× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالنَّجْمِ اِذَا هَوٰىۙ
Demi bintang ketika terbenam,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan bintang ketika terbenam, Muhammad saw tidak menyimpang dari jalan petunjuk dan kebenaran, serta tidak keluar dari jalan yang lurus. Bahkan ia berada dalam puncak istiqamah, kelurusan dan kebenaran. Ucapannya bukanlah keluar dari hawa nafsunya. Al-Quran dan Sunnah itu tiada lain hanyalah wahyu dari Allah kepada Nabi-Nya, Muhammad Saw.

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰىۚ
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan bintang ketika terbenam, Muhammad saw tidak menyimpang dari jalan petunjuk dan kebenaran, serta tidak keluar dari jalan yang lurus. Bahkan ia berada dalam puncak istiqamah, kelurusan dan kebenaran. Ucapannya bukanlah keluar dari hawa nafsunya. Al-Quran dan Sunnah itu tiada lain hanyalah wahyu dari Allah kepada Nabi-Nya, Muhammad Saw.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى
dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan bintang ketika terbenam, Muhammad saw tidak menyimpang dari jalan petunjuk dan kebenaran, serta tidak keluar dari jalan yang lurus. Bahkan ia berada dalam puncak istiqamah, kelurusan dan kebenaran. Ucapannya bukanlah keluar dari hawa nafsunya. Al-Quran dan Sunnah itu tiada lain hanyalah wahyu dari Allah kepada Nabi-Nya, Muhammad Saw.

اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan bintang ketika terbenam, Muhammad saw tidak menyimpang dari jalan petunjuk dan kebenaran, serta tidak keluar dari jalan yang lurus. Bahkan ia berada dalam puncak istiqamah, kelurusan dan kebenaran. Ucapannya bukanlah keluar dari hawa nafsunya. Al-Quran dan Sunnah itu tiada lain hanyalah wahyu dari Allah kepada Nabi-Nya, Muhammad Saw.

عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,

Tafsir Al-Muyassar

Yang mengajarkan Muhammad saw adalah malaikat yang sangat kuat, memiliki penampilan yang bagus, yaitu Jibril yang menampakkan diri dengan rupa aslinya kepada Rasul saw di ufuk yang tinggi, yaitu ufuk matahari ketika terbitnya. Kemudian Jibril mendekat kepada Rasul Saw lalu bertambah dekat lagi. Kedekatannya sejarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya, Muhammad saw lewat perantaraan Jibril. Hati Muhammad Saw tidak mendustakan apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya.

ذُوْ مِرَّةٍۗ فَاسْتَوٰىۙ
Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.

Tafsir Al-Muyassar

Yang mengajarkan Muhammad saw adalah malaikat yang sangat kuat, memiliki penampilan yang bagus, yaitu Jibril yang menampakkan diri dengan rupa aslinya kepada Rasul saw di ufuk yang tinggi, yaitu ufuk matahari ketika terbitnya. Kemudian Jibril mendekat kepada Rasul Saw lalu bertambah dekat lagi. Kedekatannya sejarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya, Muhammad saw lewat perantaraan Jibril. Hati Muhammad Saw tidak mendustakan apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya.
وَهُوَ بِالْاُفُقِ الْاَعْلٰىۗ
sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

Tafsir Al-Muyassar

Yang mengajarkan Muhammad saw adalah malaikat yang sangat kuat, memiliki penampilan yang bagus, yaitu Jibril yang menampakkan diri dengan rupa aslinya kepada Rasul saw di ufuk yang tinggi, yaitu ufuk matahari ketika terbitnya. Kemudian Jibril mendekat kepada Rasul Saw lalu bertambah dekat lagi. Kedekatannya sejarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya, Muhammad saw lewat perantaraan Jibril. Hati Muhammad Saw tidak mendustakan apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya.
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi,

Tafsir Al-Muyassar

Yang mengajarkan Muhammad saw adalah malaikat yang sangat kuat, memiliki penampilan yang bagus, yaitu Jibril yang menampakkan diri dengan rupa aslinya kepada Rasul saw di ufuk yang tinggi, yaitu ufuk matahari ketika terbitnya. Kemudian Jibril mendekat kepada Rasul Saw lalu bertambah dekat lagi. Kedekatannya sejarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya, Muhammad saw lewat perantaraan Jibril. Hati Muhammad Saw tidak mendustakan apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya.
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ اَوْ اَدْنٰىۚ
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).

