بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖوَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah:"Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan diantara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang beriman".
Tafsir Al-Muyassar
Sahabat-sahabatmu bertanya kepadamu (wahai Rasul) tentang harta rampasan saat Perang Badar, bagaimana kamu akan membaginya kepada mereka? Katakanlah kepada mereka : Sesungguhnya harta rampasan itu adalah urusan Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah yang akan membaginya menurut perintah Rabbnya. Takutlah kalian akan siksa Allah dan janganlah berani berbuat maksiat kepada-Nya. Hindarilah pertikaian dan permusuhan karena harta itu, perbaikilah hubungan di antara kalian, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian orang-orang yang beriman. Karena sesungguhnya keimanan akan membawa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰـتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat al-Qur an semakin menambah keimanan setelah keimanan mereka, karena mereka merenungi makna-maknanya, dan mereka hanya berserah diri kepada Allah; tidak berharap, kecuali kepada-Nya dan tidak takut, kecuali kepada-Nya pula.الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat fardhu tepat pada waktunya dan menginfakkan sebagian dari harta yang telah Kami karuniakan kepada mereka di jalan yang Kami perintahkan.اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌۚ
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka yang mengerjakan perbuatan-perbuatan itu adalah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, secara lahir maupun batin, terhadap apa yang Allah turunkan kepada mereka . Bagi mereka derajat yang tinggi di sisi Allah, dosa-dosa mereka dimaafkan, serta mereka mendapat rizki yang mulia yaitu surga.كَمَآ اَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْۢ بَيْتِكَ بِالْحَقِّۖ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ لَكٰرِهُوْنَ
Sebagaimana Rabbmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,
Tafsir Al-Muyassar
Sebagaimana perselisihan tentang harta rampasan itu terjadi di antara kalian, lalu Allah mengambilnya dan memutuskan untuk membagi sebagian untuk-Nya dan sebagian yang lain untuk Rasul-Nya. Demikianlah Rabbmu memerintahkanmu (wahai nabi) untuk keluar dari Madinah menghadang kafilah dagang Quraisy berdasarkan wahyu yang di bawa oleh Jibril kepadamu. Padahal sebagian dari kaum mukmin sangat keberatan untuk keluar.يُجَادِلُوْنَكَ فِى الْحَقِّ بَعْدَ مَا تَبَيَّنَ كَاَنَّمَا يُسَاقُوْنَ اِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَۗ
mereka membantahmu dengan kebenaran sesudah nyata ( bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat ( sebab-sebab kematian itu).
Tafsir Al-Muyassar
Sebagian dari kaum mukmin membantahmu (wahai Nabi) tentang peperangan, setelah mereka tahu bahwa perang itu benar-benar akan terjadi, sehingga mereka merasa seakan-akan diarahkan kepada kematian, sedangkan mereka menyaksikan dengan jelas.وَاِذْ يَعِدُكُمُ اللّٰهُ اِحْدَى الطَّاۤىِٕفَتَيْنِ اَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّوْنَ اَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُوْنُ لَكُمْ وَيُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكٰفِرِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir,
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang membantah, ingatlah janji Allah kepada kalian bahwa kalian akan memperoleh salah satu dari dua golongan yang kalian hadapi, memperoleh al-ier (kafilah dagang) dan harta yang mereka bawa sebagai rampasan, atau annafiir, yaitu berperang melawan musuh dan mengalahkan mereka, sedangkan kalian lebih menyukai mendapatkan al-ier tanpa harus berperang. Allah menghendaki Islam menjadi tegak dan tinggi dengan memerintahkan kalian untuk memerangi orang-orang kafir dan membinasakan mereka.لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَۚ
agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musrik) itu tidak menyukainya.
Tafsir Al-Muyassar
Agar Allah memuliakan Islam dan para pemeluknya serta memusnahkan segala kesyirikan dan para pengikutnya, walaupun orang-orang yang musyrik itu tidak menyukai.لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَۚ
agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musrik) itu tidak menyukainya.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak patut bagi seorang nabi memiliki tawanan musuh sampai ia memenangkan peperangan; itu untuk memberikan rasa takut di hati mereka dan menguatkan pondasi agama. Kalian (hai orang-orang muslim) menghendaki keuntungan dunia dari tebusan para tawanan Perang (Badar). Sementara itu, Allah menghendaki keuntungan akhirat bagi kalian, yaitu dengan menjayakan agama-Nya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa tanpa tertandingi dan Maha Bijaksana dalam syariat-Nya.اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :"Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut".
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah kalian akan karunia Allah saat Perang Badar, ketika kalian memohon pertolongan untuk mengalahkan musuh-musuh kalian, kemudian Allah mengabulkan permohonan kalian dan berfirman : Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan untuk kalian berupa seribu malaikat dari langit yang datang berturut-turut.وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَىِٕنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimua menjadi tentram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah tidak menjadikan pengiriman bala bantuan itu, kecuali sebagai berita gembira bagi kalian akan pertolongan-Nya, dan agar hati kalian menjadi tenteram dan yakin bahwa pertolongan Allah akan datang. Tidak ada pertolongan, kecuali yang datang dari Allah, bukan karena kekuatan atau kebengisan kalian. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya lagi Maha Bijaksana dalam pengaturan dan syariat-Nya.اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَۗ
(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentramanan daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).
