× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu -wahai Rasul- kemenangan yang nyata. Dengannya Allah memenangkan agamamu, dan menolongmu atas musuhmu. Ini adalah perjanjian Hudaibiyah yang karenanya manusia merasa aman satu sama lain, lalu lingkup dakwah kepada agama Allah menjadi luas, dan orang-orang yang ingin menghayati hakikat Islam bisa dengan leluasa untuk mengetahuinya. Dalam masa itulah manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Karena itu, Allah menamakannya dengan fathan mubinan, yakni kemenangan yang nyata.

لِّيَغْفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْۢبِكَ وَمَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۙ
supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,

Tafsir Al-Muyassar

Kami memberikan kepadamu kemenangan itu dan Kami memudahkannya untukmu, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang terkemudian, disebabkan apa yang diperoleh dari kemenangan ini berupa ketaatan-ketaatan yang banyak dan disebabkan beban-beban berat yang telah engkau emban, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dengan memenangkan agamamu dan menolongmu atas musuhmu, membimbingmu kepada jalan yang lurus berupa agama yang tidak ada kebengkokannya,
وَّيَنْصُرَكَ اللّٰهُ نَصْرًا عَزِيْزًا
dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).

Tafsir Al-Muyassar

dan menolongmu dengan pertolongan yang kuat di mana Islam tidak menjadi lemah karenanya.
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ
Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Tafsir Al-Muyassar

Dialah Allah yang telah menurunkan ketentraman dalam hati orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul Nya pada peristiwa Hudaibiyah, sehingga keyakinan menetap dan kukuh di dalamnya, supaya mereka semakin beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul Nya di samping keimanan dan ketaatan mereka yang telah ada sebelumnya Allah memiliki tentara tentara langit dan bumi, dengan merekalah dia menolong para hambanya yang beriman. Dan Allah maha mengetahui tentang kemaslahatan para hamba-Nya, lagi Maha bijaksana dalam pengaturan dan perbuatan Nya.
لِّيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عِنْدَ اللّٰهِ فَوْزًا عَظِيْمًاۙ
supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,

Tafsir Al-Muyassar

Supaya Dia memasukkan orang-orang Mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawah istana-istana dan pepohonannya, dalam keadaan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, dan menghapuskan dari mereka perbuatan buruk mereka, lalu tidak menyiksa mereka karenanya. Balasannya itu di sisi Allah adalah selamat dari segala kesusahan, dan mendapatkan segala yang diinginkan.

وَّيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَالْمُشْرِكٰتِ الظَّاۤنِّيْنَ بِاللّٰهِ ظَنَّ السَّوْءِۗ عَلَيْهِمْ دَاۤىِٕرَةُ السَّوْءِۚ وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًا
dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapatkan giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengadzab orang-orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan, dan orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun perempuan, yang berprasangka buruk kepada Allah bahwa Dia tidak akan menolong NabiNya berikut orang-orang Mukmin yang menyertainya atas musuh-musuh mereka, dan tidak akan menolong agama-Nya. Mereka akan mendapatkan giliran adzab dan segala yang menyakiti mereka, Allah murka pada mereka, mengusir mereka dari rahmatNya, dan menyediakan bagi mereka Neraka Jahanam. Dan Jahanam itulah seburuk-buruk tempat kembali mereka.

وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Kepunyaan Allahlah tentara-tentara langit dan bumi. Dengan merekalah Dia membela para hamba-Nya yang beriman. Dan Allah Mahaperkasa atas makhluk-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam mengatur urusan-urusan mereka.

اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ
Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami mengutus kamu, -wahai Rasul- sebagai saksi atas umatmu untuk menyampaikan, menjelaskan risalah yang karenanya Kami mengutusmu kepada mereka, menyampaikan berita gembira kepada siapa yang taat kepadamu dengan surga, dan memberi peringatan kepada siapa yang durhaka kepadamu dengan adzab yang disegerakan dan yang ditunda; supaya kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menolong Allah dengan menolong agama-Nya, mengagungkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

لِّتُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُعَزِّرُوْهُ وَتُوَقِّرُوْهُۗ وَتُسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbi kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

Tafsir Al-Muyassar

supaya kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menolong Allah dengan menolong agama-Nya, mengagungkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَ ۗيَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ ۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu, -wahai Nabi-, dalam perjanjian Hudaibiyah atas perkara perang, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah dan mengadakan akad bersama-Nya karena mengharapkan surga dan keridhaanNya. Tangan Allah di atas tangan mereka. Dia bersama mereka mendengar kata-kata mereka, melihat tempat mereka, dan mengetahui jiwa raga mereka. Barangsiapa melanggar janjinya, niscaya akibat buruk dari melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri. Sebaliknya, barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, yaitu bersabar ketika menghadapi musuh di jalan Allah dan membela Nabi-Nya, Muhammad saw, maka Allah akan memberinya pahala yang besar, yaitu surga. Ayat ini berisi penetapan sifat tangan bagi Allah yang selaras dengan keagungan-Nya tanpa tasybih (menyerupakan dengan makhluk-Nya) dan takyif (menanyakan hakikatnya).

سَيَقُوْلُ لَكَ الْمُخَلَّفُوْنَ مِنَ الْاَعْرَابِ شَغَلَتْنَآ اَمْوَالُنَا وَاَهْلُوْنَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚيَقُوْلُوْنَ بِاَلْسِنَتِهِمْ مَّا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلْ فَمَنْ يَّمْلِكُ لَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْئًا اِنْ اَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا اَوْ اَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۗبَلْ كَانَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami;" mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Badui yang tidak turut pergi bersamamu ke Makkah, ketika engkau mencela mereka, akan mengatakan kepadamu -wahai Nabi-, "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah kepada Rabbmu agar mengampuni kami karena ketidakturutan kami." Mereka mengucapkan demikian dengan lidah mereka, tapi tidak ada kenyataannya dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, "Siapakah yang dapat menghalang-halangi sedikit pun kehendak Allah, jika Dia menghendaki kemudaratan atau kemanfaatan bagi kalian?" Sebenarnya urusannya bukan sebagaimana yang dikira kaum munafik bahwa Allah tidak mengetahui apa yang tersembunyi dalam batin mereka berupa kemunafikan. Bahkan, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan, tidak ada sedikit pun dari perbuatan makhluk-Nya yang luput dari pengetahuan-Nya.
بَلْ ظَنَنْتُمْ اَنْ لَّنْ يَّنْقَلِبَ الرَّسُوْلُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ اِلٰٓى اَهْلِيْهِمْ اَبَدًا وَّزُيِّنَ ذٰلِكَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِۚ وَكُنْتُمْ قَوْمًاۢ بُوْرًا
Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.

Tafsir Al-Muyassar

Urusannya bukan sebagaimana yang kalian sangkakan, yaitu kalian disibukkan dengan harta dan keluarga. Tetapi kalian menyangka bahwa Rasulullah saw dan para shahabat-Nya yang menyertainya akan binasa dan tidak akan kembali kepada kalian selama-lamanya. Setan telah menjadikan kalian memandang baik hal itu dalam hatimu, dan kalian telah menyangka dengan sangkaan yang buruk bahwa Allah tidak akan menolong Nabi-Nya, Muhammad saw dan para shahabatnya atas musuh-musuh mereka. Kalian telah menjadi kaum yang binasa, yang tiada kebaikan dalam diri kalian.

وَمَنْ لَّمْ يُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ فَاِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَعِيْرًا
Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa tidak mempercayai Allah dan apa yang dibawa Rasul-Nya saw serta tidak mengerjakan syariat-Nya, maka sesungguhnya ia adalah kafir yang pantas mendapatkan adzab. Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir adzab Neraka yang bernyala-nyala.

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi berikut segala isinya. Dengan rahmatNya, Dia mengampuni dosa-dosa siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan dengan keadilan-Nya, Dia mengadzab siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat kepada-Nya lagi Maha Penyayang kepadanya.

سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْ ۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُ ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَا ۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan; "Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu;" mereka hendak merobah janji Allah. Katakanlah: "Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya;" mereka akan mengatakan: "Sebenarnya kamu dengki kepada kami." Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang (Badui) yang tidak turut serta itu akan berkata, bila kamu, -wahai Nabi-, dan para shahabatmu berangkat untuk mengambil barang rampasan Khaibar yang dijanjikan Allah kepada kalian, "Biarkanlah kami pergi bersama kalian ke Khaibar," dengan maksud untuk merubah apa yang telah dijanjikan Allah untuk kalian. Katakanlah kepada mereka, "Tidak usah kalian pergi bersama kami ke Khaibar; karena Allah telah mengatakan kepada kami sebelum kami kembali ke Madinah, "Sesungguhnya harta rampasan Khaibar diperuntukkan bagi orang-orang yang mengikuti peristiwa Hudaibiyah bersama kami." Mereka akan mengatakan, "Urusannya bukan sebagaimana yang kalian katakan, sesungguhnya Allah tidak memerintahkan demikian kepada kalian. Sebenarnya kalian melarang kami pergi bersama kalian karena kedengkian kalian, agar kami tidak mendapatkan jatah rampasan bersama kalian." Perkaranya bukan sebagaimana yang mereka kira. Bahkan, mereka tidak memahami tentang Allah, apa yang menjadi hak mereka dan apa yang menjadi kewajiban mereka dari perkara agama melainkan hanya sedikit.

قُلْ لِّلْمُخَلَّفِيْنَ مِنَ الْاَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ اِلٰى قَوْمٍ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ تُقَاتِلُوْنَهُمْ اَوْ يُسْلِمُوْنَ ۚ فَاِنْ تُطِيْعُوْا يُؤْتِكُمُ اللّٰهُ اَجْرًا حَسَنًا ۚ وَاِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِّنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tidak turut serta dalam perang, "Kalian akan diajak untuk memerangi suatu kaum yang mempunyai kekuatan yang sangat besar dalam perang, kalian memerangi mereka atau mereka menyerah dengan tanpa peperangan. Jika kalian mematuhi ajakan Allah untuk memerangi kaum tersebut, niscaya Allah akan memberikan kepada kalian pahala surga. Sebaliknya, jika kalian menolak seruan-Nya, sebagaimana yang telah kalian lakukan, ketika kalian tidak turut serta pergi bersama Rasulullah Saw ke Makkah, niscaya Dia akan mengadzab kalian dengan adzab yang pedih."

لَيْسَ عَلَى الْاَعْمٰى حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْاَعْرَجِ حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْمَرِيْضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا اَلِيْمًا
Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang-orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling niscaya akan diazabnya dengan azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Tiada dosa atas orang-orang yang buta di antara kalian, wahai manusia, dan tiada dosa atas orang-orang yang pincang atau atas orang-orang yang sakit, apabila tidak ikut berjihad bersama orang-orang Mukmin; karena mereka tidak memiliki kesanggupan. Barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawah istana-istana dan pepohonannya. Sebaliknya, barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Dia akan mengadzabnya dengan adzab yang pedih.

لَقَدْ رَضِيَ اللّٰهُ عَنِ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ يُبَايِعُوْنَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَيْهِمْ وَاَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيْبًاۙ
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang Mukmin ketika mereka membaiatmu, wahai Nabi, di bawah pohon ini adalah Baiat Ridhwan di Hudaibiyah. Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati orang-orang yang beriman, berupa keimanan, kejujuran dan kesetiaan, lalu Allah menurunkan ketentraman pada mereka, meneguhkan hati mereka, dan memberi ganti kepada mereka apa yang luput dari mereka, lewat perjanjian Hudaibiyah, dengan kemenangan yang dekat, yaitu penaklukan Khaibar,
وَّمَغَانِمَ كَثِيْرَةً يَّأْخُذُوْنَهَا ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar


dan harta rampasan yang banyak yang mereka ambil dari harta kaum Yahudi Khaibar. Dan adalah Allah Mahaperkasa dalam pembalasan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam mengatur urusan-urusan makhluk-Nya.
وَعَدَكُمُ اللّٰهُ مَغَانِمَ كَثِيْرَةً تَأْخُذُوْنَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هٰذِهٖ وَكَفَّ اَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْۚ وَلِتَكُوْنَ اٰيَةً لِّلْمُؤْمِنِيْنَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۙ
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Allah menjanjikan kepada kalian harta rampasan yang banyak yang dapat kalian ambil pada waktu-waktunya yang telah ditentukan Allah bagi kalian. Maka Dia menyegerakan untuk kalian harta rampasan Khaibar, dan Dia menahan tangan manusia dari kalian, sehingga kalian tidak mendapatkan keburukan dari apa yang disembunyikan oleh musuh kalian berupa peperangan dan pertempuran terhadap kalian, serta menahan mereka dari mengganggu orang-orang yang kalian tinggalkan di belakang kalian di Madinah. Dan agar kekalahan mereka, keselamatan kalian, dan harta rampasan kalian itu menjadi tanda yang bisa kalian petik sebagai pelajaran dan menjadi bukti bagi kalian bahwa Dia menjaga dan menolong kalian, dan Dia menunjuki kalian kepada jalan lurus yang tiada bengkok.
وَّاُخْرٰى لَمْ تَقْدِرُوْا عَلَيْهَا قَدْ اَحَاطَ اللّٰهُ بِهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرًا
Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. Dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Dan telah menjanjikan pula kepada kalian harta rampasan lainnya yang belum dapat kalian kuasai, tapi Allah swt Mahakuasa atas hal itu. Ia ada dalam pengaturan dan kekuasaan-Nya. Namun Dia telah menjanjikannya kepada kalian, dan apa yang dijanjikan-Nya pasti terjadi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya.
وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوَلَّوُا الْاَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُوْنَ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا
Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong.

Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya orang-orang kafir Quraisy di Makkah memerangi kalian, pastilah mereka kalah dari kalian dan mereka memalingkan punggung mereka dari kalian, sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang kalah dalam peperangan. Kemudian mereka tiada memperoleh dari selain Allah pelindung yang dapat melindungi mereka dari serbuan kalian, dan tidak pula penolong yang menolong mereka untuk memerangi kalian.
سُنَّةَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖوَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا
Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagai sunnatullah yang telah ditetapkan Allah bagi makhluk-Nya yang telah berlaku sejak dahulu, yaitu dengan memenangkan tentara-Nya dan mengalahkan musuh-Nya. Dan kamu -wahai Nabi- sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

وَهُوَ الَّذِيْ كَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْۢ بَعْدِ اَنْ اَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرًا
Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Dialah yang menahan tangan orang-orang musyrik dari kalian, dan menahan tangan kalian dari mereka di tengah kota Makkah sesudah kalian menguasai mereka, lalu mereka berada di bawah kekuasaan kalian. Orang-orang musyrik itulah orang-orang yang menyerang pasukan Rasulullah saw di Hudaibiyah, lalu kaum muslimin menangkap mereka, kemudian membiarkan mereka dan tidak membunuh mereka. Mereka berjumlah sekitar 80 orang. Dan Allah Maha Melihat amal-amal kalian, tidak ada satu pun yang luput dari-Nya.

هُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَصَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوْفًا اَنْ يَّبْلُغَ مَحِلَّهٗ ۚوَلَوْلَا رِجَالٌ مُّؤْمِنُوْنَ وَنِسَاۤءٌ مُّؤْمِنٰتٌ لَّمْ تَعْلَمُوْهُمْ اَنْ تَطَـُٔوْهُمْ فَتُصِيْبَكُمْ مِّنْهُمْ مَّعَرَّةٌ ۢبِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ لِيُدْخِلَ اللّٰهُ فِيْ رَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۚ لَوْ تَزَيَّلُوْا لَعَذَّبْنَا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Kaum kaflr Quraisy, merekalah orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, menghalangi kalian pada peristiwa Hudaibiyah dari masuk Masjidil Haram, dan menghalangi hewan korban (hadyu) serta menahannya sampai ke tempat penyembelihannya, yaitu al-Haram. Seandainya bukan karena kaum laki-laki Mukmin yang lemah dan perempuan-perempuan Mukminah yang ada di tengah kaum kafir tersebut di Makkah, yang menyembunyikan keimanan mereka karena mengkhawatirkan diri mereka, yang tiada kalian ketahui; karena dikhawatirkan kalian menyerang mereka dengan pasukan kalian lalu membunuh mereka sehingga kalian mendapatkan dosa, aib dan tanggungan dengan tanpa pengetahuan, tentulah Allah telah menguasakan kalian atas mereka; supaya Allah memasukkan ke dalam rahmatNya siapa yang dikehendaki-Nya, lalu Dia menganugerahkan kepada mereka keimanan setelah kekafiran. Sekiranya orang-orang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, bisa dibedakan dari orang-orang musyrik Makkah dan mereka keluar dari tengah-tengah mereka, tentulah Kami telah mengadzab orang-orang kafir dan mendustakan di antara mereka dengan adzab yang menyakitkan dan pedih.
اِذْ جَعَلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوٰى وَكَانُوْٓا اَحَقَّ بِهَا وَاَهْلَهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat taqwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan, yaitu kesombongan jahiliyah, agar mereka tidak mengakui risalah Muhammad saw di antaranya mereka menolak menuliskan dalam perjanjian Hudaibiyah lafal "bismillah ar-rahman arrahim," dan menolak menuliskan "inilah yang ditetapkan Muhammad Rasulullah." Lalu Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang Mukmin yang bersamanya, dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat "laa ilaha iIIaIIah" yang notabene adalah pokok segala ketakwaan. Rasululla saw dan orang-orang mukmin yang menyertainya itu lebih berhak dengan kalimat takwa daripada orang-orang musyrik, dan mereka juga penganut kalimat ini bukan orang-orang musyrik. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.

لَقَدْ صَدَقَ اللّٰهُ رَسُوْلَهُ الرُّءْيَا بِالْحَقِّ ۚ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ اٰمِنِيْنَۙ مُحَلِّقِيْنَ رُءُوْسَكُمْ وَمُقَصِّرِيْنَۙ لَا تَخَافُوْنَ ۗفَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوْا فَجَعَلَ مِنْ دُوْنِ ذٰلِكَ فَتْحًا قَرِيْبًا
Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesunguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah telah membuktikan kepada Rasul-Nya, Muhammad Saw tentang kebenaran mimpi yang diperlihatkan-Nya kepadanya dengan sebenarnya, yaitu sungguh kamu dan para shahabatmu akan memasuki Baitullah al-Haram dalam keadaan aman, tanpa takut terhadap orang-orang musyrik, dengan mencukur habis rambut kepala kalian dan memendekkannya. Allah mengetahui kebaikan dan kemaslahatan dalam hal kepulangan kalian dari Makkah pada tahun kalian itu (tahun Hudaibiyah) dan masuknya kalian ke dalamnya setelahnya-apa yang tiada kalian ketahui. Dia memberikan sebelum kalian memasuki Makkah yang dijanjikan kepada kalian, kemenangan yang dekat, yaitu perjanjian Hudaibiyah dan penaklukan Khaibar.

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya, Muhammad saw dengan membawa keterangan yang jelas dan agama Islam, agar Dia memenangkannya terhadap semua agama. Dan cukuplah bagimu, wahai Rasul, Allah sebagai saksi bahwa Dia menolongmu dan memenangkan agamamu atas semua agama.

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًاۙ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِۗ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِۙ وَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti benih mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya yang mengikuti agamanya adalah sangat keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang dengan sesama mereka. Engkau lihat mereka ruku` dan sujud karena Allah dalam shalat mereka, seraya berharap Rabb mereka memberi karunia kepada mereka, lalu memasukkan mereka ke dalam surga dan meridhai mereka. Tanda ketaatan mereka kepada Allah tampak pada wajah mereka dari bekas sujud dan ibadah. Demikianlah sifat mereka dalam Taurat. Sedangkan sifat mereka dalam Injil, ialah seperti sifat tanaman yang mengeluarkan batang dan dahannya, kemudian dahan-dahannya menjadi banyak setelah itu dan tanaman itu jadi kuat, lalu ia menjadi kuat dan tegak lurus di atas pokoknya dalam keadaan enak dipandang, yang menyenangkan hati penanam-penanamnya; karena Allah bermaksud menjengkelkan hati orang-orang kafir, dengan banyaknya orang-orang Mukmin dan penampilan mereka yang menawan. Di dalamnya terdapat dalil atas kekafiran orang yang membenci para sahabat; karena orang yang dijadikan jengkel oleh Allah lewat para shahabat, berarti dalam dirinya terdapat sesuatu yang menyebabkan dimurkai, yaitu kekafiran. Allah menjanjikan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang Dia larang kepada mereka, ampunan bagi dosa-dosa mereka dan pahala yang banyak yang tiada putus-putusnya, yaitu surga. Janji Allah itu pasti benar tidak akan diselisihi. Semua orang yang mengikuti jejak para shahabat. maka ia seidentik dengan mereka dalam hal berhak mendapatkan ampunan dan pahala yang besar. Namun para sahabat ra memiliki keutamaan, sabq (lebih dahulu beriman), dan kesempurnaan yang tidak akan pernah bisa disamai oleh seorang pun dari umat ini. Semoga Allah meridhai mereka dan menjadikan mereka ridha.