بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
حٰمۤۚ
Haa Miim.
Tafsir Al-Muyassar
Pembicaraan tentang huruf-huruf terpenggal telah hadir di awal surah Al-Baqarah.وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ
Demi Kitab (al-Quran) yang menerangkan.
Tafsir Al-Muyassar
Allah SWT bersumpah dengan Al-Quran yang Agung lafazh dan maknanya.اِنَّا جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَۚ
Sesungguhnya Kami menjadikan al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami menurunkan al-Quran kepada Muhammad saw dengan bahasa Arab, agar kalian memahami dan merenungkan makna-makna dan hujjah-hujjahnya.وَاِنَّهٗ فِيْٓ اُمِّ الْكِتٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيْمٌۗ
Dan sesungguhnya al-Quran itu dalam induk Al-Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya ia di sisi Kami di Lauhul Mahfuzh memiliki kedudukan dan derajat yang tinggi, muhkam tanpa ada perselisihan dan pertentangan padanya.اَفَنَضْرِبُ عَنْكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًا اَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُّسْرِفِيْنَ
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan al-Quran kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas
Tafsir Al-Muyassar
Apakah Kami berpaling dari kalian dan tidak menurunkan al-Quran kepada kalian hanya gara-gara kalian berpaling dan menolak untuk tunduk, serta berbuat melampaui batas dengan tidak beriman kepadanya.وَكَمْ اَرْسَلْنَا مِنْ نَّبِيٍّ فِى الْاَوَّلِيْنَ
Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami telah mengutus banyak Nabi pada abad-abad pertama yang telah berlalu sebelum kaummu -wahai Nabi-.وَمَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ نَّبِيٍّ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Dan tiada seorang nabipun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada seorang nabi yang datang kepada mereka kecuali mereka memperolok-olok seperti kaummu memperolok-olokmu,فَاَهْلَكْنَٓا اَشَدَّ مِنْهُمْ بَطْشًا وَّمَضٰى مَثَلُ الْاَوَّلِيْنَ
Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam al-Quran) perumpamaan umat-umat masa dahulu.
Tafsir Al-Muyassar
maka Kami membinasakan orang-orang yang mendustakan utusan Kami, padahal mereka lebih besar kekuatan dan perlengkapannya dari kaummu wahai Nabi. Adzab atas orang-orang terdahulu telah berlalu disebabkan kekufuran dan pelanggaran serta penghinaan mereka terhadap Nabi-nabi mereka. Ini mengandung Hiburan bagi Nabi Saw.وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيْزُ الْعَلِيْمُۙ
Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".
Tafsir Al-Muyassar
Bila kamu wahai Rasul bertanya kepada orang-orang musyrikin dari kaummu, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka akan menjawab, "Yang menciptakannya adalah Allah yang Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya, Maha Mengetahui keduanya dan segala sesuatu yang ada pada keduanya, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi-Nya.الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّجَعَلَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَۚ
Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah yang telah menjadikan untuk kalian bumi yang terhampar, memudahkan untuk kalian jalan-jalan di atasnya untuk kehidupan kalian dan perniagaan kalian, agar dengan jalan-jalan tersebut kalian bisa meraih kemaslahatan kalian, dunia dan agama.وَالَّذِيْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍۚ فَاَنْشَرْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit dengan takaran, tidak melebihi batas sehingga ia menenggelamkan, dan tidak pula sedikit sehingga tidak menutupi hajat kebutuhan, sehingga ia menjadi kehidupan untuk kalian dan hewan-hewan kalian. Dengan hujan tersebut Kami menumbuhkan lahan yang luas dari bumi yang kosong dari tanaman. Sebagaimana Kami mengeluarkan pohon-pohon dan tanaman-tanaman dengan hujan yang Kami turunkan dari langit sehingga bumi yang mati itu menjadi hidup, maka demikianlah kalian akan dikeluarkan -wahai manusia- dari kubur kalian setelah kematian kalian.وَالَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْفُلْكِ وَالْاَنْعَامِ مَا تَرْكَبُوْنَۙ
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
Tafsir Al-Muyassar
Allah yang menciptakan segala jenis hewan-hewan dan tumbuhan, Dia membuat bahtera-bahtera untuk kalian yang kalian naiki di lautan. Di antara hewan-hewan ternak seperti unta, kuda dan bighal serta keledai, ada yang kalian kendarai di daratan.لِتَسْتَوٗا عَلٰى ظُهُوْرِهٖ ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُوْلُوْا سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ
Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Rabbmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya,
Tafsir Al-Muyassar
Agar kalian duduk di atas punggung hewan kendaraan kalian, kemudian kalian mengingat nikmat Rabb kalian bila kalian mengendarainya dan kalian mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah menundukkan ini bagi kami dan kami sendiri tidak mampu menundukkannya."وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami."