Tafsir Al-Muyassar
(Ingatlah) ketika Allah menurunkan rasa kantuk pada kalian sebagai penenteram dari rasa takut terhadap musuh-musuh. Dan menurunkan air yang suci dari awan agar kalian dapat bersuci dari kotoran yang tampak, dan menghilangkan dari diri kalian rasa was-was dan bisikan-bisikan setan di dalam hati, dan untuk menguatkan hati kalian dengan kesabaran dalam berperang, serta memperteguh kaki-kaki kaum mukmin dengan kerasnya tanah yang berpasir itu dengan hujan sehingga kaki tidak tergelincir (pada saat berperang).اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ سَاُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَعْنَاقِ وَاضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍۗ
(Ingatlah), ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikat,:"Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala-kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah ketika Rabbmu (wahai Nabi) mewahyukan kepada para malaikat yang dikirim oleh Allah sebagai bala bantuan bagi orang-orang yang beriman pada Perang Badar : Sesungguhnya Aku bersama kalian, Aku akan membantu dan menolong kalian, maka kuatkanlah semangat orang-orang yang beriman, sedangkan Aku akan menurunkan rasa takut dan rasa kerdil ke dalam hati orang-orang kafir. Maka penggallah (hai orang-orang mukmin) kepada mereka, dan pancunglah tiap-tiap ujung jari dan persendian mereka.ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ شَاۤقُّوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۚ وَمَنْ يُّشَاقِقِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Apa yang terjadi atas orang-orang kafir itu (dipenggal kepala, leher dan ujung-ujung jari mereka) disebabkan penentangan mereka terhadap perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang menentang perintah Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya siksa Allah amat keras di dunia dan akhirat.ذٰلِكُمْ فَذُوْقُوْهُ وَاَنَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابَ النَّارِ
Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
Tafsir Al-Muyassar
Itulah siksa yang Aku segerakan bagi kalian, (wahai orang-orang kafir yang melanggar perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya di dunia) maka rasakanlah siksa itu dalam kehidupan dunia kalian. Kalian tetap akan menerima siksa neraka di akhirat.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوْهُمُ الْاَدْبَارَۚ
Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya dan mengamalkan syariatnya, apabila kalian menghadapi orang-orang kafir saling merapat dalam peperangan, janganlah kalian memalingkan punggung-punggung kalian, sehingga kalian akan kalah. Tetapi, tetaplah hadapi mereka!! Sesungguhnya Allah bersama kalian dan akan menolong kalian mengalahkan mereka.وَمَنْ يُّوَلِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ دُبُرَهٗٓ اِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ اَوْ مُتَحَيِّزًا اِلٰى فِئَةٍ فَقَدْ بَاۤءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰىهُ جَهَنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan barangsiapa di antara kalian yang mundur (dari peperangan) pada waktu menghadapi musuh, kecuali berbelok untuk mematahkan tipu daya orang-orang kafir atau untuk bergabung dengan kelompok tentara muslim yang lain; dia layak mendapat murka Allah dan tempat kembalinya adalah Neraka Jahanam seburuk-buruk tempat kembali.فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْۖ وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ رَمٰىۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَاۤءً حَسَنًاۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Pendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang Mukmin, sesungguhnya kalian tidak memerangi orang-orang musyrik itu pada Perang Badar, akan tetapi Allah-lah yang memerangi mereka. Dia menolong kalian dalam peperangan itu. Kamu (wahai Nabi) tidak melempar ketika kamu melempar, akan tetapi Allah-lah yang melempar; Dia-lah yang menghujamkan lemparanmu kepada orang-orang musyrik. (Allah berbuat demikian) untuk menguji orang-orang mukmin terhadap Allah dan Rasul-Nya dan mengangkat mereka dengan jihad ke derajat tertinggi, serta untuk menunjukkan nikmat-Nya kepada mereka, sehingga mereka mau bersyukur kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar doa-doa serta ucapan-ucapan yang kalian rahasiakan atau nyatakan, dan Maha Mengetahui mashlahat hamba-hamba-Nya.ذٰلِكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ مُوْهِنُ كَيْدِ الْكٰفِرِيْنَ
Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.
Tafsir Al-Muyassar
Perbuatan ini, yaitu membunuh orang-orang musyrik dan menepatkan lemparan pada mereka ketika mereka kalah, serta pertolongan kepada orang-orang mukmin atas musuh-musuh mereka adalah karunia Allah untuk orang-orang Mukmin. Dan Allah mengalahkan serta melemahkan tipu daya orang-orang kafir hingga mereka terhina dan tunduk terhadap kebenaran atau mereka binasa.اِنْ تَسْتَفْتِحُوْا فَقَدْ جَاۤءَكُمُ الْفَتْحُۚ وَاِنْ تَنْتَهُوْا فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَعُوْدُوْا نَعُدْۚ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْـًٔا وَّلَوْ كَثُرَتْۙ وَاَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan,maka telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti ; maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula) ; dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang kafir, jika kalian meminta kepada Allah untuk menimpakan siksa dan adzab-Nya kepada orang-orang yang melampaui batas lagi zhalim, sungguh Dia telah mengabulkan permintaan kalian itu, yaitu ketika Allah menimpakan adzab-Nya atas kalian sebagai hukuman bagi kalian dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Jika kalian (wahai orang-orang kafir) berhenti dari kekufuran kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berhenti memerangi Nabi-Nya, Muhammad maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat. Tetapi jika kalian kembali memerangi Muhammad dan para pengikutnya (orang-orang mukmin), maka Kami akan mengalahkan kalian seperti pada Perang Badar. Jamaah kalian (jumlah kalian yang banyak) tidak akan mampu melindungi kalian sedikit pun, sebagaimana mereka tidak mampu menolong kalian pada saat Perang Badar, walaupun jumlah kalian jauh lebih banyak dan peralatan perang kalian lebih hebat, sementara kaum mukmin hanya sedikit dan peralatan perang mereka sangat terbatas. Allah bersama orang-orang yang beriman dengan memberikan pertolongan dan kekuatan kepada mereka.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَاَنْتُمْ تَسْمَعُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya),
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, taatilah perintah-perintah dan jauhilah larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya. Janganlah kalian mengabaikan perintah maupun larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya, sedangkan kalian mendengar keterangan-keterangan dan ayat-ayat al-Qur an yang dibacakan kepada kalian.وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَۚ
dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata:"Kami mendengarkan," padahal mereka tidak mendengarkan.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menentang Allah dan Rasul-Nya Muhammad seperti orang-orang musyrik dan orang-orang munafik yang apabila mendengar kitab Allah dibacakan kepada mereka, mereka berkata : Kami mendengar dengan telinga kami, padahal sebenarnya mereka tidak menghayati apa yang mereka dengar dan tidak pula memikirkannya.اِنَّ شَرَّ الدَّوَاۤبِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk di muka bumi di sisi Allah adalah orang yang tuli yang tertutup telinganya dari mendengarkan kebenaran, dan orang bisu yang tidak pernah berbicara kebenaran. Mereka itulah orang-orang yang tidak pernah mencerna perintah maupun larangan Allah.وَلَوْ عَلِمَ اللّٰهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَّاَسْمَعَهُمْۗ وَلَوْ اَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka-mereka dengar itu).
Tafsir Al-Muyassar
Dan sekiranya Allah mengetahui kebaikan pada mereka, niscaya Dia menjadikan mereka dapat mendengar al-Qur an dan memahami pelajaran yang dikandungnya, sehingga mereka memikirkan bukti-bukti dan ayat-ayat Allah. Akan tetapi Allah mengetahui bahwa tidak ada kebaikan apa pun pada mereka dan mereka tidak akan beriman. Sekiranya Allah membuat mereka mendengar, niscaya mereka tetap berpaling dengan sengaja dan menentang setelah mereka mengerti tentang keimanan, dan mereka berpaling dari kebenaran dalam keadaan bagaimanapun.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْۚ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah sebagai Rabb-nya, Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rasul-Nya, sambutlah seruan Allah dan Rasul-Nya apabila menyeru kalian kepada kebenaran yang memberi kehidupan kepada kalian; karena dengan menyambut seruan itu akan membuat perbaikan bagi kehidupan kalian di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah (wahai orang-orang yang beriman) bahwa Allah-lah yang mengatur segala sesuatu dan Mahakuasa untuk membatasi antara manusia dan keinginan hatinya. Dia berhak disambut seruan-Nya apabila menyeru kalian, karena segala sesuatu berada dalam kekuasaan-Nya. Ketahuilah bahwa kalian akan dikumpulkan pada Hari Kiamat dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan amalnya masing-masing.وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاۤصَّةً ۚوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan waspadalah (Wahai orang-orang yang beriman) terhadap cobaan dan ujian yang menimpa secara menyeluruh kepada orang-orang jahat dan lainnya, di mana cobaan dan ujian itu tidak dikhususkan kepada orang yang berbuat maksiat dan dosa saja, akan tetapi dapat juga menimpa orang-orang shalih yang bersama mereka, apabila mereka kuasa mengingkari kezhaliman tapi mereka tidak melakukan. Ketahuilah bahwa Allah Mahakeras siksa-Nya bagi orang-orang yang melanggar perintah dan larangan-Nya.وَاذْكُرُوْٓا اِذْ اَنْتُمْ قَلِيْلٌ مُّسْتَضْعَفُوْنَ فِى الْاَرْضِ تَخَافُوْنَ اَنْ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَاٰوٰىكُمْ وَاَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهٖ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan ingatlah (hai para muhajirin), ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Medinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolonganNya dan diberi-Nya kamu rezki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah (wahai orang-orang yang beriman) akan nikmat Allah ketika kalian di Mekkah, saat itu jumlah kalian masih sedikit dan tertindas, kalian takut orang-orang kafir itu menyiksa kalian dengan cepat. Maka Allah menjadikan tempat berlindung bagi kalian, yaitu kota Madinah, Dia menguatkan kalian dengan pertolongan-Nya pada Perang Badar dan memberi makan kalian dari hal-hal yang baik (di antaranya adalah harta rampasan) yang halal agar kalian bersyukur kepada-Nya atas rizki dan nikmat itu.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu,mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mengikuti syariat-Nya, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dengan meninggalkan perintah-perintah-Nya dan mengerjakan apa yang Dia larang. Janganlah kalian menyia-nyiakan apa yang Allah percyakan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahui bahwa amanah (kepercayaan) itu wajib ditunaikan.وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ketahuilah (wahai orang-orang yang beriman) bahwa harta benda yang Allah kuasakan kepada kalian dan anak-anak yang dianugerahkan kepada kalian adalah ujian dari Allah dan cobaan bagi hamba-hamba-Nya, supaya Dia mengetahui apakah mereka bersyukur dan taat ataukah lalai dari-Nya? Ketahuilah bahwa Allah mempunyai kebaikan dan pahala yang besar bagi orang yang bertakwa dan taat kepada-Nya.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mengikuti syariat-Nya, jiika kalian bertakwa kepada Allah dan mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, niscaya Dia akan memberikan petunjuk antara yang hak dan yang batil, menghapus serta menutupi dosa-dosa kalian yang telah lalu, sehingga Dia tidak akan menghukum kalian nantinya. Dan Allah memiliki karunia yang besar dan pemberian yang banyak dan luas.وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗوَاللّٰهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Qurais) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah (wahai Rasulullah) ketika orang-orang musyrik Makkah akan memperdayaimu untuk menangkap, membunuh, atau mengusirmu dari negerimu. Mereka membuat tipu daya, akan tetapi Allah mengembalikan tipu daya itu kepada mereka sebagai balasan bagi mereka, dan Allah-lah sebaik-baik pembuat tipu daya.وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا قَالُوْا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاۤءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هٰذَآ ۙاِنْ هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata:"Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Quran) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala".
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila ayat-ayat al-Qur an yang mulia itu dibacakan kepada orang-orang kafir, mereka berkata karena kebodohan dan pengingkaran mereka terhadap kebenaran : Sesungguhnya kami pernah mendengar ayat-ayat seperti ini, kalau kami menghendaki, niscaya kami dapat mengarang hal yang sama dengan al-Qur an ini. Al-Qur an yang kamu bacakan kepada kami ini (wahai Rasul) hanyalah kebohongan-kebohongan orang-orang yang telah lalu.وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata:"Ya Allah, jika betul (al-Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih".
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah (wahai Rasul) perkataan orang-orang musyrik dari kaummu ketika menyeru Allah : Jika yang dibawa oleh Muhammad adalah benar dari Engkau, turunkanlah kepada kami hujan batu dari langit, atau Engkau datangkan kepada kami siksa yang keras lagi menyakitkan.وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata:"Ya Allah, jika betul (al-Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih".
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah (wahai Rasul) perkataan orang-orang musyrik dari kaummu ketika menyeru Allah : Jika yang dibawa oleh Muhammad adalah benar dari Engkau, turunkanlah kepada kami hujan batu dari langit, atau Engkau datangkan kepada kami siksa yang keras lagi menyakitkan.وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah tidak akan menyiksa orang-orang musyrik itu, sedangkan kamu (wahai Rasul) ada di antara mereka. Allah tidak akan menyiksa mereka apabila mereka masih mau meminta ampun.وَمَا لَهُمْ اَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللّٰهُ وَهُمْ يَصُدُّوْنَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوْٓا اَوْلِيَاۤءَهٗۗ اِنْ اَوْلِيَاۤؤُهٗٓ اِلَّا الْمُتَّقُوْنَ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya. Orang-orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertaqwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Bagaimana mereka tidak berhak mendapat adzab Allah, padahal mereka menghalangi wali-wali-Nya dari orang-orang Mukmin untuk thawaf di KA BAH dan shalat di Masjidil Haram? Mereka bukanlah wali Allah, sesungguhnya wali Allah hanyalah mereka yang bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Akan tetapi, kebanyakan dari orang-orang kafir itu tidak mengetahui, sehingga mereka mengaku apa yang bukan hak mereka.وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ اِلَّا مُكَاۤءً وَّتَصْدِيَةًۗ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
Tafsir Al-Muyassar
Shalat mereka di Masjdil Haram hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah adzab, yaitu terbunuh atau menjadi tawanan pada Perang Badar. Itu disebabkan oleh kekufuran dan pengingkaran kalian, serta perbuatan-perbuatan kalian yang hanya berani dilakukan oleh orang-orang kafir yang ingkar atas keesaan Rabb mereka dan risalah nabi mereka.اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗفَسَيُنْفِقُوْنَهَا ثُمَّ تَكُوْنُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُوْنَ ەۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى جَهَنَّمَ يُحْشَرُوْنَۙ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi(orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mendustakan Rasul-Nya itu mengeluarkan harta mereka dan memberikannya kepada orang-orang semisal mereka dari kalangan musyrik dan orang-orang sesat untuk menghalangi orang lain dari jalan Allah dan mencegah kaum mukmin percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan mengeluarkan hartanya untuk tujuan itu. Akan tetapi, yang mereka dapatkan hanyalah penyesalan dan kerugian karena harta mereka lenyap, sedangkan cita-cita mereka untuk memadamkan cahaya Allah dan mencegah orang-orang dari jalan-Nya tidak tercapai. Pada akhirnya, mereka akan dikalahkan oleh kaum mukmin dan orang-orang kafir itu akan dikumpulkan di Neraka Jahanam dan disiksa di dalamnya.لِيَمِيْزَ اللّٰهُ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيْثَ بَعْضَهٗ عَلٰى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهٗ جَمِيْعًا فَيَجْعَلَهٗ فِيْ جَهَنَّمَۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Supaya Allah memisahkan (golongan) buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya diatas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.
Tafsir Al-Muyassar
Allah akan mengumpulkan dan menghinakan orang-orang yang kufur kepada Rabb mereka dan orang-orang yang mengeluarkan harta mereka untuk mencegah orang lain beriman kepada Allah dan menghalangi dari jalan-Nya; demi membedakan antara yang buruk dengan yang baik. Dan Allah akan menjadikan harta haram yang dikeluarkan untuk menghalangi orang dari agama Allah itu semakin bertambah dan bertumpuk, dan dimasukkan-Nya ke dalam Neraka Jahanam. Orang-orang kafir itu adalah orang yang merugi di dunia dan akhirat.قُلْ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّنْتَهُوْا يُغْفَرْ لَهُمْ مَّا قَدْ سَلَفَۚ وَاِنْ يَّعُوْدُوْا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْاَوَّلِيْنَ
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu :"Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, yaitu kaummu yang musyrik : Jika mereka berhenti dari kekafiran dan memusuhi Nabi saw, kembali beriman kepada Allah semata, serta tidak lagi memerangi Nabi dan kaum mukmin, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Karena Islam menghapus yang telah lalu. Namun apabila orang-orang musyrik itu kembali memerangimu (wahai Rasul) setelah adzab yang menimpa mereka saat Perang Badar, maka berlakulah apa yang telah menimpa orang-orang sebelum mereka. Yaitu apabila mereka mendustakan dan tetap ingkar, niscaya Kami (Allah) akan menyegerakan adzab dan hukuman atas mereka.وَقَاتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِۚ فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Dan perangilah mereka itu, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan perangilah oleh kalian (hai kaum mukmin) orang-orang musyrik itu, agar tidak ada lagi kemusyrikan, tidak ada lagi yang mencegah orang dari jalan Allah, tidak ada lagi yang disembah, kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, sehingga diangkatlah musibah dari hambah Allah di muka bumi ini, dan sehingga agama, ketaatan, dan ibadah seluruhnya ditujukan kepada Allah dengan segenap keikhlasan tanpa tujuan yang lain. Apabila orang-orang musyrik itu berhenti menyebar fitnah terhadap orang mukmin dan berhenti menyekutukan Allah, kemudian masuk ke dalam agama yang hak bersama kalian, Allah tidak akan mengabaikan apa yang mereka kerjakan, yakni meninggalkan kekufuran dan masuk Islam.وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰىكُمْ ۗنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila orang-orang musyrik itu berpaling dari apa yang sudah kalian serukan (hai orang-orang mukmin) untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berhenti memerangi kalian, dan mereka tetap dalam kekafiran serta tetap memerangi kalian; yakinlah bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung dan penolong kalian untuk mengalahkan mereka. Dia adalah sebaik-baik penolong bagi kalian dan bagi wali-wali-Nya untuk mengalahkan musuh-musuh kalian.وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan Ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) dihari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman, ketahuilah sesungguhnya ghanimah yang kalian peroleh dari musuh kalian dengan berperang di jalan Allah, empat perlimanya adalah untuk kalian yang ikut dalam peperangan. Sementara seperlima sisanya dibagikan kepada lima golongan; pertama, untuk Allah dan Rasul-Nya yang dipergunakan untuk kemashlahatan muslimin secara umum. Kedua, untuk kerabat Rasulullah , yaitu Bani Hasyim dan Bani Muththalib, mereka mendapat bagian sebagai pengganti sedekah karena sedekah diharamkan atas mereka. Ketiga, untuk anak-anak yatim yang ditinggal mati bapaknya sebelum mencapai usia baligh. Keempat, untuk orang-orang miskin yang tidak memiliki kecukupan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan kelima, untuk musafir yang kehabisan bekal. (Yang demikian itu) jika kalian beriman kepada keesaan Allah dan taat kepada-Nya, serta meyakini apa yang telah diturunkan Allah kepada Rasul-Nya Muhammad , yaitu ayat-ayat, bantuan, dan pertolongan pada hari furqan (hari pemisah antara yang hak dan yang batil) pada Perang Badar, hari bertemunya dua pasukan; mukminin dan musyrikin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang mampu melemahkan-Nya.اِذْ اَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوٰى وَالرَّكْبُ اَسْفَلَ مِنْكُمْۗ وَلَوْ تَوَاعَدْتُّمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِى الْمِيْعٰدِۙ وَلٰكِنْ لِّيَقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا ەۙ لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْۢ بَيِّنَةٍ وَّيَحْيٰى مَنْ حَيَّ عَنْۢ بَيِّنَةٍۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَسَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ
(Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan kedua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah ketika kalian berada di sisi lembah yang dekat dengan Madinah, musuh kalian berada pada bagian lembah yang jauh, dan kafilah dagang berada pada tempat yang lebih rendah dari kalian, yaitu di arah pantai Laut Merah. Jika diadakan perjanjian pada pertemuan ini, niscaya kalian akan berselisih pendapat. Akan tetapi, Allah mengumpulkan kalian tanpa ada perjanjian terlebih dahulu. Hal ini untuk menetapkan ketentuan-Nya yang mesti terlaksana dengan menolong pada wali (penolong)-Nya dan menghinakan musuh-musuh-Nya (dengan mengalahkan mereka dan menawan mereka). Hal itu agar orang yang binasa itu binasanya dengan hujjah (keterangan) Allah yang nyata sehingga tidak ada alasan baginya, dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata pula. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan dua golongan itu(muslim dan musyrik); tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka niatkan dan kerjakan.اِذْ يُرِيْكَهُمُ اللّٰهُ فِيْ مَنَامِكَ قَلِيْلًاۗ وَلَوْ اَرٰىكَهُمْ كَثِيْرًا لَّفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِى الْاَمْرِ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ سَلَّمَۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
(yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gemetar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah (wahai Nabi) ketika Allah memperlihatkan dalam tidurmu betapa sedikitnya jumlah musuhmu, kemudian engkau memberitahukannya kepada orang-orang mukmin, maka kuatlah hati mereka dan menjadi berani menghadapi pertempuran. Andaikata Allah memperlihatkan betapa banyaknya jumlah musuhmu niscaya para sahabat akan ragu untuk menghadapi mereka dan kalian menjadi takut dan berselisih dalam menyongsong peperangan itu. Akan tetapi Allah menyelamatkan kalian dari kekalahan dan dari akibat yang ditimbulkan oleh kekalahan itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati dan jiwa.وَاِذْ يُرِيْكُمُوْهُمْ اِذِ الْتَقَيْتُمْ فِيْٓ اَعْيُنِكُمْ قَلِيْلًا وَّيُقَلِّلُكُمْ فِيْٓ اَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا ۗوَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumlah dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah pula ketika musuh-musuh kalian maju ke medan pertempuran, kalian melihat mereka berjumlah sedikit sehingga kalian menjadi berani menghadapi mereka. Dan Allah menjadikan kalian dalam penglihatan mereka berjumlah sedikit pula agar mereka tidak bersiap-siap untuk menghadapi kalian. Karena Allah hendak menetapkan ketentuan-Nya yang mesti terlaksana. Maka terbuktilah janji Allah kepada kalian, yaitu pertolongan-Nya dan kemenangan. Dan Kalimatullah-lah yang Berjaya, sedangkan kalimat orang-orang kafir adalah yang rendah dan hina. Kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan dan akan dibalas sesuai dengan haknya.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, serta menjalankan syariat-Nya! Apabila kalian bertemu dengan sekelompok orang kafir yang bersiap memerangi kalian, berteguhhatilah dan janganlah kalian mundur dari mereka. Sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya seraya berdoa dan berharap turunnya pertolongan dan kemenangan kepada kalian dan mengalahkan musuh kalian, agar kalian beruntung.وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ
Dan taatlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Tafsir Al-Muyassar
Konsistenlah kalian dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dalam setiap keadaan. Janganlah kalian berselisih yang menyebabkan pecahnya persatuan dan solidaritas kalian sehingga menjadi lemah. Lalu hilanglah kekuatan dan kemenangan kalian. Bersabarlah dalam menghadapi musuh. Sesungguhnya Allah selalu menolong orang-orang yang bersabar dan tidak akan pernah meninggalkan mereka.وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَّرِئَاۤءَ النَّاسِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ بِمَايَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampung-kampung dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan janganlah kalian seperti orang-orang musyrik yang keluar dari negerinya dengan rasa sombong dan riya untuk mencegah orang lain masuk agama Allah. Sesungguhnya Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan, tidak ada sedikitpun yang tersembunyi dari-Nya.وَاِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَاِنِّيْ جَارٌ لَّكُمْۚ فَلَمَّا تَرَاۤءَتِ الْفِئَتٰنِ نَكَصَ عَلٰى عَقِبَيْهِ وَقَالَ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّنْكُمْ اِنِّيْٓ اَرٰى مَا لَا تَرَوْنَ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ ۗوَاللّٰهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan:"Tidak ada seorang manusia yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan),syaitan itu balik ke belakang seraya berkata :"Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah oleh kalian, ketika setan menjadikan orang-orang musyrik itu memandang bagus apa yang mereka datangi dan rencana yang mereka ingin lakukan. Ia (setan) berkata kepada mereka : Hari ini tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian. Dan sungguh aku adalah penolong kalian : Maka tatkala berhadapan kedua kelompok, orang-orang musyrik bersama setan dan orang-orang muslim bersama malaikat, setan itu malah melarikan diri, sambil berkata kepada orang-orang musyrik : Aku melepaskan diri dari kalian, aku bisa melihat malaikat yang tidak bisa kalian lihat datang menolong orang-orang muslim itu. Aku takut kepada Allah. Maka setan itu meninggalkan orang-orang musyrik dan berlepas diri dari mereka. Sesungguhnya siksa Allah sangat keras bagi orang yang berbuat maksiat kepada-Nya dan tidak bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha).اِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ غَرَّ هٰٓؤُلَاۤءِ دِيْنُهُمْۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata:"Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya". (Allah berfirman):"Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah, tatkala orang-orang yang penuh keraguan, orang munafik, dan orang yang hatinya diliputi penyakit berkata ketika melihat sedikitnya jumlah pasukan muslimin dan banyaknya jumlah pasukan kafir : Orang-orang mukmin itu telah ditipu agama mereka. Sehingga mereka mendatangi tempat kematian ini. Mereka (orang-orang munafik) tidak mengetahui bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan orang yang bertawakkal kepada-Nya dan percaya terhadap janji-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa tidak ada sesuatu pun yang melemahkan-Nya, juga Mahabijaksana dalam penciptaan-Nya dan mengurus ciptaan-Nya.وَلَوْ تَرٰٓى اِذْ يَتَوَفَّى الَّذِيْنَ كَفَرُوا الْمَلٰۤىِٕكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَدْبَارَهُمْۚ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ
Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata):"Rasakan olehmu siksa neraka yang membakar". (tentulah kamu akan merasa ngeri).
Tafsir Al-Muyassar
Jika engkau (wahai Rasul) melihat ketika malaikat menggenggam ruh orang-orang kafir dan mencabutnya. Para malaikat itu memukul wajah mereka ketika berhadapan dan memukul punggung mereka ketika mereka melarikan diri. Kemudian berkata kepada mereka : Rasakanlah siksa neraka yang membakar. Jika engkau melihat hal itu, sungguh engkau ( wahai Rasul) melihat perkara yang besar. Redaksi ayat ini meskipun sebab turunnya adalah kejadian pada Perang Badar, tapi isinya bersifat umum untuk setiap orang kafir.ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِۙ
Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Apa yang menimpa kalian wahai orang-orang musyrik (pada waktu perang Badar) disebabkan perbuatan buruk kalian sendiri sewaktu di dunia. Allah tidak sedikit pun menzhalimi makhluk-Nya meski sebesar zarrah. Sebab Allah adalah Penentu yang adil dan tidak curang.كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْنَۙ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat keras siksa-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya apa yang menimpa orang-orang musyrik ketika itu merupakan Sunnatullah (ketentuan Allah) dalam menghukum umat-umat terdahulu yang melampaui batas, seperti Fir aun dan yang lainnya. Ketika mereka mendustakan Rasul-rasul Allah dan mengingkari ayat-ayat-Nya, Allah menurunkan siksa kepada mereka disebabkan dosa mereka itu. Sesungguh-Nya Allah Mahakuat tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya dan amat keras siksa-Nya bagi orang yang berbuat maksiat dan tidak bertaubat dari dosanya.ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Balasan (siksa) yang buruk itu adalah karena Allah sekali-kali tidak akan mengubah nikmat yang telah diberikan kepada suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang merubah keadaan dari yang baik menjadi buruk. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan makhluk-Nya, Maha Mengetahui tingkah laku mereka; lalu menentukan nasib mereka berdasarkan tuntutan ilmu dan kehendak-Nya.كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْنَۙ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۚ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ فَاَهْلَكْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَۚ وَكُلٌّ كَانُوْا ظٰلِمِيْنَ
(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Rabbnya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zhalim.
Tafsir Al-Muyassar
Keadaan orang-orang kafir saat itu serupa dengan keadaan Fir aun dan pengikutnya yang mendustakan Nabi Musa, juga serupa dengan umat-umat terdahulu yang mendustakan Rasul-rasul mereka. Maka Allah membinasakan mereka karena dosa-dosa itu dan meneggelamkan Fir aun dan pengikutnya di laut. Semua itu karena mereka melakukan apa yang tidak seharusnya dilakukan, yaitu mendustakan para Rasul Allah dan mengingkari ayat-ayat-Nya, serta menyekutukan-Nya dengan menyembah yang lain.اِنَّ شَرَّ الدَّوَاۤبِّ عِنْدَ اللّٰهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَۖ
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di muka bumi di sisi Allah adalah orang-orang kafir yang tetap dalam kekufuran. Mereka mendustakan para Rasul Allah, tidak meyakini keesaan-Nya, dan tidak mengikuti syariat-Nya.الَّذِيْنَ عَاهَدْتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَهُمْ فِيْ كُلِّ مَرَّةٍ وَّهُمْ لَا يَتَّقُوْنَ
(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).
Tafsir Al-Muyassar
Di antara yang paling buruk adalah orang-orang Yahudi yang telah mengadakan perjanjian untuk tidak memerangimu dan tidak memusuhi seorang pun dari (kaum) mu. Akan tetapi, mereka selalu mengkhianati janji dan mereka tidak takut kepada Allah.فَاِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِى الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila Engkau bertemu mereka (orang-orang Yahudi yang melanggar perjanjian) didalam peperangan, maka berikanlah siksaan dan balasan kepada mereka yang dapat membuat takut orang-orang diluar mereka. Cerai beraikanlah pasukan mereka (dengan menumpas mereka) agar orang-orang yang melihat mengambil pelajaran, sehingga mereka tidak berani melakukan perbuatan sebagaimana yang telah dilakukan orang-orang sebelumnya.وَاِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْۢبِذْ اِلَيْهِمْ عَلٰى سَوَاۤءٍۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْخَاۤىِٕنِيْنَ
Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. SesungguhnyaAllah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila engkau takut (wahai Rasul) akan ada pengkhianatan dari satu golongan dan telah jelas tanda-tanda pengkhianatannya, kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka, agar kedua belah pihak sama-sama mengetahui bahwa tidak ada perjanjian lagi setelah hari ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dalam perjanjian mereka dan melanggar kesepakatan.وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَبَقُوْاۗ اِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُوْنَ
Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).
Tafsir Al-Muyassar
Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah itu menyangka bahwa mereka luput (dari siksa) dan selamat, dan Allah tidak Kuasa atas mereka. Sesungguhnya mereka tidak akan terlepas dari siksa Allah.وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ لَا تَعْلَمُوْنَهُمْۚ اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
Tafsir Al-Muyassar
Wahai segenap umat muslim, bersiaplah untuk menghadapi musuh-musuh kalian dengan segenap kemampuan berupa perbekalan maupun personil. Agar dengan itu tersisip rasa gentar dalam hati musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian yang menanti kalian, serta menakuti orang-orang selain mereka yang tidak menampakkan permusuhannya saat ini kepada kalian. Akan tetapi Allah mengetahui mereka dan mengetahui apa yang terbesit dalam hati mereka. Dan harta atau apa saja yang kalian nafkahkan di jalan Allah, baik sedikit atau banyak, niscaya Allah akan menggantinya di dunia dan menabungkan pahalanya untuk kalian sampai Hari Kiamat. Dan pahala bagi kalian tidak akan dikurangi sedikit pun.وَاِنْ جَنَحُوْا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawwakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila mereka condong untuk menyudahi peperangan dan menginginkan perdamaian, condonglah kamu (wahai nabi) pada hal tersebut, dan serahkan urusanmu kepada Allah, percayalah kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar akan perkataan mereka dan Maha Mengetahui terhadap niat mereka.وَاِنْ يُّرِيْدُوْٓا اَنْ يَّخْدَعُوْكَ فَاِنَّ حَسْبَكَ اللّٰهُ ۗهُوَ الَّذِيْٓ اَيَّدَكَ بِنَصْرِهٖ وَبِالْمُؤْمِنِيْنَۙ
Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi Pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmim.
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila mereka yang membuat perjanjian denganmu itu hendak berbuat makar, sesungguhnya Allah akan melindungimu dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang menurunkan kepadamu pertolongan-Nya dan memperkuatmu dengan orang-orang mukmin dari golongan Muhajirin dan Anshar. Dia-lah yang telah mempersatukan hati mereka (orang mukmin) setelah bercerai berai. Andaikata engkau membelanjakan seluruh harta didunia untuk mempersatukan hati mereka, niscaya engkau tidak akan dapat melakukannya. Akan tetapi, Allah mempersatukan mereka dalam keimanan, sehingga jadilah mereka saudara yang saling mencintai dan menyayangi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa dalam kerajaan-Nya dan Maha Bijaksana dalam urusan dan pengaturan-Nya.وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْۗ لَوْاَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila mereka yang membuat perjanjian denganmu itu hendak berbuat makar, sesungguhnya Allah akan melindungimu dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang menurunkan kepadamu pertolongan-Nya dan memperkuatmu dengan orang-orang mukmin dari golongan Muhajirin dan Anshar. Dia-lah yang telah mempersatukan hati mereka (orang mukmin) setelah bercerai berai. Andaikata engkau membelanjakan seluruh harta didunia untuk mempersatukan hati mereka, niscaya engkau tidak akan dapat melakukannya. Akan tetapi, Allah mempersatukan mereka dalam keimanan, sehingga jadilah mereka saudara yang saling mencintai dan menyayangi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa dalam kerajaan-Nya dan Maha Bijaksana dalam urusan dan pengaturan-Nya.يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Hai Nabi, cukuplah Allah menjadi Pelindung bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai Nabi! Cukuplah Allah sebagai pelindung bagimu dan bagi orang-orang mukmin pengikutmu dari kejahatan musuh-musuhmu.يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْقِتَالِۗ اِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَابِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِۚ وَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ يَّغْلِبُوْٓا اَلْفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai Nabi! Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin untuk berperang! Apabila ada dua puluh orang yang bersabar di antara kalian bertemu musuh, niscaya akan mampu mengalahkan dua ratus orang dari mereka (musuh). Apabila ada seratus mujahid yang bersabar, akan mampu mengalahkan seribu orang kafir, karena mereka (orang kafir) tidak mengetahui dan tidak memahami apa yang telah Allah persiapkan bagi para mujahid di jalan-Nya. Mereka berperang hanya untuk kejayaan di dunia dan membuat kerusakan didalamnya.اَلْــٰٔنَ خَفَّفَ اللّٰهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ اَنَّ فِيْكُمْ ضَعْفًاۗ فَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ صَابِرَةٌ يَّغْلِبُوْا مِائَـتَيْنِۚ وَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ اَلْفٌ يَّغْلِبُوْٓا اَلْفَيْنِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui padamu bahwa ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
Tafsir Al-Muyassar
Sekarang Allah memberikan keringanan kepada kalian (hai orang-orang yang beriman), karena Allah mengetahui ada kelemahan dalam diri kalian, Maka apabila diantara kalian ada seratus orang sabar, akan mampu mengalahkan dua ratus tentara kafir. Dan apabila kalian seribu orang akan mampu mengalahkan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang bersabar dengan perlindungan dan pertolongan-Nya.مَاكَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗٓ اَسْرٰى حَتّٰى يُثْخِنَ فِى الْاَرْضِۗ تُرِيْدُوْنَ عَرَضَ الدُّنْيَاۖ وَاللّٰهُ يُرِيْدُ الْاٰخِرَةَۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌحَكِيْمٌ
Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
Tafsir Al-Muyassar
Tidak patut bagi seorang nabi memiliki tawanan musuh sampai ia memenangkan peperangan; itu untuk memberikan rasa takut di hati mereka dan menguatkan pondasi agama. Kalian (hai orang-orang muslim) menghendaki keuntungan dunia dari tebusan para tawanan Perang (Badar). Sementara itu, Allah menghendaki keuntungan akhirat bagi kalian, yaitu dengan menjayakan agama-Nya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa tanpa tertandingi dan Maha Bijaksana dalam syariat-Nya.لَوْلَاكِتٰبٌ مِّنَ اللّٰهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيْمَآ اَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya tidak ada ketetapan dan ketentuan Allah yang terdahulu bagi umat ini, yaitu kebolehan mengambil harta ghanimah (rampasan perang) dan tebusan tawanan, niscaya kalian akan mendapatkan siksa yang amat pedih karena mengambil ghanimah dan tebusan sebelum ditetapkan hukum syarat kedua hal tersebut.فَكُلُوْا مِمَّاغَنِمْتُمْ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertaqwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Maka makanlah sebagian dari harta rampasan perang dan tebusan tawanan itu. Itu halal dan baik bagi kalian. Jaga dan peliharalah hukum-hukum agama Allah dan syariat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap hamba-Nya, lagi Maha Penyayang kepada mereka.يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّمَنْ فِيْٓ اَيْدِيْكُمْ مِّنَ الْاَسْرٰٓىۙ اِنْ يَّعْلَمِ اللّٰهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ خَيْرًا يُّؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ اُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu:"Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Hai Nabi, Katakanlah kepada para tawanan kalian saat Perang (Badar) : Jangan sedih dengan tebusan yang akan diminta dari kalian. Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hati kalian, niscaya Allah akan memberikan yang lebih baik dari pada harta yang telah diambil dari kalian, yaitu dengan memberikan kebaikan yang banyak kepada kalian dari karunia-Nya, (Allah telah memenuhi janji-Nya kepada Abbas dan lainnya) dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya apabila mereka bertaubat, juga Maha Penyayang terhadap mereka.وَاِنْ يُّرِيْدُوْا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللّٰهَ مِنْ قَبْلُ فَاَمْكَنَ مِنْهُمْ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Akan tetapi jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila para tawanan yang engkau (wahai Nabi) bebaskan itu hendak berkhianat kembali, janganlah kamu putus asa. Sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelumnya dan memerangimu, maka sesungguhnya Allah akan menolongmu atas mereka. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang dirahasiakan dalam hati dan Allah Maha Bijaksana dalam mengatur urusan para hamba-Nya.اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْٓا اُولٰۤىِٕكَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يُهَاجِرُوْا مَا لَكُمْ مِّنْ وَّلَايَتِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ حَتّٰى يُهَاجِرُوْاۚ وَاِنِ اسْتَنْصَرُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ اِلَّا عَلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan syariat-Nya, berhijrah ke negeri Islam atau negeri yang kalian bisa dengan tenang dan aman beribadah kepada Allah, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, dan orang-orang yang menerima mereka yang berhijrah di kediamannya, dan membantu mereka dengan hartanya, dan orang-orang yang menolong agama Allah, mereka itu satu sama lain saling melindungi. Adapun orang-orang yang beriman, tetapi mereka belum hijrah dari negeri kafir, maka tidak ada kewajiban sedikit pun untuk melindungi dan menolong mereka hingga mereka berhijrah. Akan tetapi, jika mereka dizhalimi oleh orang-orang kafir dan meminta pertolongan, maka kalian tetap wajib memberikan pertolongan kepadanya. Kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kalian dengan mereka dan mereka tidak melanggarnya. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan dan akan membalas semuanya sesuai dengan niat dan amalnya.وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ اِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الْاَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌۗ
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. JIka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain. Maka apabila kalian (hai orang-orang mukmin) tidak menjadi pelindung bagi yang lain, maka di muka bumi ini akan terjadi fitnah bagi orang-orang mukmin terhadap agama Allah, juga terjadi kerusakan yang besar. Mereka akan terhalang dari agama Allah dan dari jalan-Nya dan orang kafir akan semakin bertambah kuat.وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْٓا اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang meninggalkan kediaman mereka menuju negeri Islam atau negeri yang memungkinkan mereka beribadah kepada Allah dengan tenang dan aman, dan mereka yang berjihad menegakkan kalimat Allah, dan orang-orang yang memberi pertolongan kepada saudara mereka para Muhajirin, serta membantu mereka dengan harta dan perlindungan, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan atas dosa-dosa mereka dan rizki yang mulia dan luas di dalam Surga Na imوَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْۢ بَعْدُ وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا مَعَكُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ مِنْكُمْۗ وَاُولُوا الْاَرْحَامِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

