بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Tafsir Al-Muyassar
Allah memuji diri-Nya dan mengagungkan urusan-Nya, karena kekuasaan-Nya terhadap apa yang tidak mampu dilakukan oleh seorang pun selain-Nya. Tiada Ilah selain-Nya, dan tiada Rabb selain-Nya. Dialah yang telah memperjalankan hamba-Nya, Muhammad saw, pada waktu malam, dengan jasad dan ruhnya, dalam keadaan sadar tidak tidur, dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, yang Allah berkahi sekelilingnya dengan tanaman, buah-buahan, dan selainnya, serta Dia menjadikannya sebagai tempat bagi banyak Nabi; agar bisa disaksikan keajaiban kekuasaan Allah dan bukti-bukti keesaan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar semua suara, lagi Maha Melihat semua yang bisa dilihat, lalu Dia memberi masing-masing apa yang menjadi haknya di dunia dan akhirat.وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًاۗ
Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman):"Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku!"
Tafsir Al-Muyassar
Sebagaimana Allah memuliakan Muhammad dengan Isra, demikian pula Dia memuliakan Musa dengan memberikan Taurat kepadanya, dan menjadikan Taurat itu sebagai penjelas bagi kebenaran dan petunjuk bagi Bani Israil, yang berisikan larangan terhadap mereka dari menjadikan selain Allah sebagai penolong atau sembahan yang kepadanyalah mereka menyerahkan urusan mereka.ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍۗ اِنَّهٗ كَانَ عَبْدًا شَكُوْرًا
(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
Tafsir Al-Muyassar
Hai anak cucu dari orang-orang yang Kami selamatkan dan Kami bawa bersama Nuh di dalam perahu, janganlah mempersekutukan Allah dalam beribadah kepada-Nya, dan jadilah kalian sebagai orang-orang yang banyak bersyukur terhadap nikmat-nikmat-Nya, meneladani Nuh. Sesungguhnya dia adalah seorang hamba yang banyak bersyukur kepada Allah dengan hati, lisan dan anggota badannya.وَقَضَيْنَآ اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ فِى الْكِتٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى الْاَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيْرًا
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu:"Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."
Tafsir Al-Muyassar
Kami kabarkan kepada Bani Israil dalam Taurat yang diturunkan kepada mereka bahwa mereka akan membuat kerusakan dua kali di Baitul Maqdis dan sekitarnya, dengan kezhaliman, membunuh para Nabi, takabbur, melampaui batas dan permusuhan.فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ اُوْلٰىهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ فَجَاسُوْا خِلٰلَ الدِّيَارِۗ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُوْلًا
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Ketika kalian membuat kerusakan yang pertama, maka Kami kuasakan kepada mereka hamba-hamba Kami yang mempunyai keberanian dan kekuatan yang dahsyat, yang akan menguasai, membunuh, dan mengusir kalian, lalu mereka merajalela di tengah-tengah pemukiman kalian dengan membuat kerusakan. Hal itu sebagai janji yang sudah pasti terjadi, karena ada sebabnya dari kalian.ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَاَمْدَدْنٰكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَجَعَلْنٰكُمْ اَكْثَرَ نَفِيْرًا
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kelompok yang lebih besar.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Kami kembalikan untuk kalian, wahai Bani Israil, kemenangan atas musuh yang telah dikuasakan terhadap kalian. Kami perbanyak rizki dan anak-anak kalian, Kami kuatkan kalian, dan Kami jadikan kalian lebih banyak jumlahnya daripada jumlah musuh kalian. Hal itu disebabkan kalian berbuat kebajikan dan tunduk kepada Allah.اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـئُـوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَـبِّـرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian memperbagus perbuatan dan ucapan kalian, berarti kalian berbuat baik kepada diri kalian sendiri; karena pahalanya akan kembali kepada kalian. Sebaliknya, jika kalian berbuat jahat, maka hukumannya akan kembali kepada diri kalian sendiri. Apabila membuat kerusakan yang kedua telah tiba waktunya, maka Kami kuasakan musuh kalian terhadap kalian untuk kedua kalianya; agar mereka menghinakan dan mengalahkan kalian, lalu tampaklah bekas-bekas kehinaan pada wajah kalian. Juga agar mereka memasuki Baitul Maqdis di hadapan kalian untuk merusaknya, sebagaimana mereka merusaknya pada pertama kalinya. Dan agar mereka menghancurkan semua yang ada di bawah kekuasaan mereka dengan sehancur-hancurnya.عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يَّرْحَمَكُمْۚ وَاِنْ عُدْتُّمْ عُدْنَاۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ حَصِيْرًا
Mudah-mudahan Rabbmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Mudah-mudahan Rabb kalian, wahai Bani Israil, merahmati kalian setelah pembalasan-Nya, jika memang kalian bertaubat dan mengadakan perbaikan. Jika kalian kembali membuat kerusakan dan berbuat zhalim, maka Kami akan kembali mengadzab kalian dan menghinakan kalian. Kami jadikan Jahanam penjara bagi kalian dan orang-orang kafir secara umum tanpa bisa keluar darinya selama-lamanya. Dalam ayat ini dan sebelumnya terhadap peringatan terhadap umat ini agar tidak melakukan kemaksiatan, agar mereka tidak ditimpa sebagaimana yang menimpa Bani Israil. Sebab, sunnah-sunnah Allah itu sama tidak pernah berubah.اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ
Sesungguhnya al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya al-Quran yang Kami turunkan kepada hamba Kami Muhammad ini membimbing manusia kepada jalan yang paling baik, yaitu agama Islam. Al-Quran memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya dari mereka bahwa mereka mendapatkan pahala yang besar.وَّاَنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Sementara orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berikut balasan di sana, Kami sediakan untuk mereka adzab yang pedih di neraka.وَيَدْعُ الْاِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاۤءَهٗ بِالْخَيْرِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا
dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.
Tafsir Al-Muyassar
Terkadang manusia mendoakan terhadap diri, anak atau hartanya dengan keburukan, dan itu dilakukan pada saat marah, sebagaimana ia mendoakan dengan kebaikan. Hal itu akibat kejahilan manusia dan ketergesa-gesaannya. Namun, berkat rahmat Allah kepadanya, Dia mengabulkan doanya untuk kebaikan bukan keburukan, karena Dia tahu bahwa ia tidak menyengaja hal itu, dan manusia itu bertabiat tergesa-gesa.وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيْنِ فَمَحَوْنَآ اٰيَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Rabbmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
Tafsir Al-Muyassar
Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan Kami, lalu Kami hapuskan tanda malam (yaitu bulan) dan Kami jadikan tanda siang (yaitu matahari) itu terang; agar manusia melihat dalam cahaya siang bagaimana melakukan berbagai urusan penghidupannya, dan mendapat ketentraman dan ketenangan di malam hari. Demikian pula agar manusia (dengan silih bergantinya malam dan siang) mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan bulan-bulan dan hari-hari, sehingga mereka bisa mengatur kemashlahatan yang mereka inginkan berdasarkan perhitungan tersebut. Segala sesuatu telah Kami terangkan dengan sempurna.وَكُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنٰهُ طٰۤىِٕرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖۗ وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰىهُ مَنْشُوْرًا
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.
Tafsir Al-Muyassar
Setiap manusia, Allah jadikan amal perbuatannya, baik kebaikan maupun keburukan, sebagai sesuatu yang menyertainya. Ia tidak dihisab karena perbuatan orang lain, dan tidak pula orang lain dihisab karena amalnya. Pada Hari Kiamat kelak Allah akan mengeluarkan baginya sebuah buku yang didalamnya tertulis semua perbuatannya, dan ia melihatnya dalam keadaan terbuka.اِقْرَأْ كِتَابَكَۗ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًاۗ
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu."
