kebimbangan.وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْۢبِهٖٓ اَوْ قَاعِدًا اَوْ قَاۤىِٕمًا ۚفَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنْ لَّمْ يَدْعُنَآ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗۗ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila manusia ditimpa kesusahan, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, ataupun berdiri, sesuai dengan keadaannya ketika kesusahan menimpanya. akan tetapi, setelah Kami hilangkan kesusahan itu darinya, dia kembali ke jalan sebelum ditimpa kesusahan dan melupakan cobaan dan musibah yang ia terima serta tidak mau bersyukur kepada Rabbnya yang telah menghilangkan musibah yang menimpanya. dia terus memusuhi dan berbuat jahat setelah Allah menghilangkan musibahnya, sebagaimana orang-orang yang melampaui batas dalam mendustakan Allah dan para Nabi-Nya. mereka selalu berbuat maksiat kepada Allah dan menyekutukan-Nya.وَلَقَدْ اَهْلَكْنَا الْقُرُوْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوْاۙ وَجَاۤءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ وَمَا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْا ۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal Rasul-Rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterang-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
Tafsir Al-Muyassar
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang mendustakan para utusan Allah sebelum kalian (hai orang-orang yang menyekutukan Rabbnya) ketika mereka berbuat syirik. padahal telah datang para Rasul dari sisi Allah kepada mereka dengan membawa mukjizat dan keterangan-keterangan yang nyata dan telah jelas kejujuran orang yang membawanya (para Rasul itu). akan tetapi umat-umat yang Kami binasakan ini tidak mempercayai dan membenarkan para Rasul itu sehingga mereka berhak mendapatkan kehancuran. demikianlah, kebinasaan seperti itu akan Kami timpakan kepada orang-orang yang berbuat dosa dan melanggar aturan-aturan Allah.ثُمَّ جَعَلْنٰكُمْ خَلٰۤىِٕفَ فِى الْاَرْضِ مِنْۢ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Kami jadikan kalian (hai manusia) di bumi ini sebagai pengganti umat-umat terdahulu yang telah Kami binasakan itu, agar Kami dapat melihat apa yang kalian kerjakan; baik ataukah buruk. Kami pun akan membalasnya sesuai perbuatan kalian.وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيَاتُنَا بَيِّنٰتٍۙ قَالَ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا ائْتِ بِقُرْاٰنٍ غَيْرِ هٰذَآ اَوْ بَدِّلْهُ ۗ قُلْ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اُبَدِّلَهٗ مِنْ تِلْقَاۤئِ نَفْسِيْ ۚاِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ ۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata:"Datangkanlah al-Quran yang lain daripada ini atau gantilah dia". Katakanlah:"Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (kiamat)".
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila dibacakan kepada orang-orang musyrik ayat-ayat Allah yang telah Kami turunkan kepada kamu (wahai Rasul) dengan jelas, orang-orang yang tidak takut akan hari perhitungan amal baik dan buruk, yang tidak mengharapkan pahala, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Kebangkitan dan Kiamat, mereka berkata : Datangkanlah al-Qur an yang selain ini atau gantilah al-Qur an ini, dengan mengubah yang halal itu menjadi haram, atau yang haram menjadi halal, atau janji menjadi peringatan dan peringatan menjadi janji, dan dengan menghilangkan ayat yang mencela sesembahan-sesembahan kami dan mengolok-olok mimpi-mimpi kami. katakanlah kepada mereka (wahai Rasul) : Sesungguhnya itu bukanlah kehendak dan kuasaku. aku hanyalah mengikuti segala apa yang diperintahkan kepada kalian dan dilarang atas kalian. aku tidak mengikuti kecuali apa yang telah diwahyukan dan diperintahkan kepadaku. sesungguhnya aku takut kepada Allah jika aku melanggar perintah-Nya akan mendapat siksa pada hari yang besar, yaitu Hari Kiamat.قُلْ لَّوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا تَلَوْتُهٗ عَلَيْكُمْ وَلَآ اَدْرٰىكُمْ بِهٖ ۖفَقَدْ لَبِثْتُ فِيْكُمْ عُمُرًا مِّنْ قَبْلِهٖۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Katakanlah:"Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak akan membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah olehmu (wahai Rasul) kepada mereka : Jika Allah menghendaki, aku tidak akan membacakan al-Qur an ini kepada kalian, dan Allah tidak pula memberitahukannya kepada kalian. ketahuilah bahwa ini adalah kebenaran dari Allah. kalian pun tahu bahwa aku telah tinggal untuk waktu yang lama bersama kalian sebelum Rabbku memberiku wahyu, dan sebelum aku membacakan ayat-ayat-Nya kepada kalian. apakah kalian tidak menggunakan akal kalian untuk memikirkan dan merenungkannya?فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْمُجْرِمُوْنَ
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada yang lebih zhalim dari pada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya. sesungguhnya orang-orang yang mendustakan para Nabi dan Rasul Allah tidak akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan.وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هٰٓؤُلَاۤءِ شُفَعَاۤؤُنَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗقُلْ اَتُنَبِّـئُـوْنَ اللّٰهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemanfaatan, dan mereka berkata:"Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah". Katakanlah:"Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di langit dan tidak (pula) di bumi" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang musyrik itu menyembah kepada selain Allah, yaitu kepada benda yang tidak dapat memberikan mudharat sedikit pun juga tidak memberikan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. mereka berkata : Sesungguhnya kami menyembah mereka agar mereka dapat memberikan syafaat kepada kami di sisi Allah. katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka : Apakah kalian hendak memberitahu Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya di langit dan di bumi, yaitu mengenai para pemberi syafaat kalian itu? Sesungguhnya jika ada dilangit dan di bumi pemberi syafaat yang dapat memberikan syafaat kepada kalian di sisi Allah, niscaya Allah-lah yang lebih mengetahui dari kalian. sesungguhnya Allah Mahasuci dari apa yang diperbuat oleh orang-orang musyrik itu, yaitu dengan kemusyrikan mereka dalam menyembah sesuatu yang tidak bisa memberikan mudharat maupun manfaat.وَمَا كَانَ النَّاسُ اِلَّآ اُمَّةً وَّاحِدَةً فَاخْتَلَفُوْاۗ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيْمَا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
Tafsir Al-Muyassar
Manusia dahulunya berada dalam agama yang sama, yaitu Islam. kemudian mereka berselisih, sebagian dari mereka kafir dan sebagian lagi tetap berada di dalam kebenaran. kalau tidak karena ketetapan Allah terdahulu, yaitu dengan membiarkan orang-orang yang berbuat maksiat dan dengan tidak menyegerakan balasan atas dosa-dosa mereka, niscaya telah diputuskan atas mereka dengan membinasakan orang-orang yang durhaka di antara mereka dan menyelamatkan orang-orang yang tetap dalam kebenaran.وَيَقُوْلُوْنَ لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖۚ فَقُلْ اِنَّمَا الْغَيْبُ لِلّٰهِ فَانْتَظِرُوْاۚ اِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُنْتَظِرِيْنَ
Dan mereka berkata:"Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Rabbnya?" Maka katakanlah:"Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir yang keras kepala itu berkata : Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad suatu ilmu dan keterangan serta bukti nyata dari Rabbnya yang kami ketahui bahwa itu adalah bukti dan kebenaran ucapannya?? Katakanlah (hai Muhammad) kepada mereka : Tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah. apabila Dia menghendaki, Dia akan berbuat dan apabila tidak maka tidak akan berbuat. maka tunggulah oleh kalian apa yang akan Allah putuskan antara kami dan kalian, yaitu dengan menyegerakan hukuman bagi orang yang berbuat kebatilan di antara kita dan menyelamatkan orang yang benar. dan Aku pun termasuk orang yang menunggu.وَاِذَآ اَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِّنْۢ بَعْدِ ضَرَّاۤءَ مَسَّتْهُمْ اِذَا لَهُمْ مَّكْرٌ فِيْٓ اٰيٰتِنَاۗ قُلِ اللّٰهُ اَسْرَعُ مَكْرًاۗ اِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُوْنَ مَا تَمْكُرُوْنَ
Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah:"Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)". Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila Kami memberikan kemudahan, jalan keluar, dan kelapangan kepada orang-orang musyrik setelah mereka ditmpa kesusahan dan kesempitan, mereka mendustakannya dan mengolok-olok ayat-ayat Allah. Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik yang mengolok-olok itu : Sesungguhnya tipu daya Allah dan pembalasan-Nya (atas tipu daya kalian) lebih cepat. Sesungguhnya Kami mengutus para malaikat kepada kalian untuk menuliskan tipu daya yang kalian lakukan terhadap ayat-ayat Kami, kemudian Kami akan membalasnya.هُوَ الَّذِيْ يُسَيِّرُكُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ حَتّٰٓى اِذَا كُنْتُمْ فِى الْفُلْكِۚ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيْحٍ طَيِّبَةٍ وَّفَرِحُوْا بِهَا جَاۤءَتْهَا رِيْحٌ عَاصِفٌ وَّجَاۤءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَّظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ اُحِيْطَ بِهِمْۙ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۚ لَىِٕنْ اَنْجَيْتَنَا مِنْ هٰذِهٖ لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ
Dialah yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatannya kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata):"Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur".
