× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
حٰمۤۚ
Haa Miim.

Tafsir Al-Muyassar

Ha mim, pembicaraan tentang huruf-huruf terpenggal telah hadir di awal surah al-Baqarah.
تَنْزِيْلٌ مِّنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۚ
Diturunkan dari (Rabb) Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Alquran yang mulia ini diturunkan dari Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Dia menurunkannya kepada nabi Muhammad SAW.
كِتٰبٌ فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَۙ
Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui,

Tafsir Al-Muyassar

Sebuah kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan dengan sempurna, makna-makna dan hukum-hukumnya dirinci dengan baik. Al Quran dengan bahasa Arab yang mudah untuk dipahami bagi kaum yang mengetahui bahasa Arab.
بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۚ فَاَعْرَضَ اَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan.

Tafsir Al-Muyassar

Menyampaikan berita gembira berupa pahala di dunia dan di akhirat bagi siapa yang beriman dan beramal sesuai dengan tuntutannya, sekaligus memberikan peringatan berupa azab di dunia dan di akhirat bagi siapa yang kafir kepadanya. Lalu kebanyakan manusia justru berpaling darinya, mereka tidak mendengarnya dengan pendengaran untuk menerima dan merespon positif.
وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا فِيْٓ اَكِنَّةٍ مِّمَّا تَدْعُوْنَآ اِلَيْهِ وَفِيْٓ اٰذَانِنَا وَقْرٌ وَّمِنْۢ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ اِنَّنَا عٰمِلُوْنَ
Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan di antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungghnya kami bekerja (pula)."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir yang berpaling itu berkata kepada nabi Muhammad SAW, "hati kami terkunci sehingga ia tidak bisa memahami apa yang kamu serukan, telinga kami tersumbat sehingga kami tidak mendengar. Di antara kami Dan kamu terdapat penghalang wahai Muhammad sehingga kami tidak menjawab ajakan mu. Maka beramallah sesuai dengan ajaran agamamu, sebagaimana kami juga beramal sesuai dengan tuntunan agama kami
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۟ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰىٓ اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَاسْتَقِيْمُوْٓا اِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ ۗوَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِيْنَۙ
Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia yang sama dengan kalian, hanya saja Allah mewahyukan kepada ku, bahwa Tuhan kalian yang berhak kalian sembah hanyalah Tuhan yang esa, tiada sekutu bagiNya, maka tempuhlah jalan yang menyampaikan kepada-Nya dan carilah ampunanNya."
الَّذِيْنَ لَا يُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
(yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.

Tafsir Al-Muyassar

Kebinasaan Dan azab atas orang-orang musyrikin yang menyembah selain Allah berupa berhala-berhala yang tidak memberi manfaat dan tidak pula madharat. Dan orang-orang yang tidak menyucikan diri mereka dengan tauhid kepada Tuhan mereka dan keikhlasan kepada Nya, tidak menunaikan sedekah kepada yang berhak menerimanya, sehingga dia tidak memiliki keikhlasan kepada sang pencipta dan tidak pula manfaat kepada makhluk Dan mereka tidak beriman kepada kebangkitan, mereka juga tidak beriman kepada surga dan neraka.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya."

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah, utusan Nya, kitab Nya, dan melakukan amal amal saleh, dengan ikhlas dalam melakukannya, bagi mereka pahala besar yang tidak terputus dan tidak terhalangi
قُلْ اَىِٕنَّكُمْ لَتَكْفُرُوْنَ بِالَّذِيْ خَلَقَ الْاَرْضَ فِيْ يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُوْنَ لَهٗٓ اَنْدَادًاۗ ذٰلِكَ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَۚ
Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya (Yang bersifat) demikian itulah Rabb semesta alam."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrikin seraya menyalahkan dan memperlihatkan ketakjuban terhadap perbuatan mereka, "apakah kalian benar-benar kafir kepada Allah yang menciptakan bumi dalam dua hari, kalian mengangkat sekutu-sekutu dan tandingan bagi Allah dan menyembah mereka bersamanya? Padahal sang Pencipta itu adalah Allah, Tuhan semesta alam.
وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبٰرَكَ فِيْهَا وَقَدَّرَ فِيْهَآ اَقْوَاتَهَا فِيْٓ اَرْبَعَةِ اَيَّامٍۗ سَوَاۤءً لِّلسَّاۤىِٕلِيْنَ
Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuninya) dalam empat masa.(Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Allah meletakkan di permukaan bumi gunung-gunung yang kokoh menjulang, Allah memberkahinya sehingga ia selalu memberikan kebaikan kepada penghuninya, menetapkan rizki-rizki penduduknya berupa makanan dan sarana-sarana kehidupan yang mereka perlukan dalam empat hari sempurna. Dua hari untuk menciptakan bumi. Dua hari untuk menetapkan gunung-gunung dan menetapkan makanan penduduknya, persis bagi orang-orang yang bertanya tentang hal ini untuk mengetahuinya.
ثُمَّ اسْتَوٰىٓ اِلَى السَّمَاۤءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْاَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا اَوْ كَرْهًاۗ قَالَتَآ اَتَيْنَا طَاۤىِٕعِيْنَ
Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab:"Kami datang dengan suka hati."