Tafsir Al-Muyassar

Yang mengajarkan Muhammad saw adalah malaikat yang sangat kuat, memiliki penampilan yang bagus, yaitu Jibril yang menampakkan diri dengan rupa aslinya kepada Rasul saw di ufuk yang tinggi, yaitu ufuk matahari ketika terbitnya. Kemudian Jibril mendekat kepada Rasul Saw lalu bertambah dekat lagi. Kedekatannya sejarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya, Muhammad saw lewat perantaraan Jibril. Hati Muhammad Saw tidak mendustakan apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya.
فَاَوْحٰىٓ اِلٰى عَبْدِهٖ مَآ اَوْحٰىۗ
Lalu dia menyampaikan kepada hambanya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.

Tafsir Al-Muyassar

Yang mengajarkan Muhammad saw adalah malaikat yang sangat kuat, memiliki penampilan yang bagus, yaitu Jibril yang menampakkan diri dengan rupa aslinya kepada Rasul saw di ufuk yang tinggi, yaitu ufuk matahari ketika terbitnya. Kemudian Jibril mendekat kepada Rasul Saw lalu bertambah dekat lagi. Kedekatannya sejarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya, Muhammad saw lewat perantaraan Jibril. Hati Muhammad Saw tidak mendustakan apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya.
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

Tafsir Al-Muyassar

Yang mengajarkan Muhammad saw adalah malaikat yang sangat kuat, memiliki penampilan yang bagus, yaitu Jibril yang menampakkan diri dengan rupa aslinya kepada Rasul saw di ufuk yang tinggi, yaitu ufuk matahari ketika terbitnya. Kemudian Jibril mendekat kepada Rasul Saw lalu bertambah dekat lagi. Kedekatannya sejarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya, Muhammad saw lewat perantaraan Jibril. Hati Muhammad Saw tidak mendustakan apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya.
اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى
Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian mendustakan Muhammad Saw lalu kalian membantahnya atas apa yang telah dilihat dan disaksikannya berupa tanda-tanda kebesaran Rabb-nya? Sesungguhnya Muhammad saw telah melihat Jibril itu dalam rupa aslinya sebagaimana yang telah diciptakan Allah pada waktu yang lain di Sidratul Muntaha (pohon bidara), yaitu di langit ke tujuh, di mana segala yang dinaikkan dari bumi berakhir di sana, dan segala yang diturunkan dari atasnya berakhir di sana. Di dekatnya terdapat surga tempat tinggal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Ketika itu Sidrah diliputi oleh suatu yang agung dari urusan Allah, tidak ada yang mengetahui sifatnya kecuali Allah swt. Nabi Saw berada dalam sifat yang agung berupa keteguhan dan ketaatan, penglihatannya tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, serta tidak melampaui apa yang diperintahkan supaya dilihatnya. Pada malam Mi`raj, Nabi Saw melihat sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat besar yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah berupa surga, neraka dan selainnya.

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian mendustakan Muhammad Saw lalu kalian membantahnya atas apa yang telah dilihat dan disaksikannya berupa tanda-tanda kebesaran Rabb-nya? Sesungguhnya Muhammad saw telah melihat Jibril itu dalam rupa aslinya sebagaimana yang telah diciptakan Allah pada waktu yang lain di Sidratul Muntaha (pohon bidara), yaitu di langit ke tujuh, di mana segala yang dinaikkan dari bumi berakhir di sana, dan segala yang diturunkan dari atasnya berakhir di sana. Di dekatnya terdapat surga tempat tinggal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Ketika itu Sidrah diliputi oleh suatu yang agung dari urusan Allah, tidak ada yang mengetahui sifatnya kecuali Allah swt. Nabi Saw berada dalam sifat yang agung berupa keteguhan dan ketaatan, penglihatannya tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, serta tidak melampaui apa yang diperintahkan supaya dilihatnya. Pada malam Mi`raj, Nabi Saw melihat sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat besar yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah berupa surga, neraka dan selainnya.

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
(yaitu) di Sidratil Muntaha.