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah Rabb yang menjadikan kalian (manusia) dapat berjalan di daratan dengan menggunakan tunggangan dan sejenisnya, dan di lautan dengan menggunakan perahu, sehingga apabila kalian ada didalam perahu yang melaju dihembus angin yang baik, para penumpang perahu itu merasa senang karenanya. Kemudian datanglah badai menghadang perahu dan gelombang pasang dari segenap penjuru. Mereka yakin bahwa mereka pasti celaka. Mereka pun berdoa kepada Allah dengan segenap keikhlasan dan meninggalkan sesembahan mereka. Mereka berkata : Jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, niscaya kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu.فَلَمَّآ اَنْجٰىهُمْ اِذَا هُمْ يَبْغُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗيٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ مَّتَاعَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۖ ثُمَّ اِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kamilah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka dari mara bahaya dan kesusahan, mereka bebruat kerusakan di muka bumi dan berbuat maksiat. Hai manusia, sesungguhnya bencana atas kezhaliman kalian akan kembali kepada kalian. Milik kalian hanyalah kenikmatan duniawi yang fana. Kemudian hanya kepada Kam-lah kalian kembali, maka Kami akan memberitahukan semua amal yang telah kalian kerjakan dan menghisab kalian atasnya.اِنَّمَا مَثَلُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْاَنْعَامُ ۗحَتّٰٓى اِذَآ اَخَذَتِ الْاَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ اَهْلُهَآ اَنَّهُمْ قٰدِرُوْنَ عَلَيْهَآ اَتٰىهَآ اَمْرُنَا لَيْلًا اَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنٰهَا حَصِيْدًا كَاَنْ لَّمْ تَغْنَ بِالْاَمْسِۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia yang kalian banggakan dengan harta dan kekayaan itu seperti hujan yang Kami turunkan dari langit ke bumi. Lalu tumbuhlah berbagai macam tumbuhan, yang bercampur sebagiannya denngan yang lain. Ada yang dimanfaatkan manusia dari hasil buah-buahan dan ada juga tetumbuhan yang dimakan binatang. Ketika telah sempurna keindahan bumi dengan tanamannya, dan penduduknya mengira bahwa mereka dapat memanen hasilnya dan memanfaatkannya, tiba-tiba datanglah ketentuan Kami dengan menghancurkan tumbuh-tumbuhan itu pada waktu siang dan malam. Jadilah tanaman dan pepohonan itu seakan sudah dipanen dan ditebang tanpa ada yang tersisa, seolah-olah tanaman itu tidak pernah ada sebelumnya di muka bumi. Demikianlah, kerusakan itu datang terhadap harta benda duniawi yang kalian banggakan, maka Allah menjadikannya fana dan membinasakannya. Sebagaimana Kami telah menjelaskan kepada kalian (wahai manusia) perumpamaan dunia ini dan Kami beritahukan akan hakikatnya. Demikian jelaslah tanda-tanda kekuasaan Kami bagi orang-orang yang memikirkan ayat-ayat Allah dan merenungkan apa yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan di akhirat.وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓ اِلٰى دَارِ السَّلٰمِ ۚوَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).
Tafsir Al-Muyassar
Allah memanggil kalian untuk masuk ke dalam surga-Nya yang telah Ia sediakan bagi para wali-Nya dan memberikan hidayah kepada hamba-Nya yang dikehendaki, serta menunjukinya jalan yang lurus, yaitu Islam.لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗوَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّةٌ ۗاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.
Tafsir Al-Muyassar
Telah disediakan surga bagi orang-orang mukmin yang beribadah dengan baik kepada Allah dan menaati apa yang diperintahkan dan dilarang. Sebagai tambahannya adalah melihat Allah di surga, mendapat ampunan dan keridhaan-Nya, serta wajah mereka tidak tertutupi debu ataupun kehinaan, sebagaimana yang dalami para penghuni neraka. Mereka yang memiliki sifat-sifat seperti inilah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.وَالَّذِيْنَ كَسَبُوا السَّيِّاٰتِ جَزَاۤءُ سَيِّئَةٍ ۢبِمِثْلِهَاۙ وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗمَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَاصِمٍۚ كَاَنَّمَآ اُغْشِيَتْ وُجُوْهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ الَّيْلِ مُظْلِمًاۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan, (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang perlindungan-pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang megerjakan kejahatan di dunia, kemudian mereka kafir dan berbuat maksiat kepada Allah, maka mereka mendapat balasan yang setimpal dari perbuatan jahat mereka di dunia dengan siksa Allah di akhirat. Merema diliputi oleh kehinaan dan kelemahan. Tidak ada yang dapat menghalangi mereka dari siksa Allah bila Dia menghukum mereka. Seakan-akan wajah mereka ditutupi pekatnya malam. Mereka itulah para penghuni neraka yang kekal di dalamnya.وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ثُمَّ نَقُوْلُ لِلَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا مَكَانَكُمْ اَنْتُمْ وَشُرَكَاۤؤُكُمْۚ فَزَيَّلْنَا بَيْنَهُمْ وَقَالَ شُرَكَاۤؤُهُمْ مَّا كُنْتُمْ اِيَّانَا تَعْبُدُوْنَ
(Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Rabb):"Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu itu di tempat-tempatmu itu". Lalu Kami pisahkan mereka, dan berkatalah sekutu-sekutu mereka:"Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami."
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah (wahai Rsul) ketika Kami akan mengumpulkan seluruh makhluk untuk mendapatkan perhitungan dan balasan. Kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik : Tetaplah di tempat kalian bersama sekutu kalian yang kalian sembah selain Allah, dan tunggulah apa yang akan diperbuat terhadap kalian. Kemudian Kami pisahkan orang-orang musyrik itu dari sesembahannya, maka sesembahannya itupun berlepas diri dari mereka dan berkata kepada orang-orang musyrik : Kalian tidak pernah menyembah kami selama di dunia.فَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اِنْ كُنَّا عَنْ عِبَادَتِكُمْ لَغٰفِلِيْنَ
Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dan kamu, bahwa kami tidak tahu menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami)".
Tafsir Al-Muyassar
Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kalian, yaitu bahwa kami tidak tahu menahu apa yang kalian katakan dan kerjakan. Dan kami tidak tahu bahwa kalian menyembah kami dan kami pun tidak merasa.هُنَالِكَ تَبْلُوْا كُلُّ نَفْسٍ مَّآ اَسْلَفَتْ وَرُدُّوْٓا اِلَى اللّٰهِ مَوْلٰىهُمُ الْحَقِّ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
Di tempat itu (padang Mahsyar),tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.