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Allah SWT menuju langit yang sebelumnya adalah kabut. Lalu dia berfirman pada langit dan bumi, "tunduklah kalian kepada perintah Ku, suka atau tidak!" Maka keduanya menjawab, "kami menghadap kepada Mu dengan ketundukan, kami tidak memiliki keinginan yang menyelisihi keinginan Mu."
فَقَضٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ فِيْ يَوْمَيْنِ وَاَوْحٰى فِيْ كُلِّ سَمَاۤءٍ اَمْرَهَا ۗوَزَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَۖ وَحِفْظًا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Allah menyelesaikan penciptaan langit langit yang tujuh dan penyempurnaannya dalam 2 hari, maka total penciptaan langit dan bumi adalah 6 hari, karena sebuah hikmah yang Allah ketahui, padahal Allah kuasa untuk menciptakan keduanya dalam sesaat. Dan Allah mewahyukan di setiap langit apa yang Dia inginkan dan perintahkan padanya. dan kami menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang yang bersinar dan penjagaan baginya dari setan-setan yang menyadap pendengaran. Penciptaan yang unik itu adalah penetapan dari Allah yang maha perkasa dalam kerajaan Nya, Maha mengetahui di mana ilmu Nya meliputi segala sesuatu.
فَاِنْ اَعْرَضُوْا فَقُلْ اَنْذَرْتُكُمْ صٰعِقَةً مِّثْلَ صٰعِقَةِ عَادٍ وَّثَمُوْدَۗ
Jika mereka berpaling maka katakanlah: "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum Aad dan kaum Tsamud."

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang yang mendustakan itu berpaling, padahal sebelumnya sudah dijelaskan kepada mereka sifat-sifat Alquran yang terpuji dan sifat-sifat Allah yang Maha agung, maka katakanlah kepada mereka, "aku sudah memperingatkan kalian dari sebuah azab yang membinasakan kalian seperti azab yang menimpa `Ad dan Tsamud saat mereka kafir kepada Tuhan mereka dan mendurhakai utusan-utusan yang datang pada mereka."
اِذْ جَاۤءَتْهُمُ الرُّسُلُ مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّا اللّٰهَ ۗقَالُوْا لَوْ شَاۤءَ رَبُّنَا لَاَنْزَلَ مَلٰۤىِٕكَةً فَاِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَ
Ketika rasul-rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka (dengan menyerukan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah." Mereka menjawab: "Kalau Rabb kami menghendaki tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawanya."

Tafsir Al-Muyassar

Saat para rasul datang kepada `Ad dan Tsamud, sebagian datang sesudah yang lain secara berkesinambungan, memerintahkan mereka agar menyembah Allah semata tidak ada sekutu bagi Nya. Maka mereka berkata kepada utusan-utusan tersebut, "sekiranya Rabb kami berkehendak agar kami mentauhidkan Nya dan tidak menyembah selain Nya, niscaya Dia menurunkan malaikat dari langit sebagai utusan utusan kepada kami, menyampaikan apa yang kamu sampaikan kepada kami, Dia tidak mengutus kalian karena kalian adalah manusia yang sama dengan kami. Sesungguhnya kami mengingkari apa yang Allah mengutus kalian dengannya kepada kami."
فَاَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوْا فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوْا مَنْ اَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۗ اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَهُمْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۗ وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ
Adapun kaum Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.

Tafsir Al-Muyassar

Adapun`Ad, kaum Hud maka mereka menyombongkan diri di muka bumi atas manusia tanpa hak. Mereka berkata dengan penuh kesombongan, "siapa yang lebih hebat kekuatannya dari kami?" Apakah mereka tidak melihat bahwa Allah SWT yang menciptakan mereka lebih kuat dan lebih hebat? Mereka adalah orang-orang yang ingkar kepada dalil-dalil dan hujah-hujah Kami.
فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْٓ اَيَّامٍ نَّحِسَاتٍ لِّنُذِيْقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَخْزٰى وَهُمْ لَا يُنْصَرُوْنَ
Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.

Tafsir Al-Muyassar

Maka kami mengirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin dengan suara yang mengguntur di hari-hari yang membawa sial kepada mereka, agar mereka merasakan azab kehinaan Dan kerendahan di dunia. Dan azab akhirat benar-benar lebih menghinakan dan lebih merendahkan, mereka tidak ditolong dengan dihentikannya azab dari mereka.
وَاَمَّا ثَمُوْدُ فَهَدَيْنٰهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمٰى عَلَى الْهُدٰى فَاَخَذَتْهُمْ صٰعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُوْنِ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَۚ
Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Adapun Tsamud kaum nabi Saleh, maka Kami telah menjelaskan kepada mereka jalan kebenaran dan jalan yang lurus, namun mereka lebih memilih kesesatan di atas petunjuk, maka halilintar yang menghinakan membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan dan kekufuran mereka kepada Allah serta pendustaan mereka pada utusan-utusan Allah.
وَنَجَّيْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ
Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami menyelamatkan orang-orang beriman dari azab yang menimpa `Ad dan Tsamud. Dan orang-orang yang selamat itu adalah orang-orang yang takut kepada Allah dan bertakwa kepada Nya.
وَيَوْمَ يُحْشَرُ اَعْدَاۤءُ اللّٰهِ اِلَى النَّارِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ
Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka lalu mereka dikumpulkan (semuanya).

Tafsir Al-Muyassar

Di hari dimana musuh-musuh Allah diseret ke neraka Jahanam, para malaikat Zabaniah menggiring mereka dari awal hingga akhir.
حَتّٰىٓ اِذَا مَا جَاۤءُوْهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَاَبْصَارُهُمْ وَجُلُوْدُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Saat mereka tiba di neraka, mereka mengingkari dosa-dosa mereka. Pada saat itu pendengaran, penglihatan dan kulit mereka bersaksi dengan apa yang mereka lakukan di dunia berupa dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan.
وَقَالُوْا لِجُلُوْدِهِمْ لِمَ شَهِدْتُّمْ عَلَيْنَا ۗقَالُوْٓا اَنْطَقَنَا اللّٰهُ الَّذِيْٓ اَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَّهُوَ خَلَقَكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۙ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang telah menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

Tafsir Al-Muyassar

Musuh-musuh Allah yang digiring ke neraka itu berkata mengingkari kulit-kulit mereka, "mengapa kalian bersaksi atas kami?" Maka kulit-kulit itu menjawab, "Allah yang membuat kami berbicara, Dialah yang membuat segala sesuatu berbicara, Dialah yang menciptakan kalian pertama kali saat kalian bukan apa-apa, dan hanya kepada Nya tempat kembali kalian setelah kematian untuk menghadapi hisab dan pembalasan."
وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُوْنَ اَنْ يَّشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَآ اَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُوْدُكُمْ وَلٰكِنْ ظَنَنْتُمْ اَنَّ اللّٰهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Kalian tidak bersembunyi saat melakukan kemaksiatan-kemaksiatan karena takut bila pendengaran, penglihatan dan kulit kalian akan bersaksi atas kalian di hari kiamat. Kalian mengira dengan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan bahwa Allah tidak mengetahui banyak dari amal perbuatan kalian yang dengannya kalian mendurhakai Nya.
وَذٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِيْ ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ اَرْدٰىكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ
Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Rabbmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Itulah dugaan buruk kalian, dugaan kalian terhadap Tuhan kalian, dugaan itu mencelakakan kalian dan membuat kalian masuk neraka. Maka di hari ini kalian termasuk orang-orang yang merugi pada diri dan keluarganya.
فَاِنْ يَّصْبِرُوْا فَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ ۚوَاِنْ يَّسْتَعْتِبُوْا فَمَا هُمْ مِّنَ الْمُعْتَبِيْنَ
Jika mereka bersabar (menerima azab) maka nerakalah tempat diam mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.

Tafsir Al-Muyassar

Bilang mereka kuat menerima azab, maka neraka adalah tempat tinggal mereka. Bila mereka minta kembali ke dunia untuk memulai amal saleh, maka permintaan mereka tidak dituruti dan alasan-alasan tidak diterima dari mereka.
وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاۤءَ فَزَيَّنُوْا لَهُمْ مَّا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِيْٓ اُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۚ اِنَّهُمْ كَانُوْا خٰسِرِيْنَ
Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Dan kami menyiapkan untuk orang-orang zalim yang ingkar itu kawan-kawan yang rusak dari setan, jin dan manusia. Lalu para setan itu menghiasi perbuatan buruk mereka di dunia, mengajak mereka kepada kenikmatan dan syahwatnya yang haram, membuat mereka lalai terhadap kehidupan akhirat yang menanti mereka, sehingga mereka pun melupakannya dan tidak mengingatnya, mengajak mereka untuk mendustakan hari kebangkitan. Maka dengan itu mereka berhak masuk neraka bersama umat-umat terdahulu dari kalangan jin dan manusia yang kafir. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi amal perbuatan dan keluarganya di dunia dan di akhirat.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَسْمَعُوْا لِهٰذَا الْقُرْاٰنِ وَالْغَوْا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُوْنَ
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka)."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir saling berwasiat di antara mereka, "jangan mendengarkan Al-Quran ini dan jangan menaatinya, jangan tunduk kepada perintah perintahnya. Buatlah kegaduhan dengan meninggikan siulan suara dan teriakan kalian di depan Muhammad bila dia membaca Al-Quran, agar kalian bisa mengalahkannya, lalu dia menghentikan bacaannya, maka kita mengalahkannya."
فَلَنُذِيْقَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا عَذَابًا شَدِيْدًاۙ وَّلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَسْوَاَ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Kami pasti akan menimpakan kepada orang-orang yang mengucapkan kata-kata tersebut azab yang keras di dunia dan di akhirat, dan Kami pasti akan membalas mereka dengan pembalasan terburuk atas keburukan yang mereka kerjakan.
ذٰلِكَ جَزَاۤءُ اَعْدَاۤءِ اللّٰهِ النَّارُ لَهُمْ فِيْهَا دَارُ الْخُلْدِ ۗجَزَاۤءً ۢبِمَا كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ
Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.

Tafsir Al-Muyassar

Balasan yang diberikan kepada orang-orang kafir itu adalah balasan untuk musuh musuh Allah, yaitu neraka. Ia adalah tempat tinggal yang langgeng dan abadi bagi mereka, sebagai balasan atas pengingkaran mereka terhadap ayat-ayat dan hujjah-hujjah Kami di dunia. Ayat ini menunjukkan besarnya kejahatan orang yang memalingkan manusia dari Al-Quran yang agung, menghalang-halangi mereka sehingga mereka tidak bisa merenungkannya dan mengambil petunjuk darinya dengan sarana apa pun.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا رَبَّنَآ اَرِنَا الَّذَيْنِ اَضَلّٰنَا مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ اَقْدَامِنَا لِيَكُوْنَا مِنَ الْاَسْفَلِيْنَ
Dan orang-orang kafir berkata: "Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya berkata saat mereka di neraka, “Ya Rabb kami, tunjukkanlah kepada kami dua orang dari makhluk-Mu yang menyesatkan kami dari kalangan jin dan manusia, kami akan meletakkan keduanya di bawah kaki kami, agar keduanya menjadi kerak api neraka.”

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah." kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu."

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Rabb kami adalah Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya.” Kemudian mereka beristiqamah di atas syariat-Nya, maka para malaikat turun kepada mereka saat kematian dan berkata kepada mereka, “Jangan takut mati dan apa yang sesudahnya, jangan bersedih atas perkara-perkara dunia yang kalian tinggalkan, dan berbahagialah dengan surga yang dijanjikan kepada kalian.”

نَحْنُ اَوْلِيَاۤؤُكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۚ وَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْٓ اَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَۗ
Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.

Tafsir Al-Muyassar

Para malaikat berkata kepada mereka, “Kami adalah pendukung-pendukung kalian dalam kehidupan dunia. Kami meluruskan langkah kalian dan menjaga kalian dengan perintah dari Allah, demikian pula di akhirat, kami tetap bersama kalian. Di surga kalian mendapatkan apa yang diinginkan oleh jiwa kalian dari apa-apa yang kalian pilih, mata kalian tenang kepadanya."
نُزُلًا مِّنْ غَفُوْرٍ رَّحِيْمٍ
Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

"Apa pun yang kalian minta, maka kalian mendapatkannya di depan kalian sebagai karunia dan kenikmatan untuk kalian dari Allah yang Maha Pengampun terhadap dosa-dosa kalian dan Maha Penyayang kepada kalian.”

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Tafsir Al-Muyassar

Tiada yang lebih bagus perkataannya daripada seseorang yang mengajak kepada tauhid Allah dan penyembahan kepada-Nya semata, lalu dia melakukan amal shalih dan dia berkata, "sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim yang tunduk kepada perintah dan syariat Allah." Ayat ini mengandung dorongan untuk berdakwah kepada Allah SWT menjelaskan keutamaan para ulama yang mengajak kepada Allah dengan ilmu sesuai dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw.

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Tafsir Al-Muyassar

Kebaikan orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah di atas syariat Nya, serta berbuat baik kepada makhluk Nya tidak sama dengan keburukan orang-orang yang kafir kepada-Nya, menyelisihi perintah-Nya dan berbuat buruk kepada makhluk-Nya. Tolaklah -wahai Rasul- dengan maafmu dan kebaikanmu orang yang berbuat buruk kepadamu. Balaslah keburukannya terhadapmu dengan kebaikanmu kepadanya, dengan itu orang yang berbuat buruk kepadamu, di mana antara dirimu dengan dirinya terdapat permusuhan, menjadi kawan akrab bagimu.

وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Dan tidak dibimbing kepada sifat yang terpuji ini, kecuali orang-orang yang sabar menghadapi gangguan dan hal-hal yang tidak diinginkan, membawa jiwa mereka kepada apa yang dicintai oleh Allah. Dan tidak dibimbing kepadanya kecuali orang yang memiliki bagian besar dari kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Bila setan membisikkan godaannya ke dalam hatimu untuk membalas orang yang berbuat buruk kepadamu dengan keburukan, maka memohonlah perlindungan kepada Allah dan bernaunglah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar permohonanmu dan Maha Mengetahui segala urusan makhluk-Nya.
وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

Tafsir Al-Muyassar

Diantara hujjah-hujjah Allah atas makhluk-Nya, dan bukti-bukti keesaan-Nya dan kesempurnaan kodrat-Nya adalah perbedaan malam dengan siang, dan pergantian di antara keduanya,perbedaan matahari dengan rembulan dan pergantian di antara keduanya. Semua ini di bawah aturan dan tatanan Allah. Jangan bersujud kepada matahari atau rembulan, karena keduanya adalah makhluk yang diatur, sebaliknya bersujudlah kepada Allah yang menciptakan mereka, bila kalian benar-benar tunduk kepada perintah-Nya, mendengar dan menaati-Nya, menyembah-Nya semata tidak ada sekutu bagi-Nya.
فَاِنِ اسْتَكْبَرُوْا فَالَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُوْنَ لَهٗ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْـئَمُوْنَ
Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Rabbmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang musyrikin itu menyombongkan diri dengan menolak untuk sujud kepada Allah, maka sesungguhnya para malaikat yang ada di sisi Rabb mu tidak menyombongkan diri untuk itu. Sebaliknya mereka bertasbih dan menyucikan Allah dari segala kekurangan siang dan malam, mereka tidak berhenti melakukan tidak dan tidak bosan.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنَّكَ تَرَى الْاَرْضَ خَاشِعَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْۗ اِنَّ الَّذِيْٓ اَحْيَاهَا لَمُحْيِ الْمَوْتٰى ۗاِنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Rabb) Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Diantara tanda-tanda keesaan dan kodrat Allah adalah bahwa kamu melihat bumi kering dan tidak bertanaman. Bila Kami menurunkan hujan atasnya, maka kehidupan pun menggeliat padanya, ia bergerak dengan tumbuhnya pohon-pohon yang mengembang dan meninggi. Sesungguhnya Allah yang menghidupkan bumi yang mati itu mampu menghidupkan makhluk setelah kematian mereka. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Sebagaimana Dia mampu menumbuhkan bumi yang mati, Dia juga kuasa untuk menghidupkan orang-orang yang sudah mati.

اِنَّ الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَاۗ اَفَمَنْ يُّلْقٰى فِى النَّارِ خَيْرٌ اَمَّنْ يَّأْتِيْٓ اٰمِنًا يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗاِعْمَلُوْا مَا شِئْتُمْ ۙاِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat. Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang condong dari kebenaran, mereka kafir dan menyelewengkan al-Quran, tidaklah samar bagi kami, sebaliknya Kami mengetahui mereka, Siapa yang lebih baik, pengingkar ayat ayat Allah yang dicampakkan ke dalam api neraka, atau orang yang datang di Hari Kiamat dalam keadaan aman dari adzab Allah, dan dia berhak atas pahala-Nya karena dia beriman kepadaNya dan membenarkan ayat-ayat-Nya? Ber amallah kalian -wahai orang-orang yang ingkar sesuka kalian, karena sesungguhnya Allah SWT Maha Melihat amal perbuatan kalian, tiada sedikit pun yang samar bagi-Nya, Dia akan membalas kalian atas itu. Ini mengandung ancaman bagi mereka.

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاۤءَهُمْۗ وَاِنَّهٗ لَكِتٰبٌ عَزِيْزٌۙ
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari al-Quran ketika al-Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya al-Quran itu adalah kitab yang mulia.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada al-Quran ini dan mendustakannya saat ia datang kepada mereka adalah orang-orang yang celaka lagi disiksa. Sesungguhnya al-Quran ini adalah kitab yang mulia dengan pemuliaan dari Allah dan penjagaan-Nya terhadapnya dari segala perubahan dan pergantian.
لَّا يَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهٖ ۗتَنْزِيْلٌ مِّنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ
Yang tidak datang kepadanya (al-Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari (Rabb) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Tafsir Al-Muyassar

Kebatilan tidak menyusupinya dari arah mana pemuliaan dari Allah dan penjagaan-Nya terhadapnya dari segala perubahan dan pergantian. Kebatilan tidak menyusupinya dari arah mana pun dan tidak sesuatu yang membatalkannya, ia terjaga sehingga tidak bisa dikurangi atau ditambah, diturunkan dari Allah yang Maha Bijaksana dengan mengatur segala perkara hamba-hamba-Nya, Maha Terpuji karena Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan.
مَا يُقَالُ لَكَ اِلَّا مَا قَدْ قِيْلَ لِلرُّسُلِ مِنْ قَبْلِكَ ۗاِنَّ رَبَّكَ لَذُوْ مَغْفِرَةٍ وَّذُوْ عِقَابٍ اَلِيْمٍ
Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Rabb kamu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrikin itu tidak berkata kepadamu -wahai Rasul-, kecuali apa yang telah dikatakan oleh umat-umat sebelum mereka kepada utusan-utusan mereka, maka bersabarlah atas apa yang kamu dapatkan di jalan dakwah kepada Allah. Sesungguhnya Rabbmu adalah pemilik ampunan dari dosa orang-orang yang bertaubat. Namun Dia juga pemilik hukuman bagi siapa yang mempertahankan kekufuran dan pendustaannya.

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ ۗ ءَاَ۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ ۗوَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًىۗ اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍ
Dan jikalau Kami jadikan al-Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya." Apakah (patut al-Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab. Katakanlah:"al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang al-Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh."

Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya Kami menjadikan al-Quran yang telah Kami turunkan kepadamu ini -wahai Rasul dengan bahasa `Ajam (non Arab), niscaya orang-orang musyrikin akan berkata, "Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan kepada kami agar kami bisa memahami dan mengetahuinya?" Apakah al-Quran ini dengan bahasa Ajam sedangkan ia diturunkan kepada pemilik lisan Arab? Hal ini tidak terjadi. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "AlQuran ini bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah hidayah dari kesesatan, kesembuhan bagi apa yang ada di dada berupa penyakit dan keragu-raguan. Dan orang-orang yang tidak beriman kepada al-Quran, telinga mereka tuli sehingga tidak mendengarnya dan tidak merenungkannya, sedangkan hati mereka juga buta terhadap al-Quran sehingga tidak mengambil petunjuk darinya. Orang-orang musyrikin itu adalah seperti orang yang dipanggil dari tempat yang jauh, dia tidak mendengar suara pemangilnya dan tidak pula menjawabnya.


وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ فَاخْتُلِفَ فِيْهِ ۗوَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗوَاِنَّهُمْ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيْبٍ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat lalu diperselisihkan tentang Taurat itu. Kalau tidak ada keputusan yang telah terdahulu dari Rabbmu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan. Dan sesungguhnya mereka terhadap al-Quran benar-benar berada dalam keragu-raguan yang membingungkan.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh Kami telah memberikan Taurat kepada Musa, sebagaimana Kami juga memberimu -wahai Rasul- alQuran, lalu kaum Musa berselisih padanya. Di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang mendustakan. Kalau bukan karena kalimat yang mendahului dari Rabb-mu untuk menunda adzab dari kaummu, niscaya mereka diberi keputusan pasti dengan membinasakan orang-orang kafir saat itu juga. Sesungguhnya orang-orang musyrikin benar-benar dalam keraguan terhadap al-Quran dengan keraguan yang berat.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖ ۙوَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۗوَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ
Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-sekali tidaklah Rabbmu menganiaya hamba-hamba(Nya)

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa melakukan amal shalih, lalu menaati Allah dan Rasul-Nya, maka pahala amal perbuatannya untuk dirinya sendiri. Barangsiapa melakukan perbuatan buruk dengan mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka akibat perbuatannya atas dirinya sendiri. Dan Rabb-mu tidak menzhalimi hamba-hambaNya dengan mengurangi kebaikan mereka atau menambah keburukan mereka.

اِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِۗ وَمَا تَخْرُجُ مِنْ ثَمَرٰتٍ ِمّنْ اَكْمَامِهَا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖۗ وَيَوْمَ يُنَادِيْهِمْ اَيْنَ شُرَكَاۤءِيْۙ قَالُوْٓا اٰذَنّٰكَ مَا مِنَّا مِنْ شَهِيْدٍۚ
Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat. Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari (Rabb) memanggil mereka: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu"; mereka menjawab: "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)."

Tafsir Al-Muyassar

Hanya kepada Allah semata tidak ada sekutu bagi Nya ilmu tentang Kiamat dikembalikan. karena tidak seorang pun selain Allah yang mengetahui kapan saatnya tiba. Tidak ada buah yang keluar dari tangkai-tangkainya dan apa yang dikandung oleh wanita hamil atau yang dilahirkan melainkan atas pengetahuan Allah, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah. Di Hari Kiamat Allah SWT memanggil orang-orang musyrikin, menjelekkan mereka dan memperlihatkan kebohongan mereka, "Di mana sekutu-sekutu yang kalian sembah bersama-Ku?" Mereka menjawab, "Sekarang kami mengatakan kepada-Mu bahwa tidak seorang pun dari kami yang bersaksi bahwa Engkau memiliki sekutu."
وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَدْعُوْنَ مِنْ قَبْلُ وَظَنُّوْا مَا لَهُمْ مِّنْ مَّحِيْصٍ
Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu, dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka sesuatu jalan keluarpun.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrikin itu ditinggalkan oleh sekutu-sekutu mereka yang dulu mereka sembah di dunia selain Allah. Sekutu-sekutu itu tidak berguna apa pun bagi mereka, dan mereka pun meyakini bahwa tidak ada tempat berlari untuk selamat dari siksa Allah.
لَا يَسْـئَمُ الْاِنْسَانُ مِنْ دُعَاۤءِ الْخَيْرِۖ وَاِنْ مَّسَّهُ الشَّرُّ فَيَـئُوْسٌ قَنُوْطٌ
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.