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian mendustakan Muhammad Saw lalu kalian membantahnya atas apa yang telah dilihat dan disaksikannya berupa tanda-tanda kebesaran Rabb-nya? Sesungguhnya Muhammad saw telah melihat Jibril itu dalam rupa aslinya sebagaimana yang telah diciptakan Allah pada waktu yang lain di Sidratul Muntaha (pohon bidara), yaitu di langit ke tujuh, di mana segala yang dinaikkan dari bumi berakhir di sana, dan segala yang diturunkan dari atasnya berakhir di sana. Di dekatnya terdapat surga tempat tinggal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Ketika itu Sidrah diliputi oleh suatu yang agung dari urusan Allah, tidak ada yang mengetahui sifatnya kecuali Allah swt. Nabi Saw berada dalam sifat yang agung berupa keteguhan dan ketaatan, penglihatannya tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, serta tidak melampaui apa yang diperintahkan supaya dilihatnya. Pada malam Mi`raj, Nabi Saw melihat sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat besar yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah berupa surga, neraka dan selainnya.

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
Di dekatnya ada surga tempat tinggal,

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian mendustakan Muhammad Saw lalu kalian membantahnya atas apa yang telah dilihat dan disaksikannya berupa tanda-tanda kebesaran Rabb-nya? Sesungguhnya Muhammad saw telah melihat Jibril itu dalam rupa aslinya sebagaimana yang telah diciptakan Allah pada waktu yang lain di Sidratul Muntaha (pohon bidara), yaitu di langit ke tujuh, di mana segala yang dinaikkan dari bumi berakhir di sana, dan segala yang diturunkan dari atasnya berakhir di sana. Di dekatnya terdapat surga tempat tinggal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Ketika itu Sidrah diliputi oleh suatu yang agung dari urusan Allah, tidak ada yang mengetahui sifatnya kecuali Allah swt. Nabi Saw berada dalam sifat yang agung berupa keteguhan dan ketaatan, penglihatannya tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, serta tidak melampaui apa yang diperintahkan supaya dilihatnya. Pada malam Mi`raj, Nabi Saw melihat sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat besar yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah berupa surga, neraka dan selainnya.

اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian mendustakan Muhammad Saw lalu kalian membantahnya atas apa yang telah dilihat dan disaksikannya berupa tanda-tanda kebesaran Rabb-nya? Sesungguhnya Muhammad saw telah melihat Jibril itu dalam rupa aslinya sebagaimana yang telah diciptakan Allah pada waktu yang lain di Sidratul Muntaha (pohon bidara), yaitu di langit ke tujuh, di mana segala yang dinaikkan dari bumi berakhir di sana, dan segala yang diturunkan dari atasnya berakhir di sana. Di dekatnya terdapat surga tempat tinggal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Ketika itu Sidrah diliputi oleh suatu yang agung dari urusan Allah, tidak ada yang mengetahui sifatnya kecuali Allah swt. Nabi Saw berada dalam sifat yang agung berupa keteguhan dan ketaatan, penglihatannya tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, serta tidak melampaui apa yang diperintahkan supaya dilihatnya. Pada malam Mi`raj, Nabi Saw melihat sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat besar yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah berupa surga, neraka dan selainnya.

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى
Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian mendustakan Muhammad Saw lalu kalian membantahnya atas apa yang telah dilihat dan disaksikannya berupa tanda-tanda kebesaran Rabb-nya? Sesungguhnya Muhammad saw telah melihat Jibril itu dalam rupa aslinya sebagaimana yang telah diciptakan Allah pada waktu yang lain di Sidratul Muntaha (pohon bidara), yaitu di langit ke tujuh, di mana segala yang dinaikkan dari bumi berakhir di sana, dan segala yang diturunkan dari atasnya berakhir di sana. Di dekatnya terdapat surga tempat tinggal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Ketika itu Sidrah diliputi oleh suatu yang agung dari urusan Allah, tidak ada yang mengetahui sifatnya kecuali Allah swt. Nabi Saw berada dalam sifat yang agung berupa keteguhan dan ketaatan, penglihatannya tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, serta tidak melampaui apa yang diperintahkan supaya dilihatnya. Pada malam Mi`raj, Nabi Saw melihat sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat besar yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah berupa surga, neraka dan selainnya.

لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى
Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Rabbnya yang paling besar.