Tafsir Al-Muyassar
Di tempat perhitungan itu (Padang Mahsyar), setiap orang memeriksa keadaannya dan amalan yang telah mereka lakukan pada masa lalu dan melihatnya dengan jelas. Kemudian akan dibalas sesuai dengan kadarnya. Jika baik balasannya pun baik, dan jika buruk balasannya pun akan buruk. Hukum yang seadil-adilnya semuanya dikembalikan kepada Allah. Ahli surga dimasukkan ke dalam surga dan ahli neraka dimasukkan ke dalam neraka. Lenyaplah dari orang-orang musyrik itu apa yang mereka ada-adakan atas apa yang mereka sembah selain Allah.قُلْ مَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اَمَّنْ يَّمْلِكُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَمَنْ يُّخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُّدَبِّرُ الْاَمْرَۗ فَسَيَقُوْلُوْنَ اللّٰهُ ۚفَقُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
Katakanlah:"Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan" Maka mereka menjawab:"Allah". Maka katakanlah:"Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?"
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik : Siapakah yang memberi rizki kepada kalian dari langit, yaitu dengan turunnya hujan dan dari bumi, yaitu dengan tumbuhnya berbagai tanaman dan pepohonan yang kalian dan binatang peliharaan kalian makan?? Dan siapakah yang berkuasa memberikan pendengaran dan penglihatan yang kalian pergunakan?? Dan siapakah yang memiliki hidup dan mati di alam ini, yang mengeluarkan makhluk yang hidup dari yang mati juga sebaliknya, yang kalian ketahui maupun tidak?? Dan siapakah yang mengatur langit, bumi dan segala isinya, mengatur urusan kalian dan seuruh makhluk?? Maka mereka pasti akan menjawab : Allah. Katakanlah kepada mereka : Apakah kalian tidak takut akan siksa Allah apabila kalian menyembah bersama Allah dengan selaian-Nya?فَذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّۚ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ اِلَّا الضَّلٰلُ ۖفَاَنّٰى تُصْرَفُوْنَ
Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)
Tafsir Al-Muyassar
Itulah Allah, Rabb kalian sebenarnya, Yang Haq dan tidak ada keraguan pada-Nya. Satu-satu-nya yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Maka adakah selain kebenaran kecuali kesesatan? Bagaimana bisa kalian berpaling dari Allah dengan menyembah selain-Nya?كَذٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِيْنَ فَسَقُوْٓا اَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Demikianlah telah tetap hukuman Rabbmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman
Tafsir Al-Muyassar
Sebagaimana orang musyrik telah kafir dan tetap dalam kemusyrikan, maka ketentuan Allah dan hukum-Nya tetap akan menimpa orang-orang yang keluar dari ketaatan serta berbuat maksiat kepada-Nya, juga terhadap orang-orang kafir bahwa mereka tidak membenarkan keesaan Allah dan kenabian Muhammad dan tidak menjalankan petunjuk-Nya.قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَاۤىِٕكُمْ مَّنْ يَّبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗۗ قُلِ اللّٰهُ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ
Katakanlah:"Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali" katakanlah:"Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)"
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka : Apakah di antara ilah-ilah dan sesembahan kalian ada yang menciptakan suatu makhluk baru, kemudian menghancurkannya, lalu mengembalikannya ke bentuk semula seperti sebelum dihancurkan?? Sesungguhnya mereka tidak akan mampu mengabulkan permintaan seperti itu. Katakanlah (wahai Rasul) : Hanya Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, menghancurkannya, kemudian membangkitkannya. Maka bagaimana bisa kalian berpaling dari jalan yang benar menuju jalan yang bathil dengan menyembah kepada selain Allah?قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَاۤىِٕكُمْ مَّنْ يَّهْدِيْٓ اِلَى الْحَقِّۗ قُلِ اللّٰهُ يَهْدِيْ لِلْحَقِّۗ اَفَمَنْ يَّهْدِيْٓ اِلَى الْحَقِّ اَحَقُّ اَنْ يُّتَّبَعَ اَمَّنْ لَّا يَهِدِّيْٓ اِلَّآ اَنْ يُّهْدٰىۚ فَمَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
Katakanlah:"Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran" Katakanlah:"Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk Mengapa kamu (berbuat demikian) Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik : Apakah diantara sekutu kalian ada yang menunjukkan jalan yang lurus? Sesungguhnya mereka tidak kuasa melakukan itu. Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka : Hanya Allah-lah yang memberi petunjuk orang yang sesat ke jalan yang hak (benar). Maka manakah diantara keduanya yang lebih berhak diikuti? Satu-satunya yang dapat memberi hidayah atau yang tidak dapat memberi hidayah karena tidak memiliki pengetahuan dan sesat, yaitu sekutu kalian yang tidak mampu memberi petunjuk ataupun mendapat petunjuk kecuali diberi petunjuk? Apa yang kalian lakukan, mengapa kalian menyamakan Allah dengan makhluk-Nya? Ini adalah kesimpulan yang bathil.وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّاۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَقِّ شَيْـًٔاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَفْعَلُوْنَ
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Kebanyakan orang musyrik hanya mengikuti perasaan dan prasangka saja dalam menjadikan berhala-berhala itu sebagai sesembahan dan keyakinan mereka bahwa berhala itu dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah. Sesungguhnya prasangka itu tidak berguna sedikit pun untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan kekufuran dan kebohongan yang dikerjakan orang-orang musyrik.وَمَا كَانَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ اَنْ يُّفْتَرٰى مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Tidaklah mungkin al-Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (al-Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada seorang pun yang mampu mendatangkan al-Quran ini dari selaian Allah, karena tidak ada satu makhluk pun yang mampu membuatnya. Akan tetapi, Allah menurunkan al-Quran ini untuk membenarkan kitab-kitab yang telah diturunkan kepada para nabi sebelumnya karena agama Allah itu satu. Di dalam al-Quran ini terkandung penjelasan apa yang Allah syariatkan kepada umat Nabi Muhammad. Tidak diragukan lagi bahwa al-Quran merupakan wahyu dari Rabb semesta alam.اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗ قُلْ فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Atau (patutkah) mereka mengatakan:"Muhammad membuat-buatnya". Katakanlah:"(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar".
Tafsir Al-Muyassar
Atau pantaskah mereka mengatakan : Al-Quran ini dibuat-buat oleh Muhammad sendiri?? Sedangkan mereka mengetahui bahwa Muhammad hanyalah seorang manusia biasa seperti mereka!! Katakanlah olehmu (wahai Rasul) kepada mereka : Datangkanlah satu surat yang menyerupai dan sejenis al-Quran dari aturan dan petunjuknya. Dan mintalah pertolongan kepada siapa pun yang kalian anggap mampu dari jin dan manusia, selain Allah, jika kalian merasa benar dalam ucapan kalian.بَلْ كَذَّبُوْا بِمَا لَمْ يُحِيْطُوْا بِعِلْمِهٖ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيْلُهٗۗ كَذٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ
Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan mereka langsung mendustakan al-Quran sejak pertama mereka mendengarnya sebelum merenungkan kandungan ayat-ayatnya. Mereka kafir atas apa yang mereka belum ketahui mengenai Hari Kebangkitan, balasan surga, neraka dan sebagainya. Bahkan, sebelum sampai kepada mereka hakikat apa yang telah dijanjikan di dalam itab. Orang-orang musyrik itu mendustakan ayat-ayat Allah sebagaimana yang dilakukan umat-umat terdahulu. Maka lihatlah olehmu (wahai Rasul) akibat (balasan) yang akan diterima oleh orang-orang zhalim itu. Allah telah memusnahkan sebagian mereka dengan cara dibenamkan ke dalam bumi, sebagian lain dengan ditenggelamkan, dan sebagian lain dengan cara lainnya.وَمِنْهُمْ مَّنْ يُّؤْمِنُ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهٖۗ وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِيْنَ
Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada al-Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Rabbmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan diantara umatmu (wahai Rasul) ada yang membenarkan al-Quran dan di antara mereka ada yang mendustakannya hingga mati dan dibangkitkan kembali. Dan Rabbmu Maha Mengetahui terhadap orang-orang yang bebruat kerusakan yang tidak mau beriman kepada-Nya karena zhalim, durhaka, dan merusak. Lalu Dia membalas pengerusakan mereka dengan sika yang keras.وَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَكُمْ عَمَلُكُمْۚ اَنْتُمْ بَرِيْۤـئُوْنَ مِمَّآ اَعْمَلُ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
Jika mereka mendustaka kamu, maka katakanlah:"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan".