Tafsir Al-Muyassar

Manusia tidak merasa bosan untuk selalu berdoa kepada Rabbnya meminta kebaikan dunia. Namun bila dia ditimpa kemiskinan dan kesulitan, maka dia berputus asa dari rahmat Allah, berputus harapan dengan berburuk sangka kepada Rabbnya.
وَلَىِٕنْ اَذَقْنٰهُ رَحْمَةً مِّنَّا مِنْۢ بَعْدِ ضَرَّاۤءَ مَسَّتْهُ لَيَقُوْلَنَّ هٰذَا لِيْۙ وَمَآ اَظُنُّ السَّاعَةَ قَاۤىِٕمَةًۙ وَّلَىِٕنْ رُّجِعْتُ اِلٰى رَبِّيْٓ اِنَّ لِيْ عِنْدَهٗ لَلْحُسْنٰىۚ فَلَنُنَبِّئَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِمَا عَمِلُوْاۖ وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ مِّنْ عَذَابٍ غَلِيْظٍ
Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: "Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Rabbku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya." Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras.

Tafsir Al-Muyassar

Bila Kami memberikan kenikmatan pada manusia setelah sebelumnya dia ditimpa kesulitan dan ujian, maka dia tidak bersyukur kepada Allah swt. Sebaliknya dia bertindak melampaui batas dan berkata, "Ini semua milikku karena aku memang berhak atasnya dan aku tidak yakin Kiamat akan datang, ini adalah pengingkaran darinya terhadap kebangkitan. Kalau pun Kiamat tetap datang dan sesungguhnya aku akan kembali kepada Rabbku. maka aku tetap akan mendapatkan surga" Di Hari Kiamat nanti Kami akan mengabadm kepada orang-orang kafir tentang keburukankeburukan yang mereka kerjakan, dan Kau akan membuat mereka merasakan adzab yang keras.

وَاِذَآ اَنْعَمْنَا عَلَى الْاِنْسَانِ اَعْرَضَ وَنَاٰ بِجَانِبِهٖۚ وَاِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُوْ دُعَاۤءٍ عَرِيْضٍ
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa.

Tafsir Al-Muyassar

Bila Kami memberikan kenikmatan kepada manusia dengan kesehatan atau rizki atau lainnya, maka dia berpaling dan menyombongkan diri sehingga dia menolak tunduk kepada kebenaran. Bila dia ditimpa kesulitan, maka dia banyak-banyak berdoa kepada Allah agar mengangkat kesulitannya. Dia mengetahui Rabbnya dalam keadaan susah, dan tidak mengenalnya dalam keadaan senang.

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ثُمَّ كَفَرْتُمْ بِهٖ مَنْ اَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِيْ شِقَاقٍۢ بَعِيْدٍ
Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (al-Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang yang mendustakan itu, "Katakan kepadaku bila al-Quran ini datang dari sisi Allah kemudian kalian mengingkarinya dan mendustakannya, tidak ada yang lebih sesat dari kalian, karena kalian dalam keadaan menyelisihi yang jauh dari kebenaran dengan kekufuran kalian kepada al-Quran dan pendustaan kalian terhadapnya."



سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّۗ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran itu benar. Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu

Tafsir Al-Muyassar

Kami akan memperlihatkan kepada orang-orang yang mendustakan itu ayat-ayat Kami berupa kemenangan dan keunggulan Islam yang membuka daerah-daerah dan agama-agama, di penjuru langit dan belahan bumi, peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada keduanya dan pada diri mereka sendiri yang mengandung keajaiban penciptaan Allah dan ayat-ayat-Nya, sehingga dari ayat-ayat tersebut mereka mengetahui dengan jelas dan tidak menyisakan keraguan bahwa al-Quran yang mulia ini adalah haq yang diwahyukan kepadamu dari Rabbil`alamin. Apakah belum cukup menjadi bukti bahwa al-Quran adalah haq, dan orang yang membawanya adalah benar kesaksian Allah SWT. Allah telah bersaksi dengan membenarkannya dan Dia Maha menyaksikan segala sesuatu, dan tidak ada kesaksian yang lebih besar daripada kesaksian Allah SWT.
اَلَآ اِنَّهُمْ فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْ لِّقَاۤءِ رَبِّهِمْ ۗ اَلَآ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيْطٌ
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Rabb mereka. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Ketahuilah bahwa orang-orang kafir itu dalam keraguan yang besar terhadap kebangkitan sesudah mati. Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu, kemuliaan dan kodrat Allah SWT meliputi segala sesuatu, tiada sesuatu pun di langit dan di bumi yang samar bagi-Nya.