Tafsir Al-Muyassar
Dikatakan kepadanya : Bacalah buku catatan amalmu. Ia pun membacanya, meskipun ia tidak bisa membaca semasa hidup di dunia. Cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung amal perbuatanmu, sehingga mengetahui balasannya. Ini merupakan keadilan yang terbesar, yaitu dikatakan kepada hamba : Hisablah dirimu, cukuplah ia sebagai penghisab bagimu.مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang mendapat petunjuk, dan mengikuti jalan kebenaran, maka pahalanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya, barangsiapa yang menentang dan mengikuti jalan kebatilan, maka siksanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Jiwa yang berdosa tidak memikul dosa jiwa lainnya yang berdosa. Allah tidak akan mengadzab seorang pun kecuali setelah tegak hujjah atasnya, dengan diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab.وَاِذَآ اَرَدْنَآ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
Tafsir Al-Muyassar
Jika Kami bermaksud membinasakan penduduk suatu negeri karena kezhaliman mereka, maka Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di antara mereka supaya menaati Allah dan mentauhidkan-Nya serta membenarkan Rasul-rasul-Nya, sedangkan selain mereka adalah pengikut mereka. Tetapi mereka mendurhakai perintah Rabb mereka dan mendustakan para Rasul-Nya, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap mereka ketetapan adzab yang tidak bisa ditolak, lalu Kami hancurkan mereka dengan kebinasaan yang sempurna.وَكَمْ اَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْۢ بَعْدِ نُوْحٍۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا
Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Sudah banyak umat-umat yang mendustakan Rasul-rasul mereka sesudah Nabi Nuh yang telah Kami binasakan. Cukuplah Rabbmu, wahai Rasul, bahwa Dia mengetahui semua perbuatan hamba-hamba-Nya, tidak ada suatu pun yang tersembunyi dari-Nya.مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعَاجِلَةَ عَـجَّـلْنَا لَهٗ فِيْهَا مَا نَشَاۤءُ لِمَنْ نُّرِيْدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهٗ جَهَنَّمَۚ يَصْلٰىهَا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرًا
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang keinginannya adalah kehidupan dunia yang sementara, dan hanya berusaha untuknya semata, tidak percaya kepada akhirat dan tidak beramal untuknya, maka Allah akan menyegerakan baginya di sana apa yang Allah menginginkan dan menghendakinya, yaitu apa yang telah dituliskan-Nya dalm al-Lauh al-Mahfuzh. Kemudian Allah tentukan baginya Neraka Jahanam di akhirat, yang ia masuki dalam keadaan tercela lagi terusir dari rahmat Allah. Hal itu disebabkan ia menginginkan dunia dan berusaha untuknya, bukan untuk akhirat.وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang menghendaki dengan amal shalihnya pahala negeri akhirat yang abadi, dan berusaha untuknya dengan ketaatan kepada Allah, sedang ia beriman kepada Allah, pahala dan besarnya balasan-Nya, maka mereka itu orang-orang yang perbuatan mereka diterima lagi sebagai simpanan untuk mereka di sisi Rabb mereka, dan mereka akan diberi balasan karenanya.كُلًّا نُّمِدُّ هٰٓؤُلَاۤءِ وَهٰٓؤُلَاۤءِ مِنْ عَطَاۤءِ رَبِّكَ ۗوَمَا كَانَ عَطَاۤءُ رَبِّكَ مَحْظُوْرًا
Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Rabbmu. Dan kemurahan Rabbmu tidak dapat dihalangi.
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap golongan dari orang-orang yang beramal untuk dunia yang fana, dan orang-orang yang beramal untuk akhirat yang abadi, Kami tambahkan kepadanya dari rizki Kami. Kami berikan rizki kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang yanfg kafir di dunia ; karena rizki itu dari pemberian Rabbmu sebagai karunia dari-Nya. Dan pemberian Rabbmu itu tidak dihalangi dari seorang pun, baik ia beriman maupun kafir.اُنْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ وَلَلْاٰخِرَةُ اَكْبَرُ دَرَجٰتٍ وَّاَكْبَرُ تَفْضِيْلًا
Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaanya.
Tafsir Al-Muyassar
Perhatikanlah, wahai Rasul, tentang cara Allah melebihkan sebagian manusia atas sebagian yang lain di dunia dalam hal rizki dan amal. Sungguh akhirat itu lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya bagi orang-orang Mukmin.لَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوْمًا مَّخْذُوْلًا
Janganlah kamu adakan tuhan-tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah ragu, wahai manusia, menjadikan di samping Allah sekutu bagi-Nya dalam beribadah kepada-Nya. Akibatnya, kamu mendapat celaan dan ditelantarkan.وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Tafsir Al-Muyassar
Rabbmu, wahai manusia, telah memerintahkan, mengharuskan dan mewajibkan agar Dia semata yang diesakan dengan peribadatan, dan dia memerintahkan agar berbuat baik kepada bapak ibu, terutama ketika sudah tua. Karena itu, janganlah kesal dan jangan menganggap berat sesuatu yang kamu lihat dari salah satunya atau keduanya. Janganlah memperdengarkan kata-kata yang jelek kepada keduanya, bahkan jangan pula mengatakan kata-kata `ah` (ta`fif) yang merupakan tingkatan terendah dari kata-kata yang buruk. Jangan sampai muncul darimu perbuatan buruk kepada keduanya, tetapi belaskasihlah kepada keduanya, dan katakanlah selalu kepada keduanya dengan kata-kata yang lemah lembut.وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:"Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
Tafsir Al-Muyassar
Jadilah kamu sebagai orang yang merendahkan diri dan tawadhu kepada ibu dan ayahmu karena belas kasih kepada keduanya. Mohonlah kepada Rabbmu agar merahmati keduanya dengan rahmat-Nya yang luas, baik semasa masih hidup maupun sesudah mati, sebagaimana keduanya bersabar dalam merawatmu semasa kecil, yang lemah daya dan kekuatan.رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا
Rabbmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
Tafsir Al-Muyassar
Rabb kalian, wahai manusia, lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu berupa kebaikan dan keburukan. Jika kehendak dan tujuan kalian adalah mencari keridhaan Allah dan apa yang mendekatkan diri kalian kepada-Nya, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang kembali kepada-Nya dalam segala waktu. Siapa yang diketahui Allah bahwa dalam hatinya tidak ada kecuali bertaubat kepada-Nya dan mencintai-Nya, maka sesungguhnya Dia akan memaafkannya, dan mengampuni dosa-dosa kecil yang dilakukannya, yang merupakan tuntutan dari tabiat manusia.وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan: dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Tafsir Al-Muyassar
Berbuat baiklah kepada semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu, dan berikan kepadanya haknya berupa berbuat baik dan berbakti. Berilah kepada orang miskin yang tidak memiliki sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhannya, dan musafir yang terputus dari keluarga dan hartanya. Janganlah membelanjakan hartamu di luar ketaatan kepada Allah, atau dengan cara pemborosan dan menghambur-hamburkan.اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang boros dan orang-orang yang membelanjakan harta mereka dalam kemaksiatan kepada Allah itu serupa dengan setan, dalam hal keburukan, kerusakan dan kemaksiatan, sedangkan setan itu banyak kufur lagi sangat ingkar kepada nikmat Rabbnya.وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاۤءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا
Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Rabbmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.
Tafsir Al-Muyassar
Jika kamu berpaling dari memberi orang-orang yang kamu diperintahkan supaya memberi mereka; karena tidak ada sesuatu yang bisa kamu berikan kepada mereka, karena mengharapkan rizki yang kamu nanti dari Rabbmu, maka katakanlah kepada mereka kata-kata yang lemah lembut, seperti mendoakan mereka supaya diberi kecukupan dan keluasan rizki. Janjikan kepada mereka bahwa jika Allah memberi kemudahan rizki dari karunia-Nya, maka kamu akan memberi mereka bagian dari rizki itu.وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelennggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.