Tafsir Al-Muyassar
Dan jika orang-orang musyrik itu mendustakanmu (wahai Rasul) katakanlah kepada mereka : Bagiku agamaku dan perbuatanku, dan bagi kalian agama kalian dan perbuatan kalian. Kalia tidak akan dituntut (dihukum) atas apa yang aku kerjakan, dan aku pun tidak akan dituntut (dihukum) atas apa yang kalian kerjakan.وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَۗ اَفَاَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوْا لَا يَعْقِلُوْنَ
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti.
Tafsir Al-Muyassar
Dan diantara orang-orang kafir itu ada yang mendengarkan perkataanmu yang hak dan bacaan al-Quranmu, tetapi mereka tidak mendapat petunjuk. Apakah engkau mampu menjadikan orang tuli itu bisa mendengar? Demikian pula engkau tidak bisa memberikan hidayah kepada orang-orang kecuali Allah berkehendak memberikan hidayah kepada mereka, karena mereka tuli dari mendengar kebenaran dan tidak mau memikirkannya.وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْظُرُ اِلَيْكَۗ اَفَاَنْتَ تَهْدِى الْعُمْيَ وَلَوْ كَانُوْا لَا يُبْصِرُوْنَ
Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah kamu dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan di antara orang-orang kafir itu ada yang melihatmu dan melihat tanda-tanda kenabianmu yang benar, tetapi dia tidak melihat cahaya keimanan yang diberikan Allah kepadamu. Apakah engkau (wahai Rasul) mampu menciptakan penglihatan bagi orang buta sehingga dia bisa melihat petunjuk? Maka demikian pula engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada mereka jika mereka kehilangan pandangannya. Sesngguhnya semua itu hanya kembali kepada Allah Yang Esa.اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْـئًا وَّلٰكِنَّ النَّاسَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah tidak sedikit pun menzhalimi manusia, dengan menambah keburukannya atau mengurangi kebaikannya. Manusialah yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan kekafiran, maksiat, dan melanggar perintah Allah serta larangan-Nya.وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَاَنْ لَّمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا سَاعَةً مِّنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُوْنَ بَيْنَهُمْۗ قَدْ خَسِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِلِقَاۤءِ اللّٰهِ وَمَا كَانُوْا مُهْتَدِيْنَ
Dan (ingatlah) akan hari yang (di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, di waktu itu mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.
Tafsir Al-Muyassar
Dan pada hari Allah mengumpulkan orang-orang musyrik, yaitu pada Hari Kebangkitan dan perhitungan, seakan-akan mereka tidak pernah tinggal di dunia melainkan hanya sebentar pada waktu siang hari. Mereka mengenal satu sama lainnya sebagaimana di duia dahulu, kemudian hilanglah perkenalan mereka itu dan habislah waktunya. Maka orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah, pahala dan siksa-Nya itu benar-benar merasakan penyesalan. Dan mereka tidak diberi taufik untuk mendapatkan petunjuk atas apa yang mereka perbuat.وَاِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِيْ نَعِدُهُمْ اَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَاِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ اللّٰهُ شَهِيْدٌ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (wahai Rasul) dalam hidupmu sebagian dari siksa yang telah Kami ancamkan kepada mereka di dunia, atau Kami wafatkan engkau sebelum engkau melihat siksa itu atas mereka. Maka hanya kepada Kamilah dikembalikan urusan mereka dalam dua keadaan tersebut. Kemudian Allah-lah yang menjadi saksi atas perbuatan yang mereka kerjakan di dunia, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Maka mereka akan dibalas sesuai dengan perbuatan yang mereka kerjakan.وَلِكُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلٌ ۚفَاِذَا جَاۤءَ رَسُوْلُهُمْ قُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan kepada tiap umat sebelum kalian (hai manusia) telah Kami utus seorang Rasul, sebagaimana Kami mengutus Muhammad kepada kalian yang menyeru kepada agama Allah dan ketaatan kepada-Nya. Maka ketika datang Rasul mereka di akhirat, diputuskanlah diantara mereka dengan adil dan mereka tidak sedikitpun dizhalimi mengenai balasan amal perbuatan mereka.وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Mereka mengatakan:"Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar"
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrik dari kaummu (wahai Rasul) berkata : Kapankah Kiamat itu terjadi jika memang kamu dan pengikutmu benar terhadap apa yang kalian ancamkan kepada kami?قُلْ لَّآ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
Katakanlah:"Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah". Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka : Aku tidak kuasa menolak kemudharatan dan mendatangkan kemanfaatan kepada diriku sendiri, kecuali apa yang Allah kehendaki untuk menolak mudharat dariku dan mendatangkan manfaat buatku. Setiap kaum memiliki waktu akan masa dan ajalnya, maka ketika sampai ajalnya dan habis usianya, mereka tidak bisa memundurkan atau menundanya sesaat pun, juga tidak bisa mempercepatnya.قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَتٰىكُمْ عَذَابُهٗ بَيَاتًا اَوْ نَهَارًا مَّاذَا يَسْتَعْجِلُ مِنْهُ الْمُجْرِمُوْنَ
Katakanlah:"Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga"
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik itu : Beritahukan padaku jika datang siksa Allah kepada kalian, baik pada waktu malam maupun siang, apa alasan kalian (hai orang-orang yang berdosa) meminta disegerakan turunnya siksa?اَثُمَّ اِذَا مَا وَقَعَ اٰمَنْتُمْ بِهٖۗ اٰۤلْــئٰـنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهٖ تَسْتَعْجِلُوْنَ
Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah setelah diturunkannya siksa Allah kepada kalian (hai orang-orang musyrik), kalian beriman di waktu iman tersebut tidak berguna bagi kalian? Kemudian dikatakan kepada kalian : Apakah baru sekarang kalian mempercayainya, padahal sebelumnya kalian meminta disegerakan (datangnya siksa)?ثُمَّ قِيْلَ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذُوْقُوْا عَذَابَ الْخُلْدِۚ هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ
Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu:"Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan".
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang menzhalimi diri sendiri dengan kufur terhadap Allah : Rasakanlah siksa Allah yang kekal untuk kalian, maka kalian tidak akan disiksa kecuali sebagai balasan atas perbuatan kalian di dunia, yaitu maksiat terhadap Allah.وَيَسْتَنْۢبِـئُوْنَكَ اَحَقٌّ هُوَ ۗ قُلْ اِيْ وَرَبِّيْٓ اِنَّهٗ لَحَقٌّ ۗوَمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ
Dan mereka menanyakan kepadamu:"Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah:"Ya, demi Rabb-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)".
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang musyrik itu bertanya kepadamu (wahai Rasul) mengenai siksa Hari Kiamat : Benarkah itu?? Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul) : Benar, demi Rabbku. Sesungguhnya itu benar dan tidak diragukan lagi. Dan kalian tidak akan bisa luput. Allah akan membangkitkan kalian dan membalas perbuatan kalian. Kalian berada dalam genggaman dan kekuasaan-Nya.وَلَوْ اَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِى الْاَرْضِ لَافْتَدَتْ بِهٖۗ وَاَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَاَوُا الْعَذَابَۚ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.