Tafsir Al-Muyassar
Dan agar kalian mengucapkan, "Sesungguhnya kami akan kembali dan berpulang kepada Rabb kami setelah kami mati." Ini menjelaskan bahwa pemberi nikmat kepada manusia dengan berbagai bentuknya adalah Allah yang berhak untuk disembah dalam kondisi apa pun.وَجَعَلُوْا لَهٗ مِنْ عِبَادِهٖ جُزْءًاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَكَفُوْرٌ مُّبِيْنٌۗ
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrikin itu memberikan bagian kepada Allah dari makhluk-Nya, hal itu adalah ucapan mereka tentang malaikat, "Anak-anak perempuan Allah." Sesungguhnya manusia adalah pengingkar terhadap nikmat-nikmat Rabbnya yang telah Dia limpahkan kepadanya, memperlihatkan pengingkaran dan kekufurannya, menghitung musibah dan melupakan kenikmatan.اَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنٰتٍ وَّاَصْفٰىكُمْ بِالْبَنِيْنَۗ
Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki.
Tafsir Al-Muyassar
Sebaliknya kalian -wahai orang-orang jahil- mengklaim bahwa Rabb kalian mengangkat anak perempuan dari makhluk-Nya, sedangkan kalian sendiri tidak menerimanya untuk diri kalian, lalu kalian memonopoli anak laki-laki dan menjadikannya untuk kalian? Ini merupakan pengingkaran terhadap mereka.وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌ
Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih.
Tafsir Al-Muyassar
Bila salah seorang dari mereka diberi kabar gembira kelahiran anak perempuan, padahal mereka menisbahkan anak perempuan kepada Allah saat mereka mengatakan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah, maka wajahnya menghitam karena berita gembira tersebut adalah berita duka, dia bersedih, dadanya sarat dengan kepedihan dan penyesalan. Bagaimana mereka bisa menisbahkan sesuatu kepada Allah padahal mereka sendiri tidak menerimanya untuk diri mereka? Mahatinggi dan Mahasuci Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir setinggi-tingginya.اَوَمَنْ يُّنَشَّؤُا فِى الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِى الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِيْنٍ
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kalian berani menisbahkan kepada Allah seseorang yang terdidik dalam perhiasan, sedangkan dalam urusan berdebat dia tidak jelas hujjahnya karena dia tumbuh dalam perhiasan dan kenikmatan?وَجَعَلُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ الَّذِيْنَ هُمْ عِبٰدُ الرَّحْمٰنِ اِنَاثًا ۗ اَشَهِدُوْا خَلْقَهُمْ ۗسَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْٔـَلُوْنَ
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang mempersekutukan Allah itu menjadikan para malaikat yang merupakan hamba-hamba Allah sebagai perempuan. Apakah mereka ikut hadir saat Allah menciptakan mereka sehingga mereka berani menetapkan bahwa mereka adalah perempuan? Kesaksian mereka akan ditulis dan ditanyakan kepada mereka di akhirat.وَقَالُوْا لَوْ شَاۤءَ الرَّحْمٰنُ مَا عَبَدْنٰهُمْ ۗمَا لَهُمْ بِذٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ اِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَۗ
Dan mereka berkata: "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)." Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrikin dari Quraisy itu berkata, "Kalau Allah yang Maha Pengasih berkenan maka kami menyembah seseorang dari makhluk-Nya." Hujjah batil, Allah telah menegakkan hujjah atas manusia dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab. Pengambilan hujjah mereka kepada qadha dan qadar termasuk kebatilan yang paling batil setelah adanya peringatan para rasul kepada mereka. Sejatinya mereka tidak memiliki ilmu tentang apa yang mereka katakan, akan tetapi mereka mengucapkannya hanya sebatas dugaan dan kebohongan, karena dalam hal ini mereka tidak memiliki bukti dan informasi dari Allah.اَمْ اٰتَيْنٰهُمْ كِتٰبًا مِّنْ قَبْلِهٖ فَهُمْ بِهٖ مُسْتَمْسِكُوْنَ
Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum al-Quran lalu mereka berpegang dengan kitab itu?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah mereka menghadiri penciptaan malaikat, atau Kami memberi mereka sebuah kitab sebelum al-Quran yang Kami turunkan, sehingga mereka berpegang kepadanya dan mengamalkan isinya, lalu mereka pun berhujjah atasmu wahai Rasul?بَلْ قَالُوْٓا اِنَّا وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا عَلٰٓى اُمَّةٍ وَّاِنَّا عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ مُّهْتَدُوْنَ
Bahkan mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka."
Tafsir Al-Muyassar
Sebaliknya mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami berjalan di atas sebuah jalan, ajaran dan agama, dan sesungguhnya kami mengikuti dan meneladani jejak nenek moyang kami."وَكَذٰلِكَ مَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّذِيْرٍۙ اِلَّا قَالَ مُتْرَفُوْهَآ ۙاِنَّا وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا عَلٰٓى اُمَّةٍ وَّاِنَّا عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ مُّقْتَدُوْنَ
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka."
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak mengutus seorang pemberi peringatan sebelummu -wahai Rasulpada sebuah perkampungan, lalu dia memperingatkan penduduknya terhadap hukuman Kami atas kekufuran mereka, dia memerintahkan mereka agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap murka dan adzab Kami, kecuali para pemuka dan pemimpin mereka yang bergelimang kenikmatan berkata, "Sesungguhnya kami mendapati leluhur kami di atas ajaran dan agama, dan sesungguhnya kami hanya mengikuti dan meneladani jejak mereka." قٰلَ اَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِاَهْدٰى مِمَّا وَجَدْتُّمْ عَلَيْهِ اٰبَاۤءَكُمْۗ قَالُوْٓا اِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَ
(Rasul itu) berkata: "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya." Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya."
