× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
حٰمۤۚ
Haa Miim.

Tafsir Al-Muyassar

Pembicaraan tentang huruf-huruf penggalan telah hadir di awal surat al-Baqarah.
عۤسۤقۤۗ
Ain Siin Qaaf.

Tafsir Al-Muyassar

Pembicaraan tentang huruf-huruf penggalan telah hadir di awal surat al-Baqarah.
كَذٰلِكَ يُوْحِيْٓ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۙ اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang yang sebelum kamu.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagaimana Allah telah menurunkan al-Quran ini kepadamu -wahai Rasul-, Dia juga menurunkan kitab-kitab dan suhuf-suhuf kepada para nabi sebelummu, Dia Mahaperkasa dalam pembalasan-Nya dan Maha Bijaksana dalam perkataan dan perbuatan-Nya.

لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya milik Allah semata apa yang ada di langit dan di bumi. Dia Mahatinggi dengan Dzat, kedudukan dan kekuasaan-Nya, Mahaagung pemilik kebesaran dan keagungan.

تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِمَنْ فِى الْاَرْضِۗ اَلَآ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Rabb) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Rabbnya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Langit-langit hampir terbelah, setiap langit di atas yang sesudahnya, karena keagungan Allah yang Maha Penyayang dan kemuliaanNya. Sedangkan para malaikat bertasbih dengan memuji Rabb mereka dan menyucikanNya dari apa yang tidak patut bagi-Nya. Mereka memohon kepada Rabb mereka ampunan untuk penduduk bumi dari kalangan orang-orang yang beriman kepada-Nya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa para hamba-Nya yang beriman, Maha Penyayang kepada mereka.

وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهُ حَفِيْظٌ عَلَيْهِمْۖ وَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ
Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; dan kamu (ya Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang mengangkat Ilah-Ilah lain selain Allah, mereka menyembahnya dan menyintainya. Sedangkan Allah menjaga perbuatan mereka atas mereka, lalu membalas mereka sesuai dengannya di Hari Kiamat. Kamu -wahai Rasul- bukan penanggung jawab atas mereka untuk menjaga amal perbuatan mereka, karena sesungguhnya kamu hanyalah pemberi peringatan, tugasmu menyampaikan dan tanggung-jawab-Ku adalah menghisab.

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّتُنْذِرَ اُمَّ الْقُرٰى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيْهِ ۗفَرِيْقٌ فِى الْجَنَّةِ وَفَرِيْقٌ فِى السَّعِيْرِ
Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada nabi-nabi sebelummu, Kami juga menurunkan al-Quran dengan bahasa Arab kepadamu agar kamu memberi peringatan kepada penduduk Makkah dan manusia-manusia lainnya di sekitarnya, kamu memberi peringatan kepada mereka tentang hari pengumpulan, yaitu Hari Kiamat yang kedatangannya tidak diragukan. Saat itu manusia terbagi menjadi dua kubu; satu kubu di surga dan mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti apa yang dibawa oleh utusanNya Muhammad Saw. Dan satu lagi di neraka yang membakar. Mereka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, menyelisihi apa yang dibawa oleh Rasul-Nya Muhammad Saw.

وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَهُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ يُّدْخِلُ مَنْ يَّشَاۤءُ فِيْ رَحْمَتِهٖۗ وَالظّٰلِمُوْنَ مَا لَهُمْ مِّنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.

Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya Allah berkenan mengnmpulkan makhluk-Nya di atas petunjuk dan menjadikan mereka di atas satu agama yang dinaungi hidayah niscaya Dia melakukannya. Akan tetapi Allah hendak memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-makhluk pilihanNya ke dalam rahmat-Nya. Sedangkan orangorang yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan kesyirikan tidak memiliki penolong yang mengurusi perkara-perkara mereka di Hari Kiamat, dan tidak memiliki pembela yang mengentaskan mereka dari siksa Allah.
اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۚ فَاللّٰهُ هُوَ الْوَلِيُّ وَهُوَ يُحْيِ الْمَوْتٰى ۖوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah Maka Allah, Dialah Pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Justru orang-orang musyrikin itu mengangkat sekutu-sekutu selain Allah yang mereka cintai, padahal hanya Allah semata yang semestinya dicintai oleh hamba-Nya dengan ibadah dan ketaatan. Sedangkan Dia menyintai hamba-hamba-Nya yang beriman dengan mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya, dan membantu mereka dalam segala urusan mereka. Dia menghidupkan manusia yang mati saat kebangkitan tiba, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkan-Nya.

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيْهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبِّيْ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُۖ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ
Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Rabbku. Kepada-Nyalah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.

Tafsir Al-Muyassar

Perkara apa pun dalam agama kalian -wahai manusia- yang kalian perselisihkan, maka hukumnya dikembalikan kepada Allah dalam kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya Saw. Itulah Allah, Rabbku dan Rabb kalian. Hanya kepada-Nya semata aku bertawakal dalam segala urusanku, dan hanya kepada-Nya-lah aku mengembalikan seluruh perkaraku.

فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّمِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًاۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِۗ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Tafsir Al-Muyassar

Allah adalah pencipta langit dan bumi dan pembuat keduanya dengan kodrat, kehendak dan hikmah-Nya. Dan Dia menjadikan pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenang kepadanya. Dia menjadikan hewan ternak berpasang-pasangan, jantan dan betina. Dia memperbanyak bilangan kalian melalui pernikahan dan kelahiran, tidak ada satu pun makhluk Allah SWT yang menyerupai dan menandingiNya, tidak pada Dzat-Nya, tidak pada namanama-Nya, tidak pada sifat-sifat-Nya dan tidak pada perbuatan-perbuatan-Nya, karena seluruh nama-nama-Nya adalah husna (sangat baik), sifat-sifat-Nya adalah sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan, dan dengan perbuatan-perbuatan-Nya Dia menciptakan makhluk-makhluk yang besar tanpa sekutu, Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat, tidak sedikitpun dari perbuatan dan perkataan hamba-hamba-Nya yang samar bagi-Nya, dan Dia akan membalas mereka atasnya.

لَهٗ مَقَالِيْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۚاِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Bagi-Nya kerajaan langit dan bumi, di tangan-Nya kunci-kunci rahmat dan rizki. Dia melapangkan rizki-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak satu pun dari perkara makhluk-Nya yang samar bagi-Nya.

شَرَعَ لَكُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا وَصّٰى بِهٖ نُوْحًا وَّالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهٖٓ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسٰٓى اَنْ اَقِيْمُوا الدِّيْنَ وَلَا تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِۗ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ مَا تَدْعُوْهُمْ اِلَيْهِۗ اَللّٰهُ يَجْتَبِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ يُّنِيْبُۗ
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

Tafsir Al-Muyassar

Dia mensyariatkan untuk kalian -wahai manusiaagama yang telah Kami wahyukan kepadamu -wahai Rasul-, yaitu Islam, sebagaimana Dia mewasiatkannya kepada Nuh agar mengamalkan dan menyampaikan, dan apa yang Kami wasiatkan kepada lbrahim, Musa dan Isa. Mereka berlima adalah Ulul Azmi dari para Rasul menurut pendapat yang masyhur, agar mereka semuanya menegakkan agama dengan tauhid, ketaatan kepada Allah dan penyembahan kepada-Nya semata bukan kepada selain-Nya, jangan berselisih dalam agama yang aku perintahkan kepada kalian. Apa yang kamu dakwahkan berupa tauhid kepada Allah dan mengikhlaskan ibadah kepadanya benar-benar berat bagi orang-orang musyrikin. Allah memilih untuk mengemban tauhid siapa yang Dia kehendaki dari makhlukNya, membimbing untuk menaati-Nya siapa yang kembali kepada-Nya.

وَمَا تَفَرَّقُوْٓا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۗ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى لَّقُضِيَ بَيْنَهُمْۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْرِثُوا الْكِتٰبَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيْبٍ
Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu tidak bercerai berai dalam agama mereka, sehingga mereka menjadi kelompok-kelompok dan aliran-aliran kecuali setelah datang ilmu kepada mereka dan hujjah telah tegak atas mereka dan yang membuat mereka melakukan hal itu hanyalah pengingkaran dan pelanggaran. Kalau bukan karena kalimat yang telah mendahului dari Rabbmu -wahai Rasul- dengan menunda adzab dari mereka ke waktu yang telah ditetapkan, yaitu Hari Kiamat, niscaya telah ditetapkan di antara mereka untuk menyegerakan adzab atas orang-orang kafir dari mereka. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Taurat dan Injil setelah orang-orang yang berselisih tentang kebenaran tersebut benar-benar dalam kebimbangan dalam agama dan imam, terjatuh ke dalam kebimbangan dan perselisihan yang tercela.
فَلِذٰلِكَ فَادْعُۚ وَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَۚ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْۚ وَقُلْ اٰمَنْتُ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنْ كِتٰبٍۚ وَاُمِرْتُ لِاَعْدِلَ بَيْنَكُمْۗ اَللّٰهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْۗ لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْۗ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْۗ اَللّٰهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَاۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُۗ
Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)."

Tafsir Al-Muyassar

Ajaklah -wahai Rasul- hamba-hamba Allah kepada agama yang lurus di mana Allah telah mensyariatkannya untuk nabi-nabi-Nya dan mewasiatkannya bagi mereka. Beristiqamahlah sebagaimana yang Allah perintahkan kepadamu, jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang ragu-ragu dalam kebenaran dan membelot dari agama, dan ucapkanlah, "Saya membenarkan seluruh kitab-kitab yang turun dari langit kepada nabi-nabi, dan Rabbku memerintahkan kepadaku agar bersikap adil di antara kalian dalam menetapkan hukum. Allah adalah Rabb kami dan Rabb kalian, bagi kami pahala amal perbuatan kami yang shalih dan bagi kalian balasan amal perbuatan kalian yang buruk. Tidak ada perdebatan dan perselisihan di antara kami dengan kalian setelah kebenaran itu jelas. Allah mengumpulkan antara kami dengan kalian di Hari Kiamat, lalu Dia memberikan keputusan di antara kita dengan kebenaran dalam perkara yang kita perselisihkan. Hanya kepadanya tempat kembali dan berpulang, lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan haknya.

وَالَّذِيْنَ يُحَاۤجُّوْنَ فِى اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا اسْتُجِيْبَ لَهٗ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ
Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja, di sisi Rabb mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang mendebat agama Allah yang dengannya Aku mengutus Muhammad Saw setelah manusia menjawab ajakannya dan masuk Islam, hujjah dan debat mereka batil lagi sia-sia di sisi Rabb mereka. Bagi mereka dari Allah kemurkaan di dunia, dan di akhirat mereka mendapatkan adzab yang keras, yaitu api neraka.

اَللّٰهُ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ وَالْمِيْزَانَ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيْبٌ
Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu (sudah) dekat

Tafsir Al-Muyassar

Allah yang menurunkan al-Quran dan kitab-kitab lainnya dengan benar. Dia menurunkan timbangan, yaitu keadilan sebagai neraca hukum di antara manusia dengan obyektif. Siapa yang memberitahumu dan menyampaikan kepadamu bahwa saat kehadiran Kiamat memang sudah dekat?

يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهَاۚ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مُشْفِقُوْنَ مِنْهَاۙ وَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهَا الْحَقُّ ۗ اَلَآ اِنَّ الَّذِيْنَ يُمَارُوْنَ فِى السَّاعَةِ لَفِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ
Orang-orang yang tidak beriman kepada hari Kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah terhadap terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Kiamat meminta disegerakannya Kiamat sebagai bentuk perolok-olokan dan penghinaan. Sedangkan orang-orang yang beriman kepadanya takut kepadanya, mereka mengetahui bahwa ia adalah haq yang tidak mengandung kebimbangan, Ketahuilah bahwa orang-orang yang mendebat kedatangan Kiamat benar-benar dalam kesesatan yang jauh dari kebenaran.

اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ
Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rizki kepada siapa yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Tafsir Al-Muyassar

Allah Mahakasih kepada hamba-hamba Nya, melapangkan rizki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya atas siapa yang Dia kehendaki sesuai dengan hikmahNya SWT. Dia Mahakuat yang memiliki seluruh kekuatan, Mahaperkasa dalam pembalasanNya terhadap orang-orang yang mendurhakaiNya.

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰخِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖۚ وَمَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۙ وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ
Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa menginginkan dengan amalnya pahala akhirat, dia menunaikan hak-hak Allah dan berinfak mendukung dakwah kepada agama, Kami menambahkan kebaikan pada amal perbuatannya, amal kebaikannya dilipatgandakan sampai sepuluh kali lipatnya sampai tambahan yang dikehendaki Allah. Dan barangsiapa menginginkan dunia semata dengan amal perbuatannya, maka Kami memberinya apa yang Kami bagikan untuknya, dan di akhirat dia tidak memperoleh pahala apa pun.

اَمْ لَهُمْ شُرَكٰۤؤُا شَرَعُوْا لَهُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا لَمْ يَأْذَنْۢ بِهِ اللّٰهُ ۗوَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗوَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang musyrikin itu memiliki sekutu-sekutu dalam kesyirikan dan kesesatan mereka, para sekutu tersebut membuat-buat agama dan kesyirikan yang tidak diizinkan oleh Allah? Kalau bukan karena keputusan dan takdir Allah untuk menangguhkan mereka, dan bahwa Dia tidak menyegerakan adzab untuk mereka di dunia, niscaya ditetapkan di kalangan mereka dengan disegerakannya adzab. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah, di hari Kiamat mendapatkan siksa yang menyakitkan dan memilukan.
تَرَى الظّٰلِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا كَسَبُوْا وَهُوَ وَاقِعٌۢ بِهِمْ ۗوَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فِيْ رَوْضٰتِ الْجَنّٰتِۚ لَهُمْ مَّا يَشَاۤءُوْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُ
Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Rabb mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Kamu melihat -wahai Rasul- orang-orang kafir di Hari Kiamat begitu ketakutan terhadap adzab Allah akibat dari perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan di dunia. Siksa turun menimpa mereka dan mereka mencicipinya tanpa bisa tidak. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan menaati-Nya berada dalam kebun-kebun surga dan istananya serta kenikmatan akhirat, bagi mereka apa yang mereka inginkan di sisi Rabb mereka. Karunia dan kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka adalah sesuatu yang sangat besar yang sulit untuk diungkapkan, dan tidak diketahui oleh akal.

ذٰلِكَ الَّذِيْ يُبَشِّرُ اللّٰهُ عِبَادَهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰىۗ وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهٗ فِيْهَا حُسْنًا ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

Tafsir Al-Muyassar

Kenikmatan dan kemuliaan di akhirat yang aku sampaikan kepada kalian wahai manusia adalah berita gembira yang Allah SWT sampaikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya dan menaati-Nya di dunia. Dan katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang yang meragukan Hari Kiamat dari kalangan orang-orang musyrik kaummu, "Aku tidak meminta upah dari harta kalian atas kebenaran yang aku bawa kepada kalian dan aku dakwahkan kepada kalian kecuali kecintaan kalian kepadaku sebagai kerabat kalian, dan hendaknya kalian tetap menyambung tali silaturrahim antara diriku dengan kalian." Barangsiapa melakukan kebaikan maka Kami melipatgandakannya menjadi sepuluh kali lipatnya bahkan lebih. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa para hambaNya, Mahasyukur kepada kebaikan dan ketaatan mereka kepada-Nya.

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًاۚ فَاِنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يَخْتِمْ عَلٰى قَلْبِكَ ۗوَيَمْحُ اللّٰهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ ۗاِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah." Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (al-Quran). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang musyrikin itu berkata, "Muhammad telah membuat kebohongan atas nama Allah, di mana dia datang membawa apa yang dia bacakan kepada kami sebagai kreasi dari dirinya sendiri?" Bila kamu -wahai Rasulmelakukan hal itu niscaya Allah akan menutup hatimu rapat-rapat bila Dia berkehendak. Allah mengikis kebatilan sehingga ia pun lenyap dan menetapkan kebenaran dengan kalimat-kalimatNya yang tidak berubah dan tidak berganti, dan dengan janji-Nya yang benar yang tidak diselisihiNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati hamba-hamba-Nya, tiada sesuatu yang samar bagi-Nya.

وَهُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَعْفُوْا عَنِ السَّيِّاٰتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَۙ
Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,

Tafsir Al-Muyassar

Allah SWT yang menerima taubat dari hamba-hamba Nya bila mereka kembali kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya dan menaati-Nya dan memaafkan keburukan-keburukan. Dia mengetahui kebaikan dan keburukan yang kalian lakukan, tidak ada sesuatu pun dari hal itu yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian atasnya.



وَيَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَيَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗوَالْكٰفِرُوْنَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ
dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunian-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya menjawab seruan RasulNya dan mereka tunduk kepadanya. Dan Allah menambahkan taufik dan pelipatgandaan pahala dan balasan dengan karunia-Nya. Sedangkan orang-orang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya memperoleh adzab yang keras lagi menyakitkan di Hari Kiamat.
وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat

Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya Allah mengucurkan rizki-Nya kepada hamba-hamba dan melapangkannya, niscaya mereka akan berbuat kerusakan di muka bumi dengan kesombongan dan keangkuhan, sebagian dari mereka akan melanggar sebagian yang lain. Akan tetapi Allah menurunkan rizki-rizki mereka dengan kadar sesuai dengan kehendak-Nya yang mencukupi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengenal kemaslahatan-kemaslahatan hamba-Nya, Maha Mengetahui bagaimana mengatur dan mengurusi perkara mereka.

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ
Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya Allah semata yang menurunkan hujan dari langit, dengannya Allah menolong manusia setelah mereka melupakanNya. Dia menebarkan rahmat-Nya di antara makhlukNya, Dia meratakan hujan kepada mereka. Dialah penolong yang mengurusi perkara hamba-hamba-Nya dengan kebaikan dan karunia-Nya, Maha Terpuji dalam pengaturan dan pertolongan Nya.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيْهِمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ ۗوَهُوَ عَلٰى جَمْعِهِمْ اِذَا يَشَاۤءُ قَدِيْرٌ
Dan di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran Allah, kodrat dan kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya, dan berbagai jenis hewan yang Dia tebarkan di muka bumi, dan Dia Mahakuasa untuk mengumpulkan seluruh makhluk setelah mereka semuanya mati di Hari Kiamat, tiada sesuatu pun yang sulit bagi Allah.
وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Tafsir Al-Muyassar

Musibah apa pun wahai manusia yang menimpa kalian pada agama dan dunia kalian maka ia diakibatkan oleh dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan yang kalian lakukan. Dan Rabb kalian memaafkan banyak keburukan, sehingga Dia tidak menghukum kalian karenanya.

وَمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِۚ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong selain Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Kalian -wahai manusia- tidak melemahkan kodrat Allah atas kalian dan tidak pula mampu berlari menghindarinya. Kalian tidak memiliki penolong selain Allah yang mengurusi perkara-perkara kalian, sehingga selain Allah itu bisa menyampaikan manfaat kepada kalian, dan tiada pula pembantu bagi kalian selain Allah yang menolak kemudharatan dari kalian.

وَمِنْ اٰيٰتِهِ الْجَوَارِ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۗ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.

Tafsir Al-Muyassar

Diantara tanda-tanda yang menunjukkan kodrat Allah yang mengagumkan dan kekuasaan-Nya yang mengalahkan adalah bahtera-bahtera yang besar seperti gunung yang berlabuh di lautan.
اِنْ يَّشَأْ يُسْكِنِ الرِّيْحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلٰى ظَهْرِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُوْرٍۙ
Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,

Tafsir Al-Muyassar

Bila Allah yang membuat bahtera-bahtera itu berjalan di laut berkehendak, maka Dia akan menghentikan angin sehingga bahtera-bahtera itu pun hanya diam di atas air tidak bergerak. Sesungguhnya berlayarnya bahtera-bahtera dan berhentinya ia di lautan mengandung nasihat-nasihat dan hujjah-hujjah yang nyata atas kodrat Allah bagi orang yang sangat sabar dalam menaati Allah, dan sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan kepada Allah, serta sabar dalam menerima takdir Allah yang menyakitkan, banyak bersyukur atas nikmat-nikmat dan karunia-karunia Nya.

اَوْ يُوْبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوْا وَيَعْفُ عَنْ كَثِيْرٍۙ
atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar dari (mereka).

Tafsir Al-Muyassar

Atau Allah menenggelamkan bahtera-bahtera itu karena dosa-dosa penumpangnya, dan Dia juga memaafkan banyak dosa sehingga tidak menyiksa pelakunya.

وَّيَعْلَمَ الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَاۗ مَا لَهُمْ مِّنْ مَّحِيْصٍ
Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan).

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mendebat ayat-ayat Kami yang menetapkan tauhid bagi Kami dengan cara yang batil mengetahui bahwa mereka tidak memiliki tempat berlari dan menghindar dari adzab Allah, bila Allah mengadzab mereka atas dosa-dosa dan kekufuran mereka.

فَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚوَمَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۚ
Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.

Tafsir Al-Muyassar

Apa pun yang diberikan kepada kalian wahai manusia, baik berupa harta atau anak-anak atau lainnya maka ia adalah kesenangan bagi kalian dalam hidup di dinia ini, ia akan lenyap dengan cepat. Sedangkan apa yang ada di sisi Allah berupa kenikmatan surga yang langgeng adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para utusan-Nya, dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka.
وَالَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَاِذَا مَا غَضِبُوْا هُمْ يَغْفِرُوْنَۚ
dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang atas mereka, dan kemaksiatan-kemaksiatan yang buruk lagi jelek, bila mereka marah terhadap orang yang berbuat buruk kepada mereka, maka mereka memaafkan perbuatan buruk tersebut, tidak membalas pelaku keburukan, demi mencari pahala dan maaf dan Allah. Dan ini termasuk kemuliaan akhlak.

وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۚ
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabbnya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang menjawab seruan Rabbnya saat Dia mengajak mereka kepada tauhid dan ketaatan, mendirikan shalat-shala wajib dengan batasan-batasan dan pada waktu-waktunya, bila mereka hendak melakukan sesuatu maka mereka bermusyawarah terlebih dahulu. Mereka menyedekahkan sebagian harta yang Kami berikan kepada mereka di jalan Allah. Mereka menunaikan hak-hak yang harus ditunaikan kepada yang berhak berupa zakat, nafkah dan bentuk-bentuk pemberian yang lainnya.
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُوْنَ
Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang bila dizhalimi, maka mereka menuntut haknya kepada orang yang melanggarnya tanpa melampaui batas. Namun bila mereka bersabar, maka akibat kesabaran mereka mengandung kebaikan yang banyak.

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Hukuman keburukan atas pelakunya adalah keburukan semisalnya tidak lebih. Namun barangsiapa memaafkan pelaku keburukan dan tidak menghukumnya, memperbaiki hubungan dirinya dengan pelaku yang dimaafkan tersebut demi mencari wajah Allah, maka pahala maafnya dijamin oleh Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyintai orang-orang yang zhalim yang melakukan pelanggaran terhadap manusia, dan berbuat buruk kepada mereka.

وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهٖ فَاُولٰۤئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِّنْ سَبِيْلٍۗ
Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosapun atas mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa menuntut haknya setelah dizhalimi, maka mereka tidak memikul dosa.

اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَظْلِمُوْنَ النَّاسَ وَيَبْغُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Dosa hanya dipikul oleh orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap manusia secara zhalim, melebihi batas yang dibolehkan oleh Rabb mereka kepada batas yang tidak Dia izinkan. Mereka membuat kerusakan di muka bumi tanpa hak, mereka akan mendapatkan adzab yang menyakitkan dan pedih di Hari Kiamat.
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ اِنَّ ذٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ
Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa bersabar menghadapi gangguan, membalas keburukan dengan maaf, perdamaian dan lapang dada, sesungguhnya hal itu termasuk perkara yang berat yang berhak diberi ucapan terima kasih dan perbuatan terpuji yang diperintahkan Allah, dan Dia menyiapkan pahala besar dan pujian yang baik atasnya.

وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ وَّلِيٍّ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗوَتَرَى الظّٰلِمِيْنَ لَمَّا رَاَوُا الْعَذَابَ يَقُوْلُوْنَ هَلْ اِلٰى مَرَدٍّ مِّنْ سَبِيْلٍۚ
Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: "Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?"

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa disesatkan oleh Allah dari jalan yang lurus disebabkan karena kezhalimannya, maka dia tidak memiliki penolong yang membimbingnya ke jalan yang lurus. Kamu melihat -wahai Rasul- orang-orang yang kafir kepada Allah di Hari Kiamat saat mereka melihat adzab, mereka berkata kepada Rabb mereka, "Adakah jalan bagi kami untuk kembali ke dunia agar kami bisa menaati-Mu?" Mereka tidak dihiraukan.

وَتَرٰىهُمْ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا خٰشِعِيْنَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُوْنَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّۗ وَقَالَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ الْخٰسِرِيْنَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ وَاَهْلِيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اَلَآ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ فِيْ عَذَابٍ مُّقِيْمٍ
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) terhina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.

Tafsir Al-Muyassar

Kamu melihat -wahai Rasul- orang-orang zhalim digiring menuju api neraka dalam keadaan hina dan rendah, mereka melihat api neraka dengan pandangan tertunduk, hina dina karena ketakutan yang hebat. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya berkata di dalam surga, manakala mereka melihat kerugian yang menimpa orang-orang kafir, "Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar merugi adalah orang-orang yang merugi diri dan keluarganya di Hari Kiamat dengan masuk ke dalam neraka." Ketahuilah bahwa orang-orang zhalim di Hari Kiamat dalam adzab yang abadi, tidak terputus dan tidak berhenti.

وَمَا كَانَ لَهُمْ مِّنْ اَوْلِيَاۤءَ يَنْصُرُوْنَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ سَبِيْلٍۗ
Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidaklah ada baginya sesuatu jalanpun (untuk mendapat petunjuk).

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir itu saat Allah menyiksa mereka di Hari Kiamat tidak memiliki pembantu dan penolong yang menolong mereka dari adzab Allah. Barangsiapa disesatkan oleh Allah karena kekufuran dan kezhalimannya, maka dia tidak memiliki jalan yang dengannya dia bisa meraih kebenaran di dunia dan meraih surga di akhirat, karena jalan-jalan keselamatan telah tertutup di depannya. Petunjuk dan kesesatan di tangan Allah SWT bukan selain-Nya.

اِسْتَجِيْبُوْا لِرَبِّكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ ۗمَا لَكُمْ مِّنْ مَّلْجَاٍ يَّوْمَىِٕذٍ وَّمَا لَكُمْ مِّنْ نَّكِيْرٍ
Patuhilah seruan Rabbmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).

Tafsir Al-Muyassar

Jawablah seruan Rabb kalian wahai orang-orang kafir, dengan beriman dan menaatiNya sebelum Hari Kiamat tiba yang tidak mungkin ditolak. Saat itu kalian tidak memiliki tempat berlindung yang bisa menyelamatkan kalian dari siksa Allah, tiada tempat yang menghalangi kalian yang bisa kalian jadikan sebagai persembunyian. Ayat ini mengandung dalil dicelanya menunda-nunda, di dalamnya terdapat perintah untuk bersegera dalam melakukan segala bentuk amal shalih yang ada di depan hamba, karena penundaan memilik akibat buruk yang tidak diharapkan.

فَاِنْ اَعْرَضُوْا فَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا ۗاِنْ عَلَيْكَ اِلَّا الْبَلٰغُ ۗوَاِنَّآ اِذَآ اَذَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا ۚوَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ ۢبِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ فَاِنَّ الْاِنْسَانَ كَفُوْرٌ
Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang musyrikin itu berpaling (wahai Rasul) sehingga mereka tidak beriman kepada Allah, maka Kami tidak mengutusmu sebagai penjaga amal perbuatan mereka sehingga Kami menghisabmu atasnya, karena tugasmu hanyalah menyampaikan. Bila Kami memberikan rahmat kepada manusia berupa kekayaan, kelapangan dalam harta dan lainnya, maka dia berbahagia dan bersuka cita. Namun bila dia ditimpa musibah berupa kemiskinan, sakit dan lainnya disebabkan karena kemaksiatan kepada Allah yang mereka lakukan sendiri, maka sesungguhnya manusia itu sangat besar ingkarya dengan menghitung-hitung musibah dan melupakan kenikmatan.

لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۗ يَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ اِنَاثًا وَّيَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ الذُّكُوْرَۙ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,

Tafsir Al-Muyassar

Hanya milik Allah semata kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya anak perempuan tanpa laki-laki bersamanya, memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya anak laki-laki tanpa perempuan bersamanya,
اَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَّاِنَاثًا ۚوَيَجْعَلُ مَنْ يَّشَاۤءُ عَقِيْمًا ۗاِنَّهٗ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌ
atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Tafsir Al-Muyassar

memberikan anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan Dia menjadikan siapa yang Dia kehendaki mandul tidak beranak. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang Dia ciptakan, Mahakuasa untuk membuat apa yang Dia kehendaki, tiada sesuatu yang melemahkan-Nya saat Dia hendak menciptakannya.
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحْيًا اَوْ مِنْ وَّرَاۤئِ حِجَابٍ اَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا فَيُوْحِيَ بِاِذْنِهٖ مَا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ عَلِيٌّ حَكِيْمٌ
Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak patut bagi seseorang dari Bani Adam diajak berbicara oleh Allah kecuali dalam bentuk wahyu yang Dia wahyukan kepadanya, atau Allah berbicara kepadanya di balik hijab, sebagaimana Allah SWT berbicara kepada Musa, atau Allah mengutus seorang utusan, sebagaimana Jibril turun kepada para Rasul, lalu dia memberikan wahyu dengan izin Rabbnya, -bukan dengan hawa nafsunya-, sesuai dengan apa yang hendak Dia wahyukan. Sesungguhnya Allah Mahatinggi dengan Dzat-Nya, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya, Dia mengalahkan segala sesuatu dan para makhluk pun tunduk kepada-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan-Nya terhadap urusan makhluk-Nya. Ayat ini menetapkan sifat kalam (berbicara) bagi Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya.

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗمَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِنَا ۗوَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (al-Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (al-Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan al-Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagaimana Kami mewahyukan kepada nabi-nabi sebelummu -wahai Nabi-, Kami juga mewahyukan al-Qur‘an kepadamu dari sisi Kami. Sebelumnya kamu tidak mengetahui apa itu kitab-kitab terdahulu, apa itu iman dan apa itu syariat Ilahiyah? Kami menjadikan al-Qur‘an sebaQai cahaya bagi manusia, dengannya Kami memberi petunjuk kepada siapa yang Kami kehendaki dari hamba-hamba Karni ke jalan yang lurus.
صِرَاطِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ اَلَآ اِلَى اللّٰهِ تَصِيْرُ الْاُمُوْرُ
(Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagaimana Kami mewahyukan kepada nabi-nabi sebelummu -wahai Nabi-, Kami juga mewahyukan al-Qur‘an kepadamu dari sisi Kami. Sebelumnya kamu tidak mengetahui apa itu kitab-kitab terdahulu, apa itu iman dan apa itu syariat Ilahiyah? Kami menjadikan al-Qur‘an sebaQai cahaya bagi manusia, dengannya Kami memberi petunjuk kepada siapa yang Kami kehendaki dari hamba-hamba Karni ke jalan yang lurus.