Tafsir Al-Muyassar
Jika setiap orang yang musyrik dan kafir kepada Allah memiliki segala yang ada di bumi, tentu dia akan menebus dirinya dari siksa yang akan diterimanya. Orang-orang yang zhalim itu menyembunyikan penyesalan mereka ketika diperlihatkan siksa Allah yang benar-benar terjadi itu kepada mereka semua. Dan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung memberikan keputusan dengan adil kepada mereka, dan mereka tidak dizhalimi sedikit pun. Dan Allah tidak menyiksa seorang pun kecuali atas dosa yang diperbuatnya.اَلَآ اِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَلَآ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, sesungguhnya segala yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah, tidak ada sesuatu pun kecuali milik-Nya. Dan ingatlah, sesungguhnya pertemuan dengan Allah dan siksa-Nya terhadap orang-orang musyrik adalah benar-benar nyata, tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui hakikat tersebut.هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan, tidak sulit bagi-Nya menghidupkan manusia sesudah matinya, sebagaimana mudah bagi-Nya untuk mematikan mereka jika Dia menghendakinya. Hanya kepada-Nyalah mereka akan kembali sesudah mati.يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Hai sekalian manusia, telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, yang memperingatkan kalian akan siksa Allah dan menakut-nakuti kalian akan ancaman-Nya, yaitu al-Qur'an. Ayat-ayat dan pelajaran yang dikandungnya adalah untuk memperbaiki akhlak dan perbuatan kalian. Di dalamnya juga terdapat obat penyembuh bagi penyakit hati berupa kejahilan, kemusyrikan, serta seluruh penyakit lainnya. Juga merupakan petunjuk bagi para pengikutnya yang dapat menyelamatkan dari kebinasaan. Allah menjadikan al-Qur'an sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang Mukmin. Allah mengkhususkan mereka dengan itu, karena mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemanfaatan dengan iman. Sementara itu, orang-orang kafir buta akan hal itu.قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
Katakanlah:"Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada semua orang : Dengan karunia dan rahmat dari Allah, yaitu hidayah dan agama yang hak (Islam) yang datang dari-Nya, hendaknya mereka bergembira dengan itu, karena sesungguhnya Islam yang Allah menyuruh mereka untuk masuk ke dalamnya, dan al-Quran yang diturunkan-Nya kepada Muhammad keduanya lebih baik dari seluruh harta dunia dan perhiasannya yang fana yang mereka kumpulkan.قُلْ اَرَءَيْتُمْ مَّآ اَنْزَلَ اللّٰهُ لَكُمْ مِّنْ رِّزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِّنْهُ حَرَامًا وَّحَلٰلًا ۗ قُلْ اٰۤللّٰهُ اَذِنَ لَكُمْ اَمْ عَلَى اللّٰهِ تَفْتَرُوْنَ
Katakanlah:"Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal". Katakanlah:"Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?"
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mengingkari wahyu : Bertitahu aku tentang binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan, dan berbagai kebaikan yang telah Allah rizkikan kepada kalian lalu kalian menghalalkan sebagian rizki itu untuk diri kalian sendiri dan mengharamkan sebagian lainnya. Katakanlah kepada mereka : Apakah Allah mengizinkan kalian berbuat itu? Ataukah kalian berkata batil kepada Allah dan mendustai-Nya?? Sesungguhnya mereka berkata atas nama Allah secara batil dan dusta.وَمَا ظَنُّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُوْنَ
Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
Tafsir Al-Muyassar
Dan apa yang disangka orang-orang yang mendustai Allah ketika Hari Perhitungan (Hisab) (ketika mereka mengharamkan sesuatu (rizki dan makanan) yang belum diharamkan kepada mereka) tentang apa yang akan Allah perbuat terhadap mereka atas kebohongan yang mereka lakukan pada Hari Kiamat?? Apakah mereka menyangka bahwa Allah akan memaafkan dan mengampuni mereka?? Sesungguhnya Allah memiliki karunia yang dilimpahkan atas manusia, yaitu dengan tidak menyegerakan siksa terhadap orang-orang yang mendustai-Nya dan mengabaikan mereka di dunia. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak bersyukur atas karunia yang Allah berikan kepada mereka.وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰنٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِۗ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ وَلَآ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Rabbmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar daripada itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
Tafsir Al-Muyassar
Engkau (wahai Rasul) tidak melakukan suatu pekerjaan, dan tidak pula membaca suatu ayat al-Qur'an, dan tidak ada seorang pun dari umat ini yang melakukan pekerjaan baik maupun buruk, kecuali Kami menjadi saksi yang memantau pekerjaan kalian. Ketika kalian mengambil dan mengerjakan hal tersebut, Kami akan menjaganya dan membalas apa yang kalian kerjakan. Tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan Rabbmu (wahai Rasul) meskipun sebesar semut yang kecil di bumi ini ataupun di langit, tidak ada yang lebih kecil ataupun lebih besar daripada itu kecuali tercatat dalam kitab Allah dan semuanya jelas di sisi-Nya, di mana pengetahuan-Nya meliputi hal itu dan pena-Nya berjalan sesuai dengannya.اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah itu tidak merasa khawatir atas siksa Allah di akhirat kelak dan tidak pula mereka bersedih karena kehilangan harta dunia.اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَۗ
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Sifat para wali Allah adalah bahwa mereka membenarkan (mempercayai) Allah dan mengikuti Rasul-Nya serta apa-apa yang di bawa Rasul dari Allah dan mereka bertakwa kepada Allah dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.لَهُمُ الْبُشْرٰى فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۗ لَا تَبْدِيْلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۗ
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka (para wali Allah) mendapat kabar gembira dari Allah di dalam kehidupan dunia dengan sesuatu yang menggembirakan, di antaranya adalah mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang Mukmin atau ditampakkan padanya, dan diakhirat dengan mendapat surga. Allah tidak akan mengingkari janji-Nya dan tidak pula akan mengubahnya. Itulah suatu keberuntungan yang besar, karena mencakup keselamatan dari setiap mara bahaya dan dimudahkan segala keringanan dan permohonannya.وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْۘ اِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًاۗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah perkataan orang-orang musyrik itu membuatmu sedih (wahai Rasul) yaitu perkataan mereka mengenai Rabb mereka, dan perbuatan mereka mendustakan-Nya, juga perbuatan mereka menyekutukan-Nya dengan berhala-berhala. Sesungguhnya kekuatan yang mutlak dan kekuasaan yang sempurna di dunia dan di akhirat hanyalah milik Allah. Dia Maha Mendengar perkataan mereka dan Maha Mengetahui perbuatan dan niat dalam hati mereka.اَلَآ اِنَّ لِلّٰهِ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ شُرَكَاۤءَ ۗاِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ
Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, sesunggguhnya segala yang ada di langit dan di bumi, baik itu malaikat, manusia, jin, maupun lainnya, adalah milik Allah. Maka untuk apa mengikuti orang-orang yang menyeru untuk menyekutukan Allah?? Tidaklah yang mereka ikuti, kecuali prasangka, dan mereka pun hanya berdusta atas apa yang mereka nisbatkan kepada Allah.هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ
Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah yang menjadikan malam bagi kalian (wahai manusia) agar kalian dapat beristirahat dari penatnya mencari kehidupan dunia. Dan menjadikan siang agar kalian dapat melihat dan berusaha mencari rizki. Sesungguhnya pergantian siang dan malam serta keadaan penghuninya, merupakan bukti dan hujjah yang kuat bagi orang-orang yang mau mendengarkan dan merenungkan bahwa hanya Allah-lah yang berhak disembah.قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ ۗ هُوَ الْغَنِيُّ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ اِنْ عِنْدَكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۢ بِهٰذَاۗ اَتَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata:"Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrik itu berkata : Allah mempunyai anak, sebagaimana ucapan mereka : Malaikat adalah anak perempuan Allah atau al-Masih adalah putra Allah. Mahasuci Allah atas semua itu. Dia-lah yang Mahakaya atas segala sesuatu, segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Maka bagaimana mungkin Dia memiliki anak dari apa yang diciptakan-Nya, sedangkan segala sesuatu adalah milik-Nya?? Kalian tidak memiliki satu alasan pun atas apa yang kalian ada-adakan dan dustakan. Apakah kalian akan mengatai Allah dengan sesuatu yang tidak kalian ketahui hakikat dan kebenarannya??قُلْ اِنَّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُوْنَۗ
Katakanlah:"Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah : Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan mengenai Allah dengan menyatakan bahwa Allah memiliki anak dan menyandarkan kemusyrikan kepada-Nya tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan di dunia ataupun di akhirat.مَتَاعٌ فِى الدُّنْيَا ثُمَّ اِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيْقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيْدَ بِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ
(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka hanyalah bersenang-senang sebentar saja di dunia ini dengan kekufuran dan kebohongan mereka. Maka ketika ajal mereka tiba, kepada Kami-lah mereka kembali. Kemudian Kami timpakan kepada mereka siksa Jahanam karena kekufuran mereka terhadap Allah, pendustaan mereka terhadap Rasul-rasul Allah, dan pengingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah.وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ نُوْحٍۘ اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُمْ مَّقَامِيْ وَتَذْكِيْرِيْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَعَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ فَاَجْمِعُوْٓا اَمْرَكُمْ وَشُرَكَاۤءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ اَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُوْٓا اِلَيَّ وَلَا تُنْظِرُوْنِ
Dan bacakanlah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya:"Hai kaumku jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ceritakanlah olehmu (wahai Rasul) kepada orang-orang kafir Makkah tentang berita Nabi Nuh bersama kaumnya ketika dia (Nabi Nuh) berkata kepada mereka : Apabila kalian merasa berat terhadap keberadaanku bersama kalian, dan juga peringatanku kepada kalian dengan mengemukakan dalil-dalil dan bukti-bukti (kekuasaan Allah), maka aku bersandar kepada Allah dan berserah diri hanya kepada-Nya. Karena itu, siapkanlah keputusan kalian, panggilah sekutu-sekutu kalian, janganlah kalian menyembunyikan apa yang kalian putuskan terhadapku tapi nampakkan dan nyatakanlah ia. Jatuhkanlah hukuman dan keburukan kepadaku yang paling berat yang kalian mampu, dan janganlah kalian memberiku penangguhan waktu sedikit pun.فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَاَلْتُكُمْ مِّنْ اَجْرٍۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ ۙوَاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun daripadamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)."