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian mendustakan Muhammad Saw lalu kalian membantahnya atas apa yang telah dilihat dan disaksikannya berupa tanda-tanda kebesaran Rabb-nya? Sesungguhnya Muhammad saw telah melihat Jibril itu dalam rupa aslinya sebagaimana yang telah diciptakan Allah pada waktu yang lain di Sidratul Muntaha (pohon bidara), yaitu di langit ke tujuh, di mana segala yang dinaikkan dari bumi berakhir di sana, dan segala yang diturunkan dari atasnya berakhir di sana. Di dekatnya terdapat surga tempat tinggal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Ketika itu Sidrah diliputi oleh suatu yang agung dari urusan Allah, tidak ada yang mengetahui sifatnya kecuali Allah swt. Nabi Saw berada dalam sifat yang agung berupa keteguhan dan ketaatan, penglihatannya tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, serta tidak melampaui apa yang diperintahkan supaya dilihatnya. Pada malam Mi`raj, Nabi Saw melihat sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat besar yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah berupa surga, neraka dan selainnya.

اَفَرَءَيْتُمُ اللّٰتَ وَالْعُزّٰى
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-Uzza,

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian, wahai orang-orang musyrik, menganggap Ilah-llah yang kalian sembah ini: al-Lata, al-Uzza, dan Mana yang ketiga lainnya, bisa memberikan manfaat atau mudarat hingga mereka menjadi sekutu-sekutu bagi Allah?

وَمَنٰوةَ الثَّالِثَةَ الْاُخْرٰى
dan Mana yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kalian, wahai orang-orang musyrik, menganggap Ilah-llah yang kalian sembah ini: al-Lata, al-Uzza, dan Mana yang ketiga lainnya, bisa memberikan manfaat atau mudarat hingga mereka menjadi sekutu-sekutu bagi Allah?

اَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْاُنْثٰى
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan;

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kalian menjadikan untuk kalian anak laki-laki yang kalian sukai, sedangkan kalian menjadikan bagi Allah-menurut persangkaan kalian-anak perempuan yang tidak kalian sukai untuk diri kalian? Kalau begitu, itu adalah pembagian yang tidak adil. Berhala-berhala ini tidak lain hanyalah nama-nama yang tidak memiliki sifat-sifat kesempurnaan sedikit pun. la hanyalah nama-nama yang diberikan oleh kalian dan nenek moyang kalian berdasarkan hawa nafsu kalian yang batil, Allah tidak pernah menurunkan suatu keterangan pun untuk membenarkan klaim kalian. Orangorang musyrik itu tidak lain hanyalah mengikuti prasangka dan hawa nafsu yang menyimpang dari fitrah yang lurus. Sesungguhnya telah datang kepada mereka dari Rabb mereka lewat lisan Nabi Saw wahyu yang berisikan hidayah mereka, tapi mereka tidak memetik manfaat darinya.

تِلْكَ اِذًا قِسْمَةٌ ضِيْزٰى
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kalian menjadikan untuk kalian anak laki-laki yang kalian sukai, sedangkan kalian menjadikan bagi Allah-menurut persangkaan kalian-anak perempuan yang tidak kalian sukai untuk diri kalian? Kalau begitu, itu adalah pembagian yang tidak adil. Berhala-berhala ini tidak lain hanyalah nama-nama yang tidak memiliki sifat-sifat kesempurnaan sedikit pun. la hanyalah nama-nama yang diberikan oleh kalian dan nenek moyang kalian berdasarkan hawa nafsu kalian yang batil, Allah tidak pernah menurunkan suatu keterangan pun untuk membenarkan klaim kalian. Orangorang musyrik itu tidak lain hanyalah mengikuti prasangka dan hawa nafsu yang menyimpang dari fitrah yang lurus. Sesungguhnya telah datang kepada mereka dari Rabb mereka lewat lisan Nabi Saw wahyu yang berisikan hidayah mereka, tapi mereka tidak memetik manfaat darinya.

اِنْ هِيَ اِلَّآ اَسْمَاۤءٌ سَمَّيْتُمُوْهَآ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ مَّآ اَنْزَلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْاَنْفُسُۚ وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنْ رَّبِّهِمُ الْهُدٰىۗ
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Rabb mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kalian menjadikan untuk kalian anak laki-laki yang kalian sukai, sedangkan kalian menjadikan bagi Allah-menurut persangkaan kalian-anak perempuan yang tidak kalian sukai untuk diri kalian? Kalau begitu, itu adalah pembagian yang tidak adil. Berhala-berhala ini tidak lain hanyalah nama-nama yang tidak memiliki sifat-sifat kesempurnaan sedikit pun. la hanyalah nama-nama yang diberikan oleh kalian dan nenek moyang kalian berdasarkan hawa nafsu kalian yang batil, Allah tidak pernah menurunkan suatu keterangan pun untuk membenarkan klaim kalian. Orangorang musyrik itu tidak lain hanyalah mengikuti prasangka dan hawa nafsu yang menyimpang dari fitrah yang lurus. Sesungguhnya telah datang kepada mereka dari Rabb mereka lewat lisan Nabi Saw wahyu yang berisikan hidayah mereka, tapi mereka tidak memetik manfaat darinya.

اَمْ لِلْاِنْسَانِ مَا تَمَنّٰىۖ
Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya

Tafsir Al-Muyassar

Manusia tidak akan mendapatkan apa yang diharapkannya berupa mendapatkan syafaat dari sembahan-sembahan ini atau selainnya yang diinginkan nafsunya. Karena kepunyaan Allah-lah urusan kehidupan dunia dan akhirat.

فَلِلّٰهِ الْاٰخِرَةُ وَالْاُوْلٰى
(Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

Tafsir Al-Muyassar

Manusia tidak akan mendapatkan apa yang diharapkannya berupa mendapatkan syafaat dari sembahan-sembahan ini atau selainnya yang diinginkan nafsunya. Karena kepunyaan Allah-lah urusan kehidupan dunia dan akhirat.

وَكَمْ مِّنْ مَّلَكٍ فِى السَّمٰوٰتِ لَا تُغْنِيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْــئًا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اَنْ يَّأْذَنَ اللّٰهُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْضٰى
Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai(Nya).

Tafsir Al-Muyassar

Banyak malaikat di langit, meskipun sedemikian tinggi kedudukan mereka, syafaat mereka tidak berguna sedikit pun kecuali sesudah Allah mengizinkan kepada mereka untuk memberikan syafaat, dan Dia meridhai orang yang diberi syafaat.

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ لَيُسَمُّوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ تَسْمِيَةَ الْاُنْثٰى
Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang tidak membenarkan kehidupan akhirat dari kalangan kaum kafir Arab, dan mereka tidak beramal untuknya, niscaya mereka menamakan malaikat itu dengan nama perempuan; karena mereka meyakini dengan kejahilan bahwa malaikat adalah perempuan dan mereka adalah anak-anak perempuan Allah. Padahal mereka tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang itu yang membuktikan kebenaran apa yang mereka katakan. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan yang tidak bermanfaat sedikit pun, dan persangkaan itu selamanya tidak bisa menggantikan kebenaran.

وَمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَقِّ شَيْــئًاۚ
Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang tidak membenarkan kehidupan akhirat dari kalangan kaum kafir Arab, dan mereka tidak beramal untuknya, niscaya mereka menamakan malaikat itu dengan nama perempuan; karena mereka meyakini dengan kejahilan bahwa malaikat adalah perempuan dan mereka adalah anak-anak perempuan Allah. Padahal mereka tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang itu yang membuktikan kebenaran apa yang mereka katakan. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan yang tidak bermanfaat sedikit pun, dan persangkaan itu selamanya tidak bisa menggantikan kebenaran.

فَاَعْرِضْ عَنْ مَّنْ تَوَلّٰىۙ عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ اِلَّا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۗ
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

Tafsir Al-Muyassar

Maka berpalinglah dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, yaitu AlQuran, dan ia tidak mengingini kecuali kehidupan dunia. Apa yang mereka jalani itulah puncak pengetahuan dan tujuan mereka. Sesungguhnya Rabbmulah yang lebih tahu siapa yang menyimpang dari jalan yang lurus, dan Dia pula yang lebih tahu siapa yang mendapat petunjuk dan meniti jalan Islam. Di dalamnya berisi peringatan yang sangat keras terhadap para pelaku maksiat yang berpaling dari mengamalkan kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya Saw lagi lebih mementingkan hawa nafsu dan keuntungan dunia daripada akhirat.

ذٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِّنَ الْعِلْمِۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖۙ وَهُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدٰى
Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Tafsir Al-Muyassar

Maka berpalinglah dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, yaitu AlQuran, dan ia tidak mengingini kecuali kehidupan dunia. Apa yang mereka jalani itulah puncak pengetahuan dan tujuan mereka. Sesungguhnya Rabbmulah yang lebih tahu siapa yang menyimpang dari jalan yang lurus, dan Dia pula yang lebih tahu siapa yang mendapat petunjuk dan meniti jalan Islam. Di dalamnya berisi peringatan yang sangat keras terhadap para pelaku maksiat yang berpaling dari mengamalkan kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya Saw lagi lebih mementingkan hawa nafsu dan keuntungan dunia daripada akhirat.