Tafsir Al-Muyassar
Muhammad Saw dan para rasul yang mendahuluinya berkata kepada orang-orang yang menyangkalnya dengan syubhat batil ini, "Apakah kalian tetap mengikuti nenek moyang kalian sekalipun aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu dari sisi Rabb kalian yang lebih membimbing ke jalan yang benar dan lebih menunjukkan jalan yang lurus daripada agama dan ajaran yang kalian warisi dari nenek moyang kalian?" Mereka menjawab dengan penuh pengingkaran, "Sesungguhnya kami tetap ingkar dan kafir kepada apa yang kalian diutus dengannya."فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Kami membalas umat-umat yang mendustakan para Rasul tersebut dengan menimpakan hukuman kepada mereka berupa pembenaman, penenggelaman dan lainnya. Maka perhatikanlah -Wahai Rasul- bagaimana akibat dari kehidupan mereka saat mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan para utusanNya? Hendaknya kaummu juga waspada sehingga mereka tidak bersikukuh mendustakan, akibatnya mereka akan ditimpa apa yang telah menimpa umat-umat sebelum mereka.وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖٓ اِنَّنِيْ بَرَاۤءٌ مِّمَّا تَعْبُدُوْنَۙ
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah -wahai Rasul- saat Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya yang menyembah apa yang disembah oleh kaummu, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah selain Allah."اِلَّا الَّذِيْ فَطَرَنِيْ فَاِنَّهٗ سَيَهْدِيْنِ
tetapi (aku menyembah Rabb) Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku."
Tafsir Al-Muyassar
"Kecuali Allah yang telah menciptakanku Dia akan membimbingku untuk mengikuti jalann yanq lurus."وَجَعَلَهَا كَلِمَةً ۢ بَاقِيَةً فِيْ عَقِبِهٖ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَۗ
Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.
Tafsir Al-Muyassar
Dan lbrahim menjadikan kalimat tauhid "Laa ilaaha illallaah" tetap tegak pada orang-orang sesudahnya, agar mereka kembali menaati Rabb mereka dan mentauhidkan-Nya, serta bertaubat dari kekufuran dan dosa-dosa mereka.بَلْ مَتَّعْتُ هٰٓؤُلَاۤءِ وَاٰبَاۤءَهُمْ حَتّٰى جَاۤءَهُمُ الْحَقُّ وَرَسُوْلٌ مُّبِيْنٌ
Tetapi Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan kepada bapak-bapak mereka sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (al-Quran) dan seorang rasul yang memberi penjelasan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami telah memberikan kenikmatan berupa kehidupam -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrikin dari kaummu dan nenek moyang mereka. Aku tidak menyegerakan hukuman atas mereka disebabkan kekufuran mereka, sehingga mereka didatangi oleh alQuran dan seorang utusan yang menjelaskan apa yang mereka butuhkan terkait dengan Per kara-perkara agama mereka.وَلَمَّا جَاۤءَهُمُ الْحَقُّ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ وَّاِنَّا بِهٖ كٰفِرُوْنَ
Dan takkala kebenaran (al-Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya."
Tafsir Al-Muyassar
Manakala al-Quran datang kepada mereka dari sisi Allah, mereka berkata, "Apa yang dibawa oleh utusan ini adalah sihir yang dengannya dia menyihir kami, ia bukan wahyu dari Allah, sesungguhnya kami tetap mendustakannya."وَقَالُوْا لَوْلَا نُزِّلَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ عَلٰى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيْمٍ
Dan mereka berkata: "Mengapa al-Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?"
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrikin dari Quraisy itu berkata, "Bila al-Quran ini memang benar datang dari Allah, mengapa ia tidak turun kepada seorang laki-laki besar dari salah satu dari dua kota, yaitu Makkah atau Thaif?"اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَۗ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗوَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah mereka berhak membagi-bagikan derajat kenabian sehingga mereka bisa memberikannya kepada siapa yang mereka kehendaki? Kamilah yang membagi-bagikan kehidupan mereka dalam kehidupan dunia mereka berupa rizki dan makanan. Kami tinggikan sebagian dari mereka beberapa derajat atas sebagian yang lain, sehingga ada yang kaya dan ada pula yang miskin, ada yang kuat dan ada pula yang lemah, agar sebagian melengkapi sebagian yang lain dalam kehidupan. Dan rahmat Allah bagimu -wahai Rasul- dengan memasukkanmu ke dalam surga adalah lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan berupa kekayaan dunia yang fana.وَلَوْلَآ اَنْ يَّكُوْنَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَنْ يَّكْفُرُ بِالرَّحْمٰنِ لِبُيُوْتِهِمْ سُقُفًا مِّنْ فِضَّةٍ وَّمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُوْنَۙ
Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Rabb) Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya."