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian berpaling dari seruanku, sesungguhnya aku tidak meminta upah sedikit pun dari kalian, karena upahku hanyalah dari Allah dan pahalaku hanya diberikan oleh-Nya yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang tunduk terhadap hukum-Nya.فَكَذَّبُوْهُ فَنَجَّيْنٰهُ وَمَنْ مَّعَهٗ فِى الْفُلْكِ وَجَعَلْنٰهُمْ خَلٰۤىِٕفَ وَاَغْرَقْنَا الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَ
Lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
Tafsir Al-Muyassar
Umat Nabi Nuh mendustakannya dan tidak mempercayai berita yang diceritakannya mengenai Allah. Maka Kami selamatkan Nuh bersama para pengikutnya di atas perahu dan Kami buat mereka meninggalkan para pendusta itu di bumi. Kami tenggelamkan orang-orang yang menentang ayat-ayat Kami. Maka pikirkan (wahai Rasul) bagaimana akibat yang diterima oleh kaum yang telah diberi peringatan oleh Rasulnya mengenai siksa Allah dan ancaman-Nya?ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ رُسُلًا اِلٰى قَوْمِهِمْ فَجَاۤءُوْهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَمَا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْا بِمَا كَذَّبُوْا بِهٖ مِنْ قَبْلُ ۗ كَذٰلِكَ نَطْبَعُ عَلٰى قُلُوْبِ الْمُعْتَدِيْنَ
Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir Al-Muyassar
Sesudah Nuh, Kami utus para Rasul kepada kaum mereka masing-masing (seperti Nabi Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Syuaib dan selain mereka). Setiap Rasul itu mendatangi kaumnya dengan membawa mukjizat yang menunjukkan risalah kenabiannya dan kebenaran apa yang dibawanya. Akan tetapi, mereka tidak mempercayai dan mengingkarinya sebagaimana yang diperbuat oleh umat Nabi Nuh dan umat-umat terdahulu. Hati mereka dikunci, sebagaimana dikuncinya hati hati umat-umat terdahulu sehingga mereka tidak beriman. Juga hati umat-umat sesudahnya yang menyerupai mereka, yaitu mereka yang melampaui batasan-batasan Allah dan menyelisihi seruan Rasul-rasul mereka untuk menaati-Nya, sebagai hukuman atas dosa yang mereka perbuat.ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ مُّوْسٰى وَهٰرُوْنَ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهٖ بِاٰيٰتِنَا فَاسْتَكْبَرُوْا وَكَانُوْا قَوْمًا مُّجْرِمِيْنَ
Kemudian sesudah rasul-rasul itu, kami utus Musa dan Harun kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
Tafsir Al-Muyassar
Sesudah para Rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir”aun dan para pemuka kaumnya dengan membawa mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka berdua. Maka mereka terlalu sombong untuk menerima kebenaran dan mereka adalah orang-orang musyrik, pendosa dan pendusta.فَلَمَّا جَاۤءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوْٓا اِنَّ هٰذَا لَسِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata:"Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata".
Tafsir Al-Muyassar
Dan tatkala telah datang kepada Fir”aun dan kaumnya kebenaran yang dibawa Musa, mereka berkata : Sesungguhnya tanda-tanda yang dibawa Musa Hanyalah sihir yang nyata.قَالَ مُوْسٰٓى اَتَقُوْلُوْنَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَاۤءَكُمْ ۗ اَسِحْرٌ هٰذَاۗ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُوْنَ
Musa berkata:"Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini" padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan".
Tafsir Al-Muyassar
Musa heran atas perkataan mereka lalu berkata : Apakah kalian mengatakan kebenaran ini hanyalah sihir yang nyata tatkala kebenaran itu datang kepada kalian?? Lihatlah oleh kalian apa yang kalian datangkan dan apa yang terkandung di dalamnya, maka kalian akan melihat kebenaran. Para ahli sihir itu tidak menang dan mereka tidak akan beruntung di dunia ataupun di akhirat.قَالُوْٓا اَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَا وَتَكُوْنَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاۤءُ فِى الْاَرْضِۗ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِيْنَ
Mereka berkata:"Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi kami tidak akan mempercayai kamu berdua".
Tafsir Al-Muyassar
Fir aun dan pengikutnya berkata kepada Musa : Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari beribadah kepada selain Allah, sebagaimana yang telah dikerjakan nenek moyang kami. Dan agar kalian berdua (Musa dan Harun) memiliki keagungan dan kemuliaan di bumi ini (Mesir)?? Kami tidak akan mempercayai kalian berdua bahwa kalian adalah Rasul yang diutus kepada kami agar kami menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain.وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْـتُوْنِيْ بِكُلِّ سٰحِرٍ عَلِيْمٍ
Firaun berkata (kepada pemuka kaumnya):"Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!"
Tafsir Al-Muyassar
Fir aun berkata : Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai.فَلَمَّا جَاۤءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُّوْسٰٓى اَلْقُوْا مَآ اَنْتُمْ مُّلْقُوْنَ
Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka:"Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!"
Tafsir Al-Muyassar
Tatkala para ahli sihir Fir aun datang, Musa berkata kepada mereka : Lemparkanlah ke atas tanah, tali dan tongkat kalian.فَلَمَّآ اَلْقَوْا قَالَ مُوْسٰى مَا جِئْتُمْ بِهِ ۙالسِّحْرُۗ اِنَّ اللّٰهَ سَيُبْطِلُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِيْنَ
Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada mereka:"Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya". Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.
Tafsir Al-Muyassar
Maka tatkala mereka melemparkan tali dan tongkat mereka, Musa berkata kepada mereka : Sesungguhnya yang kalian bawa dan kalian lakukan itulah sihir, dan Allah akan melenyapkan dan menghancurkan apa yang kalian perbuat. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal seseorang yang melakukan sesuatu yang dibenci-Nya dan menimbulkan kerusakan di bumi dengan maksiat kepada-Nya.وَيُحِقُّ اللّٰهُ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah akan mengokohkan dan menetapkan kebenaran yang engkau bawa dari sisi-Nya, dan akan meninggikannya di atas kebatilan dengan kalimat dan perintah-Nya, meskipun para pendosa dan yang sering berbuat maksiat itu, yaitu para keluarga Fir”aun membencinya.فَمَآ اٰمَنَ لِمُوْسٰىٓ اِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّنْ قَوْمِهٖ عَلٰى خَوْفٍ مِّنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهِمْ اَنْ يَّفْتِنَهُمْ ۗوَاِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِى الْاَرْضِۚ وَاِنَّهٗ لَمِنَ الْمُسْرِفِيْنَ
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada yang beriman kepada Musa meskipun telah diperlihatkan bukti-buktinya kecuali keturunan dari kaumnya sendiri, yaitu Bani Israil. Mereka takut bahwa Fir aun dan para pemuka kaumnya akan menyiksa mereka dan menghalangi mereka dari agama mereka. Dan sesungguhnya Fir aun itu termasuk orang yang sangat sombong di muka bumi ini dan melampaui batas dengan kufur dan berbuat kerusakan.وَقَالَ مُوْسٰى يٰقَوْمِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّسْلِمِيْنَ
Berkata Musa:"Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri".
