بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Sanjungan kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya di mana seluruhnya adalah sifat-sifat kesempurnaan, dan dengan nikmat-nikmat-Nya, lahir dan batin, diniah dan duniawiyah, Pencipta langit dan bumi dan Pembuat keduanya tanpa contoh sebelumnya. Dzat yang menjadikan para malaikat sebagai utusan-utusan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan pada apa yang Dia kehendaki dari perintah dan larangan-Nya. Di antara keagungan kuasa Allah adalah bahwa Dia menjadikan malaikat memiliki sayap-sayap, dua-dua, tiga-tiga dan empat-empat untuk terbang menyampaikan apa yang Allah tugaskan kepadanya. Dan Allah menambahkan apa yang Dia kehendaki pada penciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu yang sulit bagi-Nya.مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۚوَمَا يُمْسِكْۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Apa yang Allah buka untuk manusia berupa rizki, hujan, kesehatan, ilmu dan nikmat-nikmat lainnya, tidak seorang pun yang kuasa untuk menahan rahmat tersebut. Sedangkan apa yang Allah tahan darinya, maka tidak ada seorang pun yang mampu melepaskannya sesudah-Nya. Allah Mahaperkasa yang mengalahkan segala sesuatu, Maha Bijaksana yang mengirimkan rahmat dan menahannya sejalan dengan hikmah-Nya.يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْۗ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللّٰهِ يَرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۖ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ
Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan dari bumi Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
Tafsir Al-Muyassar
Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepada kalian dengan hati, lisan dan anggota badan kalian. Tidak ada Khalik (pencipta) bagi kalian selain Allah yang memberi rizki kepada kalian dari langit dengan hujan, dan dari bumi dengan air, barang tambang dan lainnya. Tidak ada Illah yang haq selain Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya. Lantas bagaimana kalian bisa dipalingkan dari tauhid dan ibadah kepada-Nya?وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan), maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.
Tafsir Al-Muyassar
Bila kaummu mendustakanmu (wahai Rasul), maka sungguh para Rasul sebelummu juga telah didustakan. Segala perkara akan kembali kepada Allah di akhirat, lalu Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan haknya. Ini mengandung hiburan kepada Rasulullah.يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai manusia, sesungguhnya janji kebangkitan, pahala dan hukuman dari Allah adalah haq yang pasti terjadi. Janganlah kalian tertipu oleh kehidupan dunia dengan hawa nafsu dan tuntutannya, serta jangan sampai setan menipu kalian dari Allah.اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِۗ
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya setan adalah musuh bagi Bani Adam, maka jadikanlah dia sebagai musuh dan jangan menaatinya. Karena dia hanya mengajak orang-orang yang mengikutinya kepada kesesatan, sehingga mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.اَلَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ەۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang mengingkari bahwa hanya Allah Illah yang haq, dan mengingkari apa yang dibawa oleh para Rasul-Nya. Maka bagi mereka adzab yang keras di akhirat. Dan orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, serta mengamalkan amal-amal shalih, mereka mendapatkan maaf dari Rabb mereka. Dia menghapus kesalahan-kesalahan mereka setelah menutupinya atas mereka. Dan juga mendapatkan pahala yang besar, yaitu surga.اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًاۗ فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَصْنَعُوْنَ
Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu ia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang yang amal-amal buruknya berupa kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah, kekufuran, penyembahan kepada Illah-Illah lain dan berhala-berhala selain Allah diperindah oleh setan sehingga dia melihatnya bagus adalah seperti orang yang diberi petunjuk oleh Allah, sehingga dia melihat yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk?? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah mencelakakan dirimu sendiri karena sedih terhadap kekufuran orang-orang yang tersesat itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui keburukan-keburukan mereka dan akan membalas karenanya dengan balasan paling buruk.وَاللّٰهُ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَسُقْنٰهُ اِلٰى بَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَحْيَيْنَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ كَذٰلِكَ النُّشُوْرُ
Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianklah kebangkitan itu.
Tafsir Al-Muyassar
Allah mengirimkan angin sehingga angin itu menggerakkan awan, lalu Kami menumpahkannya ke tanah yang gersang. Air hujan turun kepadanya lalu dengannya Kami menghidupkan bumi setelah sebelumnya kering sehingga sekarang ia menghijau karena tumbuh-tumbuhan. Seperti penghidupan bumi inilah Allah menghidupkan orang-orang mati pada Hari Kiamat.مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًاۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ ۗوَالَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۗوَمَكْرُ اُولٰۤىِٕكَ هُوَ يَبُوْرُ
Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa mencari kemuliaan di dunia atau di akhirat, maka hendaknya dia mencarinya dari Allah, dan ia tidak akan diperoleh kecuali dengan menaati-Nya, karena seluruh kemuliaan adalah milik Allah. Barangsiapa yang merasa mulia dengan makhluk, maka Allah akan merendahkannya, barangsiapa merasa mulia dengan Khalik maka Allah akan memuliakannya. Hanya kepada-Nya dzikir kepada-Nya naik, sedangkan amal shalih mengangkatnya. Dan orang-orang yang melakukan keburukan-keburukan mendapatkan siksa yang keras, dan maker orang-orang itu akan lenyap sia-sia dan rusak, tidak berguna apa pun bagi mereka.وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ اَزْوَاجًاۗ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖۗ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan pengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
Tafsir Al-Muyassar
Allah menciptakan bapak kalian Adam dari tanah, kemudian menjadikan keturunannya dari air yang hina, kemudian Dia menjadikan kalian laki-laki dan perempuan. Seorang wanita tidak akan hamil dan tidak akan melahirkan kecuali dengan ilmu-Nya. Seseorang juga tidak dipanjangkan umurnya, dan seseorang tidak dipendekkan umurnya kecuali telah termaktub dalam Kitab di sisi Allah, yaitu Luhul Mahfuzh sebelum ibunya mengandung dan melahirkannya. Allah telah mencatat semua itu, dan Dia juga mengetahui sebelum menciptakannya, apa yang telah ditulis dengannya tidak bertambah dan tidak berkurang. Sesungguhnya penciptaan kalian, ilmu tentang keadaan kalian dan penulisannya di Lauhul Mahfuzh, semuanya adalah mudah bagi Allah.وَمَا يَسْتَوِى الْبَحْرٰنِۖ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَاۤىِٕغٌ شَرَابُهٗ وَهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۗ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُوْنَ لَحْمًا طَرِيًّا وَّتَسْتَخْرِجُوْنَ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَا ۚوَتَرَى الْفُلْكَ فِيْهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.
Tafsir Al-Muyassar
Dua laut tidak sama, ini tawar dan sangat tawar, mudah melewati kerongkongan dan bisa menghilangkan dahaga, sedangkan yang itu sangat asin. Dan dari keduanya kalian makan ikan segar yang lezat. Kalian juga mengeluarkan perhiasan, yaitu mutiara dan batu marjan yang kalian gunakan. Kalian telah melihat bahtera-bahtera membelah air, agar kalian bisa mencari karunia Allah melalui perniagaan dan lainnya. Hal itu mengandung petunjuk bagi kuasa Allah dan keesaan-Nya dan agar kalian bisa bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang Dia berikan kepada kalian.يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِۚ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُۗ وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ مَا يَمْلِكُوْنَ مِنْ قِطْمِيْرٍۗ
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Rabb-mu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
Tafsir Al-Muyassar
Allah memasukkan sebagian waktu malam ke dalam siang, sehingga siang bertambah sesuai dengan kadar berkurangnya malam. Allah juga memasukkan sebagian waktu siang ke dalam malam, sehingga malam bertambah sesuai dengan kadar berkurangnya siang. Allah menundukkan matahari dan rembulan, keduanya berjalan untuk waktu yang telah ditetapkan. Yang melaukan ini adalah Allah, Rabb kalian, bagi-Nya seluruh kerajaan. Dan orang-orang yang kalian sembah selain Allah tidak memiliki walau qithmir, yaitu kulit tipis putih antara daging kurma dengan bijinya.اِنْ تَدْعُوْهُمْ لَا يَسْمَعُوْا دُعَاۤءَكُمْۚ وَلَوْ سَمِعُوْا مَا اسْتَجَابُوْا لَكُمْۗ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُوْنَ بِشِرْكِكُمْۗ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيْرٍ
Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada menmendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Bila kalian (wahai manusia) memanggil sesembahan-sesembahan tersebut selain Allah, mereka tidak mendengar panggilan kalian. Dan kalaupun diasumsikan mereka mendengar maka mereka tetap tidak mampu menjawab kalian. Di Hari Kiamat sesembahan-sesembahan tersebut berlepas diri dari kalian, tiada yang mengabarkan kepadamu (wahai Rasul) yang lebih benar daripada Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai manusia, kalian membutuhkan Allah dalam segala sesuatu, kalian tidak bisa terlepas dari memerlukan-Nya sekejap pun, sebaliknya Allah Mahakaya sehingga Dia tidak membutuhkan manusia dan tidak memerlukan apapun dari makhluk-Nya. Dia Maha Terpuji pada Dzat, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, Maha Terpuji atas nikmat-nikmat-Nya, karena segala nikmat yang diterima manusia adalah dari-Nya. Bagi-Nya segala puji dan syukur dalam segala keadaan.اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍۚ
Jika Dia mengendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).
Tafsir Al-Muyassar
Bila Allah berkehendak maka Dia membinasakan kalian dan Dia akan mendatangkan kaum yang lain yang menaati-Nya dan menyembah-Nya semata.وَمَا ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ بِعَزِيْزٍ
Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Pembinasaan kalian dan penggantian dengan makhluk yang lain oleh Allah bukanlah sesuatu yang mustahil, sebaliknya ia sangatlah mudah bagi Allah.وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗوَاِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ اِلٰى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَّلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰىۗ اِنَّمَا تُنْذِرُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ ۗوَمَنْ تَزَكّٰى فَاِنَّمَا يَتَزَكّٰى لِنَفْسِهٖ ۗوَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Rabb-nya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri.Dan kepada Allah-lah kembali(mu).
Tafsir Al-Muyassar
Jiwa pelaku dosa tidak memikul dosa jiwa yang lain. Bila sebuah jiwa yang berat memikul dosa-dosanya bertanya tentang siapa yang berkenan untuk memikul sebagian dosanya niscaya ia tidak akan menemukannya, sekalipun yang diminta adalah kerabatnya, baik ayah atau saudara atau lainnya. dan engkau (wahai Rasul) hanya memperingatkan orang-orang yang takut kepada adzab Rabb mereka di belakangnya, menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya. Barangsiapa yang membersihkan dirinya dari syirik dan kemaksiatan, maka dia hanya membersihkan untuk dirinya sendiri. Hanya kepada Allah tempat kembali seluruh makhluk, lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.وَمَا يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُۙ
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak sama, orang yang buta terhadap agama Allah dengan orang yang bisa melihat jalan kebenaran dan mengikutinya.وَلَا الظُّلُمٰتُ وَلَا النُّوْرُۙ
dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak sama pula kegelapan-kegelapan kekufuran dengan cahaya iman,وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُوْرُۚ
dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas.
Tafsir Al-Muyassar
Naungan dengan angin yang panas.وَمَا يَسْتَوِى الْاَحْيَاۤءُ وَلَا الْاَمْوَاتُۗ اِنَّ اللّٰهَ يُسْمِعُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَمَآ اَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَّنْ فِى الْقُبُوْرِ
dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalamn kubur dapat mendengar.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak sama orang-orang yang hatinya hidup dengan iman dengan orang-orang yang hatinya mati karena kekufuran. Sesungguhnya Allah mampu memperdengarkan dengan pendengaran kepahaman dan menerima bagi siapa yang Dia kehendaki. Engkau (wahai Rasul) tidak bisa memperdengarkan siapa yang ada dalam kubur. Sebagaimana engkau tidak kuasa memperdengarkan orang-orang mati dalam kubur mereka, engkau juga tidak kuasa untuk memperdengarkan orang-orang kafir tersebut karena hati mereka telah mati.اِنْ اَنْتَ اِلَّا نَذِيْرٌ
Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.
Tafsir Al-Muyassar
Engkau hanyalah pemberi peringatan bagi mereka dari hukuman dan adzab Allah.اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا ۗوَاِنْ مِّنْ اُمَّةٍ اِلَّا خَلَا فِيْهَا نَذِيْرٌ
Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami mengutusmu dengan kebenaran, yaitu iman kepada Allah dan syariat-syariat agama, penyampai berita gembira dengan surga bagi siapa yang membenarkanmu dan mengamalkan petunjukmu serta sebagai penyampai peringatan kepada siapa yang mendustakanmu dan mendurhakaimu dengan api neraka. Tidak ada satu umat dari umat-umat yang ada kecuali ia telah didatangi oleh Rasul yang memperingatkan akibat dari kekufuran dan kesesatannya.وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚجَاۤءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتٰبِ الْمُنِيْرِ
Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya); kepada mereka telah datang rasul-rasul-Nya dengan membawa mujizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberikan penjelasan yang sempurna.
Tafsir Al-Muyassar
Bila orang-orang musyrikin itu mendustakanmu, maka sungguh orang-orang sebelum mereka telah mendustakan utusan-utusan mereka yang datang kepada mereka dengan membawa mukijzat-mukjizat yang nyata yang menunjukkan kenabian mereka. Para utusan itu juga datang membawa kitab-kitab yang mengumpulkan hukum-hukum dalam jumlah besar, mendatangkan kitab yang terang yang menjelaskan jalan kebaikan dengan jalan keburukan.ثُمَّ اَخَذْتُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ
Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Aku menimpakan berbagai macam adzab kepada orang-orang kafir. Maka perhatikanlah bagaimana pengingkaran-Ku terhadap perbuatan mereka dan turunnya hukuman-Ku atas mereka?اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ ثَمَرٰتٍ مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهَا ۗوَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ ۢبِيْضٌ وَّحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهَا وَغَرَابِيْبُ سُوْدٌ
Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dari hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu tidak melihat bahwa Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Kami menyiramkannya ke pohon-pohon di bumi, sehingga Kami mengeluarkan dari pohon-pohon itu buah-buahan yang bermacam-macam warnanya, ada yang merah, ada yang hitam, ada yang kuning dan ada yang lain?? Dan Kami menciptakan gunung dengan keanekaragamannya, ada yang putih dan ada yang merah, dengan berbagai macam warna, dan Kami menciptakan gunung dengan batunya yang sangat hitam.وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَاۤبِّ وَالْاَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ كَذٰلِكَۗ اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami juga menciptakan manusia, hewan-hewan, unta, sapi dan kambing dengan warna yang berbeda-beda pula. Ada yang merah, putih, hitam dan ada yang lainnya, seperti perbedaan warna buah-buahan dan gunung. Sesungguhnya yang takut kepada Allah dan membentengi diri dari adzab Allah dengan menaati-Nya dan menjauhi larangan-Nya adalah para ulama, orang-orang yang mengetahui-Nya, mengetahui sifat-sifat-Nya, syariat-Nya dan kuasa-Nya atas segala sesuatu. Di antaranya adalah perbedaan makhluk-makhluk ini sekalipun penciptanya adalah satu, dan mereka merenungkan nasihat-nasihat dan pelajaran-pelajaran yang ada padanya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahakuat yang tidak terkalahkan, Maha Pengampun membalas pahala kepada orang-orang yang menaati-Nya dan memaafkan mereka.اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang membaca al-Quran dan mengamalkannya, menjaga shalat pada waktunya, menafkahkan dari apa yang Kami rizkikan kepada mereka dengan berbagai bentuk nafkah, baik yang wajib, maupun yang dianjurkan, secara rahasia dan terang-terangan. Mereka itu mengharapkan dengan itu sebuah perniagaan yang tidak merugi dan tidak binasa, yaitu ridha Allah kepada mereka, keberuntungan meraih pahala-Nya yang agung,لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Tafsir Al-Muyassar
Agar Allah memberikan pahala amal kebaikan mereka secara sempurna tanpa dikurangi, dan melipatgandakan kebaikan-kebaikan dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap keburukan-keburukan mereka, Mahasyukur terhadap kebaikan-kebaikan mereka dan memberi mereka balasan yang besar.وَالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِۗ اِنَّ اللّٰهَ بِعِبَادِهٖ لَخَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al-Kitab (Al-Quran) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan al-Quran yang Kami turunkan kepadamu (wahai Rasul) adalah haq yang membenarkan kitab-kitab yang Allah turunkan kepada utusan-utusan-Nya sebelummu. Sesungguhnya Allah Maha Mengenal segala urusan hamba-hamba-Nya, Maha Melihat amal perbuatan mereka dan akan membalas mereka karenanya.ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَاۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚوَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ ۚوَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُۗ
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian setelah binasanya umat-umat, Kami memberikan al-Quran kepada orang-orang yang Kami pilih dari umat Muhammad. Di antara mereka ada yang menzhalimi dirinya sendiri dengan melakukan sebagian kemaksiatan. Di antara mereka ada yang pertengahan, yaitu orang yang menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan-larangan. Dan di antara mereka ada yang berlomba-lomba dalam kebaikan dengan izin Allah, yakni bersungguh-sungguh dan bersegera dalam melakukan amal-amal shalih, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Pemberian kitab dan pemilihan umat ini adalah karunia yang besar.جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّلُؤْلُؤًا ۚوَلِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ
(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.
Tafsir Al-Muyassar
Surga tempat tinggal yang langgeng bagi orang-orang yang telah Allah beri kitab. Di dalamnya mereka berhiaskan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan baju biasa mereka di surga adalah sutera, yakni baju-baju yang tipis.وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَۗ اِنَّ رَبَّنَا لَغَفُوْرٌ شَكُوْرٌۙ
Dan mereka berkata:"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka berkata saat mereka masuk surga : Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan segala kesulitan dari kami, sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun, di mana Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami, Mahasyukur di mana Dia menerima kebaikan-kebaikan dari kami dan melipatgandakannya.الَّذِيْٓ اَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهٖۚ لَا يَمَسُّنَا فِيْهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيْهَا لُغُوْبٌ
Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu."
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah yang membuat kami tinggal di surga dengan karunia-Nya, di dalamnya kami tidak merasa lelah atau capek.وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَۚ لَا يُقْضٰى عَلَيْهِمْ فَيَمُوْتُوْا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِّنْ عَذَابِهَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ كُلَّ كَفُوْرٍ
Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, bagi mereka api neraka Jahanam yang membakar. Tidak ditetapkan kematian untuk mereka sehingga mereka bisa mati lalu beristirahat dari adzab, dan siksanya juga tidak akan diringankan dari mereka. Dengan balasan seperti ini Alah membalas setiap orang yang kafir dengan kekufuran mendalam dan bersikukuh mempertahankannya.وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir itu berteriak minta tolong di Neraka Jahanam karena kerasnya adzab yang mereka terima : Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami dari Neraka Jahanam, kembalikanlah kami ke dunia, kami akan melakukan yang lain dari apa yang kami lakukan di dunia sebelum ini, lalu kami akan beriman sebagai ganti kekufuran. Maka Allah menjawab : Bukankah Kami telah menyediakan usia yang mencukupi bagi kalian . Lalu siapa yang mengambil pelajaran maka dia mengambil pelajaran, Nabi telah datang kepada kalian, sekalipun demikian kalian tetap tidak merenungkan dan mengambil pelajaran?? Maka rasakanlah siksa api neraka Jahanam. Orang-orang kafir itu tidak memiliki penolong yang bisa membantu mereka mengentaskannya dari adzab Allah.اِنَّ اللّٰهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah mengetahui segala yang ghaib di langit dan di bumi. Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada, maka waspadalah jangan sampai Allah mengetahui dadamu memendam keraguan atau kesyirikan dalam keesaan-Nya atau pada kenabian Muhammad atau kalian bermaksiat dengan selain itu.هُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ فِى الْاَرْضِۗ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهٗۗ وَلَا يَزِيْدُ الْكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ اِلَّا مَقْتًا ۚوَلَا يَزِيْدُ الْكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ اِلَّا خَسَارًا
Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Rabb-nya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.
Tafsir Al-Muyassar
Allah yang menejadikan kalian (wahai manusia), sebagian meneruskan sebagian yang lain di muka bumi. Barangsiapa di antara kalian mengingkari keesaan Allah, maka kerugian dan kekufuran atas dirinya, kekufuran orang-orang kafir di sisi Rabb mereka tidak menambah kecuali kebencian dan kemarahan, kekufuran mereka kepada Allah tidak menambah mereka kecuali kesesatan dan kebinasaan.قُلْ اَرَاَيْتُمْ شُرَكَاۤءَكُمُ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِۗ اَرُوْنِيْ مَاذَا خَلَقُوْا مِنَ الْاَرْضِ اَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِى السَّمٰوٰتِۚ اَمْ اٰتَيْنٰهُمْ كِتٰبًا فَهُمْ عَلٰى بَيِّنَتٍ مِّنْهُۚ بَلْ اِنْ يَّعِدُ الظّٰلِمُوْنَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا اِلَّا غُرُوْرًا
Katakanlah:"Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas daripadanya Sebenarnya orang-orang yang zalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin : Katakanlah kepadaku, apa yang telah dibuat oleh sekutu-sekutu kalian di bumi, atau sekutu-sekutu yang kalian sembah selain Allah itu memiliki wewenang untuk berserikat bersama Allah dalam menciptakan langit, atau Kami memberi kalian sebuah kitab sehingga dengannya mereka memiliki hujjah?? Sebaliknya, apa yang dijanjikan oleh sebagian orang-orang kafir kepada sebagian lainnya hanyalah tipu daya dan kebohongan.اِنَّ اللّٰهَ يُمْسِكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ اَنْ تَزُوْلَا ەۚ وَلَىِٕنْ زَالَتَآ اِنْ اَمْسَكَهُمَا مِنْ اَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗاِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah memegang langit dan bumi sehingga keduanya tidak lepas dari tempat masing-masing. Seandainya langit dan bumi lepas dari orbitnya, maka tidak seorang pun yang mampu memegang keduanya sesudah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dengan menunda hukuman-Nya dari orang-orang kafir dan para pendurhaka, Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dari dosanya dan kembali kepada-Nya.وَاَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ لَىِٕنْ جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ لَّيَكُوْنُنَّ اَهْدٰى مِنْ اِحْدَى الْاُمَمِۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ مَّا زَادَهُمْ اِلَّا نُفُوْرًاۙ
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran),
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir Quraisy bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang paling kuat : Bila mereka didatangi oleh seorang Rasul dari sisi Allah yang menakut-nakuti mereka dengan adzab Allah, niscaya mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang paling kuat istiqamahnya dan paling teguh mengikuti kebenaran daripada orang-orang Yahudi, Nasrani dan lainnya.Tetapi ketika Muhammad datang kepada mereka, hal itu malah semakin menambah mereka jauh dari kebenaran dan semakin membuat mereka berlari darinya.اسْتِكْبَارًا فِى الْاَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِۗ وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ ۗفَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا سُنَّتَ الْاَوَّلِيْنَۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا ەۚ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَحْوِيْلًا
karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena (rencana) mereka yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.
Tafsir Al-Muyassar
Sumpah mereka bukan dengan tujuan baik dan demi mencari kebenaran, akan tetapi ia adalah kesombongan di muka bumi atas makhluk lainnya, maksud mereka dengannya adalah makar busuk dan tipuan batil, tetapi makar busuk hanya akan menimpa pembuatnya. Bukankah yang dinanti-nantikan oleh orang-orang yang sombong pembuat makar tersebut hanyalah siksa yang telah menimpa orang-orang seperti mereka yang telah mendahului mereka. Kamu tidak akan mendapati perubahan dan pergantian pada sunnah Allah, tidak seorang pun yang mampu mengganti atau merubah adzab dari dirinya atau pada orang lain.اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَكَانُوْٓا اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۗوَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعْجِزَهٗ مِنْ شَيْءٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِۗ اِنَّهٗ كَانَ عَلِيْمًا قَدِيْرًا
Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang kafir Makkah itu tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka melihat bagaimana akibat orang-orang sebelum mereka seperti Ad, Tsamud dan orang-orang seperti mereka, kehancuran yang menimpa mereka, kebinasaan yang menimpa negeri mereka saat mereka mendustakan para Rasul. Padahal orang-orang kafir itu jauh lebih kuat dan lebih tangguh daripada orang-orang kafir Makkah?? Tidak sesuatu pun di langit dan di bumi yang bisa melemahkan Allah atau bisa luput dari-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perbuatan mereka, Mahakuasa untuk membinasakan mereka.وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِعِبَادِهٖ بَصِيْرًا
Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