Tafsir Al-Muyassar
Kalau manusia tidak bersatu padu menjadi jamaah yang satu di atas kekufuran, niscaya Kami menjadikan bagi orang-orang yang kafir kepada Allah yang Maha Penyayang untuk rumah-rumah mereka atap dari perak dan tangga-tangga agar mereka bisa naik.وَلِبُيُوْتِهِمْ اَبْوَابًا وَّسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُوْنَۙ
Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami menjadikan pintu-pintu rumah mereka dari perak, Kami menjadikan untuk mereka ranjang-ranjang di mana mereka bersandar di atasnya,وَزُخْرُفًاۗ وَاِنْ كُلُّ ذٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَالْاٰخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِيْنَ
Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Rabbmu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami menjadikan pintu-pintu rumah mereka dari perak, Kami menjadikan untuk mereka ranjang-ranjang di mana mereka bersandar di atasnya,وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (al-Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa berpaling dari dzikir Allah yang Maha Pengasih yaitu al-Quran, tidak takut hukuman-Nya dan tidak mengambil petunjukNya, maka Kami mengirimkan setan kepadanya di dunia yang menyesatkannya sebagai balasan kepadanya karena dia berpaling dari dzikrullah. Setan tersebut menjadi rekan akrabnya yang menghalangi-halanginya melakukan yang halal dan mendorongnya melakukan yang haram.وَاِنَّهُمْ لَيَصُدُّوْنَهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalang-halangi orang-orang yang berpaling dari dzikir kepada Allah dari jalan kebenaran. Setan-setan itu memperindah kesesatan bagi mereka, membuat mereka benci kepada iman kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya. Orang-orang yang berpaling itu menyangka bahwa apa yang mereka pegang berupa kesesatan adalah kebenaran dan petunjuk akibat setan-setan tersebut yang menghiasinya untuk mereka.حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَنَا قَالَ يٰلَيْتَ بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِيْنُ
Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)."
Tafsir Al-Muyassar
Sehingga orang yang berpaling dari dzikir Allah yang Maha Pengasih itu datang untuk menghadapi hisab dan mendapatkan balasan, dia berkata kepada rekannya, "Saya berharap antara diriku dengan dirimu terdapat jarak sejauh timur dengan barat. Seburuk-buruk rekan adalah kamu, di mana kamu telah menyesatkanku."وَلَنْ يَّنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ اِذْ ظَّلَمْتُمْ اَنَّكُمْ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ
(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu.
Tafsir Al-Muyassar
Hari ini tidak ada yang bermanfaat bagi kalian -wahai orang-orang yang berpalingdari al-Quran-, saat kalian mempersekutukan Allah di dunia, bahwa saat ini kalian sama-sama dalam adzab, kalian dan teman-teman kalian itu, Masing-masing dari kalian memperoleh bagian yang cukup dari adzab, sebagaimana kalian berserikat dalam kekufuran.اَفَاَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ اَوْ تَهْدِى الْعُمْيَ وَمَنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu -wahai Rasul- mampu memperdengarkan orang yang Allah tulikan untuk mendengarkan kebenaran, atau kamu mampu memberi petunjuk ke jalan hidayah kepada orang yang hatinya dibutakan oleh Allah sehingga dia tidak melihatnya, atau kamu mampu membimbing orang yang berjalan di atas kesesatan yang nyata lagi jelas ke jalan yang benar? Semua itu bukan kuasamu, karena tugasmu hanya menyampaikan, bukan tugasmu memberi petunjuk kepada mereka, karena Allahlah yang membimbing dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki.فَاِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَاِنَّا مِنْهُمْ مُّنْتَقِمُوْنَۙ
Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat).
Tafsir Al-Muyassar
Bila Kami mewafatkanmu -wahai Rasul- sebelum kamu menang atas orang-orang yang mendustakan dari kaummu, maka Kami akan tetap membalas mereka di akhirat,اَوْ نُرِيَنَّكَ الَّذِيْ وَعَدْنٰهُمْ فَاِنَّا عَلَيْهِمْ مُّقْتَدِرُوْنَ
Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka. Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka.
Tafsir Al-Muyassar
atau Kami memperlihatkan kepadamu siksa Kami yang telah Kami ancamkan kepada mereka bahwa ia akan turun menimpa mereka, seperti hari Badar. Sesungguhnya Kami Mahakuasa untuk melakukan hal itu atas mereka, kuasa untuk memenangkanmu atas mereka dan memudahkan mereka melalui kedua tanganmu dan tangan orang-orang yang beriman kepadamu
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِيْٓ اُوْحِيَ اِلَيْكَ ۚاِنَّكَ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.
Tafsir Al-Muyassar
Berpegang lah -wahai Rasul- dengan apa yang Allah perintahkan dalam al-Quran yang telah Dia wahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu di atas jalan yang lurus, itulah agama Allah yang Dia perintahkan, yaitu Islam. Ini merupakan peneguhan kepada Rasulullah Saw dan sanjungan kepadanya.وَاِنَّهٗ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۚوَسَوْفَ تُسْـئَلُوْنَ
Dan sesungguhnya al-Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya al-Quran ini merupakan kemuliaan bagimu dan bagi kaummu dari Quraisy, di mana ia turun dengan bahasa mereka. Mereka adalah orang-orang yang paling memahaminya, maka selayaknya bila mereka menjadi orang-orang yang paling kuat menegakkannya, paling gigih mengamalkannya. Dan kalian akan ditanya, kamu dan orang-orang yang bersamamu tentang kewajiban syukur kepada Allah dan mengamalkan tuntutannya.وَسْـئَلْ مَنْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُّسُلِنَآ ۖ اَجَعَلْنَا مِنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ اٰلِهَةً يُّعْبَدُوْنَ
Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah."
Tafsir Al-Muyassar
Bertanyalah -wahai Rasul- para pengikut nabi-nabi yang telah Kami utus sebelummu dan para pembawa syariat mereka, "Apakah utusan-utusan mereka mengajak manusia untuk menyembah selain Allah?" Mereka akan mengabarkan kepadamu bahwa hal itu tidak terjadi, karena semua rasul mengajak kepada apa yang kamu serukan kepada manusia sekarang, yaitu menyembah Allah swt semata tidak ada sekutu bagi-Nya, dan melarang menyembah selain-Nya.وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى بِاٰيٰتِنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهٖ فَقَالَ اِنِّيْ رَسُوْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata: "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam."
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh Kami telah mengutus Musa dengan membawa hujjah-hujjah Kami kepada Firaun dan para pemuka kaumnya, sebagaimana Kami mengutusmu -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrikin dari kaummu. Maka Musa berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku adalah utusan Rabb semesta alam."فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِاٰيٰتِنَآ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَضْحَكُوْنَ
Maka takkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami serta merta mereka mentertawakannya.
Tafsir Al-Muyassar
Manakala Musa datang dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata yang membuktikan kebenarannya dalam dakwahnya, ternyata Firaun dan orang-orangnya menertawakan ayat-ayat dan bukti-bukti yang dibawa Musa kepada mereka.وَمَا نُرِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ اِلَّا هِيَ اَكْبَرُ مِنْ اُخْتِهَاۗ وَاَخَذْنٰهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami tidak memperlihatkan kepada Firaun dan orang-orangnya sebuah hujjah kecuali ia lebih agung dari yang sebelumnya, dan lebih jelas dalam membuktikan kebenaran apa yang didakwahkan oleh Musa. Dan Kami telah menimpakan kepada mereka berbagai macam adzab, seperti belalang, kutu, kodok, angin ribut dan sebagainya agar mereka meninggalkan kekufuran mereka kepada Allah dan berganti dengan mentauhidkan-Nya dan menaati-Nya.وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَ السّٰحِرُ ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَۚ اِنَّنَا لَمُهْتَدُوْنَ
Dan mereka berkata: "Hai ahli sihir, berdoalah kepada Rabbmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk."
Tafsir Al-Muyassar
Firaun dan orang-orangnya berkata kepada Musa, "Wahai tukang sihir, -tukang sihir dihormati di kalangan mereka dan sihir bukan merupakan sifat tercela-, berdoalah kepada Rabbmu untuk kami dengan janji-Nya yang telah dijanjikan-Nya kepadamu dan kemuliaan-kemuliaan yang Dia berikan kepadamu agar Dia mengangkat adzab ini. Bila Dia mengangkat adzab ini dari kami, maka kami akan menjadi orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan beriman kepada apa yang kamu bawa."فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ اِذَا هُمْ يَنْكُثُوْنَ
Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya).
Tafsir Al-Muyassar
Manakala Musa berdoa agar adzab tersebut diangkat dari mereka, dan Kami pun mengangkatnya dari mereka, ternyata mereka menyelisihi dan tetap bersikukuh di atas kesesatan mereka.وَنَادٰى فِرْعَوْنُ فِيْ قَوْمِهٖ قَالَ يٰقَوْمِ اَلَيْسَ لِيْ مُلْكُ مِصْرَ وَهٰذِهِ الْاَنْهٰرُ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِيْۚ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَۗ
Dan Firaun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir dibawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
Tafsir Al-Muyassar
Firaun mengumumkan di depan para pembesar kaumnya dengan penuh kebanggaan dan kesombongan sebagai penguasa Mesir, "Bukankah kerajaan Mesir ini adalah milikku, cabang-cabang Nil mengalir di bawah istanaku di sela-sela kebunku, apakah kalian tidak melihat keagunganku dan kekuatanku serta kelemahan dan kemiskinan Musaاَمْ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ مَهِيْنٌ ەۙ وَّلَا يَكَادُ يُبِيْنُ
Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)
Tafsir Al-Muyassar
Lebih dari itu, aku lebih baik dari orang yang hina ini, dia merendahkan dirinya demi menutupi kebutuhan-kebutuhannya karena kerendahan dan kemiskinannya. Dia juga hampir tidak bisa berbicara dengan Jelas karena cacat pada lisannya." Firaun mengucapkan hal itu karena terdorong oleh kekufuran dan penentangannya demi menghalang-halangi manusia dari jalan Allah.فَلَوْلَٓا اُلْقِيَ عَلَيْهِ اَسْوِرَةٌ مِّنْ ذَهَبٍ اَوْ جَاۤءَ مَعَهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ مُقْتَرِنِيْنَ
Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya."
Tafsir Al-Muyassar
"Bila Musa memang benar-benar utusan Rabb semesta alam, lalu mengapa Dia tidak memberinya gelang-gelang emas atau malaikat hadir bersamanya, sebagian berkait dengan sebagian yang lain, lalu mereka satu persatu bersaksi bahwa Musa adalah utusan Allah kepada kami."فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهٗ فَاَطَاعُوْهُ ۗاِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
Maka Firaun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Firaun membuat akal kaumnya dungu dan mengajak mereka kepada kesesata maka mereka pun menaatinya. Mereka mendustakan Musa. Dan sesungguhnya mereka adalah kaum yang menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan jalan yang lurus.فَلَمَّآ اٰسَفُوْنَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَاَغْرَقْنٰهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
Tafsir Al-Muyassar
Manakala mereka membuat Kami murka dengan kemaksiatan yang mereka lakukan dan pendustaan mereka kepada Musa dan ayat-ayat yang dibawa olehnya, Kami membalas mereka dengan menyegerakan adzab yang menimpa mereka, Kami menenggelamkan mereka semuanya di lautan.فَجَعَلْنٰهُمْ سَلَفًا وَّمَثَلًا لِّلْاٰخِرِيْنَ
dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.
Tafsir Al-Muyassar
Manakala mereka membuat Kami murka dengan kemaksiatan yang mereka lakukan dan pendustaan mereka kepada Musa dan ayat-ayat yang dibawa olehnya, Kami membalas mereka dengan menyegerakan adzab yang menimpa mereka, Kami menenggelamkan mereka semuanya di lautan.وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا اِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّوْنَ
Dan tatkala putera Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
Tafsir Al-Muyassar
Manakala orang-orang musyrikin menjadikan Isa putra Maryam sebagai perumpamaan ketika mereka mendebat Muhammad Saw dan berdalih atasnya dengan penyembahan orang-orang Nasrani kepada Isa, maka kaummu karena itu dan demi itu bersuara keras bersuka cita dan berbahagia. Hal itu manakala Allah menurunkan, "Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah kayu bakar api Neraka Jahanam. Kalian akan memasukinya." Maka orang-orang musyrikin berkata, "Kami rela bila Ilah-Ilah kami sama dengan Isa." Maka Allah menurunkan, "Sesungguhnya orang-orang yang telah Kami tetapkan kebaikan untuknya, mereka dijauhkan darinya." Yang dimasukkan ke dalam api neraka dari Ilah-Ilah kaum musyrikin adalah yang merelakan disembah oleh para penyembahnya.وَقَالُوْٓا ءَاٰلِهَتُنَا خَيْرٌ اَمْ هُوَ ۗمَا ضَرَبُوْهُ لَكَ اِلَّا جَدَلًا ۗبَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُوْنَ
Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrikin dari kaummu berkata -wahai Rasul-, "Apakah tuhan-tuhan yang kami sembah ini lebih baik atau Isa yang disembah oleh kaumnya? Bila Isa di dalam neraka, maka kami dan tuhan-tuhan kami juga di neraka." Mereka tidak membuat perumpamaan tersebut kecuali hanya untuk membantah, karena mereka adalah kaum yang selalu mendebat dengan kebatilan.اِنْ هُوَ اِلَّا عَبْدٌ اَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنٰهُ مَثَلًا لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.
Tafsir Al-Muyassar
Isa putra Maryam hanya seorang hamba yang telah Kami beri nikmat dengan derajat kenabian dan Kami menjadikannya sebagai bukti dan pelajaran bagi Bani Israil, bukti yang menetapkan kodrat Kami.وَلَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَّلٰۤىِٕكَةً فِى الْاَرْضِ يَخْلُفُوْنَ
Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.
Tafsir Al-Muyassar
Kalau Kami berkenan, niscaya Kami menjadikan sebagai ganti kalian para malaikat yang sebagian meneruskan sebagian yang lain sebagai ganti Bani Adam.وَاِنَّهٗ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya turunnya Isa sebelum Hari Kiamat menunjukkan bahwa Kiamat sudah dekat, maka jangan meragukannya, karena ia pasti dan tidak bisa tidak. Dan ikutilah apa yang aku kabarkan kepada kalian dari Allah. Ini adalah jalan lurus menuju surga tiada kebengkokan padanya.وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطٰنُۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Tafsir Al-Muyassar
Jangan sampai setan menghalang-halangimu dengan godaannya sehingga kamu tidak menaatiKu dalam apa yang Aku perintahkan kepadamu dan apa yang aku larang darimu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.وَلَمَّا جَاۤءَ عِيْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلِاُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ تَخْتَلِفُوْنَ فِيْهِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertaqwakah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku."
Tafsir Al-Muyassar
Manakala Musa datang kepada Bani Israil dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata dan dalil-dalil, Musa berkata, "Aku datang kepada kalian dengan kenabian. Aku akan menjelaskan kepada kalian sebagian perkara yang kalian perselisihkan terkait dengan agama kalian, maka bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan taatilah dalam apa yang aku perintahkan kepada kalian dari Rabb kalian, yaitu agar kalian bertakwa dan menaati Allah."اِنَّ اللّٰهَ هُوَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Sesungguhnya Allah Dialah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.
Tafsir Al-Muyassar
"Sesungguhnya Allah SWT adalah Rabbku dan Rabb kalian semuanya, maka sembahlah Dia semata dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu. Apa yang aku perintahkan kepada kalian ini berupa ketakwaan dan pengesaan Allah dengan uluhiyah adalah jalan yang lurus, ia adalah agama Allah yang haq dimana Dia tidak menerima selainnya dari siapa pun."فَاخْتَلَفَ الْاَحْزَابُ مِنْۢ بَيْنِهِمْ ۚفَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ اَلِيْمٍ
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).
Tafsir Al-Muyassar
Maka orang-orang berselisih tentang perkara Isa as, sehingga mereka menjadi beberapa kelompok. Di antara mereka ada yang mengakui bahwa Isa adalah hamba dan utusan Allah dan inilah yang benar. Di antara mereka ada yang mengklaimnya sebagai putra Allah. Di antara mereka ada yang berkata bahwa dia adalah Allah. Mahatinggi Allah dari perkataan mereka setinggi-tingginya. Kebinasaan dan adzab yang pedih di Hari Kiamat atas siapa yang menyifati Isa bukan dengan sifat yang Allah tetapkan untuknya.هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا السَّاعَةَ اَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kelompok-kelompok yang bertikai tentang Isa itu tidak menunggu kecuali Kiamat yang datang kepada mereka secara tiba-tiba saat mereka tidak menyadari dan merasakannva?اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَۗ
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Para rekan yang bersekutu dalam kemaksiatan kepada Allah di dunia, sebagian dari mereka berlepas diri dari sebagian yang lain di Hari Kiamat. Akan tetapi orang-orang yang berkawan di atas landasan takwa kepada Allah, maka perkawanan mereka tetap berlangsung di dunia dan di akhirat.يٰعِبَادِ لَاخَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَآ اَنْتُمْ تَحْزَنُوْنَۚ
"Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.
Tafsir Al-Muyassar
Dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, "Wahai hamba-hamba-Ku, tidak ada ketakutan atas kalian di hari ini dari adzab-Ku, dan kalian juga tidak bersedih atas bagianbagian dunia yang tidak kalian dapatkan."اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا مُسْلِمِيْنَۚ
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mengamalkan apa yang dibawa oleh para Rasul mereka, mereka tunduk kepada Allah Rabb semesta alam dengan hati dan anggota badan mereka,اُدْخُلُوا الْجَنَّةَ اَنْتُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُوْنَ
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan."
Tafsir Al-Muyassar
dikatakan kepada mereka, "Masuklah kalian dengan rekan-rekan yang beriman kalian ke dalam surga, kalian diberi nikmat di dalamnya dan berbahagia."يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِّنْ ذَهَبٍ وَّاَكْوَابٍ ۚوَفِيْهَا مَا تَشْتَهِيْهِ الْاَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْاَعْيُنُ ۚوَاَنْتُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَۚ
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.
Tafsir Al-Muyassar
Di surga orang-orang yang beriman kepada Allah dan para utusan-Nya itu dikelilingi oleh makanan dalam nampan-nampan emas, minuman dalam gelas-gelas emas. Di sana mereka mendapatkan apa yang diinginkan oleh jiwa mereka dan dinikmati oleh pandangan mata mereka, mereka tinggal di sana selama-lamanya.وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِيْٓ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Inilah surga yang Allah wariskan kepada kalian semuanya disebabkan kebaikan-kebaikan dan amal-amal shalih yang kalian kerjakan di dunia, Allah menjadikannya di antara rahmat dan karunia-Nya sebagai balasan bagi kalian.لَكُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ كَثِيْرَةٌ مِّنْهَا تَأْكُلُوْنَ
Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.
Tafsir Al-Muyassar
Di surga kalian mendapatkan buah-buahan yang bermacam-macam, dari setiap macam kalian memakannya.اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ عَذَابِ جَهَنَّمَ خٰلِدُوْنَۖ
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang mengumpulkan dosa-dosa disebabkan kekufuran mereka, mereka berada di dalam siksa Jahanam, kekal di dalamnya.لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيْهِ مُبْلِسُوْنَۚ
Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa.
Tafsir Al-Muyassar
Adzab tidak diringankan dari mereka, mereka pun berputus asa dari rahmat Allah.وَمَا ظَلَمْنٰهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْا هُمُ الظّٰلِمِيْنَ
Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak menzhalimi para penjahat tersebut dengan menyiksa mereka, sebaliknya justru merekalah yang menzhalimi diri mereka dengan kesyirikan dan pengingkaran mereka bahwa Allah adalah Rabb yang haq semata, tidak ada sekutu bagiNya. Di samping karena mereka menolak untuk mengikuti utusan-utusan Allah.وَنَادَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَۗ قَالَ اِنَّكُمْ مَّاكِثُوْنَ
Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja." Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)."
Tafsir Al-Muyassar
Para penjahat itu memanggil manggil Malik penjaga Jahanam setelah mereka dumasukkan ke dalam neraka oleh Allah, "Wahai Malik, biarlah Rabbmu mematikan kami, sehingga kami bisa beristirahat dari penderitaan ini." Maka Malik menjawab, “Kalian tetap tinggal, kalian tidak akan keluar darinya, kalian tidak bisa menghindar darinya.لَقَدْ جِئْنٰكُمْ بِالْحَقِّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كٰرِهُوْنَ
Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci kepada kebenaran itu.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh kami telah datang kepada kalian dengan kebenaran dan mnjelaskannya untuk kalian, akan tetapi kebanyakan dari kalian membenci kebenaran yang dibawa oleh para rasul."اَمْ اَبْرَمُوْٓا اَمْرًا فَاِنَّا مُبْرِمُوْنَۚ
Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami akan membalas tipu daya mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan bukankah orang-orang musyrikin itu malah menyusun sebuah rencana untuk melawan kebenaran yang kami bawa kepada mereka? Sesungguhnya Kami juga merencanakan sesuatu untuk mereka yang menghinakan mereka berupa adzab dan siksaan.اَمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰىهُمْ ۗ بَلٰى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُوْنَ
Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang yang mempersekutukan Allah itu menyangka bahwa Kami tidak mendengar apa yang mereka rahasiakan di jiwa mereka dan apa yang dibisik-bisikkan di antara mereka? Benar, Kami mendengar dan mengetahui sedangkan utusan-utusan Kami para Malaikat penjaga yang mulia juga menulis apa yang mereka kerjakan atas mereka.قُلْ اِنْ كَانَ لِلرَّحْمٰنِ وَلَدٌ ۖفَاَنَا۠ اَوَّلُ الْعٰبِدِيْنَ
Katakanlah, jika benar (Rabb) Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin dari kaummu yang menganggap bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah, "Bila Allah yang Maha Pengasih memiliki anak, maka aku adalah orang pertama yang menyembah anak tersebut yang kalian anggap itu."سُبْحٰنَ رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
Maha Suci Rabb Yang mempunyai langit dan bumi, Rabb Yang mempunyai Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu
Tafsir Al-Muyassar
Akan tetapi hal itu tidak terjadi dan tidak akan terjadi. Mahasuci Allah dari istri dan anak. Penyucian dan pembersihan bagi Rabb langit dan bumi, Rabb "Arsy yang agung dari kebohongan dan kedustaan yang dibuat-buat oleh orang-orang musyrikin berupa penisbatan anak kepada Allah dan anggapan-anggapan batil lainnya.
فَذَرْهُمْ يَخُوْضُوْا وَيَلْعَبُوْا حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَ
Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Biarkanlah wahai Rasul orang-orang yang berdusta atas nama Allah berbicara dalam kebatilan mereka, bemain-main di dunia mereka. sampai mereka mendapatkan hari yang diancamkan kepada mereka, yaitu adzab; bisa di dunia dan bisa pula di akhirat, atau di keduanya sekaligus.وَهُوَ الَّذِيْ فِى السَّمَاۤءِ اِلٰهٌ وَّ فِى الْاَرْضِ اِلٰهٌ ۗوَهُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ
Dan Dia-lah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya Allah Swt semata yang berhak disembah dengan sebenarnya di langit dan di bumi. Dia-lah yang Maha Bijaksana yang menciptakan makhluk-Nya dengan sangat baik, dan menetapkan syariat-Nya dengan sangat mulia. Maha Mengetahui segala sesuatu terkait dengan urusan makhluk-Nya, tidak ada sesuatu darinya yang samar bagi-Nya.وَتَبٰرَكَ الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚوَعِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Dan Maha Suci (Rabb) Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Tafsir Al-Muyassar
Keberkahan Allah sangat banyak, kebaikan-Nya melimpah dan kekuasaan-Nya sangat agung. Dia-Iah pemilik tunggal kerajaan langit yang tujuh dan bumi yang tujuh serta apa yang ada pada keduanya seluruhnya. Hanya di sisi Nya ilmu tentang saat di mana Kiamat tiba. Saat itu seluruh makhluk dibangkitkan dari kubur mereka untuk berdiri di padang hisab. Kepada Allah kalian wahai manusia dikembalikan setelah kematian kalian, lalu Dia memberikan balasan kepada masing-masing.وَلَا يَمْلِكُ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ الشَّفَاعَةَ اِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafaat; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka menyakini(nya).
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang disembah oleh orang-orang musyrikin itu tidak memiliki syafaat di sisi Allah untuk seseorang, kecuali siapa yang bersaksi dengan benar, mengakui tauhid Allah dan kenabian Muhammad Saw, sedangkan mereka mengetahui hakikat dari apa yang mereka akui dan saksikan.وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ فَاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَۙ
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah," maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah),
Tafsir Al-Muyassar
Bila kamu -wahai Rasul- bertanya kepada orang-orang musyrikin dari kaummu tentang siapa yang menciptakan mereka? Pastilah mereka akan menjawab, "Allah menciptakan kami." Lalu bagaimana mereka akhirnya berpaling dari penghambaan kepada Allah, dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu?وَقِيْلِهٖ يٰرَبِّ اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ قَوْمٌ لَّا يُؤْمِنُوْنَۘ
dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad: "Ya Rabbku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman."
Tafsir Al-Muyassar
Muhammad saw berkata mengadukan kaumnya yang mendustakannya kepada Rabbnya, "Ya Rabbi, sesungguhnya orang-orang itu adalah kaum yang tidak beriman kepadaMu dan kepada apa yang Engkau mengutusku dengannya kepada mereka."فَاصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلٰمٌۗ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: "Salam (selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).
Tafsir Al-Muyassar
Maka Allah memerintahkannya untuk berpaling dari mereka dan dari gangguan mereka, serta membiarkan mereka disebabkan kekufuran mereka dan penentangan mereka. Jangan terlontar darimu -wahai Rasul- kecuali keselamatan bagi mereka sebagaimana yang diucapkan oleh orang-orang yang berakal dan beradab kepada orang-orang bodoh, karena orang-orang yang berakal tidak membalas kebodohan dan kebodohan tidak membalas keburukan dengan semisalnya. Mereka pasti akan mengetahui ujian dan bencana yang menimpa mereka. Ini merupakan ancaman dan peringatan keras bagi orang-orang kafir yang menentang dan orang-orang yang seperti mereka.