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata : Wahai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung, dan konsisten dengan syariat-Nya, maka berpegang teguhlah dengannya, dan serahkanlah segala urusan kepada-Nyadan bertawakallah hanya kepada Allah jika kalian termasuk orang yang taat.فَقَالُوْا عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۚرَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Lalu mereka berkata:"Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,
Tafsir Al-Muyassar
Lalu kaum Musa berkata kepadanya : sesungguhnya hanya kepada Allah-lah yang tiada sekutu bagi-Nya kami bersandar, dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan semua urusan kami. Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menolong mereka mengalahkan kami, karena itu akan menjadi fitnah bagi kai dalam beragama. Atau orang-orang kafir itu akan menjadi sombong dengan kemenangan mereka, sehingga mereka akan berkata : Jika mereka (Musa dan pengikutnya) berada dalam kebenaran, maka tidak pantas mereka kalah.وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir".
Tafsir Al-Muyassar
Dan selamatkan kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir, yaitu Fir aun dan pengikutnya, karena mereka (Fir aun) memperkerjakan Bani Israil dalam pekerjaan-pekerjaan yang berat (kerja paksa).وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰى وَاَخِيْهِ اَنْ تَبَوَّاٰ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوْتًا وَّاجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قِبْلَةً وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya:"Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman".
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya Harun agar membangun rumah-rumah untuk kaum mereka di Mesir. Rumah-rumah itu menjadi tempat tinggal dan tempat bernaung mereka. Dan jadikanlah rumah-rumah kalian itu tempat shalat ketika kalian merasa takut, dan dirikanlah shalat fardhu pada waktunya. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang taat kepada Allah bahwa mereka akan mendapatkan kemenangan besar.وَقَالَ مُوْسٰى رَبَّنَآ اِنَّكَ اٰتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَاَهٗ زِيْنَةً وَّاَمْوَالًا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۗ رَبَّنَا لِيُضِلُّوْا عَنْ سَبِيْلِكَ ۚرَبَّنَا اطْمِسْ عَلٰٓى اَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْا حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ
Musa berkata:"Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Rabb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih".
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata : Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberikan kepada Fir”aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehiduoan dunia, tetapi mereka tetap tidak mau bersyukur kepada-Mu. Bahkan mereka menggunakan harta itu untuk menyesatkan orang-orang dari jalan-Mu. Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka sehingga mereka tidak bisa menggunakannya, dan kunci matilah hati mereka sehingga mereka tidak akan beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.قَالَ قَدْ اُجِيْبَتْ دَّعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيْمَا وَلَا تَتَّبِعٰۤنِّ سَبِيْلَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Allah berfirman:"Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui".
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman kepada keduanya : Permohonan kalian berdua (mengenai Fir”aun, pengikutnya, dan harta benda mereka) telah dikabulkan (ketika itu Nabi Musa berdoa dan Nabi Harun mengamininya, maka doa tersebut dinisbatkan kepada keduanya), maka tetaplah kalian berdua istiqomah pada agama kalian dan teruskanlah menyeru kepada Fir”aun dan pengikutnya untuk mengesakan Allah dan menaati-Nya. Janganlah kalian berdua mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui hakikat janji dan ancaman-Ku.وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗحَتّٰىٓ اِذَآ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْٓ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْٓا اِسْرَاۤءِيْلَ وَاَنَا۠ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia:"Saya percaya bahwa tidak ada Ilah melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami membelah lautan agar Bani Israil dapat melintasinya, kemudian Fir”aun dan bala tentaranya mengikuti dengan tujuan menganiaya dan menindas mereka. Fir”aun dan tentaranya masuk ke dalam laut di belakang mereka. Saat hampir tenggelam, Fir”aun berkata : Saya percaya bahwa tidak ada ilah melainkan ilah yang dipercayai oleh Bani Israil dan saya termasuk orang yang mengesakan-Nya, lagi berserah diri kepada-Nya dengan tunduk dan taat.اٰۤلْـئٰـنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah baru sekarang (hai Fira”aun) ketika kematian mendatangimu, engkau mengikrarkan diri untuk menyembah Allah, sedangkan sejak dulu engkau telah durhaka dari sebelum datangnya siksa Allah kepadamu. Engkau termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan dan menghalangi orang-orang dari jalan Allah!! Maka taubatmu saat engkau sekarat dan menyaksikan kematian dan adzab mendatangimu itu tidaklah berguna.فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.
Tafsir Al-Muyassar
Maka pada hari ini, Kami angkat jasadmu dari bumi, orang yang mendustakan kehancuranmu bisa melihatmu, agar orang-orang sesudahmu mengambil pelajaran dari kehancuranmu. Sesungguhnya kebanyakan manusia melupakan dalil-dalil dan tanda-tanda kekuasaan Kami. Mereka tidak merenungkan dan mengambil pelajaran darinya.وَلَقَدْ بَوَّأْنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ مُبَوَّاَ صِدْقٍ وَّرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ ۚفَمَا اخْتَلَفُوْا حَتّٰى جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ ۗاِنَّ رَبَّكَ يَقْضِيْ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Rabb kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
Tafsir Al-Muyassar
Dan sesungguhnya Kami telah tempatkan Bani Israil di tempat tinggal yang baik dan terpilih, yaitu negeri Syam dan Mesir. Dan telah Kami beri mereka rizki yang halal dan baik dari dalam bumi yang penuh berkah. Mereka tidak berselisih mengenai urusan agama kecuali setelah datang pengetahuan yang membawa pada persatuan dan kesatuan mereka. Diantaranya adalah pengetahuan mengenai berita kenabian Muhammad Saw yang terdapat didalam Taurat. Sesungguhnya Rabbmu (wahai Rasul) akan memutuskan diantara mereka pada Hari Kiamat kelak tentang perselisihan mereka mengenai dirimu. Maka orang-orang yang mendustakan akan dimasukkan ke dalam neraka, dan mereka yang beriman akan dimasukkan ke dalam surga.فَاِنْ كُنْتَ فِيْ شَكٍّ مِّمَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ فَسْئَلِ الَّذِيْنَ يَقْرَءُوْنَ الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَاۤءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَۙ
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Rabbmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
Tafsir Al-Muyassar
Maka jika engkau (wahai Rasul) ragu-ragu mengenai kebenaran berita yang Kami turunkan kepadamu, bertanyalah untuk meyakinkan kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelum kamu, yaitu mereka para Ahli Kitab Taurat dan Injil. Sesungguhnya berita itu telah ada dalam kitab-kitab mereka. Telah datang kebenaran yang meyakinkan kepadamu dari Rabbmu bahwa engkau adalah Rasulullah, utusan Allah. Orang-orang Yahudi dan Nasrani telah mengetahui kebenaran itu. Mereka melihat bahwa sifat-sifat engkau ada dalam kitab-kitab mereka, tetapi mereka mengingkarinya, meskipun mereka tahu bahwa itu adalah benar. Maka janganlah sekali-kali engkau ragu akan kebenaran dan hakikat hal itu. Maksud dari ayat ini adalah untuk membenarkan hujjah (argumen) kepada orang-orang musyrik dengan kesaksian Ahli Kitab Yahudi dan Nasrani, sehingga mereka (orang musyrik) tidak memiliki alasan lagi mengingkari kenabian Muhammad Saw.وَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَتَكُوْنَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi.