Tafsir Al-Muyassar
Jangan menahan tanganmu dari berinfak di jalan kebikan, untuk menyempitkan dirimu, keluargamu dan orang-orang yang membutuhkan. Janganlah pula berlebih-lebihan dalam berinfak, lalu kamu memberi melebihi kesanggupanmu. Akibatnya, kamu menjadi tercela, karena orang-orang mencelamu, dan menyesal karena pemborosanmu dan menyia-nyiakan hartamu.اِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا
Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Rabbmu melapangkan rizki kepada sebagian orang, dan menyempitkannya kepada sebagian yang lain, sejalan dengan ilmu-Nya dan kebijaksanaan-Nya. Sesungguhnya Dia melihat segala rahasia hamba-hamba-Nya, tidak ada sedikit pun dari ihwal mereka yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـئًا كَبِيْرًا
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian telah mengetahui bahwa rizki itu berada di tangan Allah, maka janganlah kalian, wahai manusia, membunuh anak-anak kalian karena takut fakir; karena Dialah Pemberi rizki kepada para hamba-Nya. Dia memberi rizki kepada anak sebagaimana memberi rizki kepada bapak. Sesungguhnya membunuh anak-anak adalah dosa yang besar.وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah mendekati zina dan hal-hal yang mendorong ke sana, agar kalian tidak terjerumus di dalamnya. Sesungguhnya zina adalah perbuatan yang sangat keji. Dan seburuk-buruk jalan adalah jalan zina.وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُوْمًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهٖ سُلْطٰنًا فَلَا يُسْرِفْ فِّى الْقَتْلِۗ اِنَّهٗ كَانَ مَنْصُوْرًا
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan."
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali dengan alasan syar`i, seperti qishash, hukum rajam bagi pezina muhshan (yang sudah pernah menikah), atau hukum bunuh bagi orang yang murtad. Barangsiapa dibunuh dengan tanpa alasan syar`i, maka Kami berikan kepada walinya, yaitu ahli waris atau hakim, alasan untuk menuntut bunuh orang yang membunuhnya atau meminta diyat. Tidak dibenarkan bagi wali korban pembunuhan itu melampaui ketentuan Allah dalam melakukan qishas, seperti membunuh dua orang atau sekelompok orang karena membunuh satu orang, atau mencincang-cincang pembunuh. Sesungguhnya Allah menolong wali korban pembunuhan terhadap pembunuhnya hingga dapat membunuhnya sebagai qishash.وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗۖ وَاَوْفُوْا بِالْعَهْدِۖ اِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْـئُوْلًا
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah mengurus harta anak-anak yang ditinggal mati ayah mereka sebelum usia baligh (yaitu yatim), dan mereka berada dalam pengasuhan kalian, kecuali dengn cara yang lebih baik bagi mereka, yaitu menumbuhkembangkannya, hingga anak yatim itu mencapai usia baligh dan mampu mengurus hartanya dengan baik. Penuhilah semua janji yang kalian buat. Sesungguhnya janji itu, kelak pada Hari kiamat Allah akan menanyai pelakunya, lalu Dia memberinya pahala jika memenuhi janjinya, dan menghukumnya jika mengkhianatinya.وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Tafsir Al-Muyassar
Sempurnakanlah takaran dan jangan menguranginya, apabila kalian menakar untuk orang lain, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Sesungguhnya adil dalam takaran dan timbangan itu lebih baik bagi kalian di dunia, dan lebih baik akibatnya di sisi Allah di akhirat.وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah kamu mengikuti, wahai manusia, apa yang tidak kamu ketahui, tapi pastikan dan cek kebenarannya. Sesungguhnya manusia itu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap pendengaran, penglihatan dan hatinya yang telah dipergunakannya. Jika ia mempergunakannya dalam kebajikan, maka ia mendapatkan pahala. Dan jika ia mempergunakannya dalam keburukan, maka ia mendapatkan siksa.وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan congkak lagi sombong; karena kamu tidak akan dapat menembus bumi dengan berjalanmu di permukaannya dengan sifat demikian, dan kamu tidak akan sampai setinggi gunung dengan kecongkakan, bermegah-megahan, dan kesombonganmu.كُلُّ ذٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهٗ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوْهًا
Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Rabbmu.
Tafsir Al-Muyassar
Semua yang telah disebutkan berupa perintah-perintah dan larangan-larangan, Allah tidak menyukai keburukannya, dan Dia tidak meridhainya bagi hamba-hamba-Nya.ذٰلِكَ مِمَّآ اَوْحٰٓى اِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتُلْقٰى فِيْ جَهَنَّمَ مَلُوْمًا مَّدْحُوْرًا
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Rabb kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan ilah yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan kedalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).
Tafsir Al-Muyassar
Apa yang telah Kami jelaskan dan Kami terangkan dari hokum-hukum yang agung ini, yaitu perintah kepada perbuatan-perbuatan yang baik dan larangan terhadap akhlak yang buruk, adalah sebagian dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi. Janganlah kamu, wahai manusia, menjadikan di samping Allah sekutu bagi-Nya dalam beribadah kpeada-Nya, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam Neraka Jahanam dalam keadaan kamu dicela oleh dirimu dan manusia, serta kamu terusir dan dijauhkan dari segala kebaikan.اَفَاَصْفٰىكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِيْنَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنَاثًاۗ اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا
Maka apakah patut Rabb memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya).
Tafsir Al-Muyassar
Apakah Rabb kalian, wahai orang-orang musyrik, telah mengistimewakan kalian dengan memberi kalian anak-anak laki-laki, sedangkan Dia sendiri mengambil para malaikat sebagai anak-anak perempuan bagi diri-Nya?? Sesungguhnya perkataan kalian sangat buruk, tidak patut bagi Allah.وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لِيَذَّكَّرُوْاۗ وَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا نُفُوْرًا
Dan sesungguhnya dalam al-Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah menjelaskan dan meragamkan hukum-hukum, permisalan-permisalan, dan pelajaran-pelajaran dalam al-Quran ini, agar manusia mengambil pelajaran dan memperhatikan apa yang bermanfaat bagi mereka lalu mengambilnya, dan apa yang merugikan mereka lalu mereka meninggalkannya. Namun, penjelasan itu hanya menambah orang-orang yang zhalim itu semakin jauh dari kebenaran dan lalai dari memperhatikan dan mengambil pelajaran.قُلْ لَّوْ كَانَ مَعَهٗ ٓ اٰلِهَةٌ كَمَا يَقُوْلُوْنَ اِذًا لَّابْتَغَوْا اِلٰى ذِى الْعَرْشِ سَبِيْلًا
Katakanlah:"jikalau ada ilah-ilah di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya ilah-ilah itu mencari jalan kepada (Rabb) Yang mempunyai Arsy".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik : Seandainya ada ilah-ilah lain di samping Allah, niscaya ilah-ilah itu mencari jalan untuk mengalahkan Allah yang mempunyai Arsy yang agung.سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يَقُوْلُوْنَ عُلُوًّا كَبِيْرًا
Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
Tafsir Al-Muyassar
Mahasuci Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrik dengan kesucian yang sebesar-besarnya.تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
Tafsir Al-Muyassar
Tujuh langit dan bumi berikut semua makhluk yang berada di dalamnya, dan segala sesuatu yang ada ini mensucikan Allah yang diiringi dengan sanjungan dan pujian kepada-Nya. Tetapi kalian, wahai manusia, tidak menyadari hal itu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun kepada para hamba-Nya, tidak menyegerakan hukuman kepada orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya, lagi Maha Pengampun kepada mereka.وَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُوْرًاۙ
Dan apabila kamu membaca al-Quran niscaya Kami adakan antara kamu orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,
Tafsir Al-Muyassar
Apabila kamu membaca al-Quran, lalu orang-orang musyrik mendengarnya, maka Kami adakan antara kamu dengan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dinding penghalang yang menghalangi akal mereka dari memahami al-Quran, sebagai hukuman bagi mereka atas kekafiran dan pengingkaran mereka.وَّجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرًاۗ وَاِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِى الْقُرْاٰنِ وَحْدَهٗ وَلَّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِهِمْ نُفُوْرًا
dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Rabbmu saja dalam al-Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.
Tafsir Al-Muyassar
Kami adakan penutup pada hati orang-orang musyrik, agar mereka tidak memahami al-Quran. Dan Kami adakan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat mendengarnya. Apabila Kamu menyebut Rabbmu dalam al-Quran yang menyeru supaya mentauhidkan-Nya, melarang mempersekutukan-Nya, niscaya mereka kembali ke belakang mereka dalam keadaan menghindar dari ucapanmu, karena mereka merasa sombong dan menolak mentauhidkan Allah dalam beribadah kepada-Nya.نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُوْنَ بِهٖٓ اِذْ يَسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَ وَاِذْ هُمْ نَجْوٰٓى اِذْ يَقُوْلُ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا
Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata:"Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir".
Tafsir Al-Muyassar
Kami lebih mengetahui tentang alasan para pemuka Quraisy mendengarkan (al-Quran). Sebab, mereka mendengarkan bacaanmu dengan tujuan buruk. Mereka mendengarkan bukan untuk mencari petunjuk dan menerima kebenaran. Kami mengetahui bisik-bisik mereka ketika mereka mengatakan : Kalian tidak mengikuti kecuali seorang laki-laki yang terkena sihir, sehingga akalnya kacau balau.اُنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوْا لَكَ الْاَمْثَالَ فَضَلُّوْا فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَبِيْلًا
Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).
Tafsir Al-Muyassar
Renungkanlah, wahai Rasul, karena herean dengan perkataan mereka : Sesungguhnya Muhammad adalah penyihir dan penyair gila!! Lalu mereka berbuat zhalim dan menyimpang, serta tidak tertunjukkan kepada jalan kebenaran.وَقَالُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا
Dan mereka berkata:"Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrik berkata, mengingkari bahwa mereka akan dikembalikan sebagai ciptaan yang baru setelah tulang-belulang mereka rusak dan menjadi hancur berkeping-keping : Apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai ciptaan yang baru?قُلْ كُوْنُوْا حِجَارَةً اَوْ حَدِيْدًاۙ
Katakanlah:"Jadilah kamu sekalian batu atau besi,
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, untuk melemahkan mereka : Jadilah kalian sebagai batu atau besi dalam keras dan kekuatannya, jika kalian mampu melakukannya.اَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِيْ صُدُوْرِكُمْ ۚفَسَيَقُوْلُوْنَ مَنْ يُّعِيْدُنَاۗ قُلِ الَّذِيْ فَطَرَكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ فَسَيُنْغِضُوْنَ اِلَيْكَ رُءُوْسَهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هُوَۗ قُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ قَرِيْبًا
atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu." Maka mereka akan bertanya:"Siapa yang akan menghidupkan kami kembali." Katakanlah:"Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama." Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata:"Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah:"Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat."
Tafsir Al-Muyassar
Atau jadilah suatu makhluk yang menurut akal kalian mustahil akan dibangkitkan kembali. Maka mereka akan mengatakan sebagai bentuk pengingkaran : Siapa yang akan mengembalikan kami kepada kehidupan setelah kematian?? Katakanlah kepada mereka : Yang akan mengembalikan kalian ialah Allah yang telah menciptakan kalian dari ketiadaan pada pertama kalinya. Ketika mereka mendengar jawaban ini, mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka penuh keheranan sambal mengejek dan mengatakan (sembari menganggap jauh kemungkinannya) : Kapan kebangkitan itu akan terjadi?? Katakanlah : Tahukah kalian bahwa kebangkitan yang kalian pungkiri dan kalian anggap mustahil itu mungkin sudah dekat terjadinya?يَوْمَ يَدْعُوْكُمْ فَتَسْتَجِيْبُوْنَ بِحَمْدِهٖ وَتَظُنُّوْنَ اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا
yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari ketika Pencipta kalian memanggil kalian untuk keluar dari kubur, lalu kalian memenuhi perintah Allah dan mematuhi-Nya. Segala puji bagi-Nya dalam segala keadaan. Kalian mengira (karena mencekamnya Hari Kiamat) bahwa kalian tidak berdiam di dunia kecuali sebentar saja, karena demikian lamanya kalian tinggal di akhirat.وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku:"hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman supaya mereka mengucapkan kata-kata yang baik dalam percakapan mereka. Karena jika mereka tidak melakukan demikian, maka setan akan menimpakan permusuhan, kerusakan dan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata permusuhannya bagi manusia.رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِكُمْ اِنْ يَّشَأْ يَرْحَمْكُمْ اَوْ اِنْ يَّشَأْ يُعَذِّبْكُمْۗ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ وَكِيْلًا
Rabbmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Rabb kalian lebih mengetahui tentang kalian, wahai manusia,. Jika Dia menghendaki, maka Dia merahmati kalian lalu memberi kalian taufik kepada keimanan. Atau jika Dia menghendaki, maka Dia akan mematikan kalian di atas kekafiran, lalu Dia mengadzab kalian. Kami tidak mengutusmu, wahai Rasul, untuk menjadi penjaga bagi mereka, yang mengatur urusan mereka dan membalas perbuatan mereka. Tugasmu hanyalah menyampaikan misi yang dengannya kamu diutus dan menjelaskan jalan yang lurus.وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا
Dan Rabbmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur (kepada) Daud.
Tafsir Al-Muyassar
Rabbmu, wahai Rasul, lebih mengetahui tentang siapa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Kami telah melebihkan sebagian Nabi-nabi atas sebagian yang lain dengan berbagai keutamaan, banyak pengikut, dan diturunkan kitab-kitab. Kami berikan kepada Daud kitab Zabur.قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ فَلَا يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيْلًا
Katakanlah:"Panggillah mereka yang kamu anggap selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik dari kaummu : Sesungguhnya sembahan-sembahan ini yang kalian seru untuk menghilangkan kemudharatan dari kalian tidak mampu melakukan hal itu, tidak mampu memindahkannya dari kalian kepada orang lain, dan tidak mampu pula memindahkannya dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Sebab, yang kuasa atas hal itu adalah Allah semata. Ayat ini berlaku umum untuk semua yang diseru selain Allah, baik yang sudah mati maupun yang tidak tampak, dari kalangan para Nabi, orang-orang shalih dan selain mereka, dengan lafal istighatsah, doa maupun selainnya. Sebab tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah.اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ وَيَرْجُوْنَ رَحْمَتَهٗ وَيَخَافُوْنَ عَذَابَهٗۗ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوْرًا
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Rabbmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang diseru orang-orang musyrik, yaitu nabi-nabi, orang-orang shalih dan malaikat, di samping Allah, mereka sendiri berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Rabb mereka dengan amal-amal shalih yang mereka sanggupi, mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut terhadap adzab-Nya. Sesungguhnya adzab Rabbmu adalah sesuatu yang harus diwaspadai dan ditakuti oleh para hamba.وَاِنْ مِّنْ قَرْيَةٍ اِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوْهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيٰمَةِ اَوْ مُعَذِّبُوْهَا عَذَابًا شَدِيْدًاۗ كَانَ ذٰلِكَ فىِ الْكِتٰبِ مَسْطُوْرًا
Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).
Tafsir Al-Muyassar
Allah memberi ancaman kepada orang-orang kafir bahwa tidak ada suatu negeri pun yang kafir lagi mendustakan para Rasul, melainkan Allah akan menimpakan hukuman-Nya terhadapnya dengan kebinasaan di dunia sebelum Hari Kiamat, atau dengan adzab yang keras terhadap penduduknya. Ini adalah ketetapan yang telah dituliskan Allah dan qadha yang telah ditentukan-Nya yang sudah pasti akan terjadi, dan ini tertulis dalam al-Lauhul Mahfuzh.وَمَا مَنَعَنَآ اَنْ نُّرْسِلَ بِالْاٰيٰتِ اِلَّآ اَنْ كَذَّبَ بِهَا الْاَوَّلُوْنَۗ وَاٰتَيْنَا ثَمُوْدَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوْا بِهَاۗ وَمَا نُرْسِلُ بِالْاٰيٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا
Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada yang bias menghalangi Kami untuk menurunkan mukjizat yang diminta orang-orang kafir, melainkan pendustaan umat-umat sebelum mereka. Allah telah mengabulkan permintaan mereka, tapi mereka mendustakan lalu mereka binasa. Kami telah berikan kepada Tsamud (mereka adalah kaum Nabi Shalih) mukjizat yang nyata, yaitu unta betina, tetapi mereka mengingkari mukjizat itu, maka Kami binasakan mereka. Kami tidak mengutus para Rasul dengan membawa tanda-tanda, pelajaran-pelajaran dan mukjizat-mukjizat yang Kami letakkan di tangan mereka, melainkan untuk menakut-nakuti para hamba, agar mereka mengambil pelajaran dan mengingat.وَاِذْ قُلْنَا لَكَ اِنَّ رَبَّكَ اَحَاطَ بِالنَّاسِۗ وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِيْٓ اَرَيْنٰكَ اِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُوْنَةَ فِى الْقُرْاٰنِ ۗ وَنُخَوِّفُهُمْۙ فَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا طُغْيَانًا كَبِيْرًا
Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu:"Sesungguhnya (ilmu) Rabbmu meliputi segala manusia." Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam al-Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, wahai Rasul, ketika Kami berkata kepadamu : Sesungguhnya Rabbmu meliputi manusia dengan ilmu dan kuasa-Nya. Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu secara kasat mata pada malam Isra dan Mi`raj berupa keajaiban makhluk ciptaan melainkan sebagai ujian bagi manusia, agar bisa diketahui yang kafir di antara mereka dari yang beriman. Kami tidak menjadikan pohon Zaqqum terkutuk yang disebutkan dalam al-Quran melainkan sebagai ujian bagi manusia. Kami menakut-nakuti orang-orang musyrik dengan aneka macam adzab dan tanda-tanda,tetapi intimidasi tersebut tidak menambah mereka kecuali semakin larut dalam kekafiran dan kesesatan.وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ قَالَ ءَاَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِيْنًاۚ
Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada malaikat:"Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata:"Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah perkataan Kami kepada malaikat : Bersujudlah kepada Adam sebagai penghormatan dan pemuliaan. Maka, mereka semua bersujud kecuali Iblis. Ia menolak bersujud sambil berkata sebagai bentuk pengingkaran dan penolakan : Apakah aku akan bersujud kepada orang yang lemah ini yang diciptakan dari tanah??قَالَ اَرَاَيْتَكَ هٰذَا الَّذِيْ كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَىِٕنْ اَخَّرْتَنِ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَاَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهٗٓ اِلَّا قَلِيْلًا
Dia (iblis) berkata:"Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil."
Tafsir Al-Muyassar
Iblis berkata dengan lancing kepada Allah dan kafir kepada-Nya : Apakah Engkau lihat makhluk yang Engkau istimewakan disbanding aku?? Jika Engkau biarkan aku hidup hingga Hari Kiamat, sungguh aku benar-benar kuasai keturunannya dengan cara menyesatkan dan merusakkannya, kecuali orang-orang yang ikhlas di antara mereka dalam keimanan, dan mereka itu sedikit.قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَاِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاۤؤُكُمْ جَزَاۤءً مَّوْفُوْرًا
Rabb berfirman:"Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup."
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman mengancam Iblis dan pengikutnya : Pergilah, barangsiapa di antara keturunan Adam yang mengikutimu lalu menaatimu,maka hukumanmu dan hukuman mereka sudah cukup di Neraka Jahnam.وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَاَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ وَعِدْهُمْۗ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا
Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.
Tafsir Al-Muyassar
Anggaplah ringan semua orang yang bisa kamu anggap ringan di antara mereka, dengan mengajaknya untuk bermaksiat kepada-Ku, dan kerahkanlah terhadap mereka semua yang kamu sanggupi berupa pasukanmu yang berkendara dan berjalan kaki. Jadikanlah untuk dirimu berserikat dalam harta mereka, dengan mereka mencarinya dari keharaman, dan berserikat dalam anak-anak dengan menghias-hiasi zina, kemaksiatan dan menyelisihi perintah-perintah Allah sehingga banyak kedurhakaan dan kerusakan. Janjikan para pengikutmu dari keturunan Adam dengan janji-janji dusta, karena semua janji setan itu batil dan tipu daya.اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيْلًا
Sesungguhnya hamba-hambaku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabbmu sebagai Penjaga."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang beriman lagi ikhlas yang menaati-Ku, kamu tidak memiliki kuasa untuk menyesatkan mereka. Cukuplah Rabbmu, wahai Nabi, sebagai Pelindung dan Penjaga bagi orang-orang mukmin dari tipu daya setan.رَبُّكُمُ الَّذِيْ يُزْجِيْ لَكُمُ الْفُلْكَ فِى الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا
Rabbmu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.
Tafsir Al-Muyassar
Rabb kalian, wahai manusia, Dia-lah yang menjalankan kapal-kapal di lautan, agar kalian mencari rizki Allah dalam perjalanan dan perniagaan kalian. Sesungguhnya Allah itu Maha Penyayang kepada para hamba-Nya.وَاِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُوْنَ اِلَّآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا نَجّٰىكُمْ اِلَى الْبَرِّ اَعْرَضْتُمْۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ كَفُوْرًا
Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila kalian ditimpa kesusahan di lautan hingga kalian hampir tenggelam dan binasa, maka hilanglah dari kalian sembahan-sembahan yang dulu kalian sembah, dan kalian hanya mengingat Allah Yang Mahakuasa semata, agar Dia menolong dan menyelamatkan kalian. Kalian pun tulus kepada-Nya dalam memohon pertolongan dan bantuan, lalu Dia membantu dan menyelamatkan kalian. Tatkala Dia telah menyelamatkan kalian ke daratan, maka kalian berpaling dari keimanan, keikhlasan, dan amal shalih. Ini akibat kejahilan dan kekafiran manusia. Dan manusia itu sangat ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah.اَفَاَمِنْتُمْ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ اَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوْا لَكُمْ وَكِيْلًاۙ
Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Allah) yang menjungkirbalikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kalian lalai, wahai manusia, dari adzab Allah, lalu kalian merasa aman dari ditenggelamkan ke dalam tanah, atau Allah menghujani kalian dengan batu dari langit untuk membinasakan kalian, kemudian kalian tidak mendapati seorang pun yang bisa melindungi kalian dari adzab-Nya?اَمْ اَمِنْتُمْ اَنْ يُّعِيْدَكُمْ فِيْهِ تَارَةً اُخْرٰى فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِّنَ الرِّيْحِ فَيُغْرِقَكُمْ بِمَا كَفَرْتُمْۙ ثُمَّ لَا تَجِدُوْا لَكُمْ عَلَيْنَا بِهٖ تَبِيْعًا
atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taufan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami.
Tafsir Al-Muyassar
Ataukah kalian merasa aman, wahai manusia, terhadap Rabb kalian, sedangkan kalian kafir kepada-Nya, bila Rabb kalian akan mengembalikan kalian ke laut sekali lagi, lalu Dia mengirimkan kepada kalian angin yang sangat kencang yang memporak-porandakan semua yang diterjangnya, lantas Dia menenggelamkan kalian disebabkan kekafiran kalian. Kemudian kamu tidak mendapati pada Kami pertolongan dan tuntutan apa pun untuk kalian. Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi kalian walaupun seberat dzarrah?وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah muliakan keturunan Adam dengan akal dan diutusnya para Rasul. Kami mudahkan untuk mereka semua yang ada di alam semesta, dan Kami mudahkan untuk mereka binatang di daratan dan bahtera di lautan untuk mengusung mereka. Kami beri mereka rizki dari makanan dan minuman yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang besar atas kebanyakan makhluk.يَوْمَ نَدْعُوْا كُلَّ اُنَاسٍۢ بِاِمَامِهِمْۚ فَمَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ يَقْرَءُوْنَ كِتٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, wahai Rasul, hari kebangkitan sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, ketika Allah menyeru setiap kelompok manusia bersama pemimpin mereka yang dulu mereka ikuti semasa di dunia. Barangsiapa yang shalih di antara mereka dan buku catatan amalannya diberikan di tangan kanannya, maka mereka membaca buku catatan kebaikan mereka itu dengan riang gembira, dan mereka tidak dikurangi pahala amal shalih mereka sedikit pun, meskipun seukuran benang yang ada dalam belahan biji.وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang di dunia ini buta hatinya dari bukti-bukti kekuasaan Allah, lalu Dia tidak beriman kepada ajaran yang di bawa oleh Rasul Muhammad saw, maka pada Hari Kiamat kelak ia akan lebih buta dari meniti jalan surga, dan lebih tersesat jalan dari hidayah dan petunjuk.وَاِنْ كَادُوْا لَيَفْتِنُوْنَكَ عَنِ الَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهٗۖ وَاِذًا لَّاتَّخَذُوْكَ خَلِيْلًا
Dan sesungguhnya mereka hampir mamalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang musyrik hampir saja memalingkan kamu, wahai Rasul, dari al-Quran yang Allah turunkan kepadamu, agar kamu mengada-adakan atas nama Kami selain apa yang Kami wahyukan kepadamu. Sekiranya kamu melakukan apa yang mereka inginkan, tentulah mereka menjadikanmu sebagai sahabat setia.وَلَوْلَآ اَنْ ثَبَّتْنٰكَ لَقَدْ كِدْتَّ تَرْكَنُ اِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيْلًاۙ
Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya Kami tidak meneguhkanmu di atas kebenaran, dan melindungimu dari menyetujui mereka, niscaya kamu hampir cenderung kepada mereka berkenaan dengan usulan mereka kepadamu, karena begitu kuatnya tipu daya dan perencanaan mereka, dan begitu sangatnya kamu menginginkan hidayah untuk mereka.اِذًا لَّاَذَقْنٰكَ ضِعْفَ الْحَيٰوةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيْرًا
kalau terjadi demikian, benar-benarlah, Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya kamu, wahai Rasul, agak cenderung kepada orang-orang muysrik itu berkenaan dengan apa yang mereka minta, kalau begitu Kami benar-benar rasakan kepadamu adzab kehidupan yang berlipat ganda di dunia dan adzab kematian yang berlipat ganda di akhirat. Hal itu karena kesempurnaan nikmat Allah atasmu dan kesempurnaan pengetahuanmu akan Rabbmu. Kemudian kamu tidak akan mendapati seorang pun yang dapat menolongmu dan menghalangi adzab Kami darimu.وَاِنْ كَادُوْا لَيَسْتَفِزُّوْنَكَ مِنَ الْاَرْضِ لِيُخْرِجُوْكَ مِنْهَا وَاِذًا لَّا يَلْبَثُوْنَ خِلٰفَكَ اِلَّا قَلِيْلًا
Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh orang-orang kafir hampir mengusirmu dari Makkah dengan cara mereka mengganggumu. Seandainya mereka mengusirmu darinya, maka mereka tidak akan berdiam di sana setelah kepergianmu melainkan sebentar saja, hingga mereka ditimpa adzab yang disegerakan.سُنَّةَ مَنْ قَدْ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُّسُلِنَا وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيْلًا
(Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu.
Tafsir Al-Muyassar
Itu sunnatullah yang menetapkan tentang dibinasakannya umat yang mengusir rasul mereka dari tengah-tengah mereka, dan kamu tidak mendapati, wahai Rasul, perubahan pada sunnah Kami. Jadi janji Kami tidak akan pernah Kami selisihi.اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Tafsir Al-Muyassar
Dirikanlah shalat dengan sempurna sejak waktu matahari tergelincir di siang hari sampai waktu gelap malam. Masuk dalam kategorinya ialah shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Dirikanlah pula shalat Shubuh, dan panjangkanlah bacaannya. Sesungguhnya shalat Shubuh itu dihadiri malaikat malam dan malaikat siang.وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّـحْمُوْدًا
Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
Tafsir Al-Muyassar
Bangunlah, hai Nabi, dari tidurmu pada sebagian malam, lalu bacalah al-Quran dalam shalat malam, agar shalat malam itu menjadi tambahan bagimu dalam meninggikan kedudukan dan derajat. Mudah-mudahan Rabbmu membangkitkanmu sebagai pemberi syafaat bagi umat manusia pada Hari Kiamat, agar Allah merahmati mereka dari situasi dan kondisi yang sedang mereka alami, dan agar kamu menempati tempat di mana kamu dipuji oleh orang-orang terdahulu dan terkemudian.وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا
Dan katakanlah:"Ya Rabb-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah : Wahai Rabb-ku, masukkanlah aku dalam perkara yang itu baik bagiku dengan masuk yang benar, dan keluarkanlah aku dalam perkara yang buruk bagiku dengan keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu hujjah (argumen) yang kukuh, yang dengannya Engkau menolongku atas semua orang yang menyelisihiku.وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
Dan katakanlah:"Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap." Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik : Islam telah datang dan kemusyrikan telah lenyap. Sesungguhnya kebatilan itu tidak akan tetap dan kukuh, tetapi kebenaranlah yang kukuh lagi tetap yang tidak akan lenyap.وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
Tafsir Al-Muyassar
Kami turunkan dari ayat-ayat al-Quran yang agung apa yang dapat menyembuhkan hati dari penyakit, seperti ragu-ragu, nifak dan kejahilan, apa yang dapat menyembuhkan badan, dengan cara meruqyahnya dengannya, dan apa yang menjadi sebab diperolehnya rahmat Allah dengan keimanan yang terdapat di dalamnya. Al-Quran ini tidak menambah orang-orang kair ketika mendengarnya, melainkan kekafiran dan kesesatan, karena mereka mendustakannya dan tidak mengimaninya.وَاِذَآ اَنْعَمْنَا عَلَى الْاِنْسَانِ اَعْرَضَ وَنَاٰ بِجَانِبِهٖۚ وَاِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَـئُـوْسًا
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila Kami berikan kenikmatan kepada manusia berupa harta, kesehatan dan semacamnya, niscaya ia berpaling dan menjauh dari ketaatan kepada Rabbnya. Apabila ia ditimpa kesusahan berupa kefakiran atau penyakit, maka ia sangat berputus asa; karena ia tidak yakin dengan karunia Allah. Kecuali siapa yang dilindungi Allah dalam dua keadaan yaitu senang dan susahnya.قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا
Katakanlah:"Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing." Maka Rabbmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada manusia : Tiap-tiap orang dari kalian bebruat menurut keadaan yang patut baginya. Karena Rabb kalian lebih tahu siapakah yang lebih lurus jalannya kepada kebenaran.وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah:"Roh itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir bertanya kepadamu tentang hakikat ruh, sebagai bentuk penentangan, maka jawablah bahwa hakikat dan keadaan (ihwal) ruh itu termasuk urusan yang hanya Allah semata yang mengetahuinya. Kalian dan semua manusia tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit.وَلَىِٕنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهٖ عَلَيْنَا وَكِيْلًاۙ
Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapat seorang pembelapun terhadap Kami.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh jika Kami menghendaki untuk menghapus al-Quran dari hatimu, niscaya Kami mampu melakukan hak itu, kemudian kamu tidak mendapati bagi dirimu seorang penolongpun yang bisa menghalangi Kami dari melakukan hal itu, atau mengembalikan al-Quran padamu.اِلَّا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَۗ اِنَّ فَضْلَهٗ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيْرًا
kecuali karena rahmat dari Rabbmu. Sesungguhnya karunia-Nya atasmu adalah benar.
Tafsir Al-Muyassar
Tetapi Allah merahmatimu, lalu Dia mengukuhkannya dalam hatimu. Sesungguhnya karunia-Nya atasmu adalah sangat besar. Dia telah memberikan kepadamu al-Quran yang agung ini, tempat yang terpuji dan selainnya, yang tidak diberikan kepada seorang pun dari makhluk-Nya.قُلْ لَّىِٕنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا
Katakanlah:"Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah : Seandainya manusia dan jin bersepakat untuk mencoba mendatangkan yang serupa dengan al-Quran yang bermukjizat ini, niscaya mereka tidak akan mampu mendatangkan yang serupa dengan balaghah, makna-makna, dan hukum-hukum al-Quran, sekalipun mereka tolong menolong dan bahu membahu atas perkara itu.وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍۖ فَاَبٰىٓ اَكْثَرُ النَّاسِ اِلَّا كُفُوْرًا
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dan al-Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya).
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah menjelaskan dan meragamkan kepada manusia dalam al-Quran ini dari tiap-tiap perumpamaan yang semestinya diambli pelajaran; yang dengan itu dijadikan sebagai hujjah atas mereka, agar mereka mengikutinya dan mengamalkannya. Namun, kebanyakan manusia tidak mau kecuali sangat mengingkari kebenaran dan mengingkari hujjah-hujjah dan bukti-bukti Allah.وَقَالُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ لَكَ حَتّٰى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْاَرْضِ يَنْۢبُوْعًاۙ
Dan mereka berkata:"Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami.
Tafsir Al-Muyassar
Ketika al-Quran telah melemahkan orang-orang kafir dan mengalahkan mereka, maka mereka menuntut mukjizat yang sejalan dengan hawa nafsu mereka seraya mengatakan : Kami tidak akan percaya kepadamu, wahai Muhammad, dan melaksanakan apa yang kamu katakana hingga kamu bisa memancarkan mata air yang mengalir untuk kami dari bumi Makkah.اَوْ تَكُوْنَ لَكَ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْاَنْهٰرَ خِلٰلَهَا تَفْجِيْرًاۙ
atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya.
Tafsir Al-Muyassar
Atau kamu mempunyai sebuah kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam pohon kurma dan anggur, serta kamu adakan sungai-sungai yang mengalir deras di tengah-tengah kebun tersebut.اَوْ تُسْقِطَ السَّمَاۤءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا اَوْ تَأْتِيَ بِاللّٰهِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ قَبِيْلًاۙ
atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.
Tafsir Al-Muyassar
Atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping pada kami sebagaimana yang kamu sangka, atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat kepada kami, lalu kami bisa menyaksikannya dengan berhadap-hadapan dan secara langsung.اَوْ يَكُوْنَ لَكَ بَيْتٌ مِّنْ زُخْرُفٍ اَوْ تَرْقٰى فِى السَّمَاۤءِ ۗوَلَنْ نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتّٰى تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتٰبًا نَّقْرَؤُهٗۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّيْ هَلْ كُنْتُ اِلَّا بَشَرًا رَّسُوْلًا
Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca." Katakanlah:"Maha suci Rabbku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul."
Tafsir Al-Muyassar
Atau kamu mempunyai rumah dari emas, atau kamu naik pada tangga-tangga menuju langit, dan kiami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu kembali dengan membawa kitab dari Allah yang terbuka yang bisa kami baca padanya bahwa engkau benar-benar utusan Allah. Katakanlah, wahai Rasul, karena heran dengan tuntutan orang-orang kafir itu : Mahasuci Rabbku!! Bukankah aku ini hanyalah salah seorang hamba-Nya yang menyampaikan risalah-Nya? Maka bagaimana mungkin aku sanggup memenuhi tuntutan kalian??وَمَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰٓى اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَبَعَثَ اللّٰهُ بَشَرًا رَّسُوْلًا
Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka:"Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?"
Tafsir Al-Muyassar
Tidakkah yang menghalangi orang-orang kafir dari beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta menaati keduanya, ketika telah datang kepada mereka penjelasan yang cukup dari sisi Allah, melainkan kata-kata mereka, karena kejahilan dan pengingkaran : Apakah Allah telah mengutus seorang Rasul dari jenis manusia?قُلْ لَّوْ كَانَ فِى الْاَرْضِ مَلٰۤىِٕكَةٌ يَّمْشُوْنَ مُطْمَىِٕنِّيْنَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَلَكًا رَّسُوْلًا
Katakanlah:"Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, sebagai bantahan terhadap orang-orang musyrik yang mengingkari Rasul itu dari jenis manusia : Seandainya di bumi ada malaikat-malaikat yang berjalan di permukaannya dengan tenang, niscaya Kami telah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari jenis mereka. Tetapi penduduk bumi adalah manusia, dan Rasul yang diutus kepada mereka sudah sepatutnya dari jenis mereka, agar mereka bisa berbincang-bincang dengannya dan memahami perkataannya.قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا
Katakanlah:"Cukuplah aku menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah kepada mereka : Cukuplah Allah sebagai saksi antara aku dengan kalian atas kebenaranku dan kebenaran kenabianku. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui ihwal para hamba-Nya, lagi Maha Melihat perbuatan mereka, dan Dia akan membalas mereka atas perbuatan tersebut.وَمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِهٖۗ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ عُمْيًا وَّبُكْمًا وَّصُمًّاۗ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنٰهُمْ سَعِيْرًا
Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam. Tiap-tiap kali nyala api jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang ditunjukkan Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, lalu ditelantarkan dan diserahkan-Nya kepada diri-Nya, maka tiada yantg dapat memberinya petunjuk selain Allah. Orang-orang yang sesat itu akan dibangkitkan Allah pada Hari Kiamat, dan dikumpulkan dengan diseret pada muka mereka dalam keadaan tidak bisa melihat, tidak bisa bicara, dan tidak bisa mendengar. Tempat kembali mereka adalah ke Neraka Jahanam yang menyala-nyala. Setiapkali nyalanya tenang dan apinya padam, maka Kami tambahkan kepada mereka api yang menyala-nyala.ذٰلِكَ جَزَاۤؤُهُمْ بِاَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا وَقَالُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا
Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata:"Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru."
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang telah diterangkan ini adalah hukuman bagi orang-orang musyrik; dikarenakan mereka kafir kepada ayat-ayat dan keterangan-keterangan Allah, mendustakan rasul-rasul-Nya yang menyeru mereka supaya beribadah kepada-Nya, dan perkataan mereka sebagai bentuk pengingkaran (ketika mereka diperintahkan agar mempercayai kebangkitan) : Apakah apabila kami telah mati, dan kami telah menjadi tulang belulang yang rusak dan bagian-bagian yang hancur, kami akan dibangkitkan setelah itu sebagai ciptaan yang baru?اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ قَادِرٌ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ اَجَلًا لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ فَاَبَى الظّٰلِمُوْنَ اِلَّا كُفُوْرًا
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang musyrik itu lalai, lalu mereka tidak memperhatikan dan tidak mengetahui bahwa Allah yang telah menciptakan langit dan bumi berikut makhluk-makhluk yang ada di dalamnya dengan tanpa contoh sebelumnya, kuasa menciptakan yang semisal dengan mereka setelah kebinasaan mereka?? Allah menetapkan bagi orang-orang musyrik itu waktu tertentu untuk kematian dan adzab mereka, yang tidak diragukan lagi bahwa itu akan datang kepada mereka. Kendatipun kebenaran dan bukti-buktinya sudah jelas, namun orang-orang kafir itu menolak kecuali mengingkari agama Allah.قُلْ لَّوْ اَنْتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَاۤىِٕنَ رَحْمَةِ رَبِّيْٓ اِذًا لَّاَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِنْفَاقِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ قَتُوْرًا
Katakanlah:"Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Rabbku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya." Dan adalah manusia itu sangat kikir.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik : Seandainya kalian memiliki perbendaharaan rahmat Rabbku yang tidak akan habis, niscaya kalian bakhil dengannya, lalu kalian tidak memberikannya kepada selain kalian karena takut habis sehingga kalian menjadi fakir. Dan watak manusia itu sangat bakhil dengan apa yang ada di tangannya, kecuali siapa yang dilindungi Allah dengan keimanan.وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسٰى تِسْعَ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ فَسْئَلْ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِذْ جَاۤءَهُمْ فَقَالَ لَهٗ فِرْعَوْنُ اِنِّيْ لَاَظُنُّكَ يٰمُوْسٰى مَسْحُوْرًا
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Firaun berkata kepadanya:"Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Sembilan mukjizat nyata yang membuktikan kebenaran kenabiannya, yaitu : tongkat, tangan (yang bercahaya putih), tahun-tahun kekeringan, berkurangnya hasil tanaman, banjir, belalang, kutu, katak dan darah. Bertanyalah, wahai Rasul, kepada orang-orang Yahudi dengan pertanyaan untuk meminta pengakuan, ketika Musa datang kepada para pendahulu mereka dengan membawa mukijzat-mukjizat-Nya yang jelas, lalu Fir`aun berkata kepada Musa : Sesungguhnya aku menyangkamu, hai Musa, sebagai penyiir, yang tertipu lagi terkalahkan akalmu, karena perbuatan-perbuatan aneh yang kamu lakukan.قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَآ اَنْزَلَ هٰٓؤُلَاۤءِ اِلَّا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ بَصَاۤىِٕرَۚ وَاِنِّيْ لَاَظُنُّكَ يٰفِرْعَوْنُ مَثْبُوْرًا
Musa menjawab:"Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata: dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Firaun, seorang yang akan binasa.
Tafsir Al-Muyassar
Musa membantahnya : Sesungguhnya kamu telah yakin, hai Firaun, bahwa tiada yang menurunkan sembilan mukjizat yang membuktikan kebenaran kenabianku itu, kecuali Rabb langit dan bumi; agar hal itu menjadi bukti-bukti yang bisa dijadikan sebagai argument oleh orang-orang yang berakal atas keesaan Allah dalam rububiyyah dan ulihiyyah-Nya. Sesungguhnya, aku benar-benar yakin bahwa kamu, hai Firaun, adalah seorang yang binasa, terlaknat, lagi terkalahkan.فَاَرَادَ اَنْ يَّسْتَفِزَّهُمْ مِّنَ الْاَرْضِ فَاَغْرَقْنٰهُ وَمَنْ مَّعَهٗ جَمِيْعًاۙ
Kemudian (Firaun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Firaun) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya,
Tafsir Al-Muyassar
Lalu Fir`aun bermaksud mengganggu Musa dan mengusirnya bersama Bani Israil dari negeri Mesir, maka Kami tenggelamkan dia bersama pasukan yang menyertainya di lautan sebagai hukuman bagi mereka.وَّقُلْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ لِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اسْكُنُوا الْاَرْضَ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيْفًاۗ
dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil:"Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu)."
Tafsir Al-Muyassar
Bani Israil : Berdiamlah di bumi Syam. Apabila tiba Hari Kiamat, maka Kami akan datangkan kalian semua dari kubur kalian ke tempat penghisaban.وَبِالْحَقِّ اَنْزَلْنٰهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَۗ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۘ
Dan Kami turunkan (al-Quran itu dengan sebenar-benarnya dan al-Quran telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
Tafsir Al-Muyassar
Dengan kebenaranlah Kami turunkan al-Qur`an ini kepada Muhammad saw, untuk memerintah dan melarang para hamba, menjanjikan pahala dan siksa kepada mereka. Dan demikian pula, al-Quran turun dengan benar, adil, dan terjaga dari penyelewengan dan perubahan. Kami tidak mengutusmu, wahai Rasul, melainkan sebagai pembawa berita gembira dengan surga dan pemberi peringatan dengan neraka terhadap siapa yang durhaka dan kafir.وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا
Dan al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.
Tafsir Al-Muyassar
Kami turunkan kepadamu, wahai Rasul, al-Quran yang Kami jelaskan, Kami tetapkan, dan Kami uraikan, untuk membedakan antara petunjuk dengan kesesatan, kebenaran dengan kebatilan; agar kamu membacakannya kepada manusia dengan perlahan-lahan. Kami menurunkannya secara berangsur-angsur, sedikit demi sedikit, sesuai peristiwa dan tuntutan keadaan.قُلْ اٰمِنُوْا بِهٖٓ اَوْ لَا تُؤْمِنُوْاۗ اِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهٖٓ اِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ سُجَّدًاۙ
Katakanlah:"Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orag-orang yang mendustakan itu : Berimanlah kepada al-Quran atau janganlah beriman; karena keimanan kalian tidak menambah kesempurnaaannya, dan pendustaan kalian tidak membuatnya berkurang kesempurnaannya. Sesungguhnya para ulama yang diberi kitab-kitab terdahulu sebelum al-Quran, dan mereka mengetahui hakikat wahyu, apabila al-Quran dibacakan kepada mereka, maka mereka khusyu lalu bersujud dengan wajah mereka, karena mengagungkan Allah dan bersyukur kepada-Nya.وَّيَقُوْلُوْنَ سُبْحٰنَ رَبِّنَآ اِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُوْلًا
dan mereka berkata:"Maha suci Rabb kami; sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi."
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang diberi ilmu itu mengatakan, ketika mendengar al-Quran : Mahasuci Rabb kami dan Dia terbebas dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang musyrik kepada-Nya. Janji Allah berupa pahala dan siksa tidak lain pasti akan terjadi.وَيَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka bersujud dengan wajah mereka sambil menangis karena terkesan dengan pesan-pesan al-Quran, dan menyimak al-Quran berikut pesan-pesannya membuat mereka semakin tunduk kepada perintah Allah dan keagungan kekuasaan-Nya.قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا
Katakanlah:"Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik kaummu yang mengingkari doa yang kamu panjatkan, dengan mengucapkan, ya Allah, ya Rahman. Berdoalah kepada Allah, atau berdoalah kepada ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja dari nama-nama-Nya yang kalian seru, maka sesungguhnya kalian berseru kepada satu Rabb : karena semua nama-Nya adalah husna (mahaindah). Jangan mengeraskan bacaan dalam shalatmu, sehingga orang-orang musyrik mendengarnya, dan janganlah pula merendahkannya, sehingga para sahabatmu tidak mendengarnya. Hendaklah kamu bersikap pertengahan antara jahar (keras) dan berbisik.وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا
Dan katakanlah:"Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempuyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebenar-benarnya."