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ
Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

Tafsir Al-Muyassar

Kepunyaan Allahlah kekuasaan yang ada di langit dan yang ada di bumi. Agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat keburukan dengan menghukum mereka atas keburukan yang mereka lakukan, dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala surga. Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan nista, kecuali al-lamam, yaitu dosa-dosa kecil yang tidak dilakukan secara terus menerus oleh pelakunya, atau yang dilakukan seorang hamba kadangkala. Hal ini bila disertai dengan melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan, Allah akan mengampuni dan menutupi dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Rabb-mu Mahaluas ampunanNya. Dia lebih tahu tentang keadaan kalian ketika Dia menciptakan bapak kalian, Adam dari tanah, dan ketika _ kalian masih berupa janin dalam perut ibu kalian. Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci, lalu kalian memujinya dan menyifatinya dengan ketakwaan. Dia-lah yang paling mengetahui tentang siapa di antara hamba-Nya yang takut terhadap siksa-Nya lalu menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya.
اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى
(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Rabbmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Kepunyaan Allahlah kekuasaan yang ada di langit dan yang ada di bumi. Agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat keburukan dengan menghukum mereka atas keburukan yang mereka lakukan, dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala surga. Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan nista, kecuali al-lamam, yaitu dosa-dosa kecil yang tidak dilakukan secara terus menerus oleh pelakunya, atau yang dilakukan seorang hamba kadangkala. Hal ini bila disertai dengan melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan, Allah akan mengampuni dan menutupi dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Rabb-mu Mahaluas ampunanNya. Dia lebih tahu tentang keadaan kalian ketika Dia menciptakan bapak kalian, Adam dari tanah, dan ketika _ kalian masih berupa janin dalam perut ibu kalian. Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci, lalu kalian memujinya dan menyifatinya dengan ketakwaan. Dia-lah yang paling mengetahui tentang siapa di antara hamba-Nya yang takut terhadap siksa-Nya lalu menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya.
اَفَرَءَيْتَ الَّذِيْ تَوَلّٰىۙ
Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari al-Quran)?

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kamu, wahai Rasul, melihat orang yang berpaling dari ketaatan kepada Allah dan memberikan sedikit dari hartanya, kemudian berhenti dari memberi dan memutus kebaikannya?

وَاَعْطٰى قَلِيْلًا وَّاَكْدٰى
serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah kamu, wahai Rasul, melihat orang yang berpaling dari ketaatan kepada Allah dan memberikan sedikit dari hartanya, kemudian berhenti dari memberi dan memutus kebaikannya?

اَعِنْدَهٗ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرٰى
Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang yang memutuskan pemberiannya ini mempunyai pengetahuan tentang perkara ghaib bahwa apa yang di tangannya akan habis sehingga ia menahan kebaikannya, dan ia mengetahui hal itu dengan mata kepala secara langsung? Perkaranya tidak demikian. Ia hanyalah menahan sedekah, kebaikan, kebajikan dan menyambung kerabat karena kebakhilan dan kikir.

اَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِيْ صُحُفِ مُوْسٰى
Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?

Tafsir Al-Muyassar

Apakah belum diberitakan kepadanya apa yang telah disebutkan dalam lembaran-lembaran taurat dan suhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim yang telah menyempurnakan apa yang diperintahkan kepadanya dan menyampaikannya?

وَاِبْرٰهِيْمَ الَّذِيْ وَفّٰٓىۙ
dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji,

Tafsir Al-Muyassar

Apakah belum diberitakan kepadanya apa yang telah disebutkan dalam lembaran-lembaran taurat dan suhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim yang telah menyempurnakan apa yang diperintahkan kepadanya dan menyampaikannya?
اَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۙ
(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

Tafsir Al-Muyassar

Bahwa seseorang tidak dihukum karena dosa orang lain, dan dosanya tidak dipikul oleh orang lain. Dan bahwa seorang manusia tidak memperoleh pahala kecuali pahala yang ia dapatkan untuk dirinya dengan usahanya sendiri.

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

Tafsir Al-Muyassar

Bahwa seseorang tidak dihukum karena dosa orang lain, dan dosanya tidak dipikul oleh orang lain. Dan bahwa seorang manusia tidak memperoleh pahala kecuali pahala yang ia dapatkan untuk dirinya dengan usahanya sendiri.

وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ
Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

Tafsir Al-Muyassar

Usahanya itu akan diperlihatkan di akhirat, lalu kebaikannya dipisahkan dari keburukannya, sebagai pemuliaan bagi orang yang berbuat kebajikan dan celaan bagi orang yang berbuat keburukan.
ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian manusia diberi balasan atas usahanya dengan balasan yang sempurna untuk semua perbuatannya. Dan kepada Rabb-mulah, wahai Rasul, kesudahan semua makhluk-Nya pada Hari Kiamat.

وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
dan bahwasanya kepada Rabbmulah kesudahan (segala sesuatu),

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian manusia diberi balasan atas usahanya dengan balasan yang sempurna untuk semua perbuatannya. Dan kepada Rabb-mulah, wahai Rasul, kesudahan semua makhluk-Nya pada Hari Kiamat.

وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى
dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,,

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang menjadikan tertawa siapa yang dikehendaki-Nya di dunia dengan menjadikannya gembira, dan menjadikan menangis siapa yang dikehendaki-Nya dengan menjadikannya berduka cita.
وَاَنَّهٗ هُوَ اَمَاتَ وَاَحْيَاۙ
dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang mematikan siapa yang dikehendaki untuk dimatikan-Nya dari makhlukNya, dan menghidupkan siapa yang dikehendaki untuk dihidupkan-Nya dari mereka, karena hanya Dia-lah yang menghidupkan dan yang mematikan.

وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰى
dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan: laki-laki dan perempuan dari manusia dan hewan, dari sperma yang ditumbuhkan dalam rahim.

مِنْ نُّطْفَةٍ اِذَا تُمْنٰىۙ
dari air mani, apabila dipancarkan.

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan: laki-laki dan perempuan dari manusia dan hewan, dari sperma yang ditumbuhkan dalam rahim.
وَاَنَّ عَلَيْهِ النَّشْاَةَ الْاُخْرٰىۙ
Dan bahwasanya Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati),

Tafsir Al-Muyassar

Rabb-mulah, wahai Rasul, yang bertanggung jawab mengembalikan penciptaan mereka setelah kematian mereka, yaitu kejadian yang lain pada Hari Kiamat.
وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰىۙ
dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang memberikan kecukupan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya dengan harta, menguasakannya untuk mereka dan menjadikan mereka senang dengannya.
وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ
dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syira,

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah Rabb Syi`ra, yaitu bintang yang bersinar terang. Dulu masyarakat jahiliah menyembahnya selain Allah.
وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ
dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum Aad yang pertama,

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang membinasakan kaum `Ad yang pertama, yaitu kaum Hud, dan membinasakan kaum Tsamud, yaitu kaum Shalih, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang masih tersisa. Sebelum itu, kaum Nuh telah dibinasakan. Mereka itu lebih durhaka dan lebih parah kekafirannya daripada orang-orang yang datang setelah mereka. Juga negeri-negeri kaum Luth telah dibalikkan oleh Allah, bagian atasnya dijadikan bagian bawahnya. Lalu Dia menimpakan padanya batu-batu yang bertubi-tubi menimpa mereka dari langit laksana hujan.

ثَمُوْدَا۟ فَمَآ اَبْقٰىۙ
dan kaum Tsamud. Maka tidak seorangpun yang ditinggalkan-Nya (hidup).

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang membinasakan kaum `Ad yang pertama, yaitu kaum Hud, dan membinasakan kaum Tsamud, yaitu kaum Shalih, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang masih tersisa. Sebelum itu, kaum Nuh telah dibinasakan. Mereka itu lebih durhaka dan lebih parah kekafirannya daripada orang-orang yang datang setelah mereka. Juga negeri-negeri kaum Luth telah dibalikkan oleh Allah, bagian atasnya dijadikan bagian bawahnya. Lalu Dia menimpakan padanya batu-batu yang bertubi-tubi menimpa mereka dari langit laksana hujan.
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا هُمْ اَظْلَمَ وَاَطْغٰىۗ
Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang membinasakan kaum `Ad yang pertama, yaitu kaum Hud, dan membinasakan kaum Tsamud, yaitu kaum Shalih, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang masih tersisa. Sebelum itu, kaum Nuh telah dibinasakan. Mereka itu lebih durhaka dan lebih parah kekafirannya daripada orang-orang yang datang setelah mereka. Juga negeri-negeri kaum Luth telah dibalikkan oleh Allah, bagian atasnya dijadikan bagian bawahnya. Lalu Dia menimpakan padanya batu-batu yang bertubi-tubi menimpa mereka dari langit laksana hujan.

وَالْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰىۙ
dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah,

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang membinasakan kaum `Ad yang pertama, yaitu kaum Hud, dan membinasakan kaum Tsamud, yaitu kaum Shalih, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang masih tersisa. Sebelum itu, kaum Nuh telah dibinasakan. Mereka itu lebih durhaka dan lebih parah kekafirannya daripada orang-orang yang datang setelah mereka. Juga negeri-negeri kaum Luth telah dibalikkan oleh Allah, bagian atasnya dijadikan bagian bawahnya. Lalu Dia menimpakan padanya batu-batu yang bertubi-tubi menimpa mereka dari langit laksana hujan.

فَغَشّٰىهَا مَا غَشّٰىۚ
lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang membinasakan kaum `Ad yang pertama, yaitu kaum Hud, dan membinasakan kaum Tsamud, yaitu kaum Shalih, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang masih tersisa. Sebelum itu, kaum Nuh telah dibinasakan. Mereka itu lebih durhaka dan lebih parah kekafirannya daripada orang-orang yang datang setelah mereka. Juga negeri-negeri kaum Luth telah dibalikkan oleh Allah, bagian atasnya dijadikan bagian bawahnya. Lalu Dia menimpakan padanya batu-batu yang bertubi-tubi menimpa mereka dari langit laksana hujan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى
Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu

Tafsir Al-Muyassar

Maka manakah nikmat-nikmat Rabbmu atas dirimu, wahai manusia pendusta, kamu ragu-ragu?
هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu.

Tafsir Al-Muyassar

Ini adalah Muhammad Saw pemberi peringatan dengan kebenaran yang dulu pernah diperingatkan oleh para nabi sebelumnya. Ia bukanlah rasul yang pertama di antara para Rasul.

اَزِفَتِ الْاٰزِفةُۚ
Telah dekat terjadinya hari kiamat.

Tafsir Al-Muyassar

Kiamat sudah dekat waktunya. Kalau begitu tidak ada seorang pun selain Allah yang bisa menolaknya, dan tidak ada yang mengetahui waktu terjadinya selain Allah.
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌۗ
Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Kiamat sudah dekat waktunya. Kalau begitu tidak ada seorang pun selain Allah yang bisa menolaknya, dan tidak ada yang mengetahui waktu terjadinya selain Allah.
اَفَمِنْ هٰذَا الْحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَۙ
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah terhadap al-Qur`an ini kalian heran, wahai orang-orang musyrik, bahwa ia benar, dan kalian menertawakannya sebagai bentuk pelecehan, dan tidak menangis karena takut terhadap ancamannya, sedang kalian lalai dan berpaling darinya? Karena itu, bersujudlah kepada Allah dan mumikanlah ibadah untuk-Nya semata, serta serahkanlah segala urusan kalian kepada-Nya.

وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَۙ
Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah terhadap al-Qur`an ini kalian heran, wahai orang-orang musyrik, bahwa ia benar, dan kalian menertawakannya sebagai bentuk pelecehan, dan tidak menangis karena takut terhadap ancamannya, sedang kalian lalai dan berpaling darinya? Karena itu, bersujudlah kepada Allah dan mumikanlah ibadah untuk-Nya semata, serta serahkanlah segala urusan kalian kepada-Nya.
وَاَنْتُمْ سَامِدُوْنَ
Sedang kamu melengahkan(nya)

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah terhadap al-Qur`an ini kalian heran, wahai orang-orang musyrik, bahwa ia benar, dan kalian menertawakannya sebagai bentuk pelecehan, dan tidak menangis karena takut terhadap ancamannya, sedang kalian lalai dan berpaling darinya? Karena itu, bersujudlah kepada Allah dan mumikanlah ibadah untuk-Nya semata, serta serahkanlah segala urusan kalian kepada-Nya.

فَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ وَاعْبُدُوْا
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah terhadap al-Qur`an ini kalian heran, wahai orang-orang musyrik, bahwa ia benar, dan kalian menertawakannya sebagai bentuk pelecehan, dan tidak menangis karena takut terhadap ancamannya, sedang kalian lalai dan berpaling darinya? Karena itu, bersujudlah kepada Allah dan mumikanlah ibadah untuk-Nya semata, serta serahkanlah segala urusan kalian kepada-Nya.