Tafsir Al-Muyassar
Dan janganlah sekali-kali engkau (wahai Nabi) termasuk orang yang mendustakan hujjah Allah dan ayat-ayat-Nya, maka Engkau termasuk orang yang merugi yang dimurkai Allah dan mendapatkan siksa-Nya.اِنَّ الَّذِيْنَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Rabbmu, tidaklah akan beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti ketentuan Allah terhadap mereka (wahai Rasul) yaitu orang-orang yang dijauhkan dari rahmat-Nya dan mendapat siksa-Nya, mereka tidak akan mempercayai hujjah-hujjah Allah, juga tidak akan mengakui keesaan-Nya dan tidak akan menjalankan syariat-Nya.وَلَوْ جَاۤءَتْهُمْ كُلُّ اٰيَةٍ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ
Meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Meskipun telah datang kepada mereka berbagai peringatan dan pelajaran hingga mereka menyaksikan sendiri adzab yang sangat pedih, barulah mereka beriman. Namun keimanan mereka tidaklah berguna.فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا قَوْمَ يُوْنُسَۗ لَمَّآ اٰمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus Tatkala mereka (kaum Yunus itu),beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu.
Tafsir Al-Muyassar
Tidaklah ada penduduk satu kota (suatu kaum) yang beriman ketika menyaksikan adzab dan keimanan mereka berguna pada waktu itu, kecuali kaum Yunus bin Matta. Tatkala mereka yakin bahwa adzab Allah akan diturunkan kepada mereka, mereka bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Ketika jelas bahwa mereka itu benar-benar bertaubat, Allah menghilangkan adzab yang menghinakan yang telah mendekat itu dari mereka. Maka tinggallah mereka di dunia untuk merasakan kenikmatan dan bersenang-senang di dalamnya sampai habis ajal mereka.وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًاۗ اَفَاَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu(hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?
Tafsir Al-Muyassar
Dan jika Rabbmu menghendaki (wahai Rasul) agar seluruh penduduk bumi ini beriman, tentulah mereka semua akan beriman terhadap risalah yang engkau bawa. Akan tetapi terdapat hikmah di dalamnya. Sesungguhnya Allah memberikan hidayah kepada orang yang di kehendaki-Nya dan menyesatkan orang yang dikehendaki-Nya. Semua itu sesuai dengan hikmah-Nya. Engkau tidak akan mampu memaksa orang agar beriman.وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تُؤْمِنَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman kecuali dengan izin Allah dan taufik-Nya. Maka janganlah engkau memaksakan diri akan hal itu (agar mereka beriman), karena urusan mereka semuanya kembali kepada Allah. Dan Allah akan menimpakan adzab dan kehinaan kepada orang-orang yang tidak mau mempergunakan akalnya untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.قُلِ انْظُرُوْا مَاذَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗوَمَا تُغْنِى الْاٰيٰتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُوْنَ
Katakanlah:"Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada kaummu : pikirkanlah dan renungkanlah tanda-tanda kekuasaan Allah yang tampak jelas di langit dan di bumi. Akan tetapi semua tanda-tanda dan ibrah kekuasaan Allah, juga para Rasul yang memberi peringatan kepada hamba Allah akan siksa-Nya, tidak bermanfaat sedikitpun bagi kaum yang tidak mempercayai akan hal itu, karena mereka berpaling dan durhaka.فَهَلْ يَنْتَظِرُوْنَ اِلَّا مِثْلَ اَيَّامِ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِهِمْۗ قُلْ فَانْتَظِرُوْٓا اِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُنْتَظِرِيْنَ
Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah:"Maka tunggulah sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu".
Tafsir Al-Muyassar
Tidaklah mereka menunggu, kecuali hari diperlihatkannya siksa Allah kepada mereka, sebagaimana yang telah terjadi terhadap orang-orang yang mendustakan Allah terdahulu sebelum mereka?? Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka : Tunggulah karena aku pun bersama kalian menunggu siksa apa yang akan Allah timpakan kepada kalian.ثُمَّ نُنَجِّيْ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كَذٰلِكَ ۚحَقًّا عَلَيْنَا نُنْجِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Maka kemudian Kami selamatkan para Rasul Kami dan orang-orang yang beriman. Dan Kami pun menyelamatkanmu (wahai Rasul) bersama pengikutmu yang beriman sebagaimana Kami menyelamatkan mereka (para Rasul sebelummu), dan itu merupakan karunia dan rahmat dari Kami.قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ دِيْنِيْ فَلَآ اَعْبُدُ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ اَعْبُدُ اللّٰهَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰىكُمْ ۖ وَاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Katakanlah:"Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu, dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman",
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada manusia : Jika kalian masih ragu tentang kebenaran agama yang aku serukan, yaitu Islam dan tentang keteguhanku dan istiqamahku di dalamnya, dan kalian mengharapkan aku berpaling darinya, (ketahuilah) sesungguhnya aku tidak akan pernah menyembah sesembahan kalian, berhala kalian dalam keadaan apa pun. Akan tetapi, aku hanya menyembah Allah semata yang mematikan kalian dan menggenggam roh-roh kalian, dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang-orang yang beriman yang menjalankan syariat-Nya.وَاَنْ اَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۚ وَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
dan (aku telah diperintah):"Hadapkanlah mukamu kepada agama yang tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.
Tafsir Al-Muyassar
Dan hendaklah engkau (wahai Rasul) menghadapkan dirimu kepada agama Islam yang lurus dan hendaklah konsisten didalamnya tanpa condong untuk menjadi Yahudi ataupun Nasrani dan tidak pula untuk menyembah selain Allah, dan janganlah engaku termasuk orang yang menyekutukan Rabb ketika beribadah (musyrik), maka engkau termasuk orang yang binasa. Meskipun ayat ini ditujukan kepada Rasulullah Saw tapi maksudnya umum untuk seluruh manusia.وَلَا تَدْعُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۚفَاِنْ فَعَلْتَ فَاِنَّكَ اِذًا مِّنَ الظّٰلِمِيْنَ
Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian itu) maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim".
Tafsir Al-Muyassar
Dan janganlah engkau (wahai Rasul) berdoa kepada apapun selain Allah, yaitu berhala dan patung, karena semua itu tidak mampu memberikan manfaat ataupun mudharat. Apabila engkau melakukannya dan berdoa kepada selain Allah, maka engkau termasuk orang musyrik yang menzhalimi diri sendiri dengan perbuatan syirik dan dosa. Meskipun ayat ini berbicara kepada Rasulullah Saw tapi maksudnya untuk seluruh umat beliauوَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila Allah menimpakan kepadamu (wahai Rasul) suatu bencana atau bala, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia yang Mahatinggi lagi Mahaagung. Dan jika Dia hendak memberikan kebaikan dan kenikmatan kepadamu, tidak ada seorang pun yang bisa mencegahnya. Allah memberikan kebaikan dan kemudharatan kepada siapa saja dari hamba-Nya yang dikehendaki. Dan Allah Maha Pengampun atas dosa hamba-Nya bagi siapa saja yang bertaubat, Allah Maha Penyayang terhadap orang yang beriman dan menaati-Nya.قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚفَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚوَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚوَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍۗ
Katakanlah:"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (al-Quran) dari Rabbmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada sekalian manusia : Telah datang kepada kalian seorang Rasul yang menyampaikan al-Qur'an yang berisi petunjuk akan kebenaran dan hidayah. Barangsiapa menempuh jalan yang telah ditunjukkan Allah, maka sesungguhnya buah dari perbuatannya itu kembali kepada dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang berpaling dari kebenaran dan tetap berada dalam kesesatan, maka sesungguhnya kesesatan dan kemudharatannya itu akan kembali kepada dirinya sendiri. Aku bukanlah penjaga kalian sehingga kalian semua beriman. Aku hanyalah seorang utusan dan penyeru yang menyampaikan apa yang telah diutuskan dan disampaikan kepadaku.وَاتَّبِعْ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتّٰى يَحْكُمَ اللّٰهُ ۚوَهُوَ خَيْرُ الْحٰكِمِيْنَ
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya

