بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,
Tafsir Al-Muyassar
Azab yang sangat keras bagi orang-orang yang mencurangi takaran dan timbangan, yaitu orang-orang yang apabila membeli takaran atau timbangan dari manusia, mereka memenuhi untuk diri mereka. Sebaliknya, apabila mereka menjual takaran atau timbangan kepada orang lain, mereka mengurangi takaran dan timbangan. Maka, bagaimana halnya dengan orang yang mencuri dan merampasnya, serta menipu harta orang lain? Tentunya ia lebih layak dengan ancaman itu daripada orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan. Apakah orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan itu tidak meyakini bahwa Allah akan membangkitkan mereka dan menghisab mereka atas perbuatan mereka?الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
Tafsir Al-Muyassar
Azab yang sangat keras bagi orang-orang yang mencurangi takaran dan timbangan, yaitu orang-orang yang apabila membeli takaran atau timbangan dari manusia, mereka memenuhi untuk diri mereka. Sebaliknya, apabila mereka menjual takaran atau timbangan kepada orang lain, mereka mengurangi takaran dan timbangan. Maka, bagaimana halnya dengan orang yang mencuri dan merampasnya, serta menipu harta orang lain? Tentunya ia lebih layak dengan ancaman itu daripada orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan. Apakah orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan itu tidak meyakini bahwa Allah akan membangkitkan mereka dan menghisab mereka atas perbuatan mereka?وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
Tafsir Al-Muyassar
Azab yang sangat keras bagi orang-orang yang mencurangi takaran dan timbangan, yaitu orang-orang yang apabila membeli takaran atau timbangan dari manusia, mereka memenuhi untuk diri mereka. Sebaliknya, apabila mereka menjual takaran atau timbangan kepada orang lain, mereka mengurangi takaran dan timbangan. Maka, bagaimana halnya dengan orang yang mencuri dan merampasnya, serta menipu harta orang lain? Tentunya ia lebih layak dengan ancaman itu daripada orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan. Apakah orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan itu tidak meyakini bahwa Allah akan membangkitkan mereka dan menghisab mereka atas perbuatan mereka?اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ
Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
Tafsir Al-Muyassar
Azab yang sangat keras bagi orang-orang yang mencurangi takaran dan timbangan, yaitu orang-orang yang apabila membeli takaran atau timbangan dari manusia, mereka memenuhi untuk diri mereka. Sebaliknya, apabila mereka menjual takaran atau timbangan kepada orang lain, mereka mengurangi takaran dan timbangan. Maka, bagaimana halnya dengan orang yang mencuri dan merampasnya, serta menipu harta orang lain? Tentunya ia lebih layak dengan ancaman itu daripada orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan. Apakah orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan itu tidak meyakini bahwa Allah akan membangkitkan mereka dan menghisab mereka atas perbuatan mereka?لِيَوْمٍ عَظِيْمٍۙ
pada suatu hari yang besar,
Tafsir Al-Muyassar
Kebangkitan mereka akan terjadi pada hari yang sangat mencekam. Hari ketika manusia berdiri di hadapan Allah, lalu Dia menghisab mereka atas semua perbuatan, baik sedikit maupun banyak, dan ketika itu mereka tunduk kepada Allah, Rabb semesta alam.يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam
Tafsir Al-Muyassar
Kebangkitan mereka akan terjadi pada hari yang sangat mencekam. Hari ketika manusia berdiri di hadapan Allah, lalu Dia menghisab mereka atas semua perbuatan, baik sedikit maupun banyak, dan ketika itu mereka tunduk kepada Allah, Rabb semesta alam.كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍۗ
Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh bahwa tempat kembali orang-orang durhaka dan tempat tinggal mereka benar-benar dalam tempat yang sempit. Tahukah kamu apakah tempat yang sempit itu? Ialah penjara abadi dan adzab yang pedih, yaitu tempat kembali yang telah ditetapkan untuk mereka, telah tertulis, tanpa ada penambahan atau pengurangan.وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌۗ
Tahukah kamu apakah sijjin itu
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh bahwa tempat kembali orang-orang durhaka dan tempat tinggal mereka benar-benar dalam tempat yang sempit. Tahukah kamu apakah tempat yang sempit itu? Ialah penjara abadi dan adzab yang pedih, yaitu tempat kembali yang telah ditetapkan untuk mereka, telah tertulis, tanpa ada penambahan atau pengurangan.كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۗ
(Ialah) kitab yang bertulis.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh bahwa tempat kembali orang-orang durhaka dan tempat tinggal mereka benar-benar dalam tempat yang sempit. Tahukah kamu apakah tempat yang sempit itu? Ialah penjara abadi dan adzab yang pedih, yaitu tempat kembali yang telah ditetapkan untuk mereka, telah tertulis, tanpa ada penambahan atau pengurangan.وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang keras pada hari ltu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan terjadinya hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang zhalim lagi banyak berdosa. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran, ia berkata, "Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu." Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, ini adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Sebenarnya yang menutupi hati mereka dari beriman kepada al-Quran hanyalah dosa-dosa yang banyak mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Bahkan, mereka pada Hari Kiamat benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka. Ayat ini berisikan dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Rabb mereka di surga. Kemudian, mereka benar-benar masuk neraka dalam keadaan merasakan panasnya. Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Inilah balasan yang dulu kalian dustakan."الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِۗ
(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang keras pada hari ltu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan terjadinya hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang zhalim lagi banyak berdosa. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran, ia berkata, "Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu." Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, ini adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Sebenarnya yang menutupi hati mereka dari beriman kepada al-Quran hanyalah dosa-dosa yang banyak mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Bahkan, mereka pada Hari Kiamat benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka. Ayat ini berisikan dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Rabb mereka di surga. Kemudian, mereka benar-benar masuk neraka dalam keadaan merasakan panasnya. Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Inilah balasan yang dulu kalian dustakan."وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖٓ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ
Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampui batas lagi berdosa,
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang keras pada hari ltu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan terjadinya hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang zhalim lagi banyak berdosa. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran, ia berkata, "Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu." Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, ini adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Sebenarnya yang menutupi hati mereka dari beriman kepada al-Quran hanyalah dosa-dosa yang banyak mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Bahkan, mereka pada Hari Kiamat benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka. Ayat ini berisikan dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Rabb mereka di surga. Kemudian, mereka benar-benar masuk neraka dalam keadaan merasakan panasnya. Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Inilah balasan yang dulu kalian dustakan."اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu."
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang keras pada hari ltu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan terjadinya hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang zhalim lagi banyak berdosa. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran, ia berkata, "Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu." Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, ini adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Sebenarnya yang menutupi hati mereka dari beriman kepada al-Quran hanyalah dosa-dosa yang banyak mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Bahkan, mereka pada Hari Kiamat benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka. Ayat ini berisikan dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Rabb mereka di surga. Kemudian, mereka benar-benar masuk neraka dalam keadaan merasakan panasnya. Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Inilah balasan yang dulu kalian dustakan."كَلَّا بَلْ ۜرَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang keras pada hari ltu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan terjadinya hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang zhalim lagi banyak berdosa. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran, ia berkata, "Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu." Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, ini adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Sebenarnya yang menutupi hati mereka dari beriman kepada al-Quran hanyalah dosa-dosa yang banyak mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Bahkan, mereka pada Hari Kiamat benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka. Ayat ini berisikan dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Rabb mereka di surga. Kemudian, mereka benar-benar masuk neraka dalam keadaan merasakan panasnya. Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Inilah balasan yang dulu kalian dustakan."كَلَّآ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَۗ
Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang keras pada hari ltu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan terjadinya hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang zhalim lagi banyak berdosa. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran, ia berkata, "Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu." Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, ini adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Sebenarnya yang menutupi hati mereka dari beriman kepada al-Quran hanyalah dosa-dosa yang banyak mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Bahkan, mereka pada Hari Kiamat benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka. Ayat ini berisikan dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Rabb mereka di surga. Kemudian, mereka benar-benar masuk neraka dalam keadaan merasakan panasnya. Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Inilah balasan yang dulu kalian dustakan."ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِۗ
Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang keras pada hari ltu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan terjadinya hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang zhalim lagi banyak berdosa. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran, ia berkata, "Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu." Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, ini adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Sebenarnya yang menutupi hati mereka dari beriman kepada al-Quran hanyalah dosa-dosa yang banyak mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Bahkan, mereka pada Hari Kiamat benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka. Ayat ini berisikan dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Rabb mereka di surga. Kemudian, mereka benar-benar masuk neraka dalam keadaan merasakan panasnya. Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Inilah balasan yang dulu kalian dustakan."ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۗ
Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan."
Tafsir Al-Muyassar
Adzab yang keras pada hari ltu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan terjadinya hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang zhalim lagi banyak berdosa. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran, ia berkata, "Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu." Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, ini adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Sebenarnya yang menutupi hati mereka dari beriman kepada al-Quran hanyalah dosa-dosa yang banyak mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Bahkan, mereka pada Hari Kiamat benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka. Ayat ini berisikan dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Rabb mereka di surga. Kemudian, mereka benar-benar masuk neraka dalam keadaan merasakan panasnya. Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Inilah balasan yang dulu kalian dustakan."كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَۗ
Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga),
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh bahwa kitab orang-orang yang berbakti itu-yaitu orang-orang yang bertakwa-benar-benar berada dalam tingkatan-tingkatan yang tinggi di dalam surga. Tahukah kamu, wahai Rasul, apakah tingkatan-tingkatan yang tinggi itu? Kitab orang-orang berbakti yang sudah tertulis tanpa ada penambahan atau pengurangan, yang disaksikan oleh para malaikat semua langit yang didekatkan kepada Allah.وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَۗ
Tahukah kamu apakah Illiyyin itu?
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh bahwa kitab orang-orang yang berbakti itu-yaitu orang-orang yang bertakwa-benar-benar berada dalam tingkatan-tingkatan yang tinggi di dalam surga. Tahukah kamu, wahai Rasul, apakah tingkatan-tingkatan yang tinggi itu? Kitab orang-orang berbakti yang sudah tertulis tanpa ada penambahan atau pengurangan, yang disaksikan oleh para malaikat semua langit yang didekatkan kepada Allah.كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۙ
(yaitu) kitab yang bertulis,
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh bahwa kitab orang-orang yang berbakti itu-yaitu orang-orang yang bertakwa-benar-benar berada dalam tingkatan-tingkatan yang tinggi di dalam surga. Tahukah kamu, wahai Rasul, apakah tingkatan-tingkatan yang tinggi itu? Kitab orang-orang berbakti yang sudah tertulis tanpa ada penambahan atau pengurangan, yang disaksikan oleh para malaikat semua langit yang didekatkan kepada Allah.يَّشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُوْنَۗ
yang disaksikan oleh maliakat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh bahwa kitab orang-orang yang berbakti itu-yaitu orang-orang yang bertakwa-benar-benar berada dalam tingkatan-tingkatan yang tinggi di dalam surga. Tahukah kamu, wahai Rasul, apakah tingkatan-tingkatan yang tinggi itu? Kitab orang-orang berbakti yang sudah tertulis tanpa ada penambahan atau pengurangan, yang disaksikan oleh para malaikat semua langit yang didekatkan kepada Allah.اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar dalam kenikmatan yang besar (surga),
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang benar dan melakukan ketaatan itu benar-benar berada dalam surga dengan bersenang-senang, duduk di atas dipan-dipan sambil memandang Rabb mereka dan nikmat-nikmat yang disediakan untuk mereka. Kamu melihat keceriaan pada wajah mereka karena kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang disempurnakan wadahnya, yang di akhirnya adalah aroma kasturi. Untuk kenikmatan yang abadi itulah hendaknya orang-orang berlomba-lomba. Minuman ini campurannya dari mata air di surga yang dikenal karena ketinggiannya dengan nama Tasnim, yaitu mata air yang disediakan untuk diminum dan dinikmati oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah (muqarrabun).عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۙ
mereka (duduk) diatas dipan-dipan sambil memandang.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang benar dan melakukan ketaatan itu benar-benar berada dalam surga dengan bersenang-senang, duduk di atas dipan-dipan sambil memandang Rabb mereka dan nikmat-nikmat yang disediakan untuk mereka. Kamu melihat keceriaan pada wajah mereka karena kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang disempurnakan wadahnya, yang di akhirnya adalah aroma kasturi. Untuk kenikmatan yang abadi itulah hendaknya orang-orang berlomba-lomba. Minuman ini campurannya dari mata air di surga yang dikenal karena ketinggiannya dengan nama Tasnim, yaitu mata air yang disediakan untuk diminum dan dinikmati oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah (muqarrabun).تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِۚ
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang benar dan melakukan ketaatan itu benar-benar berada dalam surga dengan bersenang-senang, duduk di atas dipan-dipan sambil memandang Rabb mereka dan nikmat-nikmat yang disediakan untuk mereka. Kamu melihat keceriaan pada wajah mereka karena kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang disempurnakan wadahnya, yang di akhirnya adalah aroma kasturi. Untuk kenikmatan yang abadi itulah hendaknya orang-orang berlomba-lomba. Minuman ini campurannya dari mata air di surga yang dikenal karena ketinggiannya dengan nama Tasnim, yaitu mata air yang disediakan untuk diminum dan dinikmati oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah (muqarrabun).يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍۙ
Mereka minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang benar dan melakukan ketaatan itu benar-benar berada dalam surga dengan bersenang-senang, duduk di atas dipan-dipan sambil memandang Rabb mereka dan nikmat-nikmat yang disediakan untuk mereka. Kamu melihat keceriaan pada wajah mereka karena kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang disempurnakan wadahnya, yang di akhirnya adalah aroma kasturi. Untuk kenikmatan yang abadi itulah hendaknya orang-orang berlomba-lomba. Minuman ini campurannya dari mata air di surga yang dikenal karena ketinggiannya dengan nama Tasnim, yaitu mata air yang disediakan untuk diminum dan dinikmati oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah (muqarrabun).خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗوَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوْنَۗ
laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang benar dan melakukan ketaatan itu benar-benar berada dalam surga dengan bersenang-senang, duduk di atas dipan-dipan sambil memandang Rabb mereka dan nikmat-nikmat yang disediakan untuk mereka. Kamu melihat keceriaan pada wajah mereka karena kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang disempurnakan wadahnya, yang di akhirnya adalah aroma kasturi. Untuk kenikmatan yang abadi itulah hendaknya orang-orang berlomba-lomba. Minuman ini campurannya dari mata air di surga yang dikenal karena ketinggiannya dengan nama Tasnim, yaitu mata air yang disediakan untuk diminum dan dinikmati oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah (muqarrabun).وَمِزَاجُهٗ مِنْ تَسْنِيْمٍۙ
Dan caampuran khamar murni itu adalah dari tasnim,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang benar dan melakukan ketaatan itu benar-benar berada dalam surga dengan bersenang-senang, duduk di atas dipan-dipan sambil memandang Rabb mereka dan nikmat-nikmat yang disediakan untuk mereka. Kamu melihat keceriaan pada wajah mereka karena kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang disempurnakan wadahnya, yang di akhirnya adalah aroma kasturi. Untuk kenikmatan yang abadi itulah hendaknya orang-orang berlomba-lomba. Minuman ini campurannya dari mata air di surga yang dikenal karena ketinggiannya dengan nama Tasnim, yaitu mata air yang disediakan untuk diminum dan dinikmati oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah (muqarrabun).عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُوْنَۗ
(yaitu) mata air yang minum dari padanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang benar dan melakukan ketaatan itu benar-benar berada dalam surga dengan bersenang-senang, duduk di atas dipan-dipan sambil memandang Rabb mereka dan nikmat-nikmat yang disediakan untuk mereka. Kamu melihat keceriaan pada wajah mereka karena kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang disempurnakan wadahnya, yang di akhirnya adalah aroma kasturi. Untuk kenikmatan yang abadi itulah hendaknya orang-orang berlomba-lomba. Minuman ini campurannya dari mata air di surga yang dikenal karena ketinggiannya dengan nama Tasnim, yaitu mata air yang disediakan untuk diminum dan dinikmati oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah (muqarrabun).اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَۖ
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu semasa di dunia suka mengolok-olok orang-orang yang beriman. Apabila orang-orang beriman itu lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata mereka untuk mengejek. Apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada keluarga dan kaum kerabat mereka, mereka tertawa-tawa bersama mereka sambil mengolok-olok orang-orang mukmin. Apabila orang-orang kafir melihat para shahabat Muhammad Saw sedang mereka mengikuti hawa nafsu mereka, maka mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat, karena mengikuti Muhammad Saw, Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak diutus untuk mengawasi para shahabat Muhammad Saw.وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَۖ
Dan apabila orang-orang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu semasa di dunia suka mengolok-olok orang-orang yang beriman. Apabila orang-orang beriman itu lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata mereka untuk mengejek. Apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada keluarga dan kaum kerabat mereka, mereka tertawa-tawa bersama mereka sambil mengolok-olok orang-orang mukmin. Apabila orang-orang kafir melihat para shahabat Muhammad Saw sedang mereka mengikuti hawa nafsu mereka, maka mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat, karena mengikuti Muhammad Saw, Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak diutus untuk mengawasi para shahabat Muhammad Saw.وَاِذَا انْقَلَبُوْٓا اِلٰٓى اَهْلِهِمُ انْقَلَبُوْا فَكِهِيْنَۖ
Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu semasa di dunia suka mengolok-olok orang-orang yang beriman. Apabila orang-orang beriman itu lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata mereka untuk mengejek. Apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada keluarga dan kaum kerabat mereka, mereka tertawa-tawa bersama mereka sambil mengolok-olok orang-orang mukmin. Apabila orang-orang kafir melihat para shahabat Muhammad Saw sedang mereka mengikuti hawa nafsu mereka, maka mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat, karena mengikuti Muhammad Saw, Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak diutus untuk mengawasi para shahabat Muhammad Saw.وَاِذَا رَاَوْهُمْ قَالُوْٓا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَضَاۤلُّوْنَۙ
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat,"
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu semasa di dunia suka mengolok-olok orang-orang yang beriman. Apabila orang-orang beriman itu lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata mereka untuk mengejek. Apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada keluarga dan kaum kerabat mereka, mereka tertawa-tawa bersama mereka sambil mengolok-olok orang-orang mukmin. Apabila orang-orang kafir melihat para shahabat Muhammad Saw sedang mereka mengikuti hawa nafsu mereka, maka mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat, karena mengikuti Muhammad Saw, Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak diutus untuk mengawasi para shahabat Muhammad Saw.وَمَآ اُرْسِلُوْا عَلَيْهِمْ حٰفِظِيْنَۗ
padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu semasa di dunia suka mengolok-olok orang-orang yang beriman. Apabila orang-orang beriman itu lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata mereka untuk mengejek. Apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada keluarga dan kaum kerabat mereka, mereka tertawa-tawa bersama mereka sambil mengolok-olok orang-orang mukmin. Apabila orang-orang kafir melihat para shahabat Muhammad Saw sedang mereka mengikuti hawa nafsu mereka, maka mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat, karena mengikuti Muhammad Saw, Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak diutus untuk mengawasi para shahabat Muhammad Saw.فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَۙ
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,
Tafsir Al-Muyassar
Maka pada Hari Kiamat orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariatNya akan menertawakan orang-orang kafir, sebagaimana orang-orang kafir menertawakan mereka semasa di dunia.عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۗ
mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.
Tafsir Al-Muyassar
Dengan duduk di atas dipan-dipan yang mewah, orang-orang mukmin memandang apa yang diberikan Allah kepada mereka berupa anugerah dan kenikmatan di surga. Dan, yang lebih besar daripada itu ialah memandang wajah Allah Yang Maha Pemurah. Apakah orang-orang kafir diberi balasan dari jenis perbuatan mereka, balasan yang sesuai dengan keburukan dan dosa yang mereka lakukan semasa di dunia? Ya, mereka diberi balasan yang paling sempurna dan paling setimpal.